Connect with us

Peristiwa

Polsek Mojoroto Amankan Mediasi Perselisihan Penggunaan Jalan Lingkungan Ponpes Kedunglo

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota melaksanakan pengamanan Kegiatan Festival Takbir Keliling bersepeda angin dan Mediasi perselisihan penggunaan jalan lingkungan Ponpes Kedunglo Al – Munadhoroh dan ponpes PSW. Kel.Bandar Lor Kec. Mojoroto Kota Kediri.

Kegiatan, pada Hari Selasa, tanggal 09 April 2024 mulai pukul 19.00 s/d 02.10 WIB bertempat di Ponpes Kedunglo Al – Munadhoroh Kel.Bandar Lor Kec. Mojoroto Kota Kediri.

“Telah dilaksanakan Kegiatan Festival Takbir Keliling diikuti 75 Orang Penanggung Jawab Kegiatan Ponpes Kedunglo Shodik Kamsudi,” ujar Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason, S.H.

Hadir dalam kegiatan tersebut, pengasuh Ponpes Kedunglo Al Munadhoroh. Kanjeng Kyai Abdul Madjid Ali Fikri. Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason SH.

Kasat Sabhara Polres kediri kota Iptu Priyo Hadistyo. Panit sabhara Polres Kediri Kota ipda Joko Budi . Kanit intelkam Polsek Mojoroto Akp Miftah Ali sadikin. Danramil 0809/03 Mojoroto Lettu Czi Bibit.

Camat Mojoroto diwakili Kasi Trantib kec. Mojoroto Bpk Abdulrahman SH MSI. Kakel Bandar Lor Wasis Yuliantoko. Kanit Reskrim Polsek Mojoroto Iptu Heri Siswanto ,S.H. Kanit Provost Polsek Mojoroto Aiptu Dwi Haryono.

Anggota Polsek Mojoroto Aiptu Kasmuri. Babhinsa Bandar Lor Aiptu Wageyanto.anggota Polsek Mojoroto Aiptu Dodik. Babhinsa Bandar lor Sertu Imam. Anggota Koramil Mojoroto. Humas Ponpes Wahidyah Kedunglo Hafis, panitia. Peserta Takbir Keliling, Ponpes Kedunglo Al – Munadhoroh Kel. Bandar Lor

Rangkaian Kegiatan diawali pembukaan. Mukadimah Sholawat Wahidyah oleh Ibnu Hasan, SH. Fatwa dan Do’a restu oleh Pengasuh Ponpes Kedunglo Al Munadhoroh. Kanjeng Kyai Abdul Madjid Ali Fikri yang intinya :

“Yang saya hormati para pengamal perjuangan Wahidyah dan para segenap panitia, yang mana pada malam ini kita bisa mengikuti takbir keliling dengan sehat walafiat. Khususon Rasulullah semoga kita semua mendapatkan syafaatNYA nantinya dengan gema takbir memuliakan Keagungan Allah,” terangnya.

“Dengan takbir ini kita mengikuti takbir keliling ini dengan ikhlas, dan jangan kita terjebak dalam kemenangan saja, tapi kita mendapat karunia untuk bisa dan telah diberi kesempatan dalam menjalankan puasa romadhon. Dalam bersepeda nanti agar menjaga ketertiban di jalan patuhi arah petugas dan selalu bertakbir agar dapat ridhonya,” jelasnya.

Pemberangkatan takbir keliling oleh Pengasuh Ponpes Kedunglo Al Munadhoroh. Kanjeng Kyai Abdul Madjid Ali Fikri, adapun route yang dilalui Start Jl. KH. Wahid Hasyim – Jl. KH. Agus Salim – Jl. Semeru – Jl. Dr. Saharjo – Jl. Suparjan Mangun Wijaya – Jl. Jaksa Agung Suprapto – Finish Jl. KH. Wahid Hasyim

Pada pukul 21.30 WIB kegiatan selesai, selama kegiatan berlangsung dengan tertib, dan lancar. Dilanjutkan pengecekan persiapan untuk silaturahim di kediaman pengasuh Ponpes Kedunglo yang telah diselesaikan oleh Bpk Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason S.H antara pihak psw ( Penyiar sholawat wahidiyah ) Gus Safiq dan pihak ponpes Kedunglo Gus Fikri.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bersepakat dalam koordinasi ini. Ketentuan penggunaan jalan tidak boleh ditutup total dan harus ada jalan alternatif untuk kepentingan umum orang melintas. Karena ini hari lebaran hari kemenangan agar tidak meninggikan egonya nanti untuk kedepan kita cari alternatif yang terbaik untuk kita semua. Saya berharap kita semua dapat mencari solusi untuk kepentingan bersama supaya kedepan menjadi lebih baik karena kedunglo tetap kedunglo tidak ada kedunglo yang lain lagi untuk menjadi lebih baik,” jelasnya.

Dilanjutkan dengan sambutan Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason.

“Dalam Kegiatan mediasi ini saya berharap kedua belah pihak tidak membuka aib orang lain karena kita seharusnya malau PP sebesar ini yg memiliki jamaa Ribuan dengan para pendiri PP Kedunglo yg terkenal menyelesaikan masalah seperti ini tdk ada yg mau mengalah. Harapan saya malam ini juga harus mendapatkan jalan keluar yang terbaik karena besok adalah hari kemenangan bukan cari lawan,” jelasnya.

“Kita malu apabila hal ini masih tidak terselesaikan dikarenakan semua merasa paling baik, paling berhak, paling pandai ayo di hari kemenangan ini kita saling memaafkan, saling merasa bersalah insyah Alloh, Alloh SWT Tuhan yang Maha Esa akan memberikan hidayah bagi kita semua…aamiin….,” tambahnya.

“Saya selaku kapolsek berusaha membawa warga atau untuk menjadikan warga kecamatan Mojoroto ini menjadi aman kondusif sehingga bisa beribadah dgn khusuk bisa bekerja dengan tenang. Nama Kedunglo ini besar saya bangga berada di Mojoroto betapa bahagianya melihat kehidupan masyarakatnya yg mayoritas PP dari Lirboyo, Makhrusiyah dan Kedunglo….Ini tidak main-main kehidupan pondok adalah kehidupan yang menyenangkan Sopan santun tata Krama diajarkan semua di PP ini…. sampai sampai melihat wajah pak Yainya tidak berani menunduk dengan santun….. tapi begitu ada masalah jangan hilang didikan PP yang terkenal itu berubah sekejap saja….Maka dari itu untuk masalah jalan ini kita ambil jalan tengah sesuai UU no 22 th. 2009 mengunakan jalan bukan untuk kepentingan berlalu lintas tidak menutup jalan sepenuhnya .
Artinya masih ada jalan yang bisa digunakan pengguna jalan lain serta harus ada jalan alternatif selain itu harus ada persetujuan tetangga kanan kiri atau warga sekitar…Jalanpun sesuai nama jalan itu…Jalan Provinsi,jln. Kabupaten atau jln. Kecamatan karena perijinan sesuai pemerintahannya…. karena jalan dipermasalahkan masing2 mengklaim ini jalan Pondok ini jalan umum yg belum ada pembuktiannya. Oleh karena itu mari kita sama menyepakati artinya tidak ada yang diuntungkan atau dirugikan dengan keputusan bersama,” bebernya.

Sambutan Kakel Bandar lor. “Yang kami hormati forkopimda Kecamatan Mojoroto. Pada malam ini kita dapat bertemu pada kesempatan ini.pada intinya ujung permasalahan adanya kesalah pahaman dan tidak menutup kemungkinan permasalahan ini ada jalan keluarnya karena saya juga membawa marwah kedunglo untuk membantu menyelesaikan yang terbaik. Dan bila ada kurangnya salah satu pihak ada yang harus bisa koreksi dan introspeksi diri untuk menemukan jalan damai. Saya berharap agar ini diniati dengan baik supaya dapat diberikan jalan keluar yang terbaik. Saya berharap adanya komunikasi yang terbaik untuk kemajuan Wahidiyah,” jelasnya.

Sambutan Gus Safiq. “Saya ingin bekerja sama tidak menuntut hak masing masing. Ajaran wahidiyah mengajarkan lilah dalam menjalani semua. Dan saya orang yang taat kepada agama dan pemerintah. Yang saya inginkan sebagai warga Bandar lor juga mendapatkan hak sebagai warga negara indonesia agar memberikan jalan. Tahun 93 jalan ini diakui pemerintah dan saya yakin kios yang dipakai itu punya psw dan yang saya inginkan sebenarnya kita saling menghormati dan menghargai karena kita saudara sedarah,” ungkapnya.

Sambutan Gus Fikri. “Beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan surat dari kecamatan berkaitan dengan adanya laporan pengaduan di depan rumah kediaman ayah saya yang dengan adanya pihak psw pusat menutup makom dari KH Madjid. Maka dari sini perlu saya luruskan yang keberatan dari psw apa dari paman safiq. Selama ini dengan warga tidak ada masalah dengan ini saya memberikan solusi dengan tamu saya dari utara dan tamu Gus Safid dari selatan. Saya memberikan jalan satu meter satu panggung dan kain satir dipasang sepanjang,” terangnya.

Sambuatn Gus Amak. Untuk terkait jalan saya serahkan kepada Gus Safiq dan Gus Fikri bagaimana baiknya. Kasi Trantib Kec.Mojoroto Abdulrahman.SH,MSI. Pada intinya : “Kita pada saat ini menyelesaikan permasalahan ini. Saya mempunyai pemikiran seandainya tradisi yang selalu memakai genjot ini agar supaya digeser satu meter supaya ada jalan,” bebernya.

Kegiatan Pengamanan dipimpin Oleh Kapolsek Mojoroto Kompol Muhklason ,S.H Demikian Komandan sementara yang dapat kami laporkan perkembangan akan kami laporan pada kesempatan pertama, selanjutnya mohon petunjuk. 

“Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib,” tutup Mukhlason. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota Melalui Pembinaan Rohani dan Mental

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kepolisian Resor Kediri Kota terus melaksanakan pembinaan rohani dan mental bagi personelnya melalui program Karomah atau Kamis, Rohani, dan Mental sampai di Hati. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahim, lingkungan Mapolres Kediri Kota, pada Kamis (15/10/2026).

Program yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, anggota Polri, serta pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kepolisian.

Pembinaan rohani dan mental ini menjadi salah satu kegiatan internal kepolisian yang diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kesadaran moral personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., melalui laporan kegiatan menjelaskan bahwa program Karomah dilaksanakan dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, ceramah agama, dan doa bersama.

“Kegiatan Karomah dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Polres Kediri Kota, diawali pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan ceramah agama dan doa yang dipimpin Ustaz Mohammad Taufik,” ungkap Kompol Riko Saksono.

Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Kediri Kota AKP Karyawan Hadi, S.H., M.H., sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.

Selanjutnya, Ustaz Mohammad Taufik, S.Pd.I., memberikan ceramah agama sekaligus memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta.

Pembinaan spiritual bagi anggota kepolisian memiliki arti penting karena tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan profesionalisme, tetapi juga integritas, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, anggota Polri berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat yang menuntut ketegasan sekaligus sikap humanis.

Karena itu, pembinaan mental dan rohani diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi personel untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas, kehidupan pribadi, dan tanggung jawab sosial.

Program Karomah juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antarpersonel, baik dari satuan kerja di tingkat polres maupun polsek jajaran.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian diharapkan semakin tertanam dalam lingkungan kerja kepolisian.

Pembinaan semacam ini juga relevan dengan upaya membangun budaya pelayanan publik yang mengedepankan kejujuran, kesantunan, serta penghormatan terhadap masyarakat.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polres Kediri Kota.

Meski demikian, pembentukan karakter personel tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepolisian sehari-hari.

Dengan demikian, program Karomah dapat menjadi salah satu sarana penguatan nilai moral yang perlu diikuti penerapan nyata dalam pelaksanaan tugas.

Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono menyampaikan dalam laporannya bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental tersebut, Polres Kediri Kota berupaya membangun personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mempunyai landasan moral yang kuat dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Zulhas Kunjungi Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Dorong Harga Sembako Murah dan Penyerapan Gabah Petani

Published

on

Kediriselaludihati.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu petani memasarkan hasil pertaniannya.

Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas tiba di lokasi sekitar pukul 12.05 WIB bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata dan rombongan pejabat pemerintah pusat.

Kedatangan rombongan disambut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus koperasi. Penampilan seni tari tradisional turut menyambut kedatangan Menko Pangan.

Dalam arahannya, Zulhas menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan lembaga ekonomi milik masyarakat yang harus dikelola secara profesional dan memberikan manfaat langsung kepada warga.

“KDKMP ini merupakan milik seluruh warga. Kepala desa sebagai dewan pengawas dibantu oleh ketua koperasi dan seluruh pegawai, termasuk manajer koperasi,” kata Zulkifli Hasan saat memberikan arahan di KDMP Sonorejo.

Menurutnya, pengelolaan koperasi harus disertai pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pengurus maupun pegawai.

Ia menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan dalam periode dua tahun. Apabila ditemukan pengelola yang tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, pergantian dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Salah satu perhatian utama Menko Pangan adalah keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Zulhas menyebut koperasi harus menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, elpiji, hingga pupuk bagi petani.

“Tujuan koperasi ini agar warga bisa membeli barang kebutuhan dengan harga yang paling murah. Petani bisa mengambil pupuk di sini, gas LPG, minyak goreng, beras, dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan harga beras yang ditargetkan tersedia melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Satu kilogram beras di seluruh KDKMP hanya Rp12.500, berlaku di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungannya, mengingat harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

Meski demikian, laporan kunjungan belum merinci jenis maupun kualitas beras yang dimaksud, mekanisme penetapan harga, serta ketersediaan stok di setiap koperasi. Karena itu, angka Rp12.500 per kilogram merupakan harga yang disampaikan Menko Pangan dalam kunjungan tersebut, bukan hasil verifikasi harga jual di seluruh gerai koperasi.

Selain distribusi sembako, Zulhas menekankan pentingnya koperasi dalam memperkuat posisi petani di tingkat desa.

Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat penjualan barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus mampu membantu pemasaran hasil pertanian.

Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah menghubungkan petani dengan Perum Bulog untuk penyerapan gabah.

“Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga membantu pemasaran hasil pertanian dan menghubungkan petani dengan Bulog untuk penyerapan gabah,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, koperasi diharapkan dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menyediakan kebutuhan masyarakat dan membantu memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.

“Kami berharap koperasi ini tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi desa,” tegas Zulhas.

Ia juga mengajak pengurus koperasi dan pemerintah daerah menjadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

“Mari kita jadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.

Kunjungan ke KDMP Sonorejo merupakan bagian dari rangkaian pemantauan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam laporan kegiatan disebutkan terdapat 107 titik operasional yang menjadi bagian dari agenda pemantauan tersebut.

Selain memberikan arahan, Zulkifli Hasan meninjau gerai koperasi untuk melihat kesiapan fasilitas dan pelaksanaan kegiatan usaha.

Ia juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemantauan fungsi koperasi sebagai sarana pelayanan ekonomi dan kegiatan masyarakat di tingkat desa.

Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Deputi BP BUMN Hambra Samal, Deputi BUMN Wahyu Setyawan, serta sejumlah pejabat terkait.

Turut hadir Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota dan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Tatang Yuliono.

Dari unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, hadir Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Edi Subagiyo, serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro.

Hadir pula Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, perwakilan pemerintah kecamatan, jajaran BNI, dan pengurus KDMP Sonorejo.

Manager KDMP Sonorejo Biswatul Hikmah turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut.

Sebelum tiba di Sonorejo, Zulkifli Hasan bersama rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri sekitar pukul 11.41 WIB.

Rombongan kemudian disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi koperasi.

Untuk memastikan kelancaran kunjungan kerja, aparat kepolisian melaksanakan pengamanan dan pengawalan sejak kedatangan rombongan di bandara hingga pelaksanaan kegiatan di Desa Sonorejo.

Apel persiapan pengamanan dilaksanakan di Polsek Grogol pada pukul 09.30 WIB, dipimpin Wakapolsek Grogol Iptu Agus Susanto.

Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak protokoler kementerian, pengelola bandara, serta jajaran kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur kunjungan.

Setelah melakukan peninjauan gerai koperasi dan memberikan keterangan kepada awak media, Zulkifli Hasan meninggalkan KDMP Sonorejo sekitar pukul 12.40 WIB.

Rombongan kembali ke Bandara Internasional Dhoho Kediri dan bertolak menuju Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 13.14 WIB.

Agenda selanjutnya adalah peninjauan Koperasi Desa Merah Putih Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, untuk kegiatan peninjauan, dialog, dan transaksi.

Kunjungan Menko Pangan di Sonorejo juga menjadi perhatian dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.

Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan dan gerai koperasi, tetapi juga oleh ketersediaan barang, harga yang kompetitif, kemampuan pengelola, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagi petani, efektivitas koperasi dalam menyediakan kebutuhan produksi dan membuka akses pemasaran hasil panen akan menjadi bagian penting dalam menilai manfaat program.

Sementara bagi masyarakat umum, ketersediaan sembako dengan harga terjangkau menjadi salah satu ukuran keberhasilan layanan koperasi.

Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat mendorong agar KDMP Sonorejo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata di wilayah Kediri dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Tanaman Padi Terdampak Kekeringan, Bhabinkamtibmas Polsek Mojoroto Dampingi Pemeriksaan Irigasi di Tiga Kelurahan Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Persoalan kekurangan air yang dialami tanaman pertanian di wilayah Kelurahan Bujel, Ngampel, dan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mendapat perhatian aparat kepolisian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel Aipda Yuda Kuswantoro, S.Sos., bersama perangkat kelurahan dan petugas BBWS Brantas turun langsung melakukan pengecekan pengairan di Lingkungan Jombok, Kelurahan Bujel, pada Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.

Pengecekan dilakukan menyusul adanya tanaman, termasuk padi, yang mengalami kekurangan air di kawasan pertanian Bujel, Ngampel, dan Gayam.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kepolisian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan Bhabinkamtibmas dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas melaksanakan pengecekan pengairan tanaman atau padi yang mengalami kekeringan di wilayah Bujel, Ngampel, dan Gayam,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, karena persoalan pengairan pertanian berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan kebutuhan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada lahan pertanian.

Pemeriksaan lapangan menjadi langkah untuk melihat kondisi pengairan dan mengidentifikasi persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Ketersediaan air merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman padi. Kekurangan pasokan air dalam jangka waktu tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko penurunan produktivitas.

Karena itu, koordinasi antara petani, pemerintah kelurahan, dan instansi pengelola sumber daya air diperlukan agar persoalan yang terjadi dapat diketahui secara tepat.

Keterlibatan BBWS Brantas dalam pengecekan tersebut menjadi bagian dari koordinasi teknis mengenai kondisi pengairan di kawasan pertanian yang dilaporkan mengalami kekeringan.

Sementara itu, kehadiran Bhabinkamtibmas menunjukkan peran kepolisian dalam mendampingi kegiatan masyarakat dan mendukung komunikasi antara warga dengan instansi terkait.

Meski demikian, laporan Polsek Mojoroto belum menjelaskan secara terperinci penyebab kekurangan air yang dialami tanaman di tiga kelurahan tersebut.

Belum terdapat pula data mengenai luas lahan terdampak, jumlah petani yang mengalami kesulitan pengairan, maupun tingkat kerusakan tanaman.

Hasil pemeriksaan teknis BBWS Brantas dan rencana tindak lanjut penanganan juga belum dicantumkan dalam laporan.

Dengan demikian, pengecekan yang dilakukan belum dapat disimpulkan telah menyelesaikan persoalan kekeringan.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap keberlangsungan pertanian di kawasan perkotaan.

Meskipun berada di wilayah Kota Kediri, keberadaan lahan pertanian di Bujel, Ngampel, dan Gayam tetap berkaitan dengan kebutuhan produksi pangan dan keberlanjutan usaha petani.

Kondisi pengairan yang memadai menjadi salah satu faktor penentu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen sesuai potensi lahan.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto dalam laporannya memastikan bahwa kegiatan pengecekan bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas berlangsung aman, terkendali, serta lancar.

Hingga laporan disampaikan, belum ada informasi mengenai langkah teknis lanjutan maupun jadwal penanganan pengairan di kawasan pertanian yang terdampak kekurangan air. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page