Connect with us

Uncategorized

Polsek Pesantren Bagi 5 Masker kepada Pedagang dan pembeli di Pasar

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Pesantren melaksanakan Kegiatan Operasi Yustisi Pamor Keris di wilayah Hukumnya.

Pelaksanaan Operasi Yustisi dengan dasar Inmendagri Nomor 18 Tahun 2022, tanggal 21 Maret 2022, Tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 COVID-19 Di Wilayah Jawa dan Bali.. Perda Provinsi JatimNomor 2 Tahun 2020. Perwalikota KediriNomor 32 Tahun 2020. Keputusan Walikota Kediri No 188.45 – /264 /419.033 /2022. Tentang Perpanjangan PPKM Level 2.

Kegiatan, pada Kamis Tanggal 19 – 05 – 2022 Pukul 09.00 WIB – selesai. Kegiatan kegiatan operasi yustisi dilaksanakan dengan cara Patroli Mobiling yang dipimpin oleh Pawas AKP Puguh Budi S, Padal Ipda Murnianto.

Lokasi giat ops yustisi di Pasar tradisional kel pesantren Kota Kediri. Sanksi sosial yang diberikan, teguran lisan 5 pembagian masker 5 orang.

“Dalam kegiatan ops yustisi dapat berlangsung tertib, aman dan lancar,” kata Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto,S.Sos. (res/an).

Continue Reading

Uncategorized

Polresta Bandara Soetta bersama Otoritas Bandara Berbagi Snack dan Minuman Gratis di Terminal 2

Published

on

TANGERANG — Jajaran personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bersama instansi terkait (stakeholder) menunjukkan aksi simpatik dengan menyapa sekaligus membagikan makanan ringan (snack) dan minuman gratis kepada para pengguna jasa di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (6/9/2026) pagi.

Aksi humanis ini dilakukan di sela-sela kegiatan patroli pemantauan situasi terminal. Petugas gabungan tampak berinteraksi secara hangat dengan para calon penumpang sembari membantu memberikan informasi serta pelayanan kepolisian yang dibutuhkan di lapangan.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Wisnu Wardana melalui Kapolsubsektor Terminal 2, Ipda Septian Wahyudi, memastikan bahwa kondisi dan situasi di area konter keberangkatan (check-in) hingga Minggu pagi terpantau kondusif.

“Untuk situasi di area konter check-in Terminal 2 secara umum berjalan aman, tertib, dan terkendali,” ujar Ipda Septian.

Guna menjamin kenyamanan pengguna jasa, personel gabungan tetap disiagakan di sejumlah titik strategis untuk membantu kelancaran arus penumpang dan memonitor pergerakan di terminal.

Di sisi lain, pembagian makanan dan minuman gratis ini menjadi representasi kehadiran Polri yang peduli terhadap kenyamanan masyarakat di area obyek vital nasional tersebut.

Polresta Bandara Soetta bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi agar aktivitas operasional di seluruh terminal selalu berjalan aman, tertib, dan nyaman.

Polresta Bandara Soetta juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan segera atau ingin melaporkan gangguan kamtibmas untuk memanfaatkan layanan Call Center 110 Polri yang beroperasi 24 jam penuh dan bebas pulsa. (*)

Continue Reading

Uncategorized

Polri Gelar Apel Gelar Pasukan Kesiapan Hadapi Bencana dan Konflik Sosial 2026

Published

on

CIKEAS, JAWA BARAT – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan menghadapi bencana dan konflik sosial tahun 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah Polri memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam maupun konflik sosial di seluruh wilayah Indonesia.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo hadir mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam apel yang digelar di Cikeas, Jawa Barat, Senin (7/9/2026). Dalam arahannya, Dedi menekankan pentingnya kesiapsiagaan Polri sejak tahap pra-bencana, tanggap darurat hingga pascabencana.

“Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi karena dipengaruhi oleh kondisi geologis, geografis, dan klimatologis yang kompleks. Lebih dari itu, Indonesia juga berada pada kawasan Ring of Fire sehingga memiliki risiko bencana gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api yang tinggi,” ujar Dedi dalam keterangannya di Cikeas, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejak Januari 2026 hingga saat ini tercatat 1.730 kejadian bencana alam di Indonesia. Bencana tersebut didominasi banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rangkaian bencana itu telah mengakibatkan 397 orang meninggal dunia dan lebih dari 4 juta masyarakat harus mengungsi.

Dedi juga menyoroti tingginya aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia. Pada 6 September 2026, aktivitas erupsi tercatat terjadi di Gunung Sinabung, Gunung Merapi, Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ili Lewotolok, Gunung Lewotobi Laki-laki, serta Gunung Ibu.

Menurut Dedi, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari fase pra-bencana, saat tanggap darurat hingga pascabencana.

“Dalam konteks inilah, Polri harus senantiasa hadir sebagai salah satu kekuatan negara yang siap memberikan respons cepat melalui pelayanan dan bantuan kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana melalui Operasi Aman Nusa II,” katanya.

Dalam penanganan bencana, Polri telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung, mulai dari pengerahan personel, evakuasi dan pencarian korban, pengamanan lokasi bencana, pengaturan lalu lintas dan jalur evakuasi, hingga pendirian dapur lapangan serta rumah sakit lapangan. Polri juga menyiapkan air bersih, bantuan logistik, pelayanan kesehatan, dukungan psikososial dan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Seluruh upaya tersebut, kata Dedi, harus dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan TNI, BNPB/BPBD, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta seluruh elemen masyarakat.

Selain ancaman bencana alam, Polri juga menghadapi dinamika konflik sosial yang dapat berkembang dari berbagai persoalan politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan, baik di lapangan maupun ruang digital.

“Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat yang wajib kita hormati dan kita lindungi. Namun, pada saat yang sama, Polri melalui Operasi Aman Nusa I juga harus memiliki kesiapan untuk mencegah setiap potensi eskalasi agar tidak berkembang menjadi konflik, kekerasan, maupun gangguan kamtibmas yang lebih luas,” tegas Dedi.

Dalam penanganan konflik sosial, Polri mengedepankan pendekatan komprehensif sejak tahap pra-konflik, saat konflik hingga pascakonflik. Langkah tersebut dilakukan melalui pemetaan potensi kerawanan, penguatan deteksi dini dan sistem peringatan dini atau early warning system, peningkatan patroli siber terhadap narasi provokatif, serta pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh pemangku kepentingan.

Dedi menegaskan, apabila konflik terjadi, Polri harus mampu melakukan pengamanan, pemisahan pihak yang berkonflik, perlindungan masyarakat dan objek vital, serta penegakan hukum secara profesional, proporsional dan berkeadilan.

“Pada penanganan konflik sosial, utamakan langkah pencegahan untuk mitigasi seluruh risiko serta dampak berkelanjutan yang ditanggung masyarakat. Pahami akar persoalan di wilayah masing-masing dan bangun kedekatan dengan tokoh masyarakat untuk dapat memitigasi timbulnya konflik,” ujar Dedi.

Dalam apel tersebut, Dedi juga menyampaikan dua hal penting yang harus menjadi pedoman personel yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa I dan Aman Nusa II. Pertama, seluruh rangkaian penanganan bencana harus bermuara pada keselamatan dan pemulihan korban melalui tiga tahap, yakni siaga darurat, tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.

“Data yang tepat menjadi pijakan, gerak yang cepat menjadi tuntutan, dan kerja yang cermat menjadi jaminan keselamatan,” ucapnya.

Kedua, dalam penanganan konflik sosial, personel diminta mengutamakan langkah pencegahan, memahami akar persoalan, serta membangun kedekatan dengan tokoh masyarakat guna mencegah terjadinya konflik. Apabila diperlukan tindakan lebih tegas, penindakan harus dilakukan secara terukur dan profesional dengan berpedoman pada prinsip ultimum remedium, yakni penegakan hukum menjadi upaya terakhir.

Dedi berharap kesiapan personel, sarana dan prasarana serta kecepatan bertindak dapat memastikan Polri senantiasa hadir memberikan rasa aman, meringankan beban masyarakat terdampak bencana, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.

Continue Reading

Uncategorized

Polri Kerahkan Water Cannon dan Bagikan Masker, Layani Masyarakat Terdampak Material Erupsi Gunung Anak Krakatau

Published

on

JAKARTA – Polri bergerak cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat menyusul dampak material erupsi Gunung Anak Krakatau yang dirasakan di sejumlah wilayah, Senin (7/9/2026).Sejumlah langkah pelayanan dilakukan jajaran Polri, mulai dari penyemprotan ruas jalan yang terdampak endapan abu vulkanik menggunakan Armoured Water Cannon (AWC), pembagian masker, kesiapan layanan kesehatan, hingga penyiapan personel SAR dan patroli Sabhara.Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak material erupsi, khususnya mengurangi endapan abu vulkanik yang berpotensi kembali beterbangan akibat aktivitas kendaraan serta mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat.Pelayanan dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain Lampung, Banten, Jakarta dan sekitarnya, serta sejumlah wilayah di Jawa Barat. Jajaran Polri terus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi di lapangan.Di Bandar Lampung, Ditsamapta Polda Lampung mengerahkan 1 unit AWC, 1 unit R-4 Karhutla dan 2 unit R-4 pengawalan/patroli untuk melakukan penyemprotan di sejumlah ruas jalan, yakni Jl. ZA Pagar Alam, Jl. Teuku Umar, Jl. Raden Intan, Jl. Ahmad Yani dan Jl. Jenderal Sudirman.Tidak hanya melakukan penyemprotan, jajaran Polda Lampung juga memperkuat mitigasi kesehatan dan membagikan masker kepada masyarakat. Personel Polresta Bandar Lampung bersama Bhayangkari turun langsung membagikan masker kepada pengendara di kawasan Tugu Adipura.Pembagian masker juga dilakukan jajaran Polres Lampung Utara kepada masyarakat dan pengguna jalan di kawasan Tugu Payan Mas, Kotabumi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi masyarakat dari potensi paparan abu vulkanik saat beraktivitas di luar ruangan.Polda Lampung melalui Biddokkes juga menyiapkan langkah mitigasi kesehatan, termasuk kesiapan tim medis, koordinasi pelayanan kesehatan, evakuasi apabila diperlukan serta fasilitas kesehatan rujukan.Sementara di wilayah hukum Polda Banten, respons dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan 6 unit AWC yang didukung 4 unit R-4 pengawalan/patroli dan 2 unit R-2 pengawalan/patroli.Penyemprotan dilakukan jajaran Polres dan Polresta di sejumlah titik prioritas. Polres Pandeglang melakukan penyemprotan di Jl. Bhayangkara dan jalur sekitar Alun-Alun Pandeglang. Polres Cilegon menyasar kawasan Jl. Jenderal Sudirman–Bank BJB Cilegon dan Simpang PCI Cilegon.Kemudian Polresta Serang Kota melakukan penyemprotan di Jl. Protokol Ahmad Yani. Polres Lebak menyasar Jl. RA Kartini, Jl. Iko Jatmiko, Alun-Alun Rangkasbitung, Balong Ranca Lentah, Jl. Insinyur Juanda dan Jl. Siliwangi.Adapun Polres Serang melakukan penyemprotan di jalur Arteri–Tangerang, sedangkan Polresta Tangerang melakukan langkah serupa di Jl. Protokol dan Jl. Pemda Kabupaten Tangerang.Penyemprotan dilakukan untuk membantu mengurangi endapan debu vulkanik di ruas jalan sekaligus mendukung keselamatan pengguna jalan dan menjaga kelancaran lalu lintas. Selama kegiatan berlangsung, personel mengedepankan keselamatan masyarakat serta memastikan aktivitas dan mobilitas warga tetap berjalan tertib, aman dan kondusif.Di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan dan Kabupaten Bekasi, jajaran Polda Metro Jaya turut mengerahkan AWC berkapasitas 6.000 liter untuk membasahi sejumlah ruas jalan. Lokasi tersebut meliputi jalur Patung Kuda–Bank Indonesia–Sarinah–Bundaran HI, Cipinang–Rawamangun–Pulogadung, Jl. RE Martadinata, Jl. Pondok Cabe Raya serta Jl. Raya Tegal Danas, Cikarang Pusat.Selain melakukan penyemprotan, personel Brimob Polda Metro Jaya juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.Di wilayah Jawa Barat, Polres Bogor mengerahkan kendaraan AWC untuk membersihkan endapan abu vulkanik pada sejumlah ruas jalan sekaligus membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.Langkah serupa juga dilakukan Polres Cianjur dengan membagikan sekitar 2.000 masker medis kepada pengguna jalan sebagai bentuk pelayanan dan upaya mengurangi risiko paparan abu vulkanik.Selain langkah penanganan di tingkat kewilayahan, Kakorsabhara Baharkam Polri juga menyiapkan personel dan sarana SAR serta patroli Sabhara untuk mendukung penanganan apabila dibutuhkan.Kesiapan tersebut mencakup dukungan pencarian dan pertolongan, evakuasi, pengamanan lokasi terdampak, pengaturan lalu lintas serta patroli di wilayah yang berpotensi mengalami gangguan akibat material erupsi.Personel SAR dan patroli Sabhara disiapkan untuk bergerak sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan di lapangan. Mereka juga siap membantu masyarakat, melakukan pemantauan jalur, mengantisipasi potensi gangguan serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berlangsung aman dan tertib.Pelayanan juga diberikan kepada masyarakat di Bandara Soekarno-Hatta. Personel Polri membagikan masker, melakukan pemeriksaan kesehatan, menyediakan vitamin dan obat-obatan sesuai kebutuhan, serta membagikan makanan ringan kepada penumpang yang terdampak penundaan penerbangan.Seluruh langkah tersebut merupakan tindak lanjut kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Jajaran dari tingkat pusat hingga kewilayahan terus melakukan pemantauan dan menyiapkan sumber daya yang dapat digerakkan sesuai perkembangan situasi.Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan jajaran Polri terus bergerak berdasarkan perkembangan situasi dan kondisi di masing-masing wilayah.“Polri hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pengamanan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan pelayanan. Water Cannon dikerahkan untuk membantu menangani endapan abu di jalan, masker dibagikan, pelayanan kesehatan diberikan, serta personel SAR dan patroli Sabhara disiapkan untuk mendukung penanganan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan sekaligus kepedulian Polri untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dan pelayanan di tengah situasi yang dapat mengganggu mobilitas serta aktivitas sehari-hari.“Kami ingin memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Personel di lapangan terus memantau kondisi, memberikan edukasi, membantu pengguna jalan maupun masyarakat yang terdampak, serta siap melakukan langkah berikutnya sesuai kebutuhan,” katanya.Trunoyudo menegaskan, tidak menutup kemungkinan jajaran Polda dan Polres lainnya akan melakukan langkah serupa apabila terdapat wilayah yang turut terdampak material erupsi.“Setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, jajaran Polda dan Polres terus melakukan pemantauan. Apabila terdapat dampak terhadap masyarakat, personel siap bergerak memberikan pelayanan dan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan,” tegasnya.Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, menggunakan masker apabila diperlukan serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Masyarakat juga diharapkan terus mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi, seperti PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Layanan Polisi 110. Sementara untuk kondisi yang membutuhkan pencarian, pertolongan maupun evakuasi, laporan masyarakat akan dikoordinasikan dengan personel dan unsur SAR terkait.Polri terus memantau perkembangan situasi dan memastikan seluruh jajaran di wilayah yang terdampak maupun berpotensi terdampak siap bergerak memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page