Uncategorized
Polsek Pesantren Bagi 5 Masker kepada Pedagang dan pembeli di Pasar
Kediriselaludihati.com – Polsek Pesantren melaksanakan Kegiatan Operasi Yustisi Pamor Keris di wilayah Hukumnya.
Pelaksanaan Operasi Yustisi dengan dasar Inmendagri Nomor 18 Tahun 2022, tanggal 21 Maret 2022, Tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 COVID-19 Di Wilayah Jawa dan Bali.. Perda Provinsi JatimNomor 2 Tahun 2020. Perwalikota KediriNomor 32 Tahun 2020. Keputusan Walikota Kediri No 188.45 – /264 /419.033 /2022. Tentang Perpanjangan PPKM Level 2.
Kegiatan, pada Kamis Tanggal 19 – 05 – 2022 Pukul 09.00 WIB – selesai. Kegiatan kegiatan operasi yustisi dilaksanakan dengan cara Patroli Mobiling yang dipimpin oleh Pawas AKP Puguh Budi S, Padal Ipda Murnianto.
Lokasi giat ops yustisi di Pasar tradisional kel pesantren Kota Kediri. Sanksi sosial yang diberikan, teguran lisan 5 pembagian masker 5 orang.
“Dalam kegiatan ops yustisi dapat berlangsung tertib, aman dan lancar,” kata Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto,S.Sos. (res/an).
Peristiwa
Polisi Perketat Pemeriksaan Penonton Persik Vs Persita, Antisipasi Miras, Senjata Tajam hingga Pencopetan
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 464 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pertandingan BRI Super League 2026/2027 antara Persik Kediri melawan Persita Tangerang di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Sabtu (31/10/2026).
Pengamanan melibatkan kepolisian, TNI, instansi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta petugas keamanan pertandingan atau steward. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari pintu masuk stadion hingga kawasan luar yang menjadi jalur pergerakan suporter.
Sebelum pertandingan, jajaran Polres Kediri Kota menggelar Tactical Floor Game (TFG) dan apel kesiapan pengamanan di Stadion Brawijaya, Jalan Ahmad Yani, mulai pukul 13.00 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., untuk memastikan seluruh personel memahami pembagian tugas, zona pengamanan, dan prosedur penanganan apabila terjadi gangguan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kabag Ops Kompol Iwan menekankan pentingnya pengamanan profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh penonton.
“Seluruh personel sudah ditempatkan sesuai zona pengamanan. Kami meminta setiap petugas menjalankan tanggung jawabnya secara profesional, terutama dalam pemeriksaan penonton di pintu masuk stadion,” ujar Kompol Iwan.
Menurutnya, pemeriksaan barang bawaan menjadi salah satu langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada penonton yang membawa minuman keras maupun senjata tajam ke dalam stadion.
Petugas juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencopetan, terutama ketika penonton berdesakan saat memasuki area pertandingan.
“Pengawasan di pintu masuk harus dilakukan dengan teliti. Selain mencegah masuknya barang terlarang, petugas juga perlu mengantisipasi tindak kriminal yang dapat terjadi ketika penonton berkumpul dalam jumlah besar,” katanya.
Dari total 464 personel gabungan, sebanyak 220 merupakan anggota Polres Kediri Kota dan polsek jajaran. Sebanyak 149 personel lainnya berasal dari unsur bantuan pengamanan, termasuk Brimob, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, pemadam kebakaran, serta tenaga kesehatan.
Sementara itu, 95 petugas disiapkan untuk tugas steward dan pemeriksaan badan penonton.
Pengamanan pertandingan menerapkan pembagian zona sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.
Pada ring pertama atau area dalam stadion, pengamanan berada di bawah kendali steward. Personel TNI dan Polri ditempatkan di ring kedua dan dapat memberikan bantuan ke area dalam apabila diminta sesuai prosedur.
Adapun personel di ring ketiga dan keempat disiagakan di kawasan luar stadion hingga seluruh rangkaian pertandingan dan kepulangan penonton selesai.
“Petugas steward menjadi unsur utama pengamanan di dalam stadion. Anggota TNI dan Polri berada pada zona yang telah ditentukan dan siap memberikan bantuan apabila diperlukan,” jelas Kompol Iwan.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya euforia berlebihan dari suporter, baik sebelum maupun setelah pertandingan.
Meski pertandingan Persik Kediri sebelumnya berlangsung tanpa gangguan menonjol, kondisi tersebut tidak boleh membuat petugas mengendurkan pengawasan.
“Kami mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk kepadatan penonton dan euforia suporter setelah pertandingan. Semua personel harus tetap fokus sampai kegiatan benar-benar selesai,” ujarnya.
Dalam pengarahan tersebut, petugas juga diingatkan mengenai ketentuan tidak diperbolehkannya kehadiran suporter tim tamu berdasarkan regulasi kompetisi yang disampaikan dalam rapat pengamanan.
Selain itu, personel pengamanan diinstruksikan tidak membawa senjata api selama bertugas di stadion. Senjata api yang terlanjur dibawa harus dititipkan kepada petugas Provos.
Kompol Iwan meminta seluruh unsur pengamanan menjaga koordinasi dan segera melaporkan setiap persoalan kepada perwira pengendali agar dapat ditangani sesuai prosedur.
“Pengamanan pertandingan sepak bola membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami berharap suporter turut menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, dan mendukung tim kesayangannya dengan cara yang positif,” katanya.
Apel kesiapan pengamanan berakhir sekitar pukul 13.50 WIB. Selanjutnya, personel menempati pos masing-masing sesuai pembagian tugas.
Polres Kediri Kota juga menjadwalkan konsolidasi dan evaluasi setelah seluruh rangkaian pengamanan pertandingan selesai. (res/an)
Uncategorized
Polri Ungkap Produksi 525 Ton Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label
MEDAN – Satgas Pangan Polri bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas RI) mengungkap dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dalam produksi dan perdagangan beras fortifikasi yang mutu serta kandungan gizinya tidak sesuai dengan klaim pada label kemasan. Pengungkapan tersebut dilakukan di kilang padi PT UDS, Kecamatan Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (30/10/2026).Dirtipideksus Bareskrim Polri selaku Kasatgas Pangan Polri, Kombes Pol. Suhasto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari hasil pengambilan sampel dan pengujian laboratorium terhadap empat merek beras fortifikasi, yakni Golden Number 111 Merah, Golden Number 111 Biru, Penari Bangkok, dan Ikan Mas Cupang.Hasil pengujian menunjukkan mutu dan kandungan gizi keempat produk tersebut tidak sesuai dengan informasi yang tercantum pada label kemasan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan Bapanas RI kepada Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti melalui proses penegakan hukum.”Produk beras fortifikasi pada dasarnya bertujuan membantu memenuhi kebutuhan gizi mikro masyarakat, termasuk mendukung pencegahan anemia dan stunting. Namun, apabila kandungan gizinya tidak sesuai dengan standar dan klaim yang dicantumkan pada kemasan, maka tujuan fortifikasi tersebut tidak tercapai secara optimal dan berpotensi menimbulkan risiko bagi konsumen, terutama apabila dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang,” ujar Kombes Pol. Suhasto di Deli Serdang, Jumat (30/10/2026).Dalam proses penyidikan, penyidik telah memeriksa 12 orang saksi, termasuk pelapor, pihak Bapanas RI, Direktur Utama PT UDS, dan Kepala Produksi PT UDS. Penyidik juga telah meminta keterangan ahli perlindungan konsumen serta memperoleh hasil pengujian laboratorium sebagai bagian dari pembuktian perkara.Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, keterangan ahli, dan hasil laboratorium, penyidik menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti sehingga perkara ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan melalui gelar perkara.Dari lokasi produksi, penyidik turut menyita 2.236 kemasan beras dengan total berat 15.145 kilogram. Barang bukti tersebut terdiri atas 347 kemasan Golden Number 111 Merah ukuran 5 kilogram, 661 kemasan Golden Number 111 Biru ukuran 5 kilogram, 435 kemasan Penari Bangkok ukuran 5 kilogram, serta 793 kemasan Ikan Mas Cupang ukuran 10 kilogram.Selain itu, turut disita 144 kemasan kernel beras fortifikasi Vitamin B6, 144 kemasan kernel fortifikasi Vitamin B9, satu set mesin Rice Milling Unit (RMU) merek Lamico, serta dua unit mesin fortifikasi merek Masema.Total estimasi nilai barang bukti beras yang disita mencapai Rp280.182.500. Sementara itu, satu lini mesin RMU diperkirakan bernilai Rp4 miliar dan dua mesin fortifikasi memiliki estimasi nilai sekitar Rp300 juta.Lebih lanjut, berdasarkan hasil pendalaman penyidik, PT UDS diperkirakan telah memproduksi sekitar 525.000 kilogram atau 525 ton beras fortifikasi selama periode Maret hingga Agustus 2026. Dengan asumsi harga jual Rp18.500 hingga Rp27.000 per kilogram, nilai ekonomis dari total produksi tersebut diperkirakan mencapai Rp14,175 miliar.Kombes Pol. Suhasto menerangkan bahwa beras fortifikasi tersebut diproduksi menggunakan bahan baku beras putih atau setengah jadi yang kemudian dicampur dengan kernel sebagai sumber vitamin. Proses produksi meliputi penggilingan, pembersihan, pengayakan, pemisahan batu, pencampuran, penimbangan, hingga pengemasan.Atas dugaan perbuatan tersebut, penyidik menerapkan Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a, d, e, dan f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Para pihak yang nantinya ditetapkan sebagai tersangka dapat terancam pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar sesuai ketentuan pasal yang dipersangkakan.Suhasto menegaskan, penanganan perkara ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto serta Program Quick Wins Kapolri melalui Polisi Peduli Pangan, khususnya dalam memastikan produk pangan yang beredar di masyarakat memenuhi ketentuan dan tidak merugikan konsumen.”Polri bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran di bidang pangan. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan produk pangan yang sesuai dengan standar mutu, keamanan, serta informasi yang tercantum pada kemasannya. Perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan yang beredar,” tegasnya.Polri akan terus mendalami perkara, melengkapi alat bukti, dan melakukan langkah-langkah penyidikan sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Mojoroto Kediri Dampingi Edukasi Layanan Digital, Kapolsek Ajak Warga Dukung Operasi Patuh Semeru 2026
Kediriselaludihati.com – Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Polsek Mojoroto juga mendorong kesadaran warga terhadap keselamatan berlalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.
Kegiatan berlangsung di aula Kantor Kelurahan Dermo, Jalan Gunung Agung, pada Jumat (30/10/2026) malam, mulai pukul 19.30 WIB.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo Aiptu Suhartono hadir bersama unsur tiga pilar untuk mendampingi kegiatan sosialisasi yang diikuti perangkat kelurahan, pengurus RT dan RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai layanan kependudukan digital dan perlindungan sosial.
Melalui kegiatan ini, warga diharapkan semakin mengenal layanan administrasi berbasis digital serta memperoleh informasi mengenai program perlindungan sosial melalui saluran resmi pemerintah.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dan memperkuat pelayanan publik.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan. Kami juga mendukung kegiatan pemerintah kelurahan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk sosialisasi layanan administrasi dan perlindungan sosial,” ujar Kompol Rudi.
Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan pengurus lingkungan dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan masyarakat.
Ia juga mengingatkan warga agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan program pemerintah untuk meminta data pribadi atau menawarkan bantuan melalui jalur yang tidak jelas.
“Masyarakat sebaiknya memperoleh informasi melalui petugas dan instansi yang berwenang. Jangan mudah menyerahkan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, terutama jika ada permintaan yang mencurigakan,” katanya.
Selain mengajak masyarakat memahami layanan pemerintah, Kompol Rudi turut menekankan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas.
Imbauan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Operasi kepolisian ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Kompol Rudi mengajak warga Dermo untuk selalu menggunakan helm berstandar SNI saat mengendarai sepeda motor, mematuhi rambu lalu lintas, tidak melawan arus, serta menghindari penggunaan telepon genggam ketika berkendara.
“Kami mengingatkan masyarakat bahwa Operasi Patuh Semeru 2026 sedang berlangsung. Namun, tertib berlalu lintas seharusnya tidak hanya dilakukan ketika ada operasi kepolisian. Keselamatan harus menjadi kebiasaan setiap hari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum memenuhi persyaratan mengendarai sepeda motor di jalan raya.
Menurutnya, peran keluarga sangat penting dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini.
“Orang tua harus ikut mengawasi anak-anaknya. Jangan memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah kecelakaan sebelum terjadi,” kata Kompol Rudi.
Lebih lanjut, ia berharap pengurus RT dan RW dapat membantu menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas kepada warga di lingkungan masing-masing.
Melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Mojoroto berupaya menjadikan kegiatan kemasyarakatan sebagai sarana memperkuat hubungan dengan warga sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap keamanan dan keselamatan.
Sosialisasi IKD dan Perlinsos di Kelurahan Dermo berlangsung tertib dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat yang hadir. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
