Peristiwa
Ponpes Hidayatut Thullab Petuk Semen Gelar Istighotsah dan Dialog Interaktif yang Dijaga Polisi
Kediriselaaludihati.com – Bhabinkamtibmas Desa Puhsarang, Polsek Semen, Polres Kediri Kota Aiptu Jufri melakukan patroli DDS.
Aiptu Jufri datang ke Balai Desa Puhsarang Kec. Semen Kab. Kediri pada Hari Jumat 3 Februari 2023 pukul 19.30 WIB s/d selesai.
BKTM Desa Puhsarang dan Waka Polsek Semen melaksanakan kegiatan pengamanan Istighotsah dan dialog Interaktif dari Ponpes Hidayatut Thullab petuk yang diadakan setiap malam sabtu legi.
Hadir dalam kegiatan ini para Tokoh setral IDI. HIT KH. A. Rikza Muqtafa. Wakil Syuriah ranting. M. Imron. Kades Puhsarang Bambang Widodo.
Syuriah ranting M. Taufiq. Ketua Tanfidziyah Sutarji. Camat Semen diwakili kasi trantib Karyanto. Kapolsek Semen diwakili waka polsek Iptu Isdiyat, S. Pd dan Bhabinkamtibmas.
“Selama kegiatan berjalan lancar, aman dan terkendali,” kata Kapolsek Semen AKP Siswandi. (res/an).
Peristiwa
Sambangi Warga Desa Blimbing Kediri, Polisi Perkuat Akses Pelayanan dan Komunikasi dari Tingkat Desa
Kediriselaludihati.com – Akses masyarakat terhadap layanan kepolisian terus diperluas hingga tingkat desa. Bhabinkamtibmas Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Aiptu Darsono menyambangi warga sekaligus melakukan sosialisasi layanan Polri 110 dan aplikasi Super App Polri, pada Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut dilakukan dengan mendatangi masyarakat serta memasang stiker informasi mengenai kanal pelayanan kepolisian.
Sosialisasi diarahkan agar masyarakat semakin mengetahui saluran yang dapat digunakan ketika membutuhkan pelayanan maupun bantuan kepolisian.
Layanan 110 menjadi salah satu kanal yang diperkenalkan kepada warga. Keberadaan layanan tersebut memungkinkan masyarakat menghubungi kepolisian ketika membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan informasi yang memerlukan respons petugas.
Selain layanan 110, warga juga dikenalkan dengan Super App Polri sebagai bagian dari pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kepolisian.
Sosialisasi di tingkat desa menjadi penting karena transformasi pelayanan digital tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi. Masyarakat juga perlu mengetahui keberadaan, fungsi dan cara memanfaatkan layanan tersebut sesuai kebutuhan.
Karena itu, pendekatan langsung melalui Bhabinkamtibmas memiliki posisi strategis. Sebagai anggota kepolisian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat desa, Bhabinkamtibmas menjadi salah satu penghubung antara layanan institusi kepolisian dengan warga.
Dalam sambang tersebut, Aiptu Darsono juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi mengenai kondisi lingkungan Desa Blimbing.
Komunikasi dua arah dibutuhkan agar persoalan yang muncul di lingkungan dapat diketahui lebih awal. Tidak semua persoalan harus menunggu berkembang menjadi gangguan yang lebih besar sebelum dikomunikasikan kepada aparat.
Kedekatan antara Bhabinkamtibmas dan warga juga menjadi bagian dari pendekatan pencegahan. Informasi dari masyarakat dapat membantu petugas mengenali persoalan lingkungan sekaligus menentukan langkah yang diperlukan sesuai kewenangannya.
Pemasangan stiker layanan kepolisian membuat informasi tersebut dapat tetap dilihat warga setelah kegiatan sambang selesai. Dengan demikian, nomor layanan maupun informasi aplikasi tidak hanya disampaikan dalam pertemuan sesaat, tetapi dapat menjadi rujukan ketika masyarakat membutuhkannya.
Langkah di Desa Blimbing tersebut memperlihatkan perubahan pola pelayanan kepolisian yang memadukan pendekatan langsung dengan pemanfaatan teknologi. Bhabinkamtibmas tetap hadir bertemu warga, sementara kanal digital dan layanan telepon memperluas pilihan masyarakat ketika membutuhkan bantuan.
Pada akhirnya, teknologi pelayanan akan memiliki manfaat lebih besar ketika benar-benar dikenal dan digunakan masyarakat. Dari sambang warga hingga pemasangan informasi layanan, akses terhadap kepolisian diharapkan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari warga desa. (res/an)
Peristiwa
Dari Senam di Taman Kaliombo hingga Pengajian Lirboyo Kediri, Bhabinkamtibmas Hadir Dekat dengan Kegiatan Perempuan NU
Polreskedirikota.com – Kediriselaludihati.com – Minggu (13/9/2026) pagi di dua sudut Kota Kediri diisi dengan aktivitas perempuan Nahdlatul Ulama. Di Taman Kaliombo, anggota Fatayat NU mengikuti senam dan perlombaan, sementara di Masjid Al Barokah, Kelurahan Lirboyo, jamaah Muslimat NU berkumpul dalam kegiatan pengajian.
Dua kegiatan berbeda itu sama-sama menjadi ruang pertemuan masyarakat. Bhabinkamtibmas bersama unsur kewilayahan hadir mendampingi kegiatan sekaligus membangun komunikasi dengan warga.
Sejak sekitar pukul 07.30 WIB, Taman Kaliombo di Jalan Tembus Kaliombo menjadi lokasi kegiatan rutin PAC Fatayat NU Kecamatan Kota.
Kegiatan diisi dengan senam bersama dan sejumlah perlombaan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo Aipda Andrey V.M., S.H., bersama unsur tiga pilar turut menyambangi kegiatan tersebut.
Pertemuan dengan anggota Fatayat NU sekaligus dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat. Warga didorong ikut menjaga lingkungan melalui kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya.
Kehadiran polisi dalam kegiatan komunitas seperti ini menjadi salah satu cara membangun komunikasi tanpa harus menunggu munculnya persoalan. Interaksi berlangsung di tengah kegiatan masyarakat yang memang telah tumbuh dan berjalan secara rutin.
Tidak jauh berbeda, sekitar pukul 08.00 WIB kegiatan keagamaan berlangsung di Masjid Al Barokah, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Lirboyo Aiptu Hadi Suwignyo bersama Babinsa melakukan pemantauan dan pengamanan pengajian ibu-ibu Muslimat NU.
Selain memastikan kegiatan masyarakat dapat berlangsung nyaman, Bhabinkamtibmas berkomunikasi dengan panitia dan jamaah mengenai pentingnya menjaga ketertiban selama kegiatan.
Fatayat NU di Kaliombo dan Muslimat NU di Lirboyo memiliki bentuk kegiatan yang berbeda. Yang satu menggunakan ruang terbuka melalui olahraga dan perlombaan, sementara yang lain bertemu dalam ruang keagamaan melalui pengajian.
Namun keduanya memperlihatkan bagaimana organisasi perempuan berbasis masyarakat dapat menjadi ruang untuk menjaga hubungan sosial di tingkat lingkungan.
Kegiatan semacam itu juga memiliki nilai strategis bagi pendekatan Bhabinkamtibmas. Polisi dapat bertemu masyarakat secara langsung, mengenali lingkungan serta membangun jalur komunikasi dengan kelompok-kelompok warga.
Hubungan yang terbangun dari pertemuan rutin masyarakat menjadi modal penting dalam pencegahan persoalan di tingkat kelurahan. Informasi mengenai kondisi lingkungan pun dapat lebih cepat dikomunikasikan ketika masyarakat mengenal aparat yang bertugas di wilayahnya.
Minggu pagi itu, pesan keamanan tidak disampaikan melalui operasi ataupun penindakan. Di Kaliombo, ia hadir di sela kegiatan senam dan perlombaan. Di Lirboyo, pesan serupa hadir di tengah pertemuan jamaah pengajian.
Dua kegiatan tersebut memperlihatkan wajah lain pemeliharaan keamanan di tingkat lingkungan: hadir, mengenal masyarakat, dan menjaga komunikasi melalui ruang-ruang yang memang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Kota Kediri. (res/an)
Lalu Lintas
Dari CFD Dhoho Menuju 71 Tahun Polantas, Satlantas Kediri Kota Gaungkan Keselamatan Berlalu Lintas

Kediriselaludihati –Ada suasana berbeda di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho, Kota Kediri, Minggu (13/9/2026) pagi. Di tengah masyarakat yang menikmati akhir pekan, Satlantas Polres Kediri Kota menghadirkan Pameran Lalu Lintas sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut diikuti Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., para perwira serta anggota Satlantas Polres Kediri Kota.
Pemilihan CFD Dhoho sebagai lokasi pameran membawa kegiatan kepolisian langsung ke ruang publik. Masyarakat yang datang untuk berolahraga, berjalan kaki maupun menikmati suasana Minggu pagi sekaligus dapat berinteraksi lebih dekat dengan jajaran polisi lalu lintas.
Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang secara nasional jatuh pada 22 September 2026. Korlantas Polri juga tengah menggelar berbagai kegiatan menyambut peringatan tersebut, termasuk kampanye keselamatan melalui lomba mural dan Polisi Cilik.
Momentum ulang tahun lalu lintas bukan sekadar perayaan institusi. Di balik usia 71 tahun tersebut terdapat perjalanan panjang fungsi kepolisian lalu lintas di Indonesia yang berkembang seiring perubahan kehidupan masyarakat dan transportasi.
Jejak fungsi lalu lintas bahkan dapat ditarik hingga masa Hindia Belanda. Pada 15 Mei 1915 dikenal fungsi Voer Wesen, yang kemudian berkembang menjadi Verkeerspolitie atau Polisi Lalu Lintas. Dalam perkembangannya, fungsi tersebut mengalami berbagai perubahan, termasuk pada masa pendudukan Jepang.
Setelah Indonesia merdeka, salah satu tonggak penting terjadi pada 22 September 1955. Saat itu Kepala Jawatan Kepolisian Negara menerbitkan Order No. 20/XVI/1955 yang secara resmi membentuk Seksi Lalu Lintas Jalan.
Tanggal tersebut kemudian menjadi dasar peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara setiap 22 September. Karena itulah, pada 2026 perjalanan institusi lalu lintas Polri memasuki usia 71 tahun.
Perjalanan selama lebih dari tujuh dekade juga memperlihatkan perubahan besar dalam persoalan yang dihadapi polisi lalu lintas. Jika dahulu tugas banyak bertumpu pada pengaturan kendaraan di jalan, perkembangan kota, pertumbuhan jumlah kendaraan dan tingginya mobilitas membuat persoalan lalu lintas semakin kompleks.
Teknologi kemudian ikut mengubah wajah pelayanan. Korlantas kini mengembangkan digitalisasi pelayanan dan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sementara keselamatan manusia ditempatkan sebagai salah satu orientasi utama transformasi lalu lintas.
Dalam konteks itulah pameran di CFD Dhoho memiliki relevansi. Peringatan ulang tahun tidak hanya ditempatkan dalam ruang seremonial, tetapi dibawa ke tempat masyarakat beraktivitas.
CFD merupakan salah satu ruang yang mempertemukan banyak kelompok pengguna jalan—pejalan kaki, pesepeda, pengendara, keluarga hingga komunitas. Keselamatan lalu lintas pada akhirnya memang tidak mungkin hanya menjadi pekerjaan polisi.
Kepatuhan terhadap rambu, penggunaan perlengkapan keselamatan, perilaku berkendara, penghormatan terhadap pejalan kaki hingga kesediaan berbagi ruang jalan merupakan bagian dari budaya berlalu lintas yang dibangun bersama.
Rangkaian HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara tahun ini di berbagai daerah juga diarahkan pada kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat. Selain edukasi keselamatan, sejumlah satuan lalu lintas menggelar kegiatan sosial. Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, misalnya, mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan pengemudi sebagai bagian dari rangkaian peringatan tahun ini.
Bagi Satlantas Polres Kediri Kota, pameran di CFD Dhoho menjadi salah satu cara menghadirkan semangat tersebut di tingkat lokal. Polisi lalu lintas tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran atau kemacetan, tetapi juga melalui ruang edukasi dan interaksi dengan masyarakat.
Hal itu menjadi semakin penting karena persoalan keselamatan jalan selalu bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Setiap orang dapat menjadi pengguna jalan dan setiap keputusan di jalan dapat berpengaruh terhadap keselamatan orang lain.
Peringatan 71 tahun perjalanan Polantas karena itu dapat menjadi momentum untuk melihat kembali makna keberadaan polisi lalu lintas: bukan semata mengatur kendaraan agar bergerak, tetapi memastikan mobilitas masyarakat berlangsung dengan semakin aman dan berkeselamatan.
Dari sejarah pembentukan Seksi Lalu Lintas Jalan pada 22 September 1955 hingga pameran di tengah CFD Dhoho Kediri 71 tahun kemudian, tantangannya terus berubah. Namun satu kepentingan tetap sama—menjadikan jalan sebagai ruang bersama yang aman bagi setiap orang yang menggunakannya. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
