Connect with us

Foto

Program Inovasi Road Safety : Naik Bus Sekolah Itu Keren (dan Gratis)

Published

on

Semua terlihat terburu-buru di pagi hari, rush hour, istilah bule-nya. Karena tergesa-gesa, biasanya kewaspadaan pengendara di jalan menjadi berkurang, semua ingin segera cepat sampai ke sekolah ataupun tempat kerja.

Akhirnya kecelakaan pun banyak terjadi di pagi hari, yang kebanyakan dialami oleh pengendara sepeda motor. Sepeda motor memang masih menjadi andalan untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah selain mobil. Bahkan, anak-anak yang belum cukup umur pun banyak kita jumpai mengendarai sepeda motor sendiri.

Oleh sebab itu, perlu dipikirkan angkutan sekolah yang nyaman dan aman bagi mereka. Tak kalah penting juga, angkutan itu harus terlihat keren, supaya anak-anak tertarik untuk menaikinya.

Bus sekolah adalah salah satu cara Dinas Perhubungan Kota Kediri memberikan angkutan untuk anak sekolah. Kini ada 3 bus sekolah dengan 6 sopir yang beroperasi tiap pagi saat berangkat sekolah dan sore ketika pulang sekolah.

Bus ini telah beroperasi sejak sejak tahun 2016. Bus produksi tahun 2015 ini, sampai sekarang masih terlihat bagus dan bersih, berkat perawatan maksimal dari para kru bus. Salah satunya Muhammad, pria yang telah 10 tahun mengabdi di Dinas Perhubungan Kota Kediri.

Aktivitas Muhammad dimulai dari jam 04.30 pagi, dengan mencuci badan bus dan mengecek mesin supaya siap saat memulai meluncur jam 06.00 pagi. Ketiga bus sekolah berwarna dominan biru tersebut terlihat gagah dan keren berjajar rapi siap untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah dengan gratis.

Zea, siswi kelas 2 SD bersama adiknya yang masih TK, nampak bergegas memasuki bus sekolah yang akan mengantar mereka ke sekolah. Kakak beradik yang masih belia ini berani naik bus sekolah ke sekolah yang jaraknya cukup jauh untuk anak seukurannya. Ia tinggal di kawasan Rejomulyo (Kecamatan Kota) dan bersekolah di Bandar (Kecamatan Mojoroto).

Orang tuanya pun percaya melepas buah hatinya untuk naik bus sekolah ini. Artinya, bus sekolah memang bisa aman dan nyaman untuk anak sekolah. Rute bus sekolah sementara ini diutamakan untuk menjangkau wilayah pinggir kota, sedangkan untuk tengah kota kebanyakan dilalui oleh angkutan kota (mikrolet). “Sejauh ini ada 41 angkutan umum dan 3 bus sekolah. Kalau dihitung, memang masih kurang. Idealnya 10 bus,” terang Ferry.

Semoga segera terwujud. Yuk naik bus ke sekolah !

Sumber : JATIMPLUS

Continue Reading

Foto

Destinasi wisata di Kediri : Alaska Sajikan Hutan Karet dan Jernihnya Air Gunung

Published

on

Melepas penat setelah sepekan bekerja, ada baiknya anda datang ke wisata Alaska Kediri. Lokasinya yang berada di tengah rindangnya pohon karet, dijamin dapat mengembalikan semangat kerja.

Wisata Alaska terletak di Desa Tempurejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Jarak dari pusat Kota Kediri hanya 20 kilometer atau 30 menit waktu tempuh. Letak persisnya ada di utara kota Kecamatan Wates atau arah Kecamatan Plosoklaten.

Dengan aliran sungai yang tenang di bawah pohon raksasa yang rindang, membuat wisata baru ini tak pernah sepi pengunjung. Baik untuk refreshing atau sekedar berfoto.

Tiket masuk ke tempat wisata Alaska ini gratis atau sukarela bagi anda yang mau membantu mengembangkan wisata tersebut.

Uniknya, di Wisata Alaska disediakan meja di tengah sungai untuk menikmati hidangan makanan yang dipesan. Aliran sungai di Alaska berasal dari pegunungan Kelud yang terkenal jernih dan segar. Untuk anak-anak juga diseiakan tempat bermain yang aman di aliran sungai.

Wisata Alaska ini dikelilingi 44 pohon Karet Bolu yang usianya ratusan tahun. Akar-akar yang berukuran besar dan kokoh menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

Salah satu pengunjung, Novita Anggraini mengaku sangat terkesan saat pertama kali datang ke lokasi. Dirinya memang sangat menggemari wisata alam yang sejuk dan suasana tenang.

“Sebelumnya saya penasaran, terus ngajak keluarga kesini. Ya selain biayanya murah disini itu enak banget, sejuk dan suasanya pedesaaanya itu terasa banget,” jelasnya.

Bagi anda yang belum tahu lokasinya dan ingin berkunjung, bisa memanfaatkan aplikasi google map dengan kata kunci “Wisata Alaska Tempurejo

Sumber : AG News

Continue Reading

Foto

Jelang 6 Tahun Pasca Erupsi Kelud : Inilah 5 Fakta Letusan Gunung Kelud 2014 yang Sulit Dilupakan

Published

on

Letusan Gunung Kelud pada 13 Februari tahun 2014 silam, pasti sangat membekas di benak sebagian besar warga sekitar Gunung Kelud. Letusan maha dahsyat yang terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.50 WIB itu menggoreskan kenangan yang sulit dilupakan hingga saat ini.

Redaksi AGTVnews.com mencoba merangkum 5 fakta letusan Gunung Kelud tahun 2014 yang hingga saat ini sulit dilupakan warga.

1. Penetapan Status AWAS yang Terkesan Mendadak

Fakta yang pertama adalah penetapan status awas yang terkesan mendadak. Seperti diketahui, penetapan status AWAS letusan Gunung Kelud tahun 2014 baru dikeluarkan pihak yang berwenang sekitar 1 jam 35 menit sebelum terjadi letusan dahsyat.

Detailnya, PVMBG meningkatkan status AWAS letusan Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 pukul 21.15 WIB dan diketahui gunung Kelud meletus pukul 22.50 WIB.

Fakta ini sangat berbeda dengan perkembangan letusan sebelumnya yakni tahun 2007 yang memiliki selisih waktu yang cukup lama. Pada letusan 2007 kala itu, PVMBG telah menetapkan status AWAS letusan pada 16 Oktober 2007 dan baru pada 3 November 2007 terjadi krisis yang berujung munculnya letusan freatik.

2. Kepanikan Luar Biasa Saat Proses Evakuasi Warga Terdampak

Karena penetapan status awas yang sangat mendadak mengakibatkan proses evakuasi warga terdampak di 3 Kabupaten sekitar Gunung Kelud menimbulkan kepanikan luar biasa. Ratusan ribu warga secara berbondong-bondong harus meninggalkan area terdampak di radius 10 kilometer menuju wilayah yang dinyatakan aman.

Kepanikan warga saat evakuasi menjadi fakta kedua tentang letusan Gunung Kelud tahun 2014. Bagaimana tidak panik, ditengah ketidakpastian lokasi pengungsian yang dituju, beberapa saat kemudian Gunung Kelud sudah meletus dengan suara gemuruh yang sangat menggelegar yang konon suaranya terdengar hingga Purbalingga Jawa Tengah.

3. Hujan Batu, Kerikil dan Abu Hingga Seluruh Jawa

Sesaat setelah letusan dahsyat Gunung Kelud pada pukul 22.50 WIB, kawasan sekitar lereng gunung mengalami hujan batu dan kerikil. Hujan batu terjadi di radius 5 klometer dari kawasan puncak sedangkan hujan kerikil dikabarkan hingga radius 50 kilometer.

Dampak berupa abu vulkanik pada tanggal 14 Februari 2014 dini hari dilaporkan warga telah mencapai Kabupaten Ponorogo. Di Yogyakarta, teramati hampir seluruh wilayah tertutup abu vulkanik yang cukup pekat, melebihi abu vulkanik dari Merapi pada tahun 2010. Ketebalan abu vulkanik di kawasan Yogyakarta dan Sleman bahkan diperkirakan lebih dari 2 centimeter.

Dampak abu vulkanik juga mengarah ke arah Barat Jawa, dan dilaporkan sudah mencapai Kabupaten Ciamis, Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat. Pada 14 Februari siang hari, hujan abu dari letusan telah melumpuhkan Jawa. Tujuh bandara di Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Cilacap dan Bandung, harus ditutup lebih dari seminggu.

4. Ratusan Ribu Warga Harus Diungsikan

Fakta keempat letusan Gunung Kelud tahun 2014 adalah jumlah pengungsi yang mencapai ratusan ribu jiwa dari 5 Kabupaten yakni Kediri, Malang, Blitar, Batu dan Tulungagung. Secara resmi BNPB mencatat jumlah pengungsi sehari pasca erupsi mencapai 76.388 jiwa yang sebagian besar didominasi anak-anak, lansia dan ibu-ibu. Sedangkan para suami memilih kembali ke rumah untuk menjaga harta atau membersihkan pasir yang ada di genting.

Secara matematis, jumlah penduduk di radius 10 kilometer area terdampak letusan kurang lebih 150.000 jiwa. Kenyataannya, pada saat letusan tahun 2014 itu sebagian besar warga hingga radius 20 kilometer dari titik letusan memilih menjauh.

5. Dampak Kerusakan Sangat Dahsyat

Letusan Gunung Kelud tahun 2014 konon tercatat sebagai letusan yang terdahsyat sepanjang peradaban modern. Sehingga bisa dibayangkan dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Data dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur ada 12.304 rumah yang mengalami kerusakan pasca erupsi tersebut. Sebagian besar kerusakan pada atap galvalum rumah yang roboh akibat tak mampu menahan pasir yang terhambur serta genting yang pecah tertimpa hujan batu.

Kerugian materi juga terjadi akibat penutupan bandara yang dinilai mencapai miliaran rupiah, termasuk sekitar 2 miliar rupiah di Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Kerusakan yang paling parah diderita sektor manufaktur dan industri pertanian. Kebun apel di Batu, Jawa Timur, membukukan kerugian hingga Rp 17,8 miliar, sedangkan industri susu di membukukan kerugian tinggi lebih banyak lagi akibat susu tercemar debu dan sapi perah tidak mengeluarkan susu.

Meskipun kerugian materi mencapai ratusan miliar rupiah, namun jumlah korban jiwa tercatat hanya 4 jiwa, itupun bukan akibat letusan secara langsung.

Inilah 5 fakta letusan Gunung Kelud tahun 2014 yang dihimpun Redaksi AGTVnews.com. Semoga dari kejadian tersebut dapat diambil hikmah dan pelajaran demi menghadapi letusan mendatang yang kita tidak tahu kapan terjadi. (*)

Sumber : Tim Liputan AGTV.

Continue Reading

Fashion

Terkesan Kumuh, Wajah-Wajah Kota Kediri Perlu Polesan

Published

on

Mengunjungi Kota Kediri setelah sekian lama meninggalkannya, bagi sebagian orang mungkin mengagetkan dan bikin takjub. Kota Kediri kini banyak berubah. Banyak taman dan cafe baru, kata teman saya semasa SMA dulu yang kini menetap di Balikpapan, saat pulang sebulan lalu. Namun sebenarnya banyak juga yang tidak berubah dari kota ini. Bangunan-bangunan lama ada yang terpelihara baik, namun ada juga yang mangkrak.  Bagi saya sungguh mengganggu pandangan, ketika memasuki Jalan Dhoho, pusat keramaian Kota Kediri, tepat di perempatannya disambut bangunan setengah jadi yang terlihat kumuh dan kotor. Belum lagi ketika kita menyusuri jalannya yang penuh pertokoan dari Utara ke Selatan, akan kita jumpai  kondisi tak berimbang antara sisi kiri dan kanan jalan.  Di bagian kiri banyak kita jumpai toko ramai dan hidup suasananya, sedangkan di seberangnya hanya beberapa toko yang buka, lainnya tutup sejak lama dan tak terawat. Begitu juga kondisi di Jalan Brawijaya, senasib dengan Jalan Dhoho, disini mudah kita jumpai bangunan kosong tak berpenghuni. Padahal kedua jalan tersebut adalah etalase utama Kota Kediri.

Pemerintah Kota Kediri tentu tak bisa juga sembarangan menertibkan bangunan-bangunan mangkrak tersebut karena kebanyakan adalah milik pribadi atau swasta. Mungkin perlu dicontoh apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang untuk merevitalisasi kawasan Kota Lama, yaitu memotivasi para pemilik bangunan kuno atau mangkrak untuk memanfaatkan atau meneruskan pembangunannya. Bahkan pemerintah telah menyiapkan Perda untuk mengatur batas waktu mangkraknya sebuah bangunan.  Artinya, apabila pemilik bangunan mangkrak selama batas waktu yang telah ditentukan tidak juga memberikan perhatian terhadap properti miliknya, maka pemerintah kota berhak untuk mengambil alih. Namun apabila pemilik berniat meneruskan pembangunan atau memanfaatkan bangunan tua miliknya, pemerintah tentu tak akan lepas tangan. Pemerintah hadir untuk memberikan pendampingan agar revitalisasi terlaksana dengan baik dan padu dengan lingkungan sekitarnya

 

Sumber : JATIMPLUS

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com