Connect with us

Peristiwa

Razia Yustisi, Polsek Kediri Kota Sasar Kafe Merah Putih

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polreskedirikota.com – Polsek Kediri Kota melaksanakan Kegiatan Operasi Yustisi di wilayah hukumnya.

Operasi yustisi ini berdasarkan INMENDAGRI Nomor 43 Tahun 2022 Tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 COVID-19. Perda Provinsi Jatim Nomor 2 Tahun 2020.

Perwalikota Kediri Nomor 32 Tahun 2020. KEPUTUSAN WALIKOTA KEDIRI – No 188.45 – /264 /419.033 /2022. Tentang Perpanjangan PPKM Level 2.

Kegiatan berlangsung Kamis 30 – 06 – 2022, pukul 20.30 WIB – selesai. Kegiatan Operasi Yustisi dilaksanakan dengan cara Patroli Mobiling.

Lokasi Caffe & Resto Amma Jln Imam bonjol kota kediri. Caffe Picco Jln Ahmad yani kota Kediri dan Warung pojok jln Ahmad yani kota kediri.

Lalu, Caffe merah putih jln Ahmad yani kota kediri. Dilaksanakan himbauan kepada masyarakat untuk tetap mentaati prokes dan tidak berkerumun.

“Dalam Kegiatan Ops Yustisi berlangsung tertib, lancar dan terkendali aman,” kata Kapolsek Kediri Kota, AKP MUSTAKIM, SH. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Pesantren Kediri Amankan Pertunjukan Jaranan di Pesantren Culture Fest, Kompol Siswandi Ajak Warga Jaga Ketertiban

Published

on

Kediriselaludihati.com – Pertunjukan seni jaranan gabungan dari sejumlah kelompok kesenian di Kelurahan Pesantren memeriahkan Pesantren Culture Fest 2026 yang digelar di Lapangan Gajahmada, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional tersebut menghadirkan kesenian kuda lumping sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat Kediri.

Sejumlah kelompok kesenian yang terlibat dalam pertunjukan tersebut antara lain Satrio Manggolo Mudho, Seniman Nusantara, dan Wahyu Monggolo Putro. Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Trinsisuko.

Pertunjukan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan mendapat perhatian masyarakat yang hadir menyaksikan penampilan para seniman jaranan.

Untuk menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung, Polsek Pesantren menerjunkan sejumlah personel bersama unsur tiga pilar Kelurahan Pesantren.

Pengamanan dipimpin Iptu Wahyudi selaku perwira pengendali dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto, Babinsa, serta anggota kepolisian yang mendapat surat perintah tugas.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni dalam suasana aman dan tertib.

Selain memantau jalannya kegiatan, personel kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pertunjukan berlangsung.

“Pertunjukan seni tradisional seperti jaranan merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang perlu dijaga. Kami mendukung kegiatan masyarakat dengan memastikan pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga para seniman dapat tampil dengan baik dan masyarakat merasa nyaman,” kata Kompol Siswandi.

Kesenian jaranan memiliki kedekatan dengan kehidupan budaya masyarakat Kediri. Pertunjukan yang memadukan gerak tari, iringan musik tradisional, dan berbagai unsur ekspresi budaya tersebut masih menjadi bagian dari kegiatan kesenian di sejumlah wilayah.

Kehadiran kelompok jaranan dalam Pesantren Culture Fest 2026 menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya sekaligus mempererat hubungan antarkelompok kesenian.

Pertunjukan gabungan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan keberagaman gaya dan ekspresi seni jaranan yang berkembang di lingkungan mereka.

Di tengah perkembangan hiburan modern dan media digital, kegiatan kesenian tradisional memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan praktik budaya yang diwariskan antargenerasi.

Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga membutuhkan ruang pertunjukan, keterlibatan seniman, dan dukungan masyarakat.

Karena itu, kegiatan seperti Pesantren Culture Fest dapat menjadi salah satu sarana mempertemukan pelaku seni dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda.

Di sisi lain, penyelenggaraan pertunjukan yang melibatkan masyarakat membutuhkan koordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib.

Kompol Siswandi menekankan bahwa keamanan kegiatan budaya merupakan tanggung jawab bersama antara panitia, seniman, aparat keamanan, dan masyarakat yang hadir.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban selama pertunjukan berlangsung. Kegiatan budaya akan semakin memberikan manfaat apabila dilaksanakan dengan semangat kebersamaan, saling menghormati, dan tetap memperhatikan keamanan lingkungan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, anggota Polsek Pesantren bersama unsur tiga pilar melakukan pemantauan di sekitar lokasi pertunjukan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto juga memberikan edukasi kamtibmas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan.

Kehadiran petugas di tengah kegiatan masyarakat merupakan bentuk pendekatan kepolisian yang mengedepankan komunikasi dan pelayanan langsung.

Melalui interaksi tersebut, aparat keamanan dapat membangun hubungan dengan warga, panitia penyelenggara, dan komunitas kesenian yang terlibat.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang menempatkan kerja sama dan komunikasi sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

Selain memberikan rasa aman, keterlibatan aparat kewilayahan juga mendukung kelancaran kegiatan yang menjadi bagian dari aktivitas sosial dan budaya masyarakat.

Kompol Siswandi mengatakan bahwa kegiatan seni tradisional perlu mendapat dukungan agar tetap berkembang dan dapat dinikmati masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan budaya yang tertib dapat menjadi contoh kerja sama antara komunitas kesenian, masyarakat, dan aparat keamanan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang positif bagi para seniman untuk berkarya dan mempererat persaudaraan. Kepolisian siap menjalankan tugas pengamanan agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan baik,” katanya.

Pesantren Culture Fest 2026 juga memperlihatkan peran kelompok kesenian lokal dalam mempertahankan tradisi pertunjukan di tengah perubahan kehidupan masyarakat.

Kesenian jaranan bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ekspresi budaya yang memiliki hubungan dengan identitas dan kehidupan sosial masyarakat Kediri.

Keberadaan kelompok-kelompok kesenian yang masih aktif menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan tradisi tersebut.

Melalui pertunjukan bersama, para seniman memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kesenian mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, dukungan keamanan dari Polsek Pesantren memberikan ruang bagi kegiatan seni untuk berlangsung tanpa gangguan ketertiban.

Berdasarkan laporan Polsek Pesantren, seluruh rangkaian pertunjukan jaranan di Lapangan Gajahmada berlangsung lancar, tertib, aman, dan terkendali.

Kegiatan tersebut juga dilaporkan mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir.

Melalui pengamanan Pesantren Culture Fest 2026, Polsek Pesantren berupaya mendukung aktivitas kebudayaan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian, komunitas seniman, dan warga dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Polisi Pantau Simpang Ringin Sirah dan Simpang Lonceng Kota Kediri, Pastikan Arus Lalu Lintas Tetap Lancar

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota menggelar patroli Blue Light di kawasan Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng, pada Sabtu (24/10/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Patroli dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan melibatkan anggota Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satlantas Polres Kediri Kota menggunakan kendaraan dinas roda empat.

Kegiatan yang berada di bawah pengendalian Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) tersebut difokuskan pada pemantauan aktivitas kendaraan di dua persimpangan.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan melalui laporan kegiatan bahwa patroli Blue Light merupakan langkah preventif kepolisian untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas.

“Patroli Blue Light kami laksanakan untuk memastikan situasi lalu lintas pada malam hari tetap aman dan lancar. Kehadiran anggota di lapangan juga menjadi langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat,” kata AKP Septia.

Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan kendaraan patroli dengan lampu rotator biru yang dinyalakan agar keberadaan polisi mudah terlihat oleh pengguna jalan.

Kehadiran personel di sejumlah persimpangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat ketika berkendara pada malam hari.

Selain mengantisipasi gangguan kamtibmas, anggota Patwal juga memantau pergerakan kendaraan untuk mengetahui kondisi arus lalu lintas secara langsung.

Pemantauan tersebut penting agar petugas dapat segera mengambil langkah pengaturan apabila terjadi hambatan atau kepadatan kendaraan.

Kawasan Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng menjadi titik pelaksanaan patroli yang dilakukan pada Sabtu malam.

Petugas melakukan pengawasan terhadap aktivitas lalu lintas di sekitar persimpangan sekaligus memastikan situasi keamanan tetap terkendali.

Patroli malam merupakan salah satu kegiatan rutin kepolisian yang mengedepankan pencegahan melalui kehadiran anggota di ruang publik.

Pada malam hari, pengendara tetap perlu memperhatikan kondisi jalan, mematuhi rambu lalu lintas, dan menjaga kecepatan kendaraan meskipun arus lalu lintas terlihat lengang.

AKP Septia mengingatkan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada keberadaan petugas, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan setiap pengguna jalan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tertib berlalu lintas, mematuhi rambu dan lampu pengatur lalu lintas, serta mengutamakan keselamatan. Jangan sampai kondisi jalan yang relatif sepi justru membuat pengendara mengabaikan aturan,” ujarnya.

Menurutnya, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan dan menjaga kenyamanan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi di sekitar jalan serta menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan Blue Light juga menjadi bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan dan pelayanan, khususnya pada waktu malam.

Melalui patroli menggunakan kendaraan roda empat, petugas dapat melakukan pemantauan pada lokasi yang telah ditentukan sekaligus mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan keamanan.

Dalam laporan kegiatan, tidak disebutkan adanya penindakan pelanggaran, kecelakaan, maupun gangguan kamtibmas selama patroli berlangsung.

Kegiatan tersebut lebih difokuskan pada pengawasan situasi dan upaya pencegahan untuk menjaga keamanan jalan raya.

AKP Septia menegaskan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman.

“Kami berharap masyarakat ikut berperan menjaga ketertiban di jalan. Dengan kesadaran dan kedisiplinan bersama, keamanan serta kelancaran lalu lintas dapat terus terjaga,” katanya.

Berdasarkan laporan Satlantas Polres Kediri Kota, pelaksanaan patroli Blue Light di Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng berlangsung aman dan lancar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Kediri Kota meningkatkan pengawasan lalu lintas dan mencegah gangguan keamanan melalui kehadiran petugas pada malam hari. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Subuh Keliling di Masjid Darunnajach, AKBP Wisnu Perkuat Silaturahmi dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Darunnajach, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan Subuh Keliling atau Suling yang dimulai sekitar pukul 03.49 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Wisnu mengajak masyarakat memanfaatkan layanan polisi 110 apabila menemukan tindak pidana, gangguan keamanan, atau persoalan yang menimbulkan keresahan di lingkungan tempat tinggal.

Kehadiran Kapolres bersama sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan pimpinan Polri agar anggota kepolisian senantiasa hadir dan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

AKBP Wisnu didampingi Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, Kasat Reskrim AKP Elsyasarif, Kasat Binmas, Kasiwas, Kepala SPKT, serta sejumlah anggota Polres Kediri Kota.

Rombongan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama warga Kelurahan Bandar Kidul dan jamaah Masjid Darunnajach.

Melalui kegiatan keagamaan tersebut, kepolisian berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan penuh kebersamaan.

AKBP Wisnu menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan informasi dari warga agar setiap persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat segera ditangani.

“Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, mempererat silaturahmi, sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara polisi dan masyarakat,” kata AKBP Wisnu.

Salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan pemanfaatan layanan kepolisian melalui nomor 110.

Layanan ini dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan polisi ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan penanganan.

AKBP Wisnu mengajak warga tidak ragu menghubungi layanan tersebut apabila menemukan persoalan keamanan di sekitar tempat tinggal.

“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan polisi 110 apabila menemukan gangguan kamtibmas, tindak pidana, atau persoalan yang membutuhkan kehadiran petugas. Jangan ragu untuk melapor karena kepolisian siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Layanan polisi 110 merupakan sarana komunikasi yang disediakan Polri untuk mempermudah masyarakat memperoleh bantuan kepolisian.

Melalui layanan tersebut, warga dapat menyampaikan informasi mengenai peristiwa yang membutuhkan respons petugas tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor polisi.

Keberadaan layanan pengaduan ini menjadi penting karena informasi dari masyarakat dapat membantu kepolisian mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.

Namun, laporan yang disampaikan perlu memuat keterangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan agar petugas dapat melakukan penanganan sesuai kondisi yang dihadapi.

Selain memperkenalkan layanan kepolisian, kegiatan Subuh Keliling menjadi sarana membangun komunikasi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Masjid sebagai tempat ibadah sekaligus ruang pertemuan masyarakat memiliki peran dalam mempererat hubungan sosial dan membangun kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan seperti ini, pesan mengenai keamanan lingkungan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat dalam suasana keagamaan.

Kehadiran Kapolres dan jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara pimpinan kepolisian dan warga.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun meminta bantuan ketika menghadapi persoalan keamanan.

AKBP Wisnu mengingatkan bahwa menjaga situasi kamtibmas tidak cukup hanya dilakukan melalui patroli dan penegakan hukum.

Kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan, hubungan baik antarwarga, serta kesediaan menyampaikan informasi kepada kepolisian juga memiliki peran penting dalam mencegah gangguan keamanan.

“Kami berharap masyarakat terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan tidak segan berkomunikasi dengan anggota kepolisian. Dengan kebersamaan, situasi Kota Kediri yang aman dan kondusif dapat terus kita jaga,” katanya.

Kegiatan Subuh Keliling menjadi salah satu bentuk pendekatan Polres Kediri Kota yang mengedepankan komunikasi dan kehadiran polisi dalam aktivitas masyarakat.

Selain menjalankan tugas penegakan hukum, kepolisian juga memiliki fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan, hubungan tersebut dapat dibangun secara lebih dekat karena polisi dan warga bertemu dalam aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kegiatan serupa juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Di tingkat kelurahan, komunikasi yang baik dengan warga membantu kepolisian memperoleh informasi mengenai kondisi sosial dan potensi persoalan keamanan.

Sementara itu, keterlibatan masyarakat dapat mendukung langkah pencegahan sebelum suatu persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Berdasarkan laporan kegiatan, salat Subuh berjamaah dan penyampaian pesan kamtibmas di Masjid Darunnajach berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Melalui kegiatan Subuh Keliling di Kelurahan Bandar Kidul, Polres Kediri Kota terus mendorong kedekatan antara polisi dan masyarakat sekaligus mengajak warga berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta memanfaatkan layanan 110 ketika membutuhkan bantuan kepolisian. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page