Peristiwa
Razia Yustisi, Polsek Pesantren Tegur Lisan 9 Pelanggar Prokes
Kediriselaludihati.com – Kegiatan Patroli Pamor Keris Polsek Pesantren dalam rangka Penegakkan Prokes di Masyarakat sesuai Inmendagri No. 33 Tahun 2022.Kegiatan pada Hari Sabtu 1 Oktober 2022 pukul 09.00 WIB s.d. Selesai, bertempat di Wilkum Polsek Pesantren.Telah melaksanakan Kegiatan Patroli Pamor Keris dalam rangka Penegakkan Prokes di Masyarakat sesuai Inmendagri No. 33 Tahun 2022 tanggal 04 Juli 2022, guna menjaga Harkamtibmas dan mencegah penularan Covid 19Kegiatan Patroli Pamor Keris himbauan Prokes dipimpin Pawas IPTU PRIYO HADISTYO, SH, dan Padal IPDA SANTOSO MUHADI, dengan kuat Anggota sebanyak 5 Pers.Lokasi / Sasaran di tempat keramaian. Hasil yang dicapai adalah sitiusi Umum Wilkum Polsek Pesantren dalam keadaan Aman dan Terkendali.Sanksi giat Yustisi terdiri dari. Teguran lisan 9 Orang (menghimbau kepada masyarakat agar tetap patuhi prokes memakai masker untuk menjaga kesehatan guna antisipasi penyebaran covid 19). Himbauan masyarakat 15 Orang.”Selama pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib serta tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Kapolsek Pesantren KOMPOL SUGIANTO, S.Sos. (res/an).
Lalu Lintas
Polsanak dan Safety Riding Digelar di Kediri, Satlantas Perkuat Edukasi Tertib Berlalu Lintas

Kediriselaludihati- Satlantas Polres Kediri Kota menggelar edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa TK ABA IX Kota Kediri dan anggota Subdenpom V/2-2 Kediri, Rabu (16/9/2026).
Melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), kegiatan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak), kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktik safety riding serta safety driving bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja.
Polsanak berlangsung di McDonald’s Jalan Brawijaya, Kota Kediri, pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota bersama kepala sekolah dan guru mendampingi siswa-siswi TK ABA IX selama kegiatan.
Anak-anak mendapatkan materi mengenai tertib berlalu lintas sejak dini, pengenalan profesi Polri, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta rambu-rambu lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui Unit Kamsel menekankan pengenalan tertib berlalu lintas sejak dini sebagai bagian dari materi utama Polsanak.
Menurut Septia, edukasi keselamatan tidak hanya diberikan kepada pengguna kendaraan. Pemahaman mengenai aturan jalan juga perlu dikenalkan kepada anak-anak melalui materi yang sesuai dengan usia mereka.
“Pengenalan tertib berlalu lintas sejak dini menjadi bagian dari materi Polsanak, termasuk pengenalan profesi Polri, APILL dan rambu-rambu lalu lintas,” kata Septia, sebagaimana materi kegiatan Unit Kamsel.
Setelah menyasar anak usia dini, Unit Kamsel melanjutkan edukasi keselamatan kepada anggota Subdenpom V/2-2 Kediri.
Kegiatan safety riding dan safety driving berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Mako Subdenpom V/2-2 Kediri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Subdenpom V/2-2 Kediri, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Kediri, perwakilan Jasa Raharja, Kanit Kamsel bersama anggota Satlantas Polres Kediri Kota serta anggota Subdenpom V/2-2 Kediri.
Unit Kamsel bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja memberikan materi mengenai keselamatan berkendara. Setelah pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik safety riding di Mako Satlantas Polres Kediri Kota.
Materi juga mencakup imbauan mengenai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Septia menegaskan disiplin pengguna kendaraan menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman.
“Tertib berlalu lintas diperlukan guna terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman dan nyaman,” kata Septia, merujuk pesan yang disampaikan Unit Kamsel dalam kegiatan tersebut.
Dua kegiatan itu menyasar peserta dengan karakter berbeda. Kepada siswa TK, edukasi diberikan melalui pengenalan dasar mengenai rambu, APILL dan aturan lalu lintas. Sementara kepada anggota Subdenpom, materi diarahkan pada penerapan keselamatan berkendara melalui safety riding dan safety driving.
Praktik safety riding menjadi bagian dari pembekalan agar materi keselamatan tidak berhenti pada pemahaman teori. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai penerapan berkendara yang aman.
Keterlibatan Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja turut memperkuat kegiatan edukasi yang dilakukan Satlantas. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan sekaligus memperkuat upaya pencegahan risiko kecelakaan.
Melalui Polsanak, Satlantas mengenalkan aturan jalan sebelum anak-anak memasuki usia berkendara. Sementara melalui safety riding dan safety driving, edukasi diberikan kepada pengguna kendaraan agar keterampilan berkendara berjalan beriringan dengan disiplin terhadap aturan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Kediri Kota memperluas pendidikan keselamatan kepada berbagai kelompok masyarakat, dengan menempatkan kepatuhan terhadap aturan dan perilaku berkendara yang aman sebagai bagian penting dalam menjaga keselamatan di jalan. (res/aro)
Peristiwa
Timbangan Emas hingga Barang Diperiksa di Balai Desa Sonorejo Kediri, Bhabinkamtibmas Ikut Pantau Pelaksanaan Tera
Kediriselaludihati.com – Dinas Kemetrologian Kediri melakukan pelayanan tera terhadap berbagai alat timbang milik warga, mulai timbangan emas, timbangan barang hingga alat timbang yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari di Balai Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Selasa (15/9/2026).
Bhabinkamtibmas Desa Sonorejo Aiptu Urida M. turut memantau kegiatan sejak pukul 09.00 WIB sebagai bagian dari pelayanan yang berkaitan langsung dengan kepastian ukuran dalam transaksi masyarakat.
Kegiatan tera dilakukan untuk memastikan alat timbang yang digunakan warga memiliki ukuran yang tepat. Akurasi menjadi penting terutama ketika timbangan digunakan dalam transaksi jual beli karena selisih ukuran dapat berpengaruh terhadap hak konsumen maupun pedagang.
Warga membawa alat timbang yang mereka gunakan untuk mendapatkan pemeriksaan dari petugas kemetrologian.
Jenisnya tidak terbatas pada satu alat ukur. Dalam kegiatan tersebut terdapat timbangan untuk emas, barang maupun timbangan yang digunakan warga dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan pelayanan di tingkat desa membuat masyarakat tidak harus menjangkau lokasi yang lebih jauh untuk memeriksakan alat timbang.
Balai Desa Sonorejo menjadi titik pelayanan sekaligus tempat bertemunya petugas kemetrologian dengan warga yang membutuhkan pemeriksaan alat ukur.
Bhabinkamtibmas Desa Sonorejo Aiptu Urida M. hadir untuk melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung.
Keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya mendukung pelayanan publik di wilayah binaan sekaligus menjaga komunikasi dengan masyarakat.
Kapolsek Grogol AKP Andang Wastiyono, S.H., M.H., melalui jajaran Bhabinkamtibmas mendorong kehadiran personel dalam kegiatan masyarakat yang bersentuhan dengan kepentingan publik.
Tera alat timbang sendiri memiliki arti penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi pedagang, ketepatan alat ukur memberikan kepastian mengenai jumlah barang yang dijual. Bagi pembeli, timbangan yang akurat menjadi bagian dari perlindungan agar barang yang diterima sesuai dengan ukuran yang dibayarkan.
Hal tersebut menjadi semakin penting pada komoditas dengan nilai yang dihitung berdasarkan berat.
Pada transaksi emas, misalnya, perbedaan kecil pada hasil penimbangan dapat memengaruhi nilai transaksi. Prinsip yang sama berlaku pada berbagai barang dagangan lain yang diperjualbelikan berdasarkan kilogram, gram maupun satuan berat lainnya.
Karena itu, ketepatan timbangan bukan sekadar persoalan teknis mengenai alat ukur.
Di dalam transaksi antara penjual dan pembeli terdapat unsur kepercayaan. Pembeli membutuhkan kepastian bahwa satu kilogram yang tercantum pada timbangan benar-benar menunjukkan ukuran yang semestinya, sementara pedagang juga membutuhkan alat yang akurat agar tidak mengalami kerugian akibat kesalahan pengukuran.
Pelayanan tera menjadi salah satu cara menjaga kepastian tersebut.
Pemeriksaan berkala terhadap alat timbang dapat membantu mengetahui apakah alat yang digunakan masih menunjukkan ukuran sebagaimana mestinya atau memerlukan penyesuaian.
Bagi masyarakat desa, pelayanan yang ditempatkan lebih dekat juga dapat meningkatkan kesadaran bahwa alat ukur yang digunakan dalam aktivitas ekonomi perlu diperhatikan akurasinya.
Selama ini timbangan sering dianggap sebagai peralatan sederhana yang dapat terus digunakan selama masih berfungsi. Padahal alat yang masih dapat menunjukkan angka belum tentu selalu memberikan hasil pengukuran yang tepat.
Karena itu, pelayanan kemetrologian memiliki kaitan langsung dengan perlindungan dalam transaksi sehari-hari.
Kegiatan di Sonorejo juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi pelayanan di tingkat lokal. Dinas Kemetrologian menjalankan fungsi teknis pemeriksaan alat ukur, pemerintah desa menyediakan ruang pelayanan yang dekat dengan masyarakat, sementara Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan dan membangun komunikasi dengan warga.
Kehadiran pelayanan tersebut di tingkat desa pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar pemeriksaan timbangan.
Ketika alat ukur yang digunakan pedagang dan masyarakat dapat dipastikan ketepatannya, transaksi memiliki dasar yang lebih jelas. Penjual memperoleh kepastian atas barang yang dilepas, sementara konsumen mendapatkan perlindungan atas jumlah barang yang dibeli.
Dari timbangan emas hingga timbangan barang kebutuhan sehari-hari, ketepatan ukuran menjadi bagian kecil tetapi penting dalam membangun transaksi yang adil dan kepercayaan antara penjual dan pembeli di tengah masyarakat. (res/an)
Peristiwa
Layanan Polisi Didekatkan ke Warga, Stiker 110 dan Super App Dipasang di Titik Strategis Ngronggo-Petungroto Kedidi
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas jajaran Polres Kediri Kota memperluas sosialisasi layanan Polri 110 dan Super App Polri dengan mendatangi langsung pusat pelayanan publik, kawasan perdagangan, fasilitas umum hingga permukiman warga di Ngronggo, Kota Kediri, dan Petungroto, Kabupaten Kediri.
Kegiatan pada Selasa (15/9/2026) itu dilakukan melalui pemasangan stiker dan sambang warga untuk mempermudah masyarakat mengakses pelayanan kepolisian sekaligus memperkuat komunikasi terkait keamanan lingkungan.
Di Kelurahan Ngronggo, sosialisasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Bhabinkamtibmas menyasar lima titik strategis, yakni Balai Kelurahan Ngronggo, SPBU Ngronggo, Pasar Grosir Kediri, tempat penitipan parkir sepeda motor serta Poskamling RT 05 RW 02.
Pemilihan lokasi tersebut membuat informasi pelayanan kepolisian menjangkau masyarakat dengan aktivitas berbeda. Mulai warga yang datang mengurus pelayanan di kelurahan, pedagang dan pembeli di pasar, pengguna kendaraan di SPBU hingga masyarakat yang terlibat dalam pengamanan lingkungan melalui poskamling.
Di setiap titik tersebut, petugas memasang informasi mengenai layanan Polri 110 dan Super App Polri sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Warga diajak ikut menjaga lingkungan dan tidak ragu menyampaikan informasi ketika menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian kepolisian.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena kecepatan penanganan sebuah persoalan sering kali dimulai dari kecepatan informasi diterima petugas.
Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal maupun tempat bekerja. Mereka dapat lebih awal mengetahui perubahan atau aktivitas yang tidak biasa di sekitarnya.
Karena itu, akses komunikasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu bagian dari pencegahan gangguan keamanan.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., melalui jajaran Bhabinkamtibmas mendorong pengenalan kanal pelayanan kepolisian hingga ke ruang aktivitas masyarakat.
Sosialisasi serupa juga dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Petungroto Aiptu Eko Setyo Prayitno, S.H., di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Petugas mendatangi Masjid Baiturrohman di Dusun Winong serta kediaman warga untuk memasang stiker layanan Polri 110 dan Super App Polri.
Selain mengenalkan akses pelayanan, sambang tersebut dimanfaatkan untuk menjaga komunikasi antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat.
Warga didorong untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan keamanan dan ketertiban di lingkungan Desa Petungroto sehingga persoalan yang muncul dapat diketahui lebih dini.
Masjid dan rumah warga menjadi ruang sosialisasi yang memiliki karakter berbeda dibandingkan kantor pemerintahan maupun pusat perdagangan.
Namun justru di ruang seperti itulah interaksi masyarakat berlangsung setiap hari. Informasi pelayanan kepolisian dapat menyebar melalui komunikasi antarwarga tanpa harus menunggu kegiatan formal.
Pendekatan dari rumah ke rumah juga mempertahankan fungsi Bhabinkamtibmas sebagai petugas yang berada dekat dengan masyarakat di wilayah binaannya.
Di tengah perkembangan pelayanan berbasis digital, hubungan langsung tersebut tetap dibutuhkan.
Teknologi menyediakan kanal yang lebih cepat, tetapi masyarakat harus terlebih dahulu mengetahui keberadaan dan cara memanfaatkannya.
Di sinilah pemasangan stiker memiliki fungsi praktis. Informasi ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat sehingga masyarakat memiliki rujukan ketika membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan informasi kepada kepolisian.
Pola penyebaran informasi di Ngronggo menunjukkan pendekatan tersebut.
Di Pasar Grosir Kediri, informasi dapat menjangkau pedagang maupun pembeli. Di SPBU, layanan dikenalkan kepada pengguna kendaraan. Di tempat penitipan sepeda motor, informasi berada dekat dengan aktivitas yang berkaitan dengan keamanan kendaraan.
Sementara di poskamling, layanan tersebut bersentuhan langsung dengan warga yang ikut menjalankan pengamanan lingkungan.
Di Petungroto, pendekatan bergerak lebih dekat ke lingkungan sosial dan permukiman melalui masjid serta rumah warga.
Dengan demikian, pelayanan kepolisian tidak hanya mengandalkan satu pintu.
Masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan Bhabinkamtibmas, menggunakan layanan 110 maupun memanfaatkan kanal digital melalui Super App Polri sesuai kebutuhan.
Kombinasi pelayanan tatap muka dan teknologi menjadi penting karena kemampuan serta kebiasaan masyarakat dalam mengakses layanan tidak selalu sama.
Sebagian warga terbiasa menggunakan aplikasi pada telepon pintar, sedangkan sebagian lainnya lebih mudah menggunakan telepon atau berkomunikasi langsung dengan petugas yang dikenalnya.
Karena itu, digitalisasi pelayanan tidak seharusnya menjauhkan polisi dari masyarakat. Teknologi justru dapat menjadi tambahan jalur komunikasi sementara Bhabinkamtibmas tetap mempertahankan hubungan langsung di tingkat kelurahan dan desa.
Pemasangan stiker di Ngronggo dan Petungroto pada akhirnya bukan sekadar kegiatan menempelkan nomor layanan di sejumlah lokasi.
Hal yang lebih penting adalah memastikan warga mengetahui ke mana harus mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.
Semakin mudah akses komunikasi dikenali, semakin terbuka pula peluang sebuah informasi diterima lebih cepat. Dari situlah pencegahan dapat dimulai: polisi menyediakan saluran dan membangun kedekatan, sementara masyarakat ikut menjaga lingkungannya dengan menyampaikan informasi secara cepat dan bertanggung jawab. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
