Inspirasi
Sambut Tahun Baru Islam, Bhabinkamtibmas Dermo Santuni Disabilitas
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas (BKTM) Kelurahan Dermo Polsek Mojoroto Polres Kediri Kota Aiptu Suhartono melaksanakan acara berbagi dalam rangka menyambut Tahun baru Islam I Muharam 1443 Hijriah memberikan bantuan nasi kotak DAN uang saku bersama 3 ( tiga ) warga Disabilitas Kel Dermo..
Kegiatan dilakukan sebagai bentuk empati BKTM pada warga Disabilitas di kelurahan binaan di tengah pandemi covit-19 dan beri arahan selama beraktifitas di luar rumah agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan jangan minder dalam bergaul & serta selama pandemi covid-19 patuhi prokes dengan cara 5 M.
Agar ikut menghimbau kesadaran warganya untuk saling menjaga keamanan lingkunganya guna antisipasi kerawanan 3 C ,serta antisipasi paham radikal serta tangkal berita hoak yang banyak berkembang saat ini ( saring sebelum sharing ) supaya tercipta situasi aman yang kondusif,
Sementara BKTM Polsek Grogol Polres Kediri Kota Aiptu Hendro Chy. Tempat Pasar Gringging Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Bhabinkamtibmas melaksanakan himbauan masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan, sesuai anjuran dari Pemerintah, sebagai Implementasi yaitu Inpres No 06 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.
Sekaligus sosialisasinya, Pergub Jatim No 53 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID 19 dan PerBub No. 44 Tahun 2020 ttg Penerapan Protokol Kesehatan (5 M Memakai Masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah ).
“Selama kegiatan berjalan aman, lancara dan terkendali serta dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata AKP Kristin Kusuma Ratih, Kasat Binmas Polres Kediri Kota. (res/an).
Inspirasi
Jadi Pembina Upacara di SMAN 3 Kediri, Kapolres Kresno Wisnu Sampaikan Enam Pesan Penting bagi Pelajar
Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H, S.IK, M.Si mengingatkan pelajar agar tidak mengorbankan masa depan akibat tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku berisiko di media sosial.
Pesan tersebut disampaikan di hadapan sekitar 900 siswa SMAN 3 Kota Kediri saat Kapolres menjadi pembina upacara bendera dalam program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), Senin (19/10/2026).
Kegiatan berlangsung di halaman SMAN 3 Kota Kediri, Jalan Mauni Nomor 88, Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Dalam amanatnya, AKBP Wisnu menekankan bahwa keberhasilan generasi muda tidak cukup diukur melalui prestasi akademik. Karakter, kedisiplinan, dan integritas juga menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan.
“Anak-anakku sekalian, kalian adalah generasi penerus dan calon pemimpin masa depan. Masa depan kalian tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan integritas,” kata Wisnu.
Ia meminta para siswa memanfaatkan masa sekolah untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, serta membangun rasa tanggung jawab.
Kapolres kemudian menyampaikan enam pesan utama yang perlu menjadi perhatian pelajar, mulai dari pencegahan kenakalan remaja hingga membangun lingkungan sekolah yang aman.
Pesan pertama berkaitan dengan bahaya tawuran, perundungan atau bullying, dan kekerasan antarpelajar. Kresno mengingatkan bahwa keberanian tidak diukur dari kemampuan seseorang membuat orang lain takut.
“Kebanggaan sejati adalah saat kalian mampu menghargai orang lain dan mengendalikan emosi, bukan saat kalian ditakuti. Jangan korbankan masa depan hanya karena emosi sesaat,” ujarnya.
Pesan kedua, pelajar diminta menjauhi narkoba dan minuman keras. Menurut Kresno, keberanian menolak narkoba merupakan bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan keluarga.
“Berani menolak narkoba adalah bentuk keberanian nyata untuk melindungi diri dan keluarga kalian. Pilihlah pergaulan yang positif dan jaga prinsip diri,” katanya.
Selain persoalan pergaulan, Kapolres menyoroti perilaku pelajar di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat membawa dampak negatif apabila digunakan untuk menyebarkan informasi bohong, ujaran kebencian, maupun melakukan perundungan siber.
Kresno meminta siswa memahami bahwa unggahan di internet dapat meninggalkan jejak digital yang berdampak terhadap kehidupan mereka pada masa mendatang.
“Ingat, jejak digital itu bertahan lama. Berpikirlah sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu, dan gunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif,” pesannya.
Pesan keempat menyangkut keselamatan berlalu lintas. Kapolres mengingatkan pelajar agar menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi dokumen kendaraan, dan tidak melakukan balap liar.
Ia secara khusus meminta siswa yang belum memenuhi persyaratan usia untuk tidak memaksakan diri mengendarai kendaraan bermotor.
“Bagi yang belum cukup umur, gunakan transportasi yang aman dan jangan memaksakan diri berkendara. Ingat, keluarga menunggu kalian pulang dengan selamat di rumah,” ujar Wisnu.
Dalam pesan kelima, Kapolres mengajak siswa membangun kedisiplinan dan integritas sejak berada di bangku sekolah.
Menurutnya, disiplin bukan sekadar datang tepat waktu, tetapi juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, kejujuran, serta keberanian mengakui kesalahan.
Ia meminta pelajar tidak membiasakan perilaku menyontek karena kejujuran merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter.
Sementara pada pesan keenam, Kresno mengajak seluruh siswa menjadi pelopor keamanan di lingkungan sekolah.
Pelajar diminta menjaga kerukunan, menghindari provokasi, serta berani melaporkan perundungan atau potensi bahaya kepada guru maupun pihak berwenang.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Jaga kerukunan, hindari provokasi, dan beranilah melapor kepada guru atau pihak berwenang jika melihat bahaya atau perundungan,” tegasnya.
Kapolres juga memberikan motivasi kepada siswa yang sedang menghadapi persoalan pribadi maupun kesulitan dalam belajar.
Ia mengingatkan agar mereka tidak mudah menyerah ketika belum mampu mencapai prestasi yang diharapkan.
“Jangan pernah berkecil hati jika saat ini kalian menghadapi masalah atau belum berprestasi. Teruslah berusaha, perbaiki kesalahan, dan jangan segan meminta bantuan kepada orang tua atau guru,” katanya.
Kresno kemudian merangkum pesannya dalam tiga hal yang perlu dipegang pelajar.
“Ingat tiga hal: jaga diri, jaga pergaulan, dan jaga masa depan,” tukasnya.
Selain memberikan arahan kepada siswa, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan karakter.
Ia menilai kerja sama antara kepolisian, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
“Mari kita perkuat sinergi antara Polri, sekolah, dan orang tua demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berkarakter,” kata Wiasnu.
Sebelum menjadi pembina upacara, Kapolres yang tiba di SMAN 3 Kota Kediri sekitar pukul 06.20 WIB juga melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi di depan sekolah.
Kegiatan Polidik tersebut turut dihadiri Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, KBO Binmas Iptu Nanang, serta Kepala SMAN 3 Kota Kediri Tri Erlinawati bersama dewan guru.
Upacara yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB itu juga diisi dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia serta menyanyikan lagu Rukun Sama Teman.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui program Polidik, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran hukum di kalangan pelajar, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dari kekerasan, narkoba, dan perilaku berisiko. (res/aro)
Inspirasi
Lewat Minggu Kasih, Wakapolres Kediri Kota Sampaikan Pesan Kamtibmas di Pura Penataran Agung Kilisuci
Kediriselalaludihati – Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko mengajak umat Hindu untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama dan keamanan lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan ibadah di Pura Penataran Agung Kilisuci, Jalan Selomangleng Nomor 1, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Minggu (18/10/2026).
Kehadiran Wakapolres tersebut sekaligus menjadi bagian dari program Minggu Kasih, salah satu upaya Polri membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Di sela kegiatan ibadah, Putu Caka menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada umat Hindu yang hadir.
Ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga hubungan baik antarwarga, serta tidak mudah terpengaruh persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan.
Menurut Putu Caka, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.
Karena itu, komunikasi antara warga dan aparat kepolisian perlu terus dibangun agar berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat diketahui dan ditangani dengan baik.
Melalui program Minggu Kasih, Polres Kediri Kota berupaya membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk komunitas keagamaan, untuk menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.
Kunjungan ke Pura Penataran Agung Kilisuci juga menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat lintas agama dalam kegiatan pembinaan keamanan.
Di tengah keberagaman masyarakat Kota Kediri, hubungan yang harmonis antarumat beragama menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai.
Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan rumah ibadah diharapkan dapat memperkuat komunikasi tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
“Keamanan dan kerukunan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati, menjaga toleransi, dan peduli terhadap situasi di lingkungan masing-masing,” kata Kompol Putu
Selain menyampaikan imbauan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan antara kepolisian dan umat Hindu di Kota Kediri.
Polres Kediri Kota menempatkan pendekatan dialogis sebagai salah satu langkah pencegahan gangguan keamanan, selain patroli dan penegakan hukum.
Melalui program Minggu Kasih, kepolisian berharap masyarakat semakin terbuka dalam menyampaikan persoalan keamanan di lingkungannya serta aktif menjaga kerukunan.
Kegiatan di Pura Penataran Agung Kilisuci tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi Kota Kediri tetap aman dan kondusif. (res/aro)
Inspirasi
Wali Kota Vinanda Berangkatkan Touring Religi PCNU Kota Kediri, Angkat Potensi Wisata Religi dan Warisan Ulama

Kediriselaludihati – Sekitar 300 peserta mengikuti Touring Religi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini mengajak peserta menelusuri sejumlah makam ulama dan tokoh agama yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Islam di Kota Kediri.
Touring religi diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dari Markas Polres Kediri Kota, sebelum menempuh perjalanan menuju sejumlah lokasi ziarah dan berakhir di Omah Sawah, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren.
Tidak sekadar menjadi kegiatan berkendara bersama, touring tersebut diisi dengan tahlil dan doa di makam para ulama. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan kembali jejak sejarah keagamaan Kota Kediri kepada masyarakat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi inisiatif PCNU Kota Kediri yang menggabungkan peringatan Hari Santri dengan kegiatan ziarah dan pengenalan sejarah lokal.
“Kita tahu Kota Kediri memiliki sejarah yang begitu kuat terkait religi dan budaya, di mana banyak pondok pesantren serta makam para ulama yang berada di Kota Kediri,” ujar Vinanda dalam sambutannya.
Menurut Vinanda, kekayaan sejarah tersebut merupakan potensi penting yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata religi sekaligus sarana pembelajaran masyarakat.
“Kegiatan ini juga mengingatkan kita bahwa Kota Kediri punya potensi wisata religi sehingga masyarakat bisa mengenal budaya dan agamanya,” katanya.
Vinanda berharap nilai-nilai keagamaan yang diperoleh melalui kegiatan ziarah tidak berhenti sebagai pengalaman seremonial, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.40 WIB tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab, serta Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Kediri Dr. Edy Herwiyanto.
Hadir pula jajaran Pemerintah Kota Kediri, unsur TNI-Polri, Kementerian Agama, pengurus Majelis Wakil Cabang NU, pengurus ranting NU, serta badan otonom NU, termasuk GP Ansor dan Fatayat NU.
Sebelum pemberangkatan, peserta mengikuti pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Waton, serta doa bersama yang dipimpin Gus Qowim.
Wali Kota Vinanda kemudian memberangkatkan peserta didampingi Ketua PCNU Kota Kediri dan Wakapolres Kediri Kota.
Perjalanan dimulai dari Mapolres Kediri Kota menuju kawasan Pondok Pesantren Lirboyo. Di kawasan pesantren tersebut, peserta berziarah ke makam di belakang Masjid Al Hasan dan makam di belakang Masjid Lawang Songo.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Semeru dan Jalan Raung menuju kawasan GOR Jayabaya untuk berziarah ke Makam Mbah Anom.
Dari kawasan tersebut, peserta bergerak menuju lokasi makam Mbah Muhammad Ali Maklum dan Mbah Muhammad Ambiya melalui Jalan Hasyim Asy’ari dan kawasan Gang MI.
Perjalanan dilanjutkan menyeberangi Sungai Brantas melalui Jembatan Alun-Alun, kemudian menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat Kota Kediri menuju kawasan Setono Gedong.
Di kawasan tersebut, peserta melaksanakan ziarah ke Makam Syekh Wasil, salah satu situs keagamaan yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi sejarah Islam di Kediri.
Rombongan selanjutnya menuju Makam KH Douglas Thoha Yahya atau Gus Lik, tokoh ulama Kediri yang dikenal luas oleh masyarakat.
Setelah menyelesaikan rangkaian ziarah, peserta melanjutkan perjalanan menuju Omah Sawah di Kelurahan Burengan sebagai lokasi akhir kegiatan.
Rangkaian kunjungan ke sejumlah makam tersebut memperlihatkan bahwa sejarah keagamaan Kota Kediri tidak terpusat pada satu lokasi. Jejak para ulama tersebar di lingkungan pesantren, permukiman, hingga kawasan kota lama.
Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab menyampaikan bahwa Touring Religi merupakan pembuka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan PCNU Kota Kediri.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kediri, IMI Kota Kediri, BNI 46 Kantor Cabang Kediri, jajaran pengurus NU, dan Polres Kediri Kota.
“Terima kasih pula kami sampaikan kepada Polres Kediri Kota yang telah mengizinkan lokasi start dan memberikan bantuan pengawalan sehingga acara ini berjalan lancar,” ujar Gus Ab.
Gus Ab juga mengumumkan sejumlah agenda lanjutan yang akan digelar dalam rangka Hari Santri Nasional 2026.
Pada 22 Oktober 2026, PCNU Kota Kediri menjadwalkan Apel Hari Santri di Universitas Islam Kadiri (Uniska).
Selanjutnya, pada 1 November 2026 akan digelar jalan santai sarungan dengan titik pemberangkatan dan akhir di Balai Kota Kediri.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup dengan istigasah pada 13 November 2026 di Kantor PCNU Kota Kediri.
Peringatan Hari Santri melalui kegiatan ziarah ini memiliki makna tersendiri bagi Kota Kediri yang dikenal memiliki tradisi pendidikan pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat.
Selain menjadi penghormatan kepada para ulama, kegiatan tersebut juga membuka ruang untuk memperkenalkan situs-situs sejarah Islam kepada generasi muda.
Di sisi lain, potensi wisata religi memerlukan perhatian terhadap pelestarian situs, ketersediaan informasi sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan, serta pengelolaan kunjungan yang menghormati nilai sakral setiap makam.
Dengan demikian, kegiatan ziarah tidak hanya dapat menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga berpotensi mendukung pendidikan sejarah lokal dan pelestarian warisan budaya.
Sementara itu, Polres Kediri Kota turut memberikan dukungan pengawalan selama perjalanan rombongan melewati sejumlah ruas jalan dan kawasan perkotaan.
Kehadiran aparat kepolisian diperlukan untuk membantu menjaga keamanan peserta serta kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Setibanya di Omah Sawah, peserta mengikuti ramah tamah, hiburan Cordova, sambutan, serta pembagian hadiah dan doorprize.
Seluruh rangkaian Touring Religi PCNU Kota Kediri berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.
Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Kediri tidak hanya diisi dengan agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat ingatan sejarah, menghormati perjuangan para ulama, dan memperkenalkan kekayaan warisan religi kepada masyarakat. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
