Peristiwa
Sinergi Pemprov Jatim dan Pemkot Kediri Diperkuat untuk Dorong Kesejahteraan dan Pengentasan Kemiskinan
Kediriselaludihati.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Kota Kediri dalam rangka penyerahan bantuan sosial dan tali asih pilar sosial Provinsi Jawa Timur Tahun 2026, pada Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang digelar di halaman depan Pemerintah Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmat Nomor 15, Kecamatan Kota, tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme masyarakat penerima manfaat.
Kegiatan dimulai pukul 14.55 WIB hingga 16.05 WIB dengan pengamanan terbuka dan tertutup dari aparat gabungan Polres Kediri Kota bersama unsur terkait guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di antaranya Plt Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Kepala Bakorwil Pemerintahan dan Pembangunan wilayah Madiun, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Wali Kota Kediri Qowimmudin Thoha atau Gus Qowim, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, Ketua DPRD Kota Kediri Dra. Firdaus, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, jajaran kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, camat se-Kota Kediri, kepala BUMD, hingga berbagai kelompok penerima bantuan sosial.
Adapun penerima manfaat dalam kegiatan tersebut meliputi 30 orang KPM Lansia PKH Plus, lima penerima Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), 10 penerima manfaat PPKS Jawara, 10 tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), 10 SDM pendamping PKH Plus, 10 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), 50 penerima zakat produktif, serta 100 karyawan Gudang Garam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan laporan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani. Dalam kesempatan itu juga ditayangkan video terkait program bantuan sosial Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada masyarakat Kota Kediri melalui berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Berbagai bentuk bantuan sosial yang diberikan sangat penting untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan produktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan Pemerintah Kota Kediri terus melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan sesuai kondisi riil masyarakat.
“Program ini bertujuan memastikan bantuan sosial tepat manfaat dan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan bantuan sosial dan tali asih pilar sosial Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 secara simbolis oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wali Kota Kediri dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus berupaya menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam mendukung pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan sosial, dan pemberdayaan masyarakat agar semakin mandiri dan produktif,” ungkapnya.
Khofifah juga berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjadi motivasi untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat.
Selain penyerahan bantuan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Kediri dalam pelaksanaan program kesejahteraan sosial.
Berdasarkan analisa situasi, kegiatan kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur tersebut dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan sosial dan masyarakat kurang mampu. Program bantuan sosial yang diberikan juga diperkirakan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga penerima manfaat.
Dari sisi keamanan, aparat kepolisian bersama instansi terkait telah melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup selama kegiatan berlangsung. Koordinasi lintas instansi dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama kunjungan pejabat pemerintah di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama dan seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (res/an).
Peristiwa
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota Melalui Pembinaan Rohani dan Mental
Kediriselaludihati.com – Kepolisian Resor Kediri Kota terus melaksanakan pembinaan rohani dan mental bagi personelnya melalui program Karomah atau Kamis, Rohani, dan Mental sampai di Hati. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahim, lingkungan Mapolres Kediri Kota, pada Kamis (15/10/2026).
Program yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, anggota Polri, serta pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kepolisian.
Pembinaan rohani dan mental ini menjadi salah satu kegiatan internal kepolisian yang diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kesadaran moral personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., melalui laporan kegiatan menjelaskan bahwa program Karomah dilaksanakan dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, ceramah agama, dan doa bersama.
“Kegiatan Karomah dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Polres Kediri Kota, diawali pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan ceramah agama dan doa yang dipimpin Ustaz Mohammad Taufik,” ungkap Kompol Riko Saksono.
Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Kediri Kota AKP Karyawan Hadi, S.H., M.H., sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.
Selanjutnya, Ustaz Mohammad Taufik, S.Pd.I., memberikan ceramah agama sekaligus memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta.
Pembinaan spiritual bagi anggota kepolisian memiliki arti penting karena tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan profesionalisme, tetapi juga integritas, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, anggota Polri berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat yang menuntut ketegasan sekaligus sikap humanis.
Karena itu, pembinaan mental dan rohani diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi personel untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas, kehidupan pribadi, dan tanggung jawab sosial.
Program Karomah juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antarpersonel, baik dari satuan kerja di tingkat polres maupun polsek jajaran.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian diharapkan semakin tertanam dalam lingkungan kerja kepolisian.
Pembinaan semacam ini juga relevan dengan upaya membangun budaya pelayanan publik yang mengedepankan kejujuran, kesantunan, serta penghormatan terhadap masyarakat.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polres Kediri Kota.
Meski demikian, pembentukan karakter personel tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepolisian sehari-hari.
Dengan demikian, program Karomah dapat menjadi salah satu sarana penguatan nilai moral yang perlu diikuti penerapan nyata dalam pelaksanaan tugas.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono menyampaikan dalam laporannya bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental tersebut, Polres Kediri Kota berupaya membangun personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mempunyai landasan moral yang kuat dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. (res/an)
Peristiwa
Zulhas Kunjungi Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Dorong Harga Sembako Murah dan Penyerapan Gabah Petani
Kediriselaludihati.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu petani memasarkan hasil pertaniannya.
Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas tiba di lokasi sekitar pukul 12.05 WIB bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata dan rombongan pejabat pemerintah pusat.
Kedatangan rombongan disambut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus koperasi. Penampilan seni tari tradisional turut menyambut kedatangan Menko Pangan.
Dalam arahannya, Zulhas menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan lembaga ekonomi milik masyarakat yang harus dikelola secara profesional dan memberikan manfaat langsung kepada warga.
“KDKMP ini merupakan milik seluruh warga. Kepala desa sebagai dewan pengawas dibantu oleh ketua koperasi dan seluruh pegawai, termasuk manajer koperasi,” kata Zulkifli Hasan saat memberikan arahan di KDMP Sonorejo.
Menurutnya, pengelolaan koperasi harus disertai pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pengurus maupun pegawai.
Ia menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan dalam periode dua tahun. Apabila ditemukan pengelola yang tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, pergantian dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Salah satu perhatian utama Menko Pangan adalah keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Zulhas menyebut koperasi harus menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, elpiji, hingga pupuk bagi petani.
“Tujuan koperasi ini agar warga bisa membeli barang kebutuhan dengan harga yang paling murah. Petani bisa mengambil pupuk di sini, gas LPG, minyak goreng, beras, dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan harga beras yang ditargetkan tersedia melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Satu kilogram beras di seluruh KDKMP hanya Rp12.500, berlaku di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungannya, mengingat harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
Meski demikian, laporan kunjungan belum merinci jenis maupun kualitas beras yang dimaksud, mekanisme penetapan harga, serta ketersediaan stok di setiap koperasi. Karena itu, angka Rp12.500 per kilogram merupakan harga yang disampaikan Menko Pangan dalam kunjungan tersebut, bukan hasil verifikasi harga jual di seluruh gerai koperasi.
Selain distribusi sembako, Zulhas menekankan pentingnya koperasi dalam memperkuat posisi petani di tingkat desa.
Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat penjualan barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus mampu membantu pemasaran hasil pertanian.
Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah menghubungkan petani dengan Perum Bulog untuk penyerapan gabah.
“Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga membantu pemasaran hasil pertanian dan menghubungkan petani dengan Bulog untuk penyerapan gabah,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, koperasi diharapkan dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menyediakan kebutuhan masyarakat dan membantu memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.
“Kami berharap koperasi ini tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi desa,” tegas Zulhas.
Ia juga mengajak pengurus koperasi dan pemerintah daerah menjadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
“Mari kita jadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Kunjungan ke KDMP Sonorejo merupakan bagian dari rangkaian pemantauan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam laporan kegiatan disebutkan terdapat 107 titik operasional yang menjadi bagian dari agenda pemantauan tersebut.
Selain memberikan arahan, Zulkifli Hasan meninjau gerai koperasi untuk melihat kesiapan fasilitas dan pelaksanaan kegiatan usaha.
Ia juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemantauan fungsi koperasi sebagai sarana pelayanan ekonomi dan kegiatan masyarakat di tingkat desa.
Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Deputi BP BUMN Hambra Samal, Deputi BUMN Wahyu Setyawan, serta sejumlah pejabat terkait.
Turut hadir Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota dan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Tatang Yuliono.
Dari unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, hadir Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Edi Subagiyo, serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro.
Hadir pula Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, perwakilan pemerintah kecamatan, jajaran BNI, dan pengurus KDMP Sonorejo.
Manager KDMP Sonorejo Biswatul Hikmah turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut.
Sebelum tiba di Sonorejo, Zulkifli Hasan bersama rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri sekitar pukul 11.41 WIB.
Rombongan kemudian disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi koperasi.
Untuk memastikan kelancaran kunjungan kerja, aparat kepolisian melaksanakan pengamanan dan pengawalan sejak kedatangan rombongan di bandara hingga pelaksanaan kegiatan di Desa Sonorejo.
Apel persiapan pengamanan dilaksanakan di Polsek Grogol pada pukul 09.30 WIB, dipimpin Wakapolsek Grogol Iptu Agus Susanto.
Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak protokoler kementerian, pengelola bandara, serta jajaran kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur kunjungan.
Setelah melakukan peninjauan gerai koperasi dan memberikan keterangan kepada awak media, Zulkifli Hasan meninggalkan KDMP Sonorejo sekitar pukul 12.40 WIB.
Rombongan kembali ke Bandara Internasional Dhoho Kediri dan bertolak menuju Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 13.14 WIB.
Agenda selanjutnya adalah peninjauan Koperasi Desa Merah Putih Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, untuk kegiatan peninjauan, dialog, dan transaksi.
Kunjungan Menko Pangan di Sonorejo juga menjadi perhatian dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.
Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan dan gerai koperasi, tetapi juga oleh ketersediaan barang, harga yang kompetitif, kemampuan pengelola, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi petani, efektivitas koperasi dalam menyediakan kebutuhan produksi dan membuka akses pemasaran hasil panen akan menjadi bagian penting dalam menilai manfaat program.
Sementara bagi masyarakat umum, ketersediaan sembako dengan harga terjangkau menjadi salah satu ukuran keberhasilan layanan koperasi.
Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat mendorong agar KDMP Sonorejo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata di wilayah Kediri dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (res/an)
Peristiwa
Tanaman Padi Terdampak Kekeringan, Bhabinkamtibmas Polsek Mojoroto Dampingi Pemeriksaan Irigasi di Tiga Kelurahan Kota Kediri
Kediriselaludihati.com – Persoalan kekurangan air yang dialami tanaman pertanian di wilayah Kelurahan Bujel, Ngampel, dan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mendapat perhatian aparat kepolisian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel Aipda Yuda Kuswantoro, S.Sos., bersama perangkat kelurahan dan petugas BBWS Brantas turun langsung melakukan pengecekan pengairan di Lingkungan Jombok, Kelurahan Bujel, pada Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.
Pengecekan dilakukan menyusul adanya tanaman, termasuk padi, yang mengalami kekurangan air di kawasan pertanian Bujel, Ngampel, dan Gayam.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kepolisian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan Bhabinkamtibmas dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas melaksanakan pengecekan pengairan tanaman atau padi yang mengalami kekeringan di wilayah Bujel, Ngampel, dan Gayam,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, karena persoalan pengairan pertanian berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan kebutuhan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada lahan pertanian.
Pemeriksaan lapangan menjadi langkah untuk melihat kondisi pengairan dan mengidentifikasi persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Ketersediaan air merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman padi. Kekurangan pasokan air dalam jangka waktu tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko penurunan produktivitas.
Karena itu, koordinasi antara petani, pemerintah kelurahan, dan instansi pengelola sumber daya air diperlukan agar persoalan yang terjadi dapat diketahui secara tepat.
Keterlibatan BBWS Brantas dalam pengecekan tersebut menjadi bagian dari koordinasi teknis mengenai kondisi pengairan di kawasan pertanian yang dilaporkan mengalami kekeringan.
Sementara itu, kehadiran Bhabinkamtibmas menunjukkan peran kepolisian dalam mendampingi kegiatan masyarakat dan mendukung komunikasi antara warga dengan instansi terkait.
Meski demikian, laporan Polsek Mojoroto belum menjelaskan secara terperinci penyebab kekurangan air yang dialami tanaman di tiga kelurahan tersebut.
Belum terdapat pula data mengenai luas lahan terdampak, jumlah petani yang mengalami kesulitan pengairan, maupun tingkat kerusakan tanaman.
Hasil pemeriksaan teknis BBWS Brantas dan rencana tindak lanjut penanganan juga belum dicantumkan dalam laporan.
Dengan demikian, pengecekan yang dilakukan belum dapat disimpulkan telah menyelesaikan persoalan kekeringan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap keberlangsungan pertanian di kawasan perkotaan.
Meskipun berada di wilayah Kota Kediri, keberadaan lahan pertanian di Bujel, Ngampel, dan Gayam tetap berkaitan dengan kebutuhan produksi pangan dan keberlanjutan usaha petani.
Kondisi pengairan yang memadai menjadi salah satu faktor penentu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen sesuai potensi lahan.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto dalam laporannya memastikan bahwa kegiatan pengecekan bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas berlangsung aman, terkendali, serta lancar.
Hingga laporan disampaikan, belum ada informasi mengenai langkah teknis lanjutan maupun jadwal penanganan pengairan di kawasan pertanian yang terdampak kekurangan air. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
