Peristiwa
Sinergi Tiga Pilar Perkuat Perencanaan Pembangunan dan Pencegahan Stunting di Desa Mlati Kediri
Kediriselaludihati.com – Komitmen mewujudkan pembangunan desa yang partisipatif dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah desa, TNI, Polri, dan masyarakat.
Hal tersebut tampak dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembentukan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting di Balai Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu mendapat pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Mlati, AIPDA Yumawan, bersama Babinsa sebagai bagian dari peran aktif Tiga Pilar dalam mendukung program pembangunan desa serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Forum tersebut dihadiri Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Mojo H. Ridwan beserta pendamping kecamatan, Kepala Desa Mlati, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) beserta anggota, pendamping desa, ketua RT dan RW, bidan desa, kader Posyandu, perangkat desa, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas Desa Mlati.
Musyawarah membahas pembentukan Tim Penyusun RKP Desa Tahun 2027 sebagai langkah awal penyusunan program pembangunan desa yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan pada tahun mendatang. Selain itu, rembuk stunting juga menjadi agenda penting dalam menyusun strategi percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.
Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat.
“Bhabinkamtibmas tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir mendampingi setiap proses pembangunan di desa. Kehadiran anggota di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat sinergi sekaligus memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Menurut Iptu Mahmud, penyusunan RKP Desa melalui musyawarah merupakan langkah penting agar seluruh program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Musyawarah menjadi wadah untuk menyerap aspirasi warga sehingga pembangunan yang direncanakan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Polri mendukung penuh proses tersebut agar berjalan transparan, partisipatif, dan menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan bagi desa,” katanya.
Selain membahas pembangunan desa, forum juga memberikan perhatian terhadap upaya pencegahan stunting yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Melalui rembuk stunting, seluruh pemangku kepentingan menyatukan langkah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, memperkuat edukasi gizi, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan sejak dini.
Bhabinkamtibmas Desa Mlati Aipda Yumawan mengatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan desa maupun penanganan stunting.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah desa, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Demikian pula dalam pencegahan stunting, diperlukan kepedulian bersama agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan menjadi generasi yang berkualitas,” ujarnya.
Kapolsek menambahkan bahwa Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi berbagai kegiatan masyarakat sebagai implementasi Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, dan kemitraan.
“Kami ingin Polri selalu hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Pendampingan terhadap kegiatan pembangunan desa merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung terciptanya desa yang aman, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Seluruh peserta mengikuti musyawarah dengan antusias dan aktif menyampaikan berbagai masukan untuk penyusunan RKP Desa Tahun 2027 serta strategi percepatan penanganan stunting.
Melalui sinergi yang terus dibangun antara pemerintah desa, masyarakat, TNI, dan Polri, diharapkan berbagai program pembangunan yang direncanakan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mlati secara berkelanjutan. (res/an)
Peristiwa
Psikolog Klinis hingga Forum Anak Duduk Bersama, Ngampel Kediri Dorong Penguatan Mental Remaja
Kediriselaludihati.com – Upaya menjaga kesehatan mental generasi muda dilakukan di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Pemerintah kelurahan bersama tiga pilar, tenaga kesehatan, pengurus lingkungan dan Forum Anak menggelar sarasehan membangun mental remaja, pada Rabu (30/9/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung di Warung Gapuro, Jalan Bunga, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto.
Sarasehan mengangkat semangat mewujudkan Kelurahan Ngampel “Zero ODGJ Baru” dengan menempatkan penguatan mental remaja sebagai salah satu perhatian.
Hadir sebagai narasumber psikolog klinis DP2KB Arbita Wafdatul Ilmiae, M.Psi. Kegiatan juga diikuti Lurah Ngampel, Bhabinkamtibmas Ngampel Aiptu Soleh, LPMK, unsur PPA, kader kesehatan, ketua RW 01 hingga RW 04, ketua RT 01 hingga RT 29 serta Forum Anak Ngampel.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H. mengatakan, Bhabinkamtibmas hadir bersama unsur tiga pilar sebagai bagian dari pendampingan terhadap kegiatan masyarakat di wilayah binaan.
Menurut Rudi, perhatian terhadap remaja tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan lingkungan. Lingkungan sosial yang sehat dan komunikasi antara keluarga, masyarakat serta berbagai unsur di kelurahan juga menjadi bagian penting dalam mendampingi generasi muda.
Sarasehan tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat untuk membahas penguatan mental remaja sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kesehatan mental sejak dini.
Keterlibatan ketua RT dan RW dinilai penting karena pengurus lingkungan berada paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Begitu pula kader kesehatan dan unsur PPA yang memiliki peran dalam pendampingan masyarakat.
Forum Anak Ngampel juga dilibatkan sehingga pembahasan mengenai remaja tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi turut menghadirkan unsur yang mewakili kelompok usia tersebut.
Kehadiran psikolog klinis dalam sarasehan diharapkan memberikan pemahaman yang lebih tepat mengenai kesehatan mental, terutama dalam mengenali persoalan yang dihadapi remaja serta pentingnya dukungan lingkungan.
Bhabinkamtibmas Ngampel Aiptu Soleh bersama tiga pilar mengikuti kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan berbagai persoalan sosial yang dapat berkembang di tengah masyarakat.
Polsek Mojoroto memandang komunikasi antara pemerintah kelurahan, tenaga profesional, keluarga, pengurus lingkungan dan generasi muda perlu terus diperkuat.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat persoalan yang dialami remaja dapat dikenali lebih awal sehingga penanganan yang diperlukan dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.
Sarasehan ini sekaligus memperkuat jejaring di tingkat kelurahan. Ketua RT dan RW, kader kesehatan, unsur PPA serta Forum Anak dapat menjadi penghubung apabila menemukan warga yang membutuhkan dukungan maupun pendampingan lebih lanjut.
Upaya menuju “Zero ODGJ Baru” tidak hanya diarahkan pada penanganan setelah muncul persoalan kesehatan mental, tetapi juga pada pencegahan melalui edukasi, kepedulian lingkungan dan penguatan mental masyarakat sejak usia remaja.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah membangun lingkungan yang lebih peka terhadap kesehatan mental sekaligus memberikan ruang yang aman bagi remaja untuk memperoleh dukungan ketika menghadapi persoalan. (res/an)
05
Posyandu ILP Teratai Semampir Kediri Layani Balita hingga Lansia, Tiga Pilar Turun Dampingi Warga
35 Balita dan 70 Lansia Ikuti Posyandu ILP di Semampir Kediri, Bhabinkamtibmas Ikut Beri Pendampingan
Polreskedirikota.com – Kediriselaludihati.com – Sebanyak 35 balita dan 70 warga lanjut usia mengikuti pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Teratai di lingkungan RT 03 RW 01, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, pada Kamis (1/10/2026).
Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari tiga pilar Kelurahan Semampir. Bhabinkamtibmas Kelurahan Semampir Aiptu Dodik Bagoes Riyadi hadir bersama Lurah Semampir Merta Ayu Galuh Puspita, S.H. dan Babinsa Semampir Sertu Muhtadin.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus menjaga komunikasi dengan warga di wilayah binaan.
Pendampingan juga menjadi kesempatan bagi Bhabinkamtibmas untuk mengetahui secara langsung aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pelayanan kesehatan yang berlangsung di tingkat lingkungan.
Posyandu ILP Teratai kali ini memberikan pelayanan kepada dua kelompok usia. Sebanyak 35 balita tercatat mengikuti kegiatan, sedangkan dari kelompok lanjut usia terdapat 70 orang.
Selain tiga pilar, kegiatan dihadiri Kasi Trantibsos Kelurahan Semampir Ayu Artini Anggraini, S.H., Bidan Pustu Kelurahan Semampir Gladys serta Abdul Fatah dari TRC Kelurahan Semampir.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan.
Bhabinkamtibmas tidak terlibat dalam pelayanan medis, tetapi melakukan pendampingan sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada warga yang hadir.
Warga diingatkan untuk ikut menjaga keamanan lingkungan dan membangun komunikasi dengan tiga pilar apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban di lingkungan tempat tinggal.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan posyandu juga menjadi sarana untuk menjangkau masyarakat secara langsung, termasuk kelompok lanjut usia dan keluarga yang memiliki balita.
Polsek Kediri Kota mendorong anggotanya untuk aktif hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sebagai bagian dari pendekatan preventif dalam menjaga kamtibmas.
Selain menjalankan tugas kepolisian, Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menjadi penghubung antara warga dengan berbagai unsur di tingkat kelurahan ketika muncul persoalan yang membutuhkan koordinasi.
Kegiatan Posyandu ILP Teratai juga menunjukkan pelayanan di tingkat lingkungan tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi menjangkau kelompok usia lanjut.
Dengan jumlah peserta mencapai 105 orang yang terdiri atas balita dan lansia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara warga, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan serta tiga pilar.
Polsek Kediri Kota berharap sinergi tersebut terus terjaga sehingga kegiatan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan tertib. (res/an)
Peristiwa
Santri Melihat Percikan Api di Atas Gazebo Ponpes Mondo Kediri, Damkar Turun Lakukan Pemadaman
Kediriselaludihati.com – Kebakaran melanda sebuah gazebo di lingkungan Pondok Pesantren Junuudul Musthofa Al-Hasan, Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Rabu (30/9/2026) menjelang Maghrib.
Bangunan gazebo berukuran sekitar 6 x 8 meter yang sebagian besar terbuat dari kayu jati tersebut terbakar hingga mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H. mengatakan, peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas Polsek Mojo kemudian mendatangi lokasi setelah mendapatkan informasi dari perangkat desa.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, kebakaran pertama kali diketahui oleh M Eko Nur Qalak (18), salah seorang santri pondok pesantren.
Saat itu, Eko baru selesai berwudhu dan hendak melaksanakan shalat Maghrib. Ketika berada di sekitar lokasi, ia melihat percikan api di bagian atas gazebo.
Melihat kondisi tersebut, Eko kemudian memberitahu santri lainnya, Ahmad Rafa (15).
Namun, dalam waktu singkat api sudah membesar dan membakar bagian bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu.
Sejumlah santri yang mengetahui kejadian itu berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan yang tersedia. Upaya tersebut belum mampu mengendalikan api yang telah membesar.
Perangkat desa kemudian menghubungi Polsek Mojo dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kediri.
Petugas pemadam kebakaran selanjutnya tiba di lokasi dan melakukan penanganan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.45 WIB.
Gazebo yang terbakar memiliki ukuran sekitar 6 x 8 meter dengan tinggi kurang lebih empat meter dan terbuat dari kayu jati.
Di dalam bangunan tersebut terdapat dua lemari pakaian, kasur berukuran sekitar 160 x 180 sentimeter serta meja dampar berukuran sekitar 100 x 50 sentimeter.
Sejumlah barang yang berada di dalam gazebo ikut terdampak kebakaran.
Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Korban jiwa nihil. Kerugian akibat kebakaran ditaksir kurang lebih Rp30 juta,” kata Mahmud.
Petugas kepolisian melakukan pengecekan di lokasi dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian.
Bhabinkamtibmas Desa Mondo Aiptu Erwin P. juga berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren, perangkat desa serta unsur terkait.
Kebakaran yang terjadi menjelang waktu Maghrib tersebut sempat membuat para santri berupaya menyelamatkan lingkungan sekitar dari kemungkinan rambatan api.
Pemadaman dapat diselesaikan sekitar satu jam setelah kebakaran pertama kali diketahui. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membesar.
Sementara itu, penyebab pasti munculnya percikan api yang kemudian membakar gazebo belum disebutkan dalam keterangan awal kepolisian.
Polisi masih mendasarkan penanganan awal pada keterangan saksi yang melihat percikan api di bagian atas gazebo sebelum api membesar.
Kepolisian mengimbau masyarakat maupun pengelola bangunan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang didominasi material mudah terbakar. (res/an)
Lalu Lintas
Patroli MQR Sasar Jalan Protokol Kota Kediri, Polisi Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Kepadatan Arus
Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota menggelar patroli Mahameru Quick Response (MQR) dengan menyusuri sejumlah ruas jalan utama di Kota Kediri, pada Kamis (1/10/2026) sore.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB tersebut menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi DashCam. Selain memantau kondisi arus lalu lintas, kegiatan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan, patroli MQR menjadi salah satu langkah kepolisian untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap terpantau, terutama pada ruas-ruas jalan dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi.
Menurut Septia, kegiatan kali ini difokuskan pada patroli bergerak sekaligus pemantauan arus lalu lintas untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Patroli berada di bawah kendali Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan personel Patwal Satlantas.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyusuri rute cukup panjang yang melintasi sejumlah kawasan dan jalan protokol Kota Kediri.
Patroli dimulai dari Jalan Mayor Bismo, kemudian bergerak menuju Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Brawijaya.
Petugas selanjutnya melanjutkan pemantauan melalui Jalan KDP Slamet, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan KH Ahmad Dahlan hingga Jalan Sultan Iskandar Muda.
Sepanjang rute tersebut, personel melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan serta kondisi jalan. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi potensi kepadatan maupun gangguan lalu lintas yang membutuhkan penanganan petugas.
Patroli pada sore hari juga diarahkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang petang. Sejumlah ruas yang dilintasi merupakan jalur yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan permukiman maupun akses keluar masuk Kota Kediri.
Selain persoalan lalu lintas, patroli MQR juga diarahkan sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan kamtibmas di ruang publik.
Dengan pola patroli bergerak, personel dapat menjangkau sejumlah ruas jalan sekaligus dan mengetahui secara langsung perkembangan situasi di lapangan.
Kendaraan roda empat yang digunakan dalam kegiatan tersebut juga dilengkapi DashCam untuk mendukung pemantauan selama perjalanan patroli.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan ketika berkendara, termasuk mematuhi rambu dan aturan lalu lintas.
“Disiplin pengguna jalan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran arus sekaligus mengurangi risiko terjadinya kecelakaan,” ungkapnya.
Satlantas Polres Kediri Kota akan terus melakukan langkah preventif melalui patroli dan pemantauan pada sejumlah ruas jalan, terutama pada waktu dan kawasan dengan mobilitas kendaraan tinggi.
Patroli MQR tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mempercepat respons petugas apabila ditemukan gangguan lalu lintas maupun kondisi lain yang membutuhkan penanganan di jalan. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
