Peristiwa
Sosialisasi Operasi Patuh 2024, Satlantas Polres Kediri Kota datang ke SMAN 7 Kediri
Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota memberikan himbauan Kamseltibcar lantas kepada warga masyarakat dalam rangka menjelang pelaksanaan Operasi Patuh 2024.
Kegiatan berlangsung, pada Hari Selasa 9 Juli 2024 pukul 09.00 WIB s/d selesai. Kegiatan berlangsung pada Jalan. Brawijaya, Tempat Wisata Pagora, dan SMAN 7 Kediri.
Hadir dalam kegiatan ini, Kanit Kamsel dan Anggota. Unit Kamsel melaksanakan Sosialisasi dan himbaun Kamseltibcar lantas ke warga Masy penggunaan jalan serta membagikan Brosur keselamatan menjelang Operasi Patuh dimulai tanggal 14 Juli s/d 28 Juli 2024 kegiatan dilaksanakan demi terciptanya Harkamtibmas.
“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar dan terkendali,” ujar Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Andhini Puspa Nugraha, S.T.K.,S.I.K. (res/an).
Peristiwa
Blue Light dan Sapa Malam Digelar Bersamaan, Pengawasan Menjangkau Ringinsirah hingga Jembatan Brawijaya Kediri
Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota meningkatkan pengawasan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas Kota Kediri, pada Jumat (11/9/2026) malam.
Dua kegiatan, yakni Sapa Malam dan Blue Light, digelar dengan menempatkan personel pada sejumlah persimpangan serta ruas yang menjadi titik pergerakan kendaraan masyarakat.
Sapa Malam dimulai sekitar pukul 18.45 WIB. Personel piket staf Satlantas disebar di depan Grand Surya, Simpang Empat Jembatan Brawijaya, Simpang Tiga Patiunus, Simpang Tiga Panglima Polim, serta depan Kediri Town Square.
Di titik-titik tersebut, petugas melakukan pengaturan sekaligus penguraian arus kendaraan untuk mengantisipasi munculnya kepadatan pada jam aktivitas masyarakat malam hari.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 19.00 WIB, jajaran Patwal Satlantas Polres Kediri Kota melaksanakan kegiatan Blue Light menggunakan kendaraan roda empat. Pengawasan difokuskan di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng.
Kegiatan tersebut berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.
Berbeda dengan Sapa Malam yang lebih difokuskan pada pengaturan dan penguraian arus, Blue Light diarahkan pada pemantauan lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di jalan.
Lampu rotator biru pada kendaraan patroli dinyalakan selama kegiatan sebagai penanda kehadiran petugas di lapangan. Pola tersebut menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pengawasan pada ruas jalan sekaligus memberikan respons lebih cepat apabila muncul persoalan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui jajaran Turjawali menempatkan personel pada sejumlah titik yang menjadi bagian dari mobilitas masyarakat pada malam hari.
Pengawasan pada Jumat malam memiliki tantangan tersendiri karena aktivitas masyarakat berlangsung di berbagai kawasan, mulai pusat perdagangan, persimpangan utama hingga akses menuju kawasan pusat kota.
Karena itu, pengaturan tidak hanya dilakukan ketika kepadatan sudah terjadi. Penempatan petugas sejak awal menjadi langkah untuk mencegah penumpukan kendaraan sekaligus menjaga agar persimpangan tetap berfungsi optimal.
Kombinasi Sapa Malam dan Blue Light menunjukkan dua pendekatan yang berjalan bersamaan. Pada satu sisi, petugas hadir mengurai arus kendaraan. Pada sisi lain, patroli bergerak melakukan pengawasan terhadap kondisi jalan dan potensi gangguan yang dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan.
Bagi masyarakat yang menghabiskan Jumat malam di pusat Kota Kediri maupun melintasi sejumlah ruas utama, keberadaan petugas di lapangan diharapkan membuat perjalanan lebih tertata dan mengurangi risiko kepadatan pada titik-titik pertemuan arus kendaraan. (res/an)
Peristiwa
Polisi Siaga di Kodim Selatan dan Jalan A Yani Kediri, Cegah Balap Liar Ganggu Pengguna Jalan
Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota meningkatkan pengawasan di sejumlah ruas jalan, pada Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Melalui kegiatan Strong Point Blue Light, personel ditempatkan di kawasan Simpang Tiga Kodim Selatan dan Jalan A Yani untuk mengantisipasi balap liar yang kerap dikaitkan dengan aktivitas malam “Jumat Gaul”.
Pengawasan dimulai sekitar pukul 00.30 WIB dengan melibatkan personel peleton Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Kegiatan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.
Pemilihan waktu selepas tengah malam menjadi bagian dari langkah pencegahan terhadap potensi penggunaan jalan umum untuk balapan. Pada jam tersebut, arus kendaraan mulai berkurang sehingga sejumlah ruas jalan berpotensi disalahgunakan sebagai arena memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Personel ditempatkan pada titik yang telah ditentukan dengan menyalakan lampu rotator biru kendaraan kepolisian. Kehadiran polisi secara terbuka tersebut diarahkan untuk memberikan efek pencegahan sekaligus menunjukkan bahwa ruas jalan tetap dalam pengawasan petugas pada malam hingga dini hari.
Sasaran utamanya bukan sekadar pengendara yang berpotensi melakukan balap liar. Aktivitas berkendara berisiko di jalan umum juga dapat membahayakan masyarakat lain yang masih beraktivitas pada malam hari.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui jajaran Turjawali terus mengarahkan kegiatan preventif pada lokasi dan waktu yang dinilai memiliki potensi munculnya pelanggaran lalu lintas.
Pencegahan balap liar menjadi penting karena jalan raya merupakan ruang bersama. Kecepatan tinggi, manuver berbahaya, hingga kerumunan kendaraan di badan jalan dapat meningkatkan risiko kecelakaan sekaligus mengganggu hak pengguna jalan lainnya.
Strong Point Blue Light juga menjadi bagian dari pola pengawasan kepolisian terhadap aktivitas malam akhir pekan di Kota Kediri. Kehadiran personel pada titik tertentu diharapkan mampu mempersempit ruang munculnya balap liar sebelum berkembang menjadi kerumunan yang lebih besar.
Bagi masyarakat, langkah pencegahan tersebut bermuara pada satu kepentingan yang sama: memastikan jalan raya tetap menjadi ruang mobilitas publik, bukan arena balapan. (res/an)
Peristiwa
Ketika Polisi Menjadi Khotib, Pesan Kamtibmas Disampaikan Lewat Nasihat Keagamaan di Masjid Baiturrohman Petungroto Kediri
Kediriselaludihati.com – Suasana Masjid Baiturrohman di Dusun Winong, Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, terasa berbeda, pada Jumat siang (11/9/2026). Di hadapan para jamaah, seorang anggota kepolisian berdiri di mimbar bukan hanya untuk menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga mengajak masyarakat menjaga keharmonisan kehidupan bersama.
Bhabinkamtibmas Desa Petungroto, Aiptu Eko Setyo Prayitno, S.H., bertindak sebagai khotib sekaligus imam salat Jumat di masjid tersebut. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema tentang “Bahaya Penyakit Iri Hati”, sebuah persoalan batin yang dinilai dapat memengaruhi hubungan sosial apabila tidak dikendalikan.
Melalui pesan keagamaan tersebut, jamaah diajak untuk menjaga kebersihan hati, memperkuat rasa syukur, serta menghindari sikap yang dapat merusak persaudaraan di tengah masyarakat.
Tidak hanya menyampaikan nilai-nilai moral, Aiptu Eko juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan warga mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Di hadapan jamaah, ia mengajak masyarakat menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Warga juga diingatkan agar tidak mudah tergoda oleh berbagai bentuk aktivitas yang dapat membawa dampak buruk bagi keluarga dan ekonomi.
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang saat ini banyak menyasar masyarakat melalui kemudahan akses digital.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk pencegahan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, terutama terhadap tawaran yang terlihat mudah tetapi dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Selain itu, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga agar tidak ragu berkomunikasi dengan aparat apabila menghadapi persoalan di lingkungan maupun membutuhkan bantuan.
Kehadiran polisi di ruang-ruang sosial masyarakat seperti masjid menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian. Melalui kedekatan dengan warga, pesan keamanan tidak hanya disampaikan melalui patroli atau kegiatan formal, tetapi juga melalui ruang keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bagi Desa Petungroto, kehadiran Bhabinkamtibmas di mimbar Jumat menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan bukan hanya berbicara tentang penegakan aturan, tetapi juga membangun karakter masyarakat melalui nilai agama, kepedulian, dan kebersamaan.
Dari masjid, pesan sederhana disampaikan: menjaga hati, menjaga hubungan dengan sesama, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman serta harmonis. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
