Connect with us

Peristiwa

Tasyakuran Warga Disinergikan dengan Operasi Pekat II Semeru 2025

Published

on

Kediriselaludihati.com – Dalam rangka mendukung Operasi Pekat II Semeru 2025 yang berlangsung sejak 1 hingga 14 Mei 2025, Polsek Pesantren Polres Kediri Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Banaran, Aipda Edy H, bersama personel Polsek dan unsur tiga pilar, melaksanakan pengamanan kegiatan kesenian kuda lumping di Lapangan Winatra, Sabtu (10/5/2025).

Kegiatan yang merupakan rangkaian tasyakuran pernikahan anak dari warga setempat, Ilyas, menghadirkan pagelaran kesenian kuda lumping dari grup Putro Sejoreno Wijoyo, pimpinan Robi warga Bangsal, Pesantren. Acara ini menjadi perhatian karena melibatkan kerumunan massa yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas bila tidak diawasi dengan ketat.

Kapolsek Pesantren, Kompol Siswandi, S.H., menegaskan bahwa seluruh bentuk keramaian di wilayah hukum Polsek Pesantren akan menjadi sasaran pemantauan guna mencegah terjadinya gangguan keamanan, termasuk penyakit masyarakat.

“Dalam Operasi Pekat ini, semua titik keramaian kita awasi. Personel kami hadir bukan untuk membatasi, tapi memastikan agar kegiatan masyarakat tetap aman, tertib, dan tidak menjadi celah pelanggaran hukum,” jelas Kompol Siswandi.

Dalam kegiatan tersebut, himbauan kamtibmas juga disampaikan kepada kru kesenian dan para penonton agar menjaga situasi kondusif, menjauhi minuman keras, serta tidak membawa atribut yang berpotensi menimbulkan gesekan antarwarga.

Hingga siang hari, kegiatan berlangsung tertib dan aman. Polsek Pesantren menyatakan akan terus memantau hingga pertunjukan berakhir demi memastikan keberlangsungan acara berjalan lancar dan selaras dengan tujuan Operasi Pekat II Semeru 2025 yang berfokus pada pemberantasan gangguan sosial dan kriminalitas di tengah masyarakat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Cegah Bullying dan Judi Online, Polsek Mojoroto Bekali Pelajar dengan Pemahaman Keamanan Digital

Published

on

Kediriselaludihati.com – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota melalui Unit Binmas bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor melaksanakan kegiatan sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) siswa baru SMA Wahidiyah Kediri Tahun Ajaran 2026, pada Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB tersebut digelar di SMA Wahidiyah Kediri, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Mojoroto AKP Djoko Budi bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor Aipda Toni Setiawan dan Brigadir Mella memberikan pembinaan serta penyuluhan kepada siswa kelas X mengenai berbagai persoalan yang dapat mengganggu masa depan generasi muda.

Materi yang disampaikan meliputi pencegahan bullying (perundungan) dan bahaya judi online yang saat ini menjadi perhatian karena dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan pelajar.

Kepada para siswa, jajaran Polsek Mojoroto mengingatkan pentingnya membangun karakter positif, saling menghargai sesama teman, menggunakan teknologi secara bijak, serta menjauhi segala bentuk perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami mengajak para pelajar untuk menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menggunakan perkembangan teknologi secara positif. Jangan mudah terpengaruh ajakan yang dapat merusak masa depan,” pesan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Kegiatan MPLS menjadi momentum penting bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus mendapatkan pembekalan mengenai nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran hukum sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Mojoroto berharap para pelajar dapat menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan kekerasan maupun penyalahgunaan teknologi. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Sinergi Tiga Pilar Dukung Program Rumah Layak Huni bagi Masyarakat Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program rumah layak huni terus dilakukan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, bersama unsur tiga pilar menghadiri kegiatan penyerahan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada warga kurang mampu, pada Kamis (16/7/2026).

Kegiatan berlangsung di wilayah RT 30 RW 06, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Bandar Lor Aipda Toni Setiawan P bersama staf Kelurahan Bandar Lor dan Babinsa Bandar Lor menghadiri penyerahan bantuan bedah rumah Rutilahu yang merupakan program bantuan dari Gubernur Jawa Timur bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Komandan Koramil Mojoroto kepada pemilik rumah, Ibu Winarni, sebagai penerima manfaat program.

Kegiatan ini menjadi bentuk sinergitas antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas hidup warga, khususnya dalam penyediaan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor juga menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat serta memastikan setiap program bantuan dapat berjalan1 dengan aman dan tertib.

“Sinergi antara tiga pilar menjadi kekuatan penting dalam mendukung program pemerintah yang bertujuan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar jajaran Polsek Mojoroto.

Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap program bantuan rumah layak huni dapat terus memberikan dampak positif bagi warga yang membutuhkan serta memperkuat semangat gotong royong di lingkungan masyarakat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

MPLS Jadi Momentum Pembentukan Karakter Pelajar Kediri Sejak Dini, Polri Dorong Sekolah Ciptakan Lingkungan Aman

Published

on

Kediriselaludihati.com – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi salah satu momentum penting bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan pendidikan, sekaligus mendapatkan pembekalan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan keamanan dan pembentukan karakter.

Melalui kegiatan MPLS di MI PSM Darussalam Plosolanang, Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, Bhabinkamtibmas Desa Gambyok memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) serta pencegahan tindakan bullying, pada Kamis (16/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bentuk kerja sama antara pihak sekolah dengan Polri dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada para pelajar tentang berbagai risiko yang dapat mengganggu masa depan mereka.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Gambyok menyampaikan materi terkait dampak buruk penyalahgunaan NAPZA serta pentingnya membangun sikap saling menghargai antarsiswa.

Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman bahwa tindakan perundungan atau bullying dapat memberikan dampak negatif, baik terhadap korban maupun pelaku, sehingga harus dicegah bersama melalui lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kapolsek Grogol melalui kegiatan tersebut menyampaikan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan langkah preventif agar generasi muda memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjauhi perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Pembinaan kepada pelajar perlu dilakukan sejak dini. Anak-anak harus memahami bahwa NAPZA dan bullying memiliki dampak besar terhadap kehidupan mereka, sehingga penting untuk membangun karakter positif sejak berada di lingkungan sekolah,” ujar jajaran Polsek Grogol.

Menurutnya, peran sekolah, orang tua, dan kepolisian sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan MPLS tersebut diikuti oleh Kepala MI PSM Darussalam Plosolanang, Bhabinkamtibmas Desa Gambyok, para guru, serta siswa-siswi MI PSM Darussalam Plosolanang.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap para siswa semakin memahami pentingnya menjaga pergaulan, menaati aturan sekolah, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan.

Kegiatan MPLS dengan materi pencegahan NAPZA dan bullying tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page