Connect with us

Uncategorized

Tiga Kabupaten Terdampak Hidrometeorologi, Polri Bergerak Cepat Lakukan Penyelamatan dan Pemenuhan Kebutuhan Pengungsi

Published

on

TERNATE — Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan bencana hidrometeorologi di wilayah Maluku Utara berupa 1 banjir bandang, 4 kejadian tanah longsor, dan 15 kejadian banjir. Tiga kabupaten terdampak, yakni Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Tidore Kepulauan. Sejak awal kejadian, jajaran Polri dikerahkan maksimal, berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi warga, menolong korban, dan memastikan masyarakat terdampak segera tertangani.

Berdasarkan data Polri per 7 Januari 2026, bencana ini mengakibatkan tiga korban meninggal dunia, dengan rincian dua orang di Kabupaten Halmahera Barat dan satu orang di Kabupaten Halmahera Utara. Selain itu, ribuan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan, masing-masing sekitar 5.000 jiwa di Halmahera Barat dan 1.311 jiwa di Halmahera Utara. Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp4.270.000.000, dan pendataan masih terus dilakukan di lapangan.

Selain permukiman warga, hujan deras dan banjir yang terjadi sejak Senin (5/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026) dini hari juga menyebabkan Jembatan Ake Aru, penghubung Tobelo–Loloda di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, terputus. Kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat dan distribusi logistik, sehingga Polri melakukan pengamanan lokasi serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Selain upaya penyelamatan, Polri juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Di Kabupaten Halmahera Barat, Polres setempat bersama pemerintah desa telah menyalurkan 1.000 dus mi instan dan 1.000 sak beras ukuran 5 kilogram untuk memenuhi kebutuhan pangan warga di lokasi terdampak dan pengungsian. Penyaluran dilakukan bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Sejak menerima laporan awal, Polri jajaran Maluku Utara—dari Polsek hingga Polda—langsung diterjunkan ke lokasi. Fokus diarahkan pada penyelamatan warga di titik rawan, pemberian pertolongan pertama kepada korban luka, pelaksanaan pencarian dan penyelamatan (SAR), serta pembukaan akses jalan yang tertutup banjir dan material longsor. Seluruh langkah dilakukan bertahap, menyesuaikan kondisi medan dan cuaca.

Kapolda Maluku Utara IrjenPol. Drs. Waris Agono, M.Si menegaskan bahwa kecepatan menjadi kunci dalam situasi darurat.

“Personel bergerak dari satuan terdekat dengan perlengkapan yang dibutuhkan dan bekerja bersama unsur terkait. Prioritas kami adalah keselamatan warga, penanganan korban, serta memastikan para pengungsi mendapatkan perhatian dan kebutuhan dasar yang layak,” ujarnya.

Untuk mendukung penanganan di lokasi terdampak, Polri mengerahkan personel dan sarana secara terpadu. Di Halmahera Barat, dikerahkan dua unit truk R6, tiga unit kendaraan R4 double cabin, serta 60 personel Polres Halmahera Barat. Di Halmahera Utara, Polres setempat menurunkan tiga unit truk R6, empat unit kendaraan R4 double cabin, dan 90 personel untuk menjangkau wilayah terdampak hingga ke desa-desa. Bantuan juga datang dari Polres Ternate dengan satu unit truk R6 dan 12 personel Samapta, serta Polresta Tidore Kepulauan dengan satu unit truk R6 dan 12 personel Samapta. Unsur SAR diperkuat oleh Sat Brimob Polda Maluku Utara dengan dua unit truk R6, satu unit kendaraan R6 box, satu unit kendaraan R4 double cabin, 10 set peralatan SAR, serta 38 personel Brimob. Di wilayah perairan, Ditpolairud Polda Maluku Utara mengerahkan satu unit Kapal Patroli SBU dengan empat personel ABK untuk pemantauan dan evakuasi.

Dalam penanganan pengungsi, Polda Maluku Utara bekerja sama dengan Forkopimda dan instansi terkait mendirikan serta mengelola posko pengungsian. Kebutuhan dasar—makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan keamanan—terus diupayakan agar tetap terpenuhi. Polri juga menyiagakan Polres jajaran lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

Kapolda Maluku Utara menyampaikan duka cita dan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta empati kepada seluruh masyarakat terdampak. Polri mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing, mengikuti arahan petugas, serta menghindari area rawan bencana. Layanan darurat Polri 110 tersedia dan dapat diakses 24 jam untuk melaporkan kondisi darurat atau menghubungi kantor polisi terdekat.

Polda Maluku Utara memastikan seluruh jajaran tetap siaga 24 jam, memantau perkembangan situasi, dan bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat agar kondisi dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali berjalan normal.

Continue Reading

Peristiwa

Operasi Pekat Semeru 2026 Perkuat Pencegahan Kejahatan Jalanan di Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Jajaran Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota menggelar patroli harkamtibmas backbone di wilayah hukumnya, pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi dalam rangka Operasi Pekat Semeru 2026, yang difokuskan pada pencegahan penyakit masyarakat dan antisipasi kejahatan jalanan menjelang bulan suci Ramadhan.

Patroli dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh AKP Umar Said selaku perwira pengendali. Dengan melibatkan personel unit backbone, kegiatan difokuskan pada langkah preventif guna menekan potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor) yang kerap meningkat seiring dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.

Sejumlah titik strategis menjadi sasaran patroli, di antaranya kawasan PG Mrican, minimarket, permukiman warga, serta stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Lokasi-lokasi tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan karena aktivitas masyarakat yang relatif tinggi, terutama menjelang Ramadhan.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan situasi, patroli mobile, serta dialog singkat dengan masyarakat dan petugas keamanan setempat. Langkah ini sejalan dengan pendekatan preventif Operasi Pekat Semeru 2026, yang menempatkan kehadiran polisi di lapangan sebagai instrumen utama untuk mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H. menyampaikan bahwa patroli backbone merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Menurutnya, Operasi Pekat Semeru 2026 tidak hanya menitikberatkan pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan melalui patroli rutin dan pengawasan berkelanjutan.

“Patroli ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Ini bagian dari komitmen kami mendukung Operasi Pekat Semeru 2026 agar situasi kamtibmas tetap kondusif, terutama menjelang Ramadhan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi wilayah hukum Polsek Mojoroto terpantau aman, tertib, dan terkendali. Tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang menonjol, sementara aktivitas masyarakat berjalan normal.

Kegiatan patroli tersebut sekaligus menegaskan peran Polres Kediri Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Kediri. Dengan sinergi patroli preventif dan operasi kewilayahan, diharapkan Operasi Pekat Semeru 2026 mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat dalam menyambut momentum keagamaan. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Operasi Pekat Semeru 2026 Perkuat Pengamanan Jelang Lebaran

Published

on

Kediriselaludihati.com – Jajaran Polsek Kediri Kota mengintensifkan patroli harkamtibmas di sejumlah titik vital wilayah hukum Kota Kediri, pada Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya cipta kondisi dalam rangka Operasi Pekat Semeru 2026, yang menekankan langkah preventif untuk mencegah penyakit masyarakat dan gangguan keamanan menjelang Ramadhan serta Lebaran.

Patroli dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan menyasar lokasi-lokasi strategis yang memiliki potensi kerawanan meningkat pada momentum jelang hari besar keagamaan. Sejumlah titik yang dipantau antara lain kawasan perbankan, pusat perbelanjaan, obyek vital nasional, stasiun kereta api, hingga pertokoan emas yang ramai aktivitas masyarakat.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. melalui laporan resminya menyampaikan bahwa patroli tersebut dipimpin oleh Perwira Pengawas AKP Prayitno dengan kekuatan personel gabungan fungsi.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan sambang dan dialogis dengan petugas keamanan di masing-masing obyek guna memastikan kesiapsiagaan pengamanan serta memberikan imbauan kamtibmas.

Di kawasan Bank Mandiri Jalan Pemuda, petugas berdialog dengan satuan pengamanan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan konvensional, khususnya pencurian dan perampokan yang kerap meningkat menjelang Lebaran. Patroli juga menyambangi pusat perbelanjaan untuk memastikan keamanan masyarakat yang tengah berbelanja kebutuhan hari raya.

Selain itu, personel Polsek Kediri Kota melakukan patroli dialogis di PT Telkom untuk memastikan situasi keamanan serta kelancaran layanan internet yang menjadi kebutuhan penting masyarakat. Pengamanan turut difokuskan di Stasiun Kediri sebagai langkah antisipasi kepadatan dan antrean masyarakat yang mulai mempersiapkan perjalanan mudik.

Tak kalah penting, patroli juga menyasar pertokoan emas Sriwijaya yang mengalami peningkatan aktivitas transaksi. Petugas memberikan imbauan kepada pemilik dan petugas keamanan agar tetap waspada terhadap potensi kejahatan, sekaligus meningkatkan pengawasan lingkungan sekitar.

Menurut Kapolsek, rangkaian patroli tersebut selaras dengan sasaran Operasi Pekat Semeru 2026 yang mengedepankan pencegahan terhadap kejahatan jalanan, premanisme, serta tindak kriminal lain yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas. “Melalui patroli rutin dan dialogis ini, kami berupaya menciptakan rasa aman di tengah masyarakat serta menutup ruang gerak pelaku kejahatan, khususnya menjelang Ramadhan dan Lebaran,” ujarnya.

Hasil dari kegiatan patroli menunjukkan situasi wilayah hukum Polsek Kediri Kota terpantau aman dan kondusif. Arus lalu lintas di sejumlah titik terjaga lancar, sementara aktivitas masyarakat berlangsung tertib tanpa gangguan berarti.

Patroli harkamtibmas tersebut juga menjadi wujud komitmen Polres Kediri Kota dalam mendukung keberhasilan Operasi Pekat Semeru 2026 melalui pendekatan preventif dan kehadiran polisi di lapangan. Dengan langkah ini, diharapkan stabilitas keamanan di Kota Kediri tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah dan aktivitas ekonomi menjelang hari raya dengan aman dan nyaman. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Mojoroto Kediri Kaitkan Pendekatan Humanis dengan Operasi Pekat Semeru 2026

Published

on

Kediriselaludihati.com – Dalam upaya memperkuat kemitraan dengan masyarakat sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang bulan suci Ramadhan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo Polsek Mojoroto, Aiptu Suhartono, melaksanakan kegiatan sambang dan kunjungan kepada tokoh masyarakat serta pengurus mushola di wilayah Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Rabu (25/2/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam tiga titik berbeda pada hari yang sama. Sekitar pukul 11.00 WIB, Aiptu Suhartono menyambangi kediaman Misto (66), Ketua Takmir Mushola Al Ikhlas, warga RT 04 RW 02 Kelurahan Dermo. Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas menyerahkan sarana kontak ibadah berupa satu buah sarung sebagai bentuk kepedulian Polri sekaligus penguatan silaturahmi dengan tokoh agama setempat.

Selanjutnya, pada pukul 11.30 WIB, sambang dilanjutkan ke RT 01 RW 02 Kelurahan Dermo dengan mengunjungi Miaji (56), Ketua Takmir Mushola Al Jariyah. Selain menyerahkan sarung, Aiptu Suhartono menyampaikan pesan agar sarana ibadah tersebut dapat dimanfaatkan selama bulan Ramadhan dan mendorong pengurus mushola untuk terus aktif membina kegiatan keagamaan yang menyejukkan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 12.00 WIB dengan menyambangi Suwanto (57), tokoh masyarakat RT 04 RW 02 Kelurahan Dermo. Pada kesempatan itu, Bhabinkamtibmas kembali menyerahkan sarung serta menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Mojoroto, Kompol Rudi Purwanto, menegaskan bahwa kegiatan sambang tersebut merupakan bagian dari strategi preventif Polri dalam rangka Operasi Pekat Semeru 2026 yang tengah dilaksanakan jajaran Polda Jawa Timur, termasuk Polres Kediri Kota dan polsek jajaran.

“Pendekatan humanis melalui sambang, silaturahmi, dan pemberian sarana kontak ibadah ini menjadi bagian dari upaya preventif Operasi Pekat Semeru 2026. Tujuannya adalah membangun kedekatan emosional dengan masyarakat agar bersama-sama mencegah penyakit masyarakat, seperti peredaran miras ilegal, perjudian, narkoba, maupun gangguan kamtibmas lainnya, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadhan,” ujar Kompol Rudi Purwanto.

Ia menambahkan, Operasi Pekat Semeru 2026 tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum secara represif, tetapi juga pembinaan dan pencegahan sejak dini melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah binaan. Dengan keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat, diharapkan pesan-pesan kamtibmas dapat diterima lebih efektif dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Masyarakat pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kepedulian Bhabinkamtibmas yang dinilai mampu memberikan rasa aman serta mempererat hubungan antara Polri dan warga.

Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Polsek Mojoroto dalam mendukung pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026, sekaligus mencerminkan nilai Polres Kediri Kota Sekartaji: Selaras, Karomah, Tangguh, dan Terpuji. Melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas diharapkan terus hadir, berbuat, dan memberi manfaat bagi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Kediri. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page