Connect with us

Lalu Lintas

Unit Lantas Polsek Mojoroto Olah TKP Kecelakaan di Mrican Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Unit Lantas Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota melakukan penanganan laka lantas truk trailer dengan dump truk pasir Jl. Gatot Subroto Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Kejadian pada Hari Kamis 24 Nov 2022 pukul 09.50 WIB. Lokasinya di Depan Kantot paket JNE jln Gatot Subroto Mrican Wil Kum Mojoroto Kota Kediri.

Truck Trailer warna merah biru No pol AG – 8753 – AH yang dikendarai Yasuri (47) warga Dsn Kamal Rt 002 Rw 001 Ds Banyakan Kec Banyakan Kab Kediri

Dengan Dump Truck kuning No pol AE – 8091- UG di sopiri Edi Martoyo (24) warga Rt 003 Rw 001 Ds Dempelan Kab Madiun dengan Kernet David Yuan (21) warga Ds Sobrah Kec Wungu Kab Madiun

Terjadi insiden lalu lintas melibatkan dua kendaraan yaitu Truck Trailer dengan Dump Truck muatan pasir, sebelum terjadi laka lantas melaju kendaraan Truck Trailer No pol AG – 8753 – AH yg di sopiri YASKURI dr arah selatan ngampel menuju utara Mrican.

Di ikuti dr belakang arah yang sama kendaraan Dump truck pasir No pol AE – 8091 – UG yg di sopiri EDI MARTOYO dengan kernet DAVID YUAN ALBERTO di karenakan sopir kurang konsentrasi dan hati2 di lokasi TKP depan Kantor paket JNE mrican kendaran truck trailer berhenti di tabrak dari belakang oleh dump truck yg mengakibatkan sopir dump truck terjepit cabin depan kemudian setelah proses evakuasi sopir dan kernet Dump truck yg mengalami luka di bawa ke RS Ahmad Dahlan untuk menjalani penanganan dan perawatan.

Edi Martono sopir Dump Truck pasir mengalami luka patah tulang betis dan engkel kaki sebelah kiri dan Lecet lecet pada tangan dan kaki dan David Yuan Alberto luka lecet pada kaki dan tangan.

“Saat ini situasi TKP dan arus lalu lintas lancar aman terkendali serta proses penanganan laka lantas selanjutnya di serahkan ke 940 Unit Laka lantas Polres Kediri Kota,” ujar Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason, SH. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Polisi Sahabat Anak di TK Balowerti Warnai Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.H turun langsung menjadi dalang wayang dalam kegiatan Polisi Sahabat Anak yang digelar di TK Dharma Wanita, Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kediri Kota, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 dengan tujuan menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Sebanyak 59 siswa TK mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Anak-anak diajak mengenal dasar-dasar keselamatan berlalu lintas melalui media cerita wayang kardus yang dibawakan langsung oleh Kompol Bowo Wicaksono.

Dalam pementasan tersebut, Kapolsek Kediri Kota menyampaikan pesan-pesan tertib berlalu lintas secara sederhana dan komunikatif. Melalui tokoh-tokoh wayang, anak-anak dikenalkan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, berhati-hati saat berada di jalan, menyeberang di tempat yang aman, serta menggunakan helm saat dibonceng sepeda motor.

Kompol Bowo Wicaksono mengatakan, edukasi keselamatan berlalu lintas perlu dilakukan sejak dini agar tertib berlalu lintas tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter anak-anak di kemudian hari.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Jika sejak dini sudah dikenalkan tertib berlalu lintas dengan cara yang menyenangkan, maka nilai-nilai disiplin dan keselamatan akan lebih mudah melekat,” ujar Kompol Bowo di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, penggunaan media wayang kardus dipilih agar pesan keselamatan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak tanpa kesan menggurui. Selain itu, keterlibatan langsung Kapolsek sebagai dalang dimaksudkan untuk membangun kedekatan emosional antara polisi dan anak-anak.

“Kami ingin anak-anak merasa dekat dengan polisi, tidak takut, dan memahami bahwa polisi hadir untuk melindungi dan mengayomi,” kata dia.

Di akhir kegiatan, Kompol Bowo Wicaksono membagikan perlengkapan sekolah berupa buku tulis, krayon, pensil, dan penghapus kepada seluruh siswa. Pembagian alat sekolah tersebut menjadi bentuk dukungan Polsek Kediri Kota terhadap semangat belajar anak-anak.

Kapolsek juga berpesan agar para siswa selalu rajin belajar, patuh kepada orang tua dan guru, serta tumbuh menjadi anak-anak yang disiplin dan peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan Polisi Sahabat Anak ini menjadi salah satu rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas, sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Kediri.

Melalui pendekatan edukatif dan humanis sejak usia dini, Polsek Kediri Kota berharap budaya tertib berlalu lintas dapat terbentuk secara berkelanjutan dan menjadi fondasi keselamatan di masa depan. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Warkop Ojol Jadi Ruang Dialog Keselamatan Lalu Lintas di Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota menggelar kegiatan Polantas Menyapa bersama komunitas ojek online (ojol) di Kota Kediri, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di kawasan Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, khususnya pengemudi ojek online yang sehari-hari beraktivitas di jalan raya.

Dalam kegiatan ini, anggota Satlantas menyapa para pengemudi ojol melalui diskusi santai di Warkop Ojol Kamtibmas. Warkop tersebut disiapkan sebagai ruang komunikasi dan dialog antara kepolisian dengan komunitas ojol, sekaligus menjadi sarana penyampaian pesan-pesan kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan Polantas Menyapa bertujuan mendekatkan Polantas dengan masyarakat serta membuka ruang diskusi dua arah terkait permasalahan keamanan dan keselamatan di jalan.

“Melalui kegiatan ini, Polantas hadir langsung di tengah komunitas ojol untuk berdiskusi secara ringan mengenai kamtibmas, sekaligus memberikan imbauan tentang pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya,” ujar AKP Tutud Yudho.

Dalam dialog tersebut, anggota Kamsel menyampaikan sejumlah imbauan, antara lain pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI, serta menjaga etika berkendara demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, keberadaan Warkop Ojol Kamtibmas diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi berkelanjutan antara kepolisian dan komunitas ojol. Melalui sarana ini, para pengemudi dapat menyampaikan aspirasi, kendala di lapangan, maupun informasi yang berkaitan dengan situasi kamtibmas di wilayah Kota Kediri.

Satlantas Polres Kediri Kota berharap kegiatan Polantas Menyapa dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas, sekaligus mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Konsultasi Publik Kelas Jalan di Jatim Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Published

on

Kediriselaludihati – — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan penetapan kelas jalan di seluruh wilayah Jawa Timur sebagai bagian dari penataan sistem transportasi dan upaya menekan kerusakan infrastruktur jalan. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mendukung penerapan kebijakan nasional zero over dimension over load (ODOL) yang ditargetkan mulai berjalan penuh pada 2027.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan konsultasi publik penetapan kelas jalan yang digelar pada Selasa (10/2/2026) di Kantor Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur, Jalan Pahlawan Nomor 31, Kota Madiun. Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan instansi pusat, pemerintah daerah, serta aparat kepolisian.

Sejumlah lembaga yang hadir antara lain Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Kasat Lantas dari jajaran Polda Jawa Timur juga turut hadir sebagai perwakilan daerah.

Dalam forum tersebut, terungkap bahwa penggunaan jalan yang tidak sesuai dengan kelasnya masih menjadi persoalan utama di berbagai daerah. Kendaraan dengan muatan dan dimensi melebihi ketentuan kerap melintasi jalan yang tidak dirancang untuk beban berat, sehingga mempercepat kerusakan konstruksi jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., yang mewakili wilayahnya dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa penetapan kelas jalan memiliki peran strategis dalam pengelolaan lalu lintas dan pembangunan infrastruktur.

“Penggunaan jalan yang tidak sesuai dengan kelasnya berdampak langsung pada kerusakan jalan. Penetapan kelas jalan menjadi dasar penting agar pengaturan lalu lintas kendaraan, khususnya kendaraan angkutan barang, bisa dilakukan secara tepat,” kata AKP Tutud Yudho.

Ia menambahkan, pemetaan kelas jalan juga diperlukan untuk memperjelas pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam hal pembangunan serta pemeliharaan jalan. Dengan demikian, perencanaan anggaran dan pengawasan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.

Konsultasi publik ini juga menyoroti kesiapan daerah dalam mendukung kebijakan zero ODOL yang ditargetkan pemerintah pusat pada 2027. Kebijakan tersebut telah memperoleh dukungan langsung dari Presiden dan menjadi agenda nasional dalam rangka meningkatkan keselamatan lalu lintas serta menjaga ketahanan infrastruktur jalan.

“Dampak kendaraan ODOL sangat besar, tidak hanya merusak jalan, tetapi juga berpengaruh terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama dan sinergi antarinstansi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar AKP Tutud Yudho.

Dalam diskusi, peserta sepakat bahwa penetapan kelas jalan tidak dapat dilakukan secara sepihak. Pemerintah daerah didorong untuk aktif memberikan masukan berdasarkan kondisi riil di wilayah masing-masing, termasuk karakteristik lalu lintas, beban kendaraan, serta fungsi ekonomi jalan tersebut.

Masukan dari daerah nantinya akan dihimpun melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang telah disiapkan secara daring. Forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui konsultasi publik ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap penetapan kelas jalan dapat segera difinalisasi secara komprehensif. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi penerapan kebijakan zero ODOL di Jawa Timur. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page