Connect with us

Peristiwa

Unit Tipiring Sat Samapta Polsek Mojoroto Gerebek Warung Miras di GOR Joyoboyo Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Unit Tipiring Sat Samapta Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota melaksanakan ungkap perkara diduga Tindak Pidana Ringan memiliki, menyimpan dan menjual minuman keras tanpa ijin dari pihak yang berwenang.

TKP pengungkapan miras di warung seputaran GOR Joyoboyo Kel. Banjarmlati Kec. Mojoroto Kota Kediri. Kejadian pada Rabu 31 Juli 2024, sekira pukul 11.00 WIB.

Tersangka bernama Kuswantoro (32) warga Bandarlor IA/95 RT 006 RW 001 Kel. Bandarlor Kec. Mojoroto Kota Kediri. Barang bukti yang diamankan 20 botol minuman beralkohol jenis arak bali isi @60 ml.

Awalnya pada hari Rabu, 31 Juli 2024, sekira jam 10.30  WIB dari info masyarakat, petugas Unit Samapta Polsek Mojoroto melakukan penyelidikan, setelah dilakukan penyelidikan atas informasi tersebut, ternyata benar bahwa di TKP, didapatkan tersangka berikut barang bukti berupa minuman beralkohol tersebut diatas yang tidak dilengkapi izin dari pihak yang berwenang.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Mojoroto guna proses lebih lanjut. Tersangka melanggar pasal 9 ayat (2) Perda No. 12 Tahun 1983 tentang Ijin penjualan minuman keras di wilayah Kota Kediri.

“Kami sudah mengamankan diduga pelaku dan barang bukti. Melakukan pemeriksaan tersangka. Kini dalam proses penyidikan,” ujar Kanit Samapta Polsek Mojoroto Iptu Agus Budianto. (res/an).

Continue Reading

Lalu Lintas

Cegah Pelanggaran Sejak Usia Sekolah, Polisi Beri Edukasi Lalu Lintas kepada Siswa SMP PGRI 2 Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Edukasi tertib berlalu lintas kepada pelajar terus dilakukan jajaran Polres Kediri Kota. Kali ini, sosialisasi menyasar siswa-siswi SMP PGRI 2, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Senin (28/9/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan materi utama safety riding dan etika berlalu lintas.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto mendampingi personel Unit Lantas Polsek Pesantren Aiptu Sigit dalam memberikan edukasi kepada para pelajar.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas yang dilakukan kepada kelompok usia sekolah.

“Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren mendampingi Unit Lantas Polsek Pesantren dalam sosialisasi safety riding dan etika berlalu lintas kepada siswa-siswi SMP PGRI 2,” kata Siswandi.

Materi safety riding diberikan untuk menambah pemahaman siswa mengenai pentingnya keselamatan ketika berada di jalan. Sementara materi etika berlalu lintas diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa jalan raya merupakan ruang bersama yang penggunaannya membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan.

Kegiatan di SMP PGRI 2 tersebut sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi tertib berlalu lintas Satlantas Polres Kediri Kota yang pada hari yang sama dilaksanakan di sejumlah SMP di Kota Kediri.

Edukasi kepada pelajar menjadi salah satu upaya kepolisian untuk menanamkan kesadaran keselamatan sejak dini, terlebih sebagian besar pelajar tingkat SMP masih berada di bawah usia yang dipersyaratkan untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Karena itu, pelajar tidak hanya perlu memahami bagaimana berlalu lintas dengan aman, tetapi juga mengetahui batasan-batasan yang berlaku sebelum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor secara legal.

Siswandi mengatakan, keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pendampingan kepada masyarakat di wilayah binaannya, termasuk lingkungan pendidikan.

“Kami ingin pemahaman mengenai keselamatan dan etika berlalu lintas ditanamkan sejak usia sekolah,” ujar Siswandi.

Menurut dia, kedisiplinan berlalu lintas tidak semata-mata berkaitan dengan menghindari pelanggaran. Kesadaran terhadap aturan juga penting untuk melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Sosialisasi di lingkungan sekolah diharapkan membuat pelajar semakin memahami risiko yang dapat muncul ketika aturan keselamatan diabaikan.

Kepolisian juga mendorong lingkungan sekolah dan keluarga ikut mengambil peran dalam membangun budaya tertib berlalu lintas pada anak.

Melalui edukasi secara langsung, siswa diharapkan tidak sekadar mengetahui aturan, tetapi juga memahami alasan keselamatan di balik setiap ketentuan lalu lintas.

“Selama kegiatan berjalan dengan tertib, lancar dan kondusif,” kata Siswandi. (res/an)

Continue Reading

Lalu Lintas

Aksi Damai LSM di Dua Titik Kota Kediri, Satlantas Siagakan Personel Cegah Kepadatan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas menyusul kegiatan aksi damai gabungan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Kediri, pada Senin (28/9/2026).

Pengamanan dilakukan di dua lokasi yang menjadi titik kegiatan, yakni Balai Pemerintah Kota Kediri dan Kantor Kejaksaan Kota Kediri.

Sejumlah personel Satlantas ditempatkan di sekitar lokasi kegiatan serta jalur yang berpotensi mengalami peningkatan arus kendaraan sejak pukul 08.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan, pengamanan lalu lintas dilakukan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di tengah berlangsungnya aksi.

“Personel kami tempatkan di sejumlah titik untuk melakukan pengamanan dan pemantauan arus lalu lintas selama kegiatan aksi damai berlangsung,” kata Septia.

Menurut Septia, pengamanan tidak hanya difokuskan di sekitar Balai Pemkot Kediri dan Kantor Kejaksaan. Polisi juga melakukan pengaturan pada ruas jalan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kepadatan kendaraan.

Sedikitnya tiga titik menjadi fokus pengamanan jalur.

Sebanyak tiga personel ditempatkan di Simpang Empat Kartini, Kelurahan Pocanan, Kecamatan Kota. Empat personel disiagakan di sekitar kompleks Pemkot Kediri, sedangkan tiga personel lainnya ditempatkan di sekitar Kantor Kejaksaan Kota Kediri.

“Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya kepadatan arus lalu lintas,” ujar Septia.

Selain personel Satlantas, pengamanan kegiatan melibatkan sejumlah unsur Polres Kediri Kota.

Perwira pengendali yang terlibat di antaranya Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kasat Samapta Polres Kediri Kota, Kapolsek Kediri Kota, serta Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.

Satlantas memfokuskan tugasnya pada pengamanan jalur, pemantauan pergerakan kendaraan dan pengaturan lalu lintas di sekitar titik kegiatan.

Septia mengatakan, pengaturan tersebut diperlukan agar penyampaian aspirasi yang dilakukan peserta aksi tidak mengganggu mobilitas pengguna jalan lainnya.

“Kami berupaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas sehingga masyarakat yang melintas tetap dapat beraktivitas dengan aman dan lancar,” kata Septia.

Polisi juga melakukan pemantauan secara langsung terhadap kondisi arus lalu lintas selama aksi berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar personel dapat segera melakukan pengaturan apabila terjadi peningkatan volume kendaraan di sekitar lokasi.

Pengamanan aksi masyarakat menjadi perhatian karena Balai Pemkot dan Kantor
Kejaksaan berada di kawasan yang bersinggungan dengan aktivitas lalu lintas masyarakat.

Karena itu, personel ditempatkan tidak hanya tepat di lokasi aksi, tetapi juga pada simpang dan jalur di sekitarnya.

Dalam laporan kepolisian tersebut tidak disebutkan jumlah peserta maupun materi tuntutan yang disampaikan gabungan LSM. Pengamanan Satlantas difokuskan pada aspek lalu lintas dan antisipasi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Septia memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama kegiatan dapat berlangsung sesuai rencana.

“Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Satlantas Polres Kediri Kota mengimbau masyarakat tetap tertib berlalu lintas dan mengikuti arahan petugas apabila melintas di sekitar lokasi kegiatan, sehingga aktivitas penyampaian aspirasi maupun mobilitas masyarakat dapat berlangsung tanpa mengganggu satu sama lain. (res/an)

Continue Reading

Lalu Lintas

Pembekalan Takmir Se-Kota Kediri, Kapolres Soroti Keamanan, Transparansi Dana hingga Regenerasi Pengurus

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mendorong pengurus masjid di Kota Kediri mulai memperkuat sistem keamanan dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya melalui pemasangan kamera pengawas atau CCTV.

Selain keamanan, pengelolaan keuangan, regenerasi kepengurusan hingga keterlibatan generasi muda menjadi sejumlah hal yang menurut Kresno perlu mendapatkan perhatian dalam pengelolaan masjid.

Hal itu disampaikan Kresno saat memberikan materi dalam Pembekalan Takmir Masjid Se-Kota Kediri bertema “Kamtibmas di Lingkungan Masjid” yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kediri di Ruang Joyoboyo Pemerintah Kota Kediri, Senin (28/9/2026).

“Saat ini sudah merupakan kewajiban masjid memiliki CCTV untuk pencegahan tindak pidana, membantu pengungkapan kasus atau tindak pidana. Sehingga saat ini kita harus melek teknologi untuk mendukung kegiatan keagamaan dan sosial lainnya,” kata AKBP Wisnu.

Menurut Wisnu, keamanan masjid tidak hanya berkaitan dengan pengamanan ketika kegiatan berlangsung. Tata kelola kepengurusan juga penting untuk mencegah munculnya persoalan di kemudian hari.

Ia meminta masjid memiliki aturan pengelolaan yang jelas, termasuk berkaitan dengan keuangan dan pergantian pengurus.

“Saya harap di masjid punya pakem untuk mencegah permasalahan di kemudian hari seperti penggelapan dana,” ujarnya.

Wisnu juga membuka kemungkinan pemanfaatan transaksi nontunai dalam pengelolaan keuangan masjid. Pengurus masjid, menurut dia, dapat berkoordinasi dengan pihak perbankan untuk mendukung sistem tersebut.

Dalam pembekalan itu, Kresno turut menyoroti regenerasi kepengurusan masjid. Menurut dia, keterlibatan generasi muda perlu terus didorong agar masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang aktivitas sosial dan pembinaan masyarakat.

“Sekarang bagaimana kita menggandeng para pemuda itu agar mau datang dan berkegiatan di masjid. Bisa dilaksanakan dengan kegiatan bersosialisasi terlebih dahulu, kemudian nanti baru diselipkan siraman rohani,” kata AKBP Wisnu.

Tak hanya itu, Polres Kediri Kota juga membuka peluang memberikan pelatihan kepada pengurus masjid dalam membantu pengaturan lalu lintas di sekitar tempat ibadah, terutama ketika berlangsung kegiatan yang mendatangkan banyak jamaah.

“Para pengurus masjid bisa dilatih untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar masjid. Mungkin nanti bisa dilaksanakan pelatihan lalu lintas di Polres,” ujarnya.

Persoalan keamanan kemudian muncul dalam sesi tanya jawab.

Perwakilan Takmir Masjid Agung Kota Kediri menyampaikan terima kasih atas pengamanan yang selama ini diberikan kepolisian. Namun, pengamanan dinilai masih dibutuhkan, khususnya ketika Shalat Jumat serta pada rentang waktu antara Shalat Maghrib dan Isya.

Permintaan tersebut disampaikan karena jamaah Masjid Agung tidak hanya berasal dari Kota Kediri. Takmir juga menyebut pernah terjadi pencurian helm serta knalpot mobil di lingkungan masjid.

Menanggapi hal itu, Kresno mengatakan kepolisian akan melakukan penempatan personel meskipun tidak dapat dilakukan secara penuh karena keterbatasan jumlah anggota.

“Nanti akan kami plotting di Masjid Agung, walaupun kami tidak sepenuh waktu karena keterbatasan anggota,” kata Wisnu.

Karena itu, ia kembali menekankan pentingnya peningkatan kemampuan pengurus masjid untuk ikut mengelola keamanan dan ketertiban secara mandiri.

Usulan lain datang dari Takmir Masjid Betet yang mengusulkan pembentukan tim untuk memberikan sosialisasi keamanan kepada remaja masjid dengan melibatkan unsur kecamatan.

Wisnu menyambut usulan tersebut dan mengatakan akan berkoordinasi dengan Ketua PD DMI Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab.

“Nanti mungkin kami akan berkoordinasi dengan Gus Ab terkait rencana kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Ab mengatakan DMI Kota Kediri sebelumnya telah berkolaborasi dengan Polres Kediri Kota dalam sejumlah kegiatan, di antaranya bersih-bersih masjid serta pengamanan Shalat Jumat di beberapa masjid yang dinilai memerlukan perhatian.

“Kegiatan DMI ini merupakan program yang ditujukan kepada takmir masjid agar lebih berkembang dalam pengelolaan masjid,” kata Gus Ab.

Ia berharap dukungan Pemerintah Kota Kediri dan Polres Kediri Kota dapat memperkuat peran DMI sehingga keberadaan masjid semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan masjid memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat menjalankan ibadah.

“Masjid ini merupakan tempat untuk beribadah, juga sebagai tempat untuk bersosialisasi. Sehingga kita perlu melakukan pengelolaan yang baik agar masjid dapat bermanfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitarnya,” kata Vinanda.

Menurut Vinanda, para takmir memiliki posisi penting karena bukan hanya bertindak sebagai pengelola, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Ia juga menyinggung kondisi toleransi di Kota Kediri yang menurutnya tidak terbentuk dengan sendirinya.

“Saya bersyukur Kota Kediri dikenal sebagai kota yang toleran. Tentu suasana seperti ini tidak tumbuh dengan sendirinya dan itu ada peran takmir masjid,” ujarnya.

Vinanda turut meminta pengurus masjid memberikan ruang yang lebih besar kepada generasi muda.

“Terus rangkul generasi muda masjid, buat mereka dekat dengan masjid dan beri ruang bagi remaja masjid agar mereka bisa berkembang,” katanya.

Pembekalan tersebut juga dihadiri Kabag Kesra Pemkot Kediri Miftahur Rozak, Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Dr. H. Zuhri, Area Manager BSI Kediri Angga Wahyuda Prawiroso, pengurus DMI Kota Kediri serta perwakilan takmir masjid se-Kota Kediri.

Dalam rangkaian kegiatan juga dilakukan penyerahan secara simbolis uang kehormatan imam masjid dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 2,5 juta per penerima.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta itu berlangsung mulai pukul 09.45 WIB di Ruang Joyoboyo Pemkot Kediri, Jalan Basuki Rahmat Nomor 15, Kota Kediri. Rangkaian acara berlangsung tertib dan kondusif. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page