Connect with us

Uncategorized

Vaksinasi Door To Door Untuk Lansia Dengan Gunakan Motor Vaksin Keliling

Published

on

Mojokerto – Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. didampingi pejabat utama dan vaksinator menggunakan motor vaksin keliling dalam rangka melaksanakan Vaksin Door To Door kepada 32 lansia di Kota Mojokerto sekaligus memberikan bantuan sosial berupa paket Sembako dan Vitamin serta obat-obatan. Jumat(08/10/21) Sore.

Kegiatan yang Dipimpin langsung Perwira lulusan Akpol 2001 ini menjelaskan, “vaksinasi lansia hingga kini masif dilaksanakan di wilayah aglomerasi yang levelnya turun ke level 3 berdasarkan hasil akhir anev Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)”, Ucap Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.

Sementara, Kota Mojokerto masuk dalam aglomerasi Surabaya Raya. “Termasuk capaian vaksinasi lansia yang masih rendah. Dan kita targetkan dengan banyaknya kendala dari masyarakat yang lanjut usia tapi harus tetap mengikuti vaksin,” Tambah Rofiq.

Vaksin Keliling secara door to door ini, tak lain untuk mengatasi permasalahan atau kendala-kendala yang menyebabkan sejumlah lansia divaksinasi. Problem tersebut diantaranya, kesulitan transportasi, informasi yang tidak detail terkait vaksinasi sampai ke masyarakat, hingga lokasi tempat tinggal warga yang jauh dari pusat-pusat kegiatan vaksinasi.

“Kita hadir disitu, menggunakan Motor Vaksin Bersama Vaksinator Secara door to door melayani vaksin tahap pertama dan kedua. Supaya bisa segera cepat capaian vaksinasi. Khusus untuk wilayah Mojokerto Kota capaian vaksin lebih dari 58 persen. Target harus 70 persen,” Tutup Kapolresta.

Sementara itu Kasi Humas Polresta Mojokerto Menambahkan, “hari ini Polresta Mojokerto melaksanakan Vaksin Door To Door dengan sasaran lansia, sebanyak 32 lansia yang kita berikan vaksin dari rumah ke rumah sekaligus memberikan bantuan sosial berupa paket Sembako dan Vitamin serta obat-obatan” Terang Kasi Humas IPDA M.K Umam, S.E

Berikut Data 32 Lansia Penerima Vaksinasi :

  1. Karni, 68 Th, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  2. Poniti, 66 Th, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  3. Sikah, 63 Th, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  4. Kasri, 62 Th, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  5. Suparlik, 57 Th, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  6. Kusni, 56 Th, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  7. Koirul, 53 Th, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  8. Sukiati, 52 Th, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  9. Subekti, 53 Th, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  10. Mokhamad Suwanan, 50 Th, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  11. Slamet, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  12. Anang Hariwantoro, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  13. Anifah, Kel. Gayaman, Kec. Mojoanyar Kabupaten Mojokerto
  14. Ulfah,Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  15. Yayuk,Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  16. Yati, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  17. Juli Mulipah, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  18. Sanik, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  19. Sudartik, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  20. Moch. Yunus, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  21. Diah Jama Wijayanti,Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  22. Nurhayati, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  23. Taminem, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  24. Heri Siswanto, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  25. Sri Lestari, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  26. Rudi Hartanto, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  27. Setiana Purwandhini, Kel. Kranggan, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  28. Wulanti Feriyani, Kel. Magersari, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  29. Dwi Winarti, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  30. Danik Ika Ningsih, Kel. Gunung Gedangan, Kec. Magersari Kota Mojokerto
  31. Jumaroh, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto
  32. Francis Yonga B, Kel. Meri, Kec. Kranggan Kota Mojokerto

(MK/Hms)

Continue Reading

Uncategorized

Edi Hasibuan: Meningkatnya Citra Polri Jadi Apresiasi Masyarakat atas Kinerja Kepolisian

Published

on

Jakarta – Tren positif terhadap citra institusi Polri terus menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi gambaran semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara sebagai institusi yang menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada publik.

Pemerhati Hukum Kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta, Edi Hasibuan, menyambut baik capaian tersebut. Menurutnya, meningkatnya citra positif Polri merupakan bentuk apresiasi masyarakat atas berbagai upaya pembenahan yang telah dilakukan institusi kepolisian.

“Hasil survei kinerja Polri ini, akan menjadi bagian kado masyarakat terhadap Polri,” katanya, Jumat (26/6/2026).

Dosen Pascasarjana itu menilai peningkatan citra positif tidak terlepas dari komitmen Polri dalam memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperkuat profesionalisme personel, meningkatkan transparansi, serta menjalankan penegakan hukum secara lebih baik.

“Naiknya citra positif Polri menunjukkan masyarakat mulai merasakan perubahan yang dilakukan institusi kepolisian,” katanya.

Menurut Edi, kepercayaan masyarakat merupakan aset penting yang harus terus dijaga oleh Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Karena itu, ia berharap hasil survei tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

“Kita minta kepada seluruh jajaran Polri, angka kepercayaan publik yang tinggi jangan membuat polri cepat berpuas diri. Justru harus menjadi dorongan agar reformasi internal, peningkatan integritas, pelayanan publik, dan penegakan hukum yang berkeadilan terus ditingkatkan,” tambahnya.

Edi juga meyakini tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri masih dapat terus meningkat apabila institusi tersebut mampu mempertahankan konsistensi kinerja, memperkuat profesionalisme personel, serta tetap membuka ruang bagi evaluasi dan kritik yang konstruktif sebagai bagian dari proses perbaikan.

Continue Reading

Uncategorized

Menpora Erick Thohir Apresiasi Pekan Olahraga Polri 2026: Makin Banyak Event Olahraga, Makin Baik untuk Bangsa

Published

on

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi pelaksanaan Pekan Olahraga Polri 2026 yang digelar di Polda Metro Jaya, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya memperkuat sportivitas, kebersamaan, dan budaya olahraga di tengah masyarakat.

Erick menyampaikan, pembangunan olahraga nasional tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga sendiri. Menurutnya, keterlibatan berbagai institusi, termasuk Polri, sangat penting untuk memperluas ruang kompetisi dan pembinaan atlet.

“Saya juga berterima kasih karena tidak mungkin kami, Kemenpora, membangun olahraga dengan kesendirian. Makin banyak yang melaksanakan event-event olahraga, makin baik buat bangsa kita,” ujar Erick dalam sambutannya.

Erick juga menyinggung peran sejumlah atlet dari lingkungan Polri yang ikut memberi kontribusi bagi prestasi olahraga nasional. Ia menyebut, banyak atlet dari berbagai cabang olahraga yang telah menunjukkan kemampuan dan membawa nama baik bangsa.

“Tentu banyak atlet yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Ada yang membawa tim sepak bola kita juara, dan banyak atlet lagi dari cabang olahraga lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Erick menilai Pekan Olahraga Polri juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembinaan cabang olahraga prioritas. Ia menyebut sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON.

“Tadi ada sejumlah cabang olahraga, dan sebagian masuk DBON. Bapak Presiden juga meminta 21 cabang olahraga prioritas. Saya lihat ada voli, bulu tangkis, dan lain-lain,” ucapnya.

Selain kompetisi, Erick menilai Pekan Olahraga Polri memiliki nilai penting karena ikut memasyarakatkan olahraga. Ia menyebut partisipasi masyarakat Indonesia dalam berolahraga masih perlu terus ditingkatkan.

“Yang menarik, saya mendapat laporan Pekan Olahraga Polri ini juga memasyarakatkan olahraga. Karena memang kita masih tertinggal. Jepang yang demografinya makin tua, partisipasi masyarakat berolahraganya sudah mencapai 72,9 persen. Indonesia partisipasinya baru 26,3 persen,” ujarnya.

Menurut Erick, membangun budaya olahraga di masyarakat juga berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan. Semakin banyak masyarakat berolahraga, maka semakin besar peluang untuk menjaga kebugaran dan menekan biaya kesehatan.

“Dengan mengolahragakan masyarakat, konteksnya juga menjaga kesehatan dan menekan biaya kesehatan. Karena semua yang di depan saya termasuk saya hari ini makin tua. Yang di belakang belum tua, tapi nanti tua juga,” katanya.

Erick juga mendorong agar kegiatan car free day dapat terus diperluas ke berbagai daerah. Ia menyebut saat ini kegiatan car free day baru berjalan di sekitar 220 kota, sementara Indonesia memiliki 514 kota/kabupaten.

“Kita bisa lihat car free day hari ini baru 220 kota, padahal kita ada 514 kota. Nanti kita juga dorong bagaimana car free day ini bisa ada di seluruh kota di Republik Indonesia,” tutur Erick.

Erick kemudian berpesan kepada seluruh atlet yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Polri 2026 agar menjaga sportivitas. Ia menegaskan sportivitas merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter atlet.

“Para atlet yang akan bertanding, tetap jaga sportivitas. Karena itulah bagian dari jiwa raga kalian dalam membangun karakter yang baik,” katanya.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan Pekan Olahraga Polri 2026 diikuti 6.698 atlet dari delapan cabang olahraga, yakni basket, bulu tangkis, judo, menembak, indoor skydiving, tenis lapangan, taekwondo, dan karate.

Wakapolri berpesan kepada seluruh atlet agar bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, keberanian, dan kehormatan. Ia berharap Pekan Olahraga Polri 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan serta membangun prestasi olahraga nasional.

Pembukaan Pekan Olahraga Polri 2026 berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat negara. Kegiatan ini menjadi momentum Polri untuk mempererat kebersamaan dengan masyarakat melalui olahraga yang sehat, positif, dan penuh semangat persaudaraan.

Continue Reading

Uncategorized

Sandri Rumanama: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Dirasakan Masyarakat

Published

on

Jakarta – Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama, memberikan apresiasi atas meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada pertengahan 2026. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan institusi kepolisian mulai mendapat pengakuan dari publik.

Berdasarkan hasil survei nasional, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri tercatat mencapai 82,4 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di level 76,2 persen.

Sandri menilai kenaikan tersebut merupakan hasil dari reformasi yang terus dijalankan Polri, mulai dari pembenahan internal, peningkatan profesionalisme personel, hingga perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kenaikan tingkat kepercayaan publik ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasakan perubahan yang terjadi di tubuh Polri. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi,” kata Sandri.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama bagi Polri untuk terus memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Ia juga melihat adanya perubahan budaya kerja di lingkungan Polri yang kini lebih mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Pendekatan persuasif, kata Sandri, semakin diutamakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

“Penegakan hukum saat ini tidak lagi identik dengan pendekatan yang kaku. Polisi lebih mengutamakan solusi, komunikasi, dan kehadiran yang memberikan rasa aman. Masyarakat juga merasakan bahwa polisi kini lebih dekat, lebih ramah, dan lebih responsif terhadap setiap aduan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sandri menilai perubahan tersebut tidak hanya terlihat di tingkat pusat, tetapi juga dirasakan hingga ke jajaran paling bawah. Kehadiran personel Polri, mulai dari Mabes Polri hingga Bhabinkamtibmas di berbagai pelosok daerah, dinilai semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kerja nyata di lapangan itulah yang menjadi fondasi meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri,” tutup Sandri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page