Connect with us

Peristiwa

Wakapolres Kediri Kota Hadiri Pembukaan SYIAR 2026, Polri Dukung Kolaborasi Pengembangan Ekonomi Syariah dan UMKM Halal

Published

on

Kediriselaludihati.com – Penguatan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Mataraman terus didorong melalui gelaran Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang resmi dibuka di Kota Kediri, pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 6 September 2026 tersebut menghadirkan berbagai agenda pengembangan ekonomi halal, pemberdayaan UMKM, literasi keuangan syariah, hingga transformasi digital.

Dalam kegiatan pembukaan yang digelar di Balai Kota Kediri tersebut, hadir Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama berbagai unsur pemerintah, lembaga keuangan, tokoh agama, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Mewakili Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K. turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan Polres Kediri Kota terhadap penguatan kolaborasi lintas sektor di Kota Kediri.

Pembukaan SYIAR 2026 ditandai dengan pemukulan kendang reog oleh Wali Kota Kediri, Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal, Wakil Direktur Eksekutif I KDEKS Provinsi Jawa Timur Abdul Mongid, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Wilayah Mataraman Melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, SYIAR 2026 menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kegiatan SYIAR menjadi momentum penting untuk memperkuat ekonomi syariah yang tidak hanya berbicara tentang sektor keuangan, tetapi juga menyangkut pertumbuhan usaha masyarakat, peningkatan kualitas produk lokal, serta pemberdayaan pesantren sebagai pusat ekonomi.

“Ekonomi syariah bukan hanya tentang sektor keuangan. Ini juga bagaimana usaha masyarakat dapat tumbuh, produk lokal naik kelas, pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi, serta masyarakat mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah, aman, dan inklusif,” ujar Vinanda.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri yang konsisten menghadirkan kegiatan yang mendorong perkembangan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, penguatan ekosistem halal di Kota Kediri terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 2 September 2026, sebanyak 26.705 produk Kota Kediri telah memiliki sertifikat halal.

“Ini menunjukkan bahwa ekosistem halal di Kota Kediri terus bergerak. Ribuan pelaku usaha terus berbenah meningkatkan kualitas produk dan memberikan jaminan kepada konsumen,” katanya.

Vinanda juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi halal membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari produksi, pembiayaan, sertifikasi, distribusi hingga pemasaran.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama ekosistem halal di Kota Kediri sebagai bentuk keseriusan membangun kawasan halal yang terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal mengatakan, SYIAR 2026 merupakan bagian dari perjalanan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Menurutnya, terdapat tiga pilar utama dalam pengembangan ekonomi syariah, yakni penguatan rantai nilai halal, pengembangan keuangan syariah, serta peningkatan literasi masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah.

“Potensi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sangat besar. Karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat,” ujar Rifki.

Kegiatan SYIAR 2026 juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM melalui berbagai agenda, seperti pameran produk UMKM Mataraman, tenan kuliner dan kopi, halal center, talk show, kompetisi ekonomi syariah, gerakan pangan murah, hingga sosialisasi QRIS.

Selain Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua MUI Pusat KH Anwar Iskandar, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Kepala KPwBI Kediri Yayat Cadarajat, perwakilan Forkopimda, jajaran OJK, Kementerian Agama, pimpinan pondok pesantren, perguruan tinggi, perbankan syariah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran unsur kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya bersama membangun iklim ekonomi yang produktif, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kediri serta wilayah Mataraman. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

AKBP Wisnu Pimpin Apel Penghargaan, Apresiasi Kontribusi Personel dan Masyarakat

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H, S.IK, M.Si memberikan penghargaan kepada sejumlah personel kepolisian, mitra Polri, serta masyarakat yang dinilai telah berkontribusi dalam membantu pelaksanaan tugas kepolisian sepanjang 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam apel yang berlangsung di halaman Markas Polres Kediri Kota, Selasa (20/10/2026) pagi.

Apel yang dimulai pukul 07.30 WIB itu dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto dan diikuti pejabat utama, para kapolsek, personel Polres Kediri Kota, serta perwakilan penerima penghargaan.

Pemberian penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi institusi kepolisian terhadap personel yang menunjukkan prestasi dalam pelaksanaan tugas, sekaligus pengakuan atas kontribusi mitra dan masyarakat yang turut membantu tugas Polri.

Dalam rangkaian apel, penghargaan terlebih dahulu diberikan kepada perwakilan anggota kepolisian yang berprestasi setelah pembacaan keputusan Kapolres Kediri Kota. (res/an)

Selanjutnya, AKBP Kresno Wisnu menyerahkan penghargaan kepada perwakilan mitra kepolisian dan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat dalam penerimaan penghargaan tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap tugas kepolisian tidak hanya berasal dari internal institusi, tetapi juga dari warga dan berbagai pihak yang menjalin kerja sama dengan Polri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan amanat kepada peserta apel.

Pemberian penghargaan diharapkan dapat menjadi dorongan bagi personel kepolisian untuk terus meningkatkan profesionalisme, tanggung jawab, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Bagi mitra dan masyarakat, apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Kerja sama antara aparat dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban, termasuk melalui komunikasi, kepedulian lingkungan, serta partisipasi warga dalam membantu tugas-tugas kepolisian sesuai ketentuan.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan tugas Polri tidak dapat dilepaskan dari dukungan masyarakat. Karena itu, penghargaan ini juga menjadi ungkapan terima kasih kepada warga dan seluruh mitra yang telah berkontribusi membantu tugas kepolisian,” kata AKBP Wisnu.

Apel penghargaan tersebut turut dihadiri Wakapolres Kediri Kota, pejabat utama Polres, serta para kapolsek jajaran.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono bertugas sebagai perwira apel, sedangkan Kanit Samapta Polsek Banyakan Ipda Suprianto menjadi komandan apel.

Peserta apel terdiri atas sejumlah satuan dan fungsi kepolisian, mulai dari Sat Samapta, Sat Lantas, Intelkam, Reskrim, Satresnarkoba, staf Polres, personel polsek jajaran, hingga aparatur sipil negara di lingkungan Polri.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa dan foto bersama setelah seluruh penerima penghargaan menerima apresiasi dari Kapolres.

Apel yang berlangsung sekitar 35 menit tersebut berakhir pada pukul 08.05 WIB.

Sementara itu, laporan kegiatan belum merinci jumlah penerima penghargaan, identitas masing-masing penerima, maupun prestasi dan kontribusi khusus yang menjadi dasar pemberian penghargaan.

Melalui kegiatan ini, Polres Kediri Kota memberikan apresiasi kepada personel, mitra, dan masyarakat yang telah membantu pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus mendorong penguatan kerja sama dalam memberikan pelayanan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

AKP Sundari: Kepedulian Sosial Jadi Bagian dari Upaya Humas Polri Membangun Kepercayaan Masyarakat

Published

on

Kediriselaludihati.com – Menyambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Seksi Hubungan Masyarakat (Sie Humas) Polres Kediri Kota menggelar bakti sosial dan donor darah, Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian kepolisian terhadap masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara Polri dan warga.

Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri”, kegiatan yang dipimpin Kasi Humas Polres Kediri Kota AKP Sundari itu menyasar sejumlah warga kurang mampu, termasuk para tukang becak.

Personel Sie Humas membagikan bantuan paket sembako untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima manfaat.

Selain bakti sosial, jajaran Humas Polres Kediri Kota melaksanakan donor darah di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Kelurahan Semampir, Kota Kediri.

Kegiatan donor darah tersebut menjadi bentuk kontribusi kemanusiaan untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan transfusi.

Kasi Humas Polres Kediri Kota AKP Sundari menjelaskan bahwa peringatan Hari Jadi Humas Polri menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan bakti sosial dan donor darah ini, kami ingin menunjukkan bahwa Humas Polri tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata AKP Sundari.

Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, pelayanan yang humanis, serta tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya.

Dalam momentum Hari Jadi Humas Polri ke-75, jajaran kehumasan juga diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik, termasuk menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan sosial tersebut menjadi salah satu cara memperkuat kedekatan antara personel kepolisian dan masyarakat di luar pelaksanaan tugas rutin. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Kapolres Kediri Kota Ajak Jaga Persatuan, Wali Kota Vinanda Tekankan Toleransi dan Pembangunan Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polres Kediri Kota bersama Pemerintah Kota Kediri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan tokoh agama menggelar doa bersama memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pada Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmad Nomor 15, Kelurahan Pocanan, itu menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus menyampaikan harapan agar kebijakan pemerintah semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

Doa bersama yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota KH Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari.

Hadir pula Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri H. Salim, perwakilan TNI, kejaksaan, Brimob, serta jajaran organisasi perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan bahwa peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi kesempatan untuk mendoakan perjalanan bangsa sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan doa bersama ini merupakan momentum yang baik bagi kita semua untuk memanjatkan doa dan harapan bagi perjalanan bangsa Indonesia, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata AKBP Wisnu.

Menurutnya, tantangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh kepolisian sendiri.

Diperlukan keterlibatan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga agar stabilitas keamanan dapat terus terpelihara.

“Kami menyadari bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Wisnu menegaskan bahwa Polres Kediri Kota akan terus menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan publik secara profesional, humanis, dan berintegritas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri dan seluruh pihak yang selama ini bekerja sama dalam menjaga situasi daerah.

Secara khusus, Kapolres menyoroti peran tokoh agama dalam merawat kerukunan umat beragama dan mencegah munculnya perpecahan di masyarakat.

Menurutnya, kontribusi PCNU dan FKUB Kota Kediri penting dalam memperkuat persaudaraan serta menanamkan nilai-nilai kedamaian.

Kresno berharap kegiatan doa bersama tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat persaudaraan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan bagian dari perjalanan pembangunan nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Menurut Vinanda, keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama dan kekompakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat.

“Dua tahun tentu menjadi bagian perjalanan panjang dalam membangun bangsa. Masih banyak tantangan dan tugas yang harus kita kerjakan bersama-sama,” ujar Vinanda.

Ia menegaskan bahwa program pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita perlu mendapat dukungan melalui kerja nyata di daerah.

Vinanda juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan sebagai salah satu kekuatan sosial Kota Kediri.

“Kita semua ingin Kota Kediri dikenal sebagai kota yang menjunjung toleransi,” katanya.

Menurutnya, keberagaman masyarakat harus terus dirawat agar tidak menjadi sumber perpecahan.

Karena itu, Vinanda mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk provokasi dan penyebaran informasi bohong melalui media sosial.

“Mari kita bersama-sama menjaga Kota Kediri agar tetap aman, damai, sejuk, dan kondusif. Kita tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, bijak dalam menggunakan media sosial, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat memecah belah persatuan,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat, baik dalam menjaga keamanan maupun mendukung pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan penayangan video perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Setelah sambutan Kapolres dan Wali Kota Kediri, acara dilanjutkan dengan tausiah serta doa bersama yang dipimpin Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil.

Doa dipanjatkan agar Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan seluruh jajaran pemerintahan diberikan kesehatan, kebijaksanaan, serta kemampuan menjalankan amanah untuk kepentingan masyarakat.

Selain itu, para peserta mendoakan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, keselamatan, persatuan, dan kesejahteraan.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 17.00 WIB tersebut berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Melalui doa bersama ini, Polres Kediri Kota mengajak masyarakat terus menjaga kerukunan dan memperkuat kebersamaan, sekaligus berharap pembangunan nasional maupun daerah dapat berjalan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page