Peristiwa
Tahapan Kampanye, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Ciptakan Keamanan Lingkungan
Komitmen TNI-Polri dalam upaya menciptakan Pilkada damai di wilayah hukum Polres Kediri Kota terus menunjukkan dampak positif. Salah satu langkah konkret dalam mewujudkan hal tersebut adalah melalui kegiatan sinergi antara Bhabinkamtibmas dan Babinsa di wilayah setempat.
Dalam rangka Cooling System, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Grogol dan Polsek Mojo bersama dengan anggota Babinsa serta perangkat Desa mengajak para kaum muda serta pendukung salah satu Paslon Calon Bupati Kediri untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan Pilkada damai yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang serta menjaga kerukunan dan perdamaian, Selasa (15/10)
Kasi Humas Polres Kediri Kota Ipda Nanang Setawan SH , mengonfirmasi bahwa pihaknya akan terus berupaya mengajak semua elemen masyarakat di wilayah hukum Polres Kediri Kota untuk berkomitmen dalam mewujudkan Pilkada yang damai dan sejuk.
“Iya, kami berkomitmen untuk menciptakan Pilkada damai. Kami akan menyasar semua elemen masyarakat agar selalu berkomitmen dalam perhelatan pesta demokrasi ini,” kata Ipda Nanang
Ipda Nanang menyatakan Bhabinkamtibmas dan Babinsa melakukan sosialisasi dengan sasaran utama para kaum muda. Ia menekankan bahwa para anak muda ini akan menjadi garda terdepan dalam upaya menciptakan Pilkada damai.
“Kami berharap, perhelatan Pilkada tahun 2024 ini berjalan aman dan lancar,” tambah Ipda Nanang
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kaum muda akan pentingnya peran mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Pilkada, serta mendukung terciptanya suasana yang kondusif di wilayah hukum Polres Kediri Kota
Inspirasi
AKBP Wisnu Tinjau SPPG dan TK Kemala Bhayangkari, Pengawasan MBG Diperketat dari Dapur hingga Siswa

Kediriselaludihati- Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dua TK Kemala Bhayangkari di Kota Kediri, Rabu (16/9/2026).
Kunjungan sejak pukul 07.00 hingga 10.10 WIB itu dilakukan untuk mengecek fasilitas sekaligus mengawasi proses penyediaan dan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) agar makanan yang diterima siswa memenuhi standar kualitas, higienitas dan kelayakan konsumsi.
Empat lokasi yang dikunjungi masing-masing SPPG Polri Semampir 1, TK Kemala Bhayangkari 42, TK Kemala Bhayangkari 41 serta SPPG 3 Polres Kediri Kota.
AKBP Wisnu didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Prastyaka Ratsuko, S.I.K., M.I.K., pejabat utama Polres Kediri Kota, Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Kunjungan pertama dilakukan di SPPG Polri Semampir 1. Rombongan tiba sekitar pukul 07.00 WIB dan diterima Kepala SPPG Semampir 1 Polres Kediri Kota Anastasya Sukma Kundhalini bersama karyawan.
Di lokasi tersebut, AKBP Wisnu mengecek fasilitas yang digunakan dalam pelayanan pemenuhan gizi sebelum rombongan melanjutkan kunjungan ke TK Kemala Bhayangkari 42 sekitar pukul 07.30 WIB.
Kapolres dan rombongan tiba di TK Kemala Bhayangkari 42 sekitar pukul 07.45 WIB. Selain memeriksa fasilitas sekolah, AKBP Wisnu mengikuti senam bersama anak-anak dan menyaksikan pembagian MBG kepada siswa.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan terhadap makanan yang disalurkan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari kepada peserta didik.
AKBP Wisnu menekankan bahwa proses penyediaan dan penyaluran MBG perlu mendapat perhatian agar manfaat program benar-benar diterima peserta didik secara optimal.
“Pelayanan, penyediaan dan penyaluran harus semakin baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh peserta didik,” kata AKBP Wisnu, merujuk pada penekanan dalam kegiatan tersebut.
Menurut Wisnu, pengawasan langsung diperlukan untuk mengantisipasi persoalan dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan kepada siswa.
Perhatian tidak hanya diarahkan pada kelancaran distribusi, tetapi juga kualitas dan higienitas makanan sebelum dikonsumsi anak-anak.
Dalam laporan kegiatan disebutkan, menu MBG yang disiapkan SPPG Polri Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kediri Kota melalui proses pemeriksaan dan standar operasional prosedur (SOP) sebelum didistribusikan.
Setiap paket makanan diperiksa sebelum disalurkan kepada siswa untuk memastikan kelayakannya.
“Setiap paket makanan dicek sebelum didistribusikan kepada para siswa untuk memastikan kualitas, higienitas dan kelayakan konsumsi,” kata Wisnu, berdasarkan penekanan dalam pengawasan MBG tersebut.
Setelah menyelesaikan kunjungan di TK Kemala Bhayangkari 42, rombongan bergerak menuju TK Kemala Bhayangkari 41 sekitar pukul 08.40 WIB.
Rombongan tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan diterima Kepala TK Kemala Bhayangkari 41 Erwin Pujiana, S.Pd., bersama para guru.
AKBP Wisnu kembali memeriksa fasilitas sekolah. Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan pembagian suvenir sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke SPPG 3 Polres Kediri Kota.
Sekitar pukul 09.40 WIB, Kapolres bersama rombongan tiba di SPPG 3 Polres Kediri Kota dan diterima Kepala SPPG Billy Walfa Fitrada bersama karyawan.
Pengecekan kembali difokuskan pada fasilitas SPPG yang menjadi bagian dari mata rantai penyediaan makanan bagi peserta didik.
Pengawasan terhadap SPPG menjadi perhatian karena kualitas makanan harus dijaga sejak tahap penyediaan hingga diterima siswa. Pemeriksaan sebelum distribusi menjadi salah satu tahapan untuk mencegah makanan yang tidak memenuhi standar sampai kepada penerima.
Selain kesiapan fasilitas, proses kerja di SPPG juga berkaitan langsung dengan kemampuan layanan menyediakan makanan dalam kondisi layak konsumsi.
Kunjungan ke sekolah kemudian menjadi bagian untuk melihat sisi akhir dari proses tersebut, yakni ketika makanan didistribusikan kepada peserta didik.
Rangkaian pengecekan empat lokasi berakhir sekitar pukul 10.10 WIB setelah rombongan meninggalkan SPPG 3 Polres Kediri Kota.
Kunjungan tersebut menempatkan pengawasan MBG tidak hanya pada jumlah makanan yang dapat disalurkan, tetapi juga pada proses sebelum makanan sampai ke tangan siswa.
Pemeriksaan fasilitas, penerapan SOP, pengecekan makanan dan pemantauan distribusi menjadi tahapan yang harus berjalan beriringan agar pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik dapat diberikan sesuai standar. (res/aro)
Lalu Lintas
Polsanak dan Safety Riding Digelar di Kediri, Satlantas Perkuat Edukasi Tertib Berlalu Lintas

Kediriselaludihati- Satlantas Polres Kediri Kota menggelar edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa TK ABA IX Kota Kediri dan anggota Subdenpom V/2-2 Kediri, Rabu (16/9/2026).
Melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel), kegiatan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak), kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktik safety riding serta safety driving bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja.
Polsanak berlangsung di McDonald’s Jalan Brawijaya, Kota Kediri, pukul 08.00 hingga 09.30 WIB. Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota bersama kepala sekolah dan guru mendampingi siswa-siswi TK ABA IX selama kegiatan.
Anak-anak mendapatkan materi mengenai tertib berlalu lintas sejak dini, pengenalan profesi Polri, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta rambu-rambu lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui Unit Kamsel menekankan pengenalan tertib berlalu lintas sejak dini sebagai bagian dari materi utama Polsanak.
Menurut Septia, edukasi keselamatan tidak hanya diberikan kepada pengguna kendaraan. Pemahaman mengenai aturan jalan juga perlu dikenalkan kepada anak-anak melalui materi yang sesuai dengan usia mereka.
“Pengenalan tertib berlalu lintas sejak dini menjadi bagian dari materi Polsanak, termasuk pengenalan profesi Polri, APILL dan rambu-rambu lalu lintas,” kata Septia, sebagaimana materi kegiatan Unit Kamsel.
Setelah menyasar anak usia dini, Unit Kamsel melanjutkan edukasi keselamatan kepada anggota Subdenpom V/2-2 Kediri.
Kegiatan safety riding dan safety driving berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Mako Subdenpom V/2-2 Kediri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Subdenpom V/2-2 Kediri, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Kediri, perwakilan Jasa Raharja, Kanit Kamsel bersama anggota Satlantas Polres Kediri Kota serta anggota Subdenpom V/2-2 Kediri.
Unit Kamsel bersama Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja memberikan materi mengenai keselamatan berkendara. Setelah pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik safety riding di Mako Satlantas Polres Kediri Kota.
Materi juga mencakup imbauan mengenai kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sebagai bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Septia menegaskan disiplin pengguna kendaraan menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman.
“Tertib berlalu lintas diperlukan guna terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman dan nyaman,” kata Septia, merujuk pesan yang disampaikan Unit Kamsel dalam kegiatan tersebut.
Dua kegiatan itu menyasar peserta dengan karakter berbeda. Kepada siswa TK, edukasi diberikan melalui pengenalan dasar mengenai rambu, APILL dan aturan lalu lintas. Sementara kepada anggota Subdenpom, materi diarahkan pada penerapan keselamatan berkendara melalui safety riding dan safety driving.
Praktik safety riding menjadi bagian dari pembekalan agar materi keselamatan tidak berhenti pada pemahaman teori. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai penerapan berkendara yang aman.
Keterlibatan Dinas Perhubungan dan Jasa Raharja turut memperkuat kegiatan edukasi yang dilakukan Satlantas. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan sekaligus memperkuat upaya pencegahan risiko kecelakaan.
Melalui Polsanak, Satlantas mengenalkan aturan jalan sebelum anak-anak memasuki usia berkendara. Sementara melalui safety riding dan safety driving, edukasi diberikan kepada pengguna kendaraan agar keterampilan berkendara berjalan beriringan dengan disiplin terhadap aturan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Kediri Kota memperluas pendidikan keselamatan kepada berbagai kelompok masyarakat, dengan menempatkan kepatuhan terhadap aturan dan perilaku berkendara yang aman sebagai bagian penting dalam menjaga keselamatan di jalan. (res/aro)
Peristiwa
Timbangan Emas hingga Barang Diperiksa di Balai Desa Sonorejo Kediri, Bhabinkamtibmas Ikut Pantau Pelaksanaan Tera
Kediriselaludihati.com – Dinas Kemetrologian Kediri melakukan pelayanan tera terhadap berbagai alat timbang milik warga, mulai timbangan emas, timbangan barang hingga alat timbang yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari di Balai Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Selasa (15/9/2026).
Bhabinkamtibmas Desa Sonorejo Aiptu Urida M. turut memantau kegiatan sejak pukul 09.00 WIB sebagai bagian dari pelayanan yang berkaitan langsung dengan kepastian ukuran dalam transaksi masyarakat.
Kegiatan tera dilakukan untuk memastikan alat timbang yang digunakan warga memiliki ukuran yang tepat. Akurasi menjadi penting terutama ketika timbangan digunakan dalam transaksi jual beli karena selisih ukuran dapat berpengaruh terhadap hak konsumen maupun pedagang.
Warga membawa alat timbang yang mereka gunakan untuk mendapatkan pemeriksaan dari petugas kemetrologian.
Jenisnya tidak terbatas pada satu alat ukur. Dalam kegiatan tersebut terdapat timbangan untuk emas, barang maupun timbangan yang digunakan warga dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan pelayanan di tingkat desa membuat masyarakat tidak harus menjangkau lokasi yang lebih jauh untuk memeriksakan alat timbang.
Balai Desa Sonorejo menjadi titik pelayanan sekaligus tempat bertemunya petugas kemetrologian dengan warga yang membutuhkan pemeriksaan alat ukur.
Bhabinkamtibmas Desa Sonorejo Aiptu Urida M. hadir untuk melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung.
Keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan upaya mendukung pelayanan publik di wilayah binaan sekaligus menjaga komunikasi dengan masyarakat.
Kapolsek Grogol AKP Andang Wastiyono, S.H., M.H., melalui jajaran Bhabinkamtibmas mendorong kehadiran personel dalam kegiatan masyarakat yang bersentuhan dengan kepentingan publik.
Tera alat timbang sendiri memiliki arti penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi pedagang, ketepatan alat ukur memberikan kepastian mengenai jumlah barang yang dijual. Bagi pembeli, timbangan yang akurat menjadi bagian dari perlindungan agar barang yang diterima sesuai dengan ukuran yang dibayarkan.
Hal tersebut menjadi semakin penting pada komoditas dengan nilai yang dihitung berdasarkan berat.
Pada transaksi emas, misalnya, perbedaan kecil pada hasil penimbangan dapat memengaruhi nilai transaksi. Prinsip yang sama berlaku pada berbagai barang dagangan lain yang diperjualbelikan berdasarkan kilogram, gram maupun satuan berat lainnya.
Karena itu, ketepatan timbangan bukan sekadar persoalan teknis mengenai alat ukur.
Di dalam transaksi antara penjual dan pembeli terdapat unsur kepercayaan. Pembeli membutuhkan kepastian bahwa satu kilogram yang tercantum pada timbangan benar-benar menunjukkan ukuran yang semestinya, sementara pedagang juga membutuhkan alat yang akurat agar tidak mengalami kerugian akibat kesalahan pengukuran.
Pelayanan tera menjadi salah satu cara menjaga kepastian tersebut.
Pemeriksaan berkala terhadap alat timbang dapat membantu mengetahui apakah alat yang digunakan masih menunjukkan ukuran sebagaimana mestinya atau memerlukan penyesuaian.
Bagi masyarakat desa, pelayanan yang ditempatkan lebih dekat juga dapat meningkatkan kesadaran bahwa alat ukur yang digunakan dalam aktivitas ekonomi perlu diperhatikan akurasinya.
Selama ini timbangan sering dianggap sebagai peralatan sederhana yang dapat terus digunakan selama masih berfungsi. Padahal alat yang masih dapat menunjukkan angka belum tentu selalu memberikan hasil pengukuran yang tepat.
Karena itu, pelayanan kemetrologian memiliki kaitan langsung dengan perlindungan dalam transaksi sehari-hari.
Kegiatan di Sonorejo juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi pelayanan di tingkat lokal. Dinas Kemetrologian menjalankan fungsi teknis pemeriksaan alat ukur, pemerintah desa menyediakan ruang pelayanan yang dekat dengan masyarakat, sementara Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan dan membangun komunikasi dengan warga.
Kehadiran pelayanan tersebut di tingkat desa pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar pemeriksaan timbangan.
Ketika alat ukur yang digunakan pedagang dan masyarakat dapat dipastikan ketepatannya, transaksi memiliki dasar yang lebih jelas. Penjual memperoleh kepastian atas barang yang dilepas, sementara konsumen mendapatkan perlindungan atas jumlah barang yang dibeli.
Dari timbangan emas hingga timbangan barang kebutuhan sehari-hari, ketepatan ukuran menjadi bagian kecil tetapi penting dalam membangun transaksi yang adil dan kepercayaan antara penjual dan pembeli di tengah masyarakat. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
