Connect with us

Peristiwa

Cegah Kriminalitas, Satgas Preventif Ops Pekat Polres Kediri Kota Laksanakan Patroli Malam Hari

Published

on

Sebagai upaya mendukung pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Kediri Kotya terus mengintensifkan kegiatan patroli malam di sejumlah titik rawan di wilayah hukumnya. Patroli ini dilaksanakan sebagai upaya preventif untuk mencegah aksi premanisme dan berbagai gangguan keamanan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat serta iklim investasi di Kota Kediri, Rabu (25/02)

Kegiatan patroli malam tersebut dipimpin langsung oleh AIPTU HENDRIK K  Dan personel dari Satuan Samapta Polres Kediri Kota, menyisir kawasan-kawasan strategis seperti pusat keramaian, area pelabuhan, pertokoan, kawasan wisata, serta titik-titik rawan yang berpotensi dijadikan lokasi aksi premanisme serta kejahatan lain nya.

Kasi Humas Polres Kediri Kota AKP Sundari SH selaku KA Satgas Ban Ops Operasi Pekat Semeru 2026 Polres Kediri Kota  menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata Polres Kediri Kota  dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman, nyaman dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026.

“Melalui patroli malam ini, kami berupaya mencegah segala bentuk gangguan kamtibmas khususnya premanisme yang meresahkan masyarakat. Situasi aman, nyaman dan kondusif menjadi modal penting bagi kenyamanan masyarakat dan keberlangsungan investasi di Kota Kediri, ujar AKP Sundari.

Selain melakukan patroli, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat dan pemilik usaha untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melapor ke pihak kepolisian dinomor 110 apabila menemukan tindakan yang mencurigakan atau mengarah pada gangguan ketertiban umum.

Polres Kediri Kota  berkomitmen untuk terus meningkatkan kehadiran anggota di lapangan, khususnya pada malam hari, demi memberikan rasa aman bagi masyarakat dan mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di wilayah Kota Kediri. 

“Kami berharap dengan intensitas patroli yang ditingkatkan selama Operasi Pekat Semeru 2026  ini, situasi kamtibmas di Kota kediri tetap terjaga, masyarakat merasa tenang, dan aktivitas investasi berjalan lancar tanpa gangguan,” pungkas AKP Sundari.

Continue Reading

Lalu Lintas

Tiga Titik di Kota Kediri Jadi Sasaran Patroli, Satlantas Siaga Cegah Balap Liar dan Gesekan Pesilat

Published

on

Kediriselaludihati- Satlantas Polres Kediri Kota menggelar patroli gabungan bersama instansi terkait mulai pukul 23.00 WIB, 17 September 2026, dengan menyasar tiga titik di Kota Kediri. Patroli difokuskan untuk mengantisipasi balap liar dan potensi konflik yang melibatkan perguruan silat, sekaligus melakukan pengaturan dan penguraian arus kendaraan apabila terjadi kepadatan.

Tiga lokasi yang menjadi sasaran kegiatan adalah Simpang Empat Alun-alun Kota Kediri, kawasan depan Pasar Grosir Buah Ngronggo, serta Simpang Empat RS Baptis.

Kegiatan diawali dengan apel patroli gabungan sebelum personel bergerak menuju titik yang telah ditentukan.

Patroli dikendalikan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan personel Satlantas. Petugas melakukan pemantauan terhadap aktivitas pengguna jalan sekaligus bersiaga melakukan pengaturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk mengantisipasi dua potensi gangguan pada malam hingga dini hari, yakni balap liar dan konflik yang melibatkan kelompok perguruan silat.

“Patroli dilaksanakan untuk mengantisipasi kegiatan balap liar maupun konflik perguruan silat, disertai pengaturan dan penguraian arus lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada sasaran kegiatan Satlantas Polres Kediri Kota.

Pemilihan tiga titik membuat personel dapat melakukan pengawasan pada sejumlah kawasan berbeda dalam satu rangkaian patroli. Selain kawasan pusat kota di sekitar Alun-alun, pemantauan dilakukan di Ngronggo dan kawasan Simpang Empat RS Baptis.

Petugas juga mengantisipasi munculnya aktivitas kendaraan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya. Jika ditemukan peningkatan kepadatan, personel disiapkan melakukan penguraian agar arus kendaraan tetap bergerak.

Menurut Septia, kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari langkah pencegahan sebelum aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan maupun keselamatan pengguna jalan berkembang lebih jauh.

“Kami melakukan pemantauan sekaligus menempatkan personel untuk mengantisipasi potensi gangguan di titik-titik yang menjadi sasaran patroli,” ujar Septia, berdasarkan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Antisipasi balap liar menjadi perhatian karena aktivitas tersebut menggunakan ruang jalan yang juga dipakai masyarakat. Sementara potensi gesekan antarkelompok perguruan silat menjadi bagian dari aspek kamtibmas yang dipantau selama patroli.

Karena itu, patroli tidak hanya diarahkan pada penindakan pelanggaran lalu lintas. Personel lebih dahulu melakukan pengawasan, pengaturan dan langkah pencegahan di lokasi yang menjadi sasaran kegiatan.

Patroli gabungan tersebut menjadi bagian dari pengawasan malam Polres Kediri Kota untuk mencegah jalan raya digunakan sebagai arena balap liar sekaligus mempersempit peluang terjadinya gesekan kelompok yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Malam Hari, Polisi Siagakan Tim Urai di Dua Persimpangan Kediri untuk Antisipasi Gangguan Lalu Lintas

Published

on

Kediriselaludihati- Satlantas Polres Kediri Kota menggelar Blue Light Patrol sekaligus menyiagakan Tim Urai di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng, Rabu (16/9/2026) malam.

Kegiatan mulai pukul 19.00 WIB itu difokuskan pada pemantauan arus kendaraan sekaligus mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah titik lalu lintas Kota Kediri.

Patroli dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan anggota Patwal. Petugas menggunakan kendaraan roda empat untuk bergerak dan melakukan pemantauan pada jalur yang menjadi sasaran kegiatan.

Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng menjadi dua titik pemantauan dalam patroli malam tersebut. Petugas mengawasi perkembangan volume kendaraan sekaligus bersiaga melakukan penguraian apabila terjadi kepadatan arus.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan Blue Light Patrol diarahkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pada malam hari.

“Blue Light dilaksanakan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau arus lalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada pelaksanaan kegiatan Satlantas.

Selain patroli, keberadaan Tim Urai memungkinkan petugas memberikan respons ketika terjadi peningkatan kepadatan kendaraan di persimpangan. Personel dapat ditempatkan pada titik yang membutuhkan pengaturan agar antrean kendaraan tidak berkembang menjadi kemacetan.

Menurut Septia, pemantauan arus menjadi bagian penting karena kondisi lalu lintas dapat berubah mengikuti aktivitas masyarakat pada malam hari.

“Personel melakukan pemantauan pada titik yang menjadi sasaran kegiatan dan siap melakukan penguraian apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas,” ujarnya, berdasarkan tugas Tim Urai dalam kegiatan tersebut.

Blue Light Patrol juga menempatkan kendaraan dinas dengan lampu rotator biru pada jalur yang dipantau. Kehadiran petugas di lapangan diarahkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat respons ketika ditemukan persoalan lalu lintas.

Simpang Ringinsirah dan Lonceng merupakan titik yang menjadi sasaran patroli Satlantas pada kegiatan tersebut. Petugas melakukan pemantauan langsung terhadap pergerakan kendaraan dan kondisi di sekitar persimpangan.

Patroli dan Tim Urai menjadi dua fungsi yang berjalan bersamaan. Patroli digunakan untuk memantau kondisi jalan dan mengantisipasi gangguan, sedangkan Tim Urai disiagakan untuk menangani kepadatan lalu lintas apabila diperlukan.

Kegiatan malam itu menjadi bagian dari langkah Satlantas Polres Kediri Kota menjaga mobilitas pengguna jalan melalui pemantauan langsung di persimpangan dan kesiapan personel melakukan pengaturan ketika arus kendaraan mulai meningkat. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Bantuan Beras Bapanas Disalurkan kepada 900 Warga Tarokan Kediri, Polisi Turut Pantau Distribusi

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sebanyak 900 warga di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri menjadi penerima bantuan pangan berupa beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada Rabu (16/9/2026).

Masing-masing penerima mendapatkan alokasi 30 kilogram beras dalam penyaluran yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta Bhabinkamtibmas.

Camat Tarokan Drs. Suharsono, M.Pd., hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas.

Polsek Tarokan menugaskan Bhabinkamtibmas Aiptu Zendrik untuk melakukan pemantauan dan pengamanan selama proses pembagian bantuan kepada masyarakat.

Berdasarkan data kegiatan, jumlah warga yang tercatat sebagai penerima mencapai 900 orang. Dengan alokasi 30 kilogram untuk setiap penerima, penyaluran tersebut mencakup bantuan beras dalam jumlah cukup besar yang didistribusikan langsung kepada masyarakat.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas diarahkan untuk mendukung proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.

“Bhabinkamtibmas melaksanakan pengamanan dan pemantauan pembagian bantuan beras kepada 900 warga penerima,” kata Priyo, merujuk laporan kegiatan di Kecamatan Tarokan.

Pemantauan dilakukan sejak proses pembagian dimulai. Pemerintah desa bersama perangkat setempat menangani pelayanan kepada warga penerima, sedangkan Bhabinkamtibmas melakukan pendampingan di lokasi penyaluran.

Menurut Priyo, pengamanan diperlukan agar proses distribusi yang melibatkan ratusan penerima dapat berlangsung tertib dan bantuan tersalurkan sesuai data penerima.

“Pengamanan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pembagian bantuan kepada masyarakat yang telah tercatat sebagai penerima,” ujarnya.

Bantuan tersebut berasal dari program bantuan pangan Badan Pangan Nasional. Dalam laporan kegiatan Polsek Tarokan, setiap warga penerima memperoleh beras sebanyak 30 kilogram.

Keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kepolisian dalam penyaluran tersebut terutama diarahkan pada pengaturan proses distribusi karena jumlah penerima mencapai 900 orang.

Bagi masyarakat penerima, bantuan beras tersebut dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga. Sementara bagi petugas di lapangan, ketepatan data penerima dan proses pembagian menjadi bagian penting agar bantuan yang telah dialokasikan sampai kepada warga yang tercatat dalam program.

Polsek Tarokan menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai unsur pendamping dalam proses tersebut, sementara penyaluran bantuan tetap dilaksanakan melalui perangkat dan instansi yang menangani program bantuan pangan. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page