Inspirasi
Dari Terminal hingga Alun-alun, Personel Dicek, Diberi Arahan, dan Disemangati Jelang Puncak Arus Mudik
Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan Operasi Ketupat 2026, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota guna memastikan kesiapan maksimal dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
Kunjungan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut diikuti oleh Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, Kabag SDM Kompol Riko Saksono, Kabag Log Kompol Kristin Kusuma Ratih, Kasat Reskrim AKP Achad Elyasyarif Martadinata, Kasat Narkoba AKP Endro Purwandi, Kasat Lantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, Kasat Samapta AKP Priyo Hadi Setyo, serta perwakilan pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Rombongan melakukan peninjauan secara berurutan ke tujuh titik pos yang menjadi bagian penting dalam pengamanan wilayah. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Pos Pengamanan III Terminal, yang berada di bawah tanggung jawab Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba. Di lokasi ini, Kapolres melakukan pengecekan kehadiran personel, kesiapan panel data, serta sarana pendukung operasional.
Kunjungan dilanjutkan ke Pos Pengamanan V Gringging yang menjadi tanggung jawab Polsek Banyakan. Di pos ini, Kapolres meninjau kesiapan personel gabungan serta memastikan kelengkapan fasilitas pelayanan masyarakat.
Selanjutnya, rombongan bergerak ke Pos Pengamanan IV Mrican yang berada di bawah kendali Polsek Mojoroto. Di lokasi ini, dilakukan pengecekan kondisi pos, kesiapan patroli, serta kesiapan menghadapi potensi kepadatan arus kendaraan.
Tujuan berikutnya adalah Pos Terpadu di Jalan Dhoho Kota Kediri yang dikelola oleh Satuan Samapta. Pos ini menjadi salah satu titik sentral pelayanan terpadu, sehingga Kapolres memberikan perhatian khusus pada kesiapan koordinasi lintas instansi, termasuk fasilitas kesehatan, komunikasi, dan informasi.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Pos Pelayanan Alun-Alun Kota Kediri yang berada di bawah tanggung jawab Satlantas. Di lokasi ini, Kapolres memantau langsung pengaturan lalu lintas, kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat, serta sistem rekayasa lalu lintas yang diterapkan.
Rombongan juga mengunjungi Pos Pengamanan I di Kelurahan Bence yang menjadi tanggung jawab Polsek Pesantren, serta Pos Pengamanan II di Jalan Ahmad Yani yang berada di bawah kendali Polsek Kediri Kota. Di kedua lokasi ini, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel, sarana prasarana, serta situasi kamtibmas di wilayah sekitar.
Dalam setiap kunjungannya, Kapolres tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga memberikan arahan langsung kepada personel di lapangan. Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Kapolres juga memastikan bahwa seluruh personel dalam kondisi sehat dan siap bertugas, mengingat intensitas kegiatan selama Operasi Ketupat cukup tinggi. Selain itu, dilakukan pengecekan terhadap kelengkapan peralatan, kendaraan operasional, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi dengan instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan unsur lainnya.
“Pastikan masyarakat merasa aman dan nyaman. Kehadiran kita harus benar-benar dirasakan, bukan hanya sebagai pengamanan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.
Selain pengecekan teknis, Kapolres bersama Ketua Bhayangkari juga memberikan motivasi dan semangat kepada personel yang bertugas. Sebagai bentuk perhatian, rombongan turut menyerahkan bingkisan Lebaran kepada anggota di masing-masing pos.
Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi langsung di lapangan terkait potensi kerawanan, baik dari sisi lalu lintas maupun gangguan kamtibmas. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain potensi kemacetan di titik rawan, peningkatan mobilitas masyarakat, serta potensi tindak kriminalitas selama periode mudik.
Sekitar pukul 17.30 WIB, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama Kapolres Kediri Kota, Ketua Bhayangkari, pejabat utama, serta pengurus Bhayangkari di Pujasera Pojok Bercakap Polres Kediri Kota.
Operasi Ketupat 2026 sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif yang didukung penegakan hukum serta kegiatan kehumasan guna menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Selama kegiatan kunjungan kerja berlangsung, situasi di seluruh lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. (res/aro)
Inspirasi
Satgas Preventif Pastikan Keamanan Tempat Ibadah, Nihil Temuan Barang Berbahaya

Kediriselaludihati – Satuan Tugas (Satgas) Preventif Operasi Ketupat Semeru 2026 Polres Kediri Kota melakukan patroli dan pengecekan sejumlah masjid yang akan digunakan untuk pelaksanaan Sholat Tarawih dan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Kediri Kota selaku Kasatgas Preventif, AKP Priyo Hadistyo, bersama anggota Sub Satgas Pengamanan Tempat Ibadah serta didukung anggota Humas sebagai bagian dari Satgas Bantuan Operasi.
Sejumlah masjid yang menjadi sasaran patroli dan sterilisasi meliputi Masjid NU Semampir di Jalan Mayor Bismo, Masjid Muhammadiyah di Jalan Pemuda, Masjid NU Setono Gedong di Jalan Dhoho, serta Masjid Agung di Jalan PB Sudirman, Kota Kediri.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan menyeluruh di area dalam dan sekitar masjid guna memastikan tidak terdapat barang berbahaya maupun benda mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya ibadah. Selain itu, dilakukan pula sterilisasi sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan.
Tak hanya itu, petugas juga berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan pengurus takmir masjid setempat guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan tempat ibadah. Koordinasi ini meliputi kesiapan pengamanan, pengawasan lingkungan, serta langkah-langkah mitigasi apabila terjadi potensi gangguan.
Sebagai bagian dari prosedur, setiap kegiatan pengecekan dan sterilisasi didokumentasikan dalam berita acara sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pelaporan kepada pimpinan. Hasil kegiatan juga dilaporkan secara real-time melalui sistem Siaga 2.0 guna memastikan monitoring berjalan optimal.
Kasatgas Preventif AKP Priyo Hadistyo menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang mengedepankan langkah pencegahan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Sterilisasi dan patroli ini penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya umat Muslim yang menjalankan ibadah Tarawih dan nantinya Sholat Idul Fitri,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan di seluruh lokasi, tidak ditemukan adanya barang terlarang maupun benda berbahaya. Secara umum, situasi di seluruh masjid yang dikunjungi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala selama bulan Ramadhan hingga pelaksanaan Idul Fitri sebagai bagian dari komitmen Polres Kediri Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (res/aro)
Inspirasi
Wali Kota Ajak Jaga Toleransi, Arak-arakan Ogoh-ogoh Meriahkan Prosesi Menuju Pura Selomangleng

Kediriselaludihati – Upacara Tawur Agung Kasanga dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948/2026 digelar khidmat di Kota Kediri, Rabu (18/3/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga” ini menjadi simbol kuatnya nilai spiritual sekaligus toleransi antarumat beragama di kota tersebut.
Prosesi dimulai sejak pukul 13.00 WIB di kawasan Bundaran Sekartaji, kemudian dilanjutkan hingga Pura Penataran Agung Kilisuci di kawasan wisata Goa Selomangleng. Upacara dipimpin oleh Ida Pandita Nabe Dharmika Sandi Kertajaya dari Papar, Kabupaten Kediri.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota KH Qowimuddin, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa, S.IK, M.IK perwakilan TNI, Kejaksaan, serta tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi munggah pandita, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama umat Hindu. Selanjutnya digelar prosesi utama Tawur Agung Kasanga yang sarat makna filosofis.
Dalam sambutan yang disampaikan panitia dan tokoh umat Hindu, dijelaskan bahwa istilah “tawur” bukan bermakna konflik, melainkan berasal dari kata sawur yang berarti menebar. Makna tersebut diwujudkan melalui upaya menebar energi positif, kebajikan, serta menjaga keseimbangan antara manusia dan alam semesta.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kediri menyampaikan bahwa Tawur Agung Kasanga merupakan bagian penting dari rangkaian Hari Raya Nyepi. Ritual ini bertujuan menciptakan keharmonisan antara manusia, lingkungan, dan Sang Pencipta.
Ia juga menyinggung pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang akan dijalankan umat Hindu, meliputi amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Keempat pantangan tersebut menjadi sarana introspeksi diri dan penyucian batin.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dalam sambutannya menilai perayaan Nyepi tahun ini memiliki makna istimewa karena beriringan dengan bulan suci Ramadhan.
“Momentum ini mengajarkan kita untuk sama-sama mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Kota Kediri sebagai kota yang damai, rukun, dan nyaman bagi semua kalangan.
“Kediri adalah kota yang ramah dan memiliki tingkat kerukunan yang tinggi. Ini harus kita jaga bersama,” katanya.
Usai prosesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan ogoh-ogoh yang diberangkatkan langsung oleh Wali Kota dari Bundaran Sekartaji menuju Pura Penataran Agung Kilisuci. Rute yang dilalui meliputi Jalan Veteran, Jalan Mastrip, hingga Jalan Selomangleng.
Arak-arakan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen budaya dan masyarakat, seperti pasukan obor, pemangku, kesenian jaranan, barongsai, hingga bale ganjur. Kehadiran ogoh-ogoh sebagai simbol energi negatif yang akan dinetralisasi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan instansi terkait.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan umat Hindu, tetapi juga mencerminkan kuatnya semangat toleransi dan harmoni sosial di Kota Kediri. (res/aro)
Inspirasi
Kapolres Kediri Kora Tekankan Transparansi dan Larangan Praktik Percaloan dalam Seleksi
Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melakukan monitoring langsung terhadap proses penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang Bag SDM Polres Kediri Kota tersebut dilakukan bersama Kabag SDM Kompol Riko Saksono serta jajaran sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan seleksi.
Dalam pengecekan tersebut, Kapolres meninjau kesiapan administrasi, sistem pendaftaran, hingga pelayanan kepada para calon peserta seleksi yang mendaftar melalui jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, maupun Tamtama.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan anggota Polri harus berjalan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
“Kami pastikan seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka. Tidak ada ruang untuk praktik percaloan maupun pungutan liar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lolos seleksi selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Penerimaan anggota Polri Tahun 2026 sendiri telah dibuka sejak 9 Maret hingga 30 Maret 2026. Masyarakat yang berminat dapat mendaftar melalui mekanisme resmi yang telah disediakan oleh Polri.
Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para calon peserta dan orang tua, agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Menurut dia, komitmen transparansi dalam proses rekrutmen menjadi kunci dalam mencetak anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan adanya pengawasan langsung dari pimpinan, diharapkan seluruh tahapan seleksi di wilayah Polres Kediri Kota dapat berjalan optimal serta menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas.(res/aro)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Uncategorized5 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
