Inspirasi
Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota Gelar Ziarah di TMP Joyoboyo
Kediriselaludihati – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota menunjukkan kepedulian terhadap keluarga besar Polri melalui kegiatan anjangsana kepada personel yang tengah mengalami sakit.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi serta jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota.
Kegiatan anjangsana dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi berbeda sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada anggota yang sedang menjalani masa pemulihan kesehatan. Selain menyerahkan tali asih, rombongan juga memberikan motivasi agar para personel tetap semangat dan optimistis menghadapi proses penyembuhan.
Kunjungan pertama dilakukan di kediaman Aiptu Diah Soraya, S.H., di Desa Jabon Selatan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kapolres Kediri Kota menyempatkan diri berbincang langsung dengan Aiptu Diah dan keluarganya.
AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa kehadiran pimpinan dan rekan-rekan sejawat merupakan bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi anggota yang sedang menghadapi ujian kesehatan.
“Jangan pernah patah semangat atau lelah untuk berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin apabila Tuhan telah berkehendak. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kasih sayang dan empati keluarga besar Polres Kediri Kota. Fokuslah pada pemulihan kesehatan dan jangan terbebani dengan urusan dinas terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurut Kapolres, kesehatan anggota menjadi perhatian serius institusi. Karena itu, setiap personel yang sedang mengalami sakit harus merasakan dukungan penuh dari keluarga besar Polri agar memiliki semangat untuk kembali pulih dan beraktivitas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota tidak merasa sendiri ketika menghadapi masa sulit. Kebersamaan dan kepedulian adalah bagian dari kekuatan keluarga besar Polri,” katanya.
Sementara itu, kegiatan anjangsana kedua dilaksanakan di kediaman Aiptu Slamet, S.H., di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Kunjungan tersebut dipimpin Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., bersama istri dan didampingi sejumlah pejabat utama serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Dalam kesempatan itu, rombongan menyerahkan bantuan dan memberikan dukungan moral kepada Aiptu Slamet agar tetap kuat menjalani proses pengobatan. Kehadiran jajaran pimpinan Polres Kediri Kota disambut hangat oleh keluarga yang merasa mendapatkan perhatian langsung dari institusi.
Kegiatan serupa juga dilakukan di kediaman Brigadir Hendri Santoso di Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri. Sejumlah pejabat Polres Kediri Kota bersama Bhayangkari hadir untuk memberikan semangat dan motivasi agar Brigadir Hendri tetap optimistis menjalani masa pemulihan.
Kapolres Kediri Kota menjelaskan bahwa anjangsana merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan kekeluargaan.
“Peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya tentang kegiatan seremonial atau institusional. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga rasa persaudaraan, saling peduli, dan saling menguatkan di lingkungan keluarga besar Polri,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa solidaritas internal merupakan modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Dengan hubungan kekeluargaan yang kuat, setiap anggota akan memiliki semangat dan motivasi lebih besar dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota merasakan kehadiran dan perhatian dari keluarga besar Polres Kediri Kota. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” tegas AKBP Anggi.
Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian kegiatan anjangsana. Kehadiran Kapolres, Wakapolres, para pejabat utama, serta Bhayangkari menjadi penyemangat tersendiri bagi anggota yang sedang sakit untuk terus berjuang menjalani proses penyembuhan.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui perhatian terhadap sesama anggota sebagai bagian dari keluarga besar Polri. Nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan itu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” (res/aro)
Inspirasi
Satlantas Polres Kediri Kota Wujudkan Kepedulian Sosial Melalui Program Rumah Layak Huni

Kediriselaludihati – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) melaksanakan kegiatan bedah rumah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., bersama jajaran perwira dan anggota Satlantas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kaurbinops, Kaurmintu, serta personel Satlantas Polres Kediri Kota yang terlibat dalam pelaksanaan program sosial tersebut.
Program bedah rumah menjadi salah satu rangkaian kegiatan bakti sosial yang digelar Polres Kediri Kota dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan ini, Polri tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi sosial warga.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan mengatakan bahwa kegiatan bedah rumah merupakan bagian dari semangat pengabdian Polri kepada masyarakat yang menjadi ruh peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.
“Melalui kegiatan bedah rumah ini, kami ingin membantu masyarakat yang membutuhkan agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial warga,” ujarnya.
Menurut AKP Tutud Yudho, kegiatan sosial seperti bedah rumah memiliki makna penting karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui aksi kemanusiaan yang berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat berupa hunian yang lebih layak, kegiatan bedah rumah diharapkan dapat meningkatkan semangat gotong royong serta memperkuat rasa kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Sebelumnya, Polres Kediri Kota juga telah melaksanakan sejumlah program bakti sosial seperti pembagian air bersih, bakti kesehatan, bantuan sosial, hingga kegiatan kemanusiaan lainnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota terus menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Selama pelaksanaan kegiatan bedah rumah berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata semangat Polri Presisi dalam mengabdi dan melayani masyarakat menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Dengan mengusung semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota berharap berbagai program sosial yang dilaksanakan dapat semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis. (res/aro)
Inspirasi
Satlantas Polres Kediri Kota Gelar Bakti Sosial, Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat yang Membutuhkan

Kediriselaludihati – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar kegiatan bakti sosial berupa pembagian air bersih kepada masyarakat di Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., bersama para perwira dan anggota Satlantas Polres Kediri Kota.
Bakti sosial pembagian air bersih ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial yang digelar Polres Kediri Kota dalam memperingati HUT Bhayangkara ke-80. Melalui kegiatan tersebut, Polri berupaya hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan bantuan nyata yang dibutuhkan warga.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat sekaligus implementasi semangat pengabdian yang menjadi tema peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.
“Melalui kegiatan pembagian air bersih ini, kami ingin berbagi manfaat kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk membantu warga dalam berbagai situasi dan kebutuhan sosial,” ujarnya.
Menurutnya, momentum Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi peringatan hari lahir institusi Polri, tetapi juga menjadi refleksi untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran personel Satlantas Polres Kediri Kota di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga Kelurahan Campurejo. Bantuan air bersih yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.
Selain menjalankan tugas pokok di bidang keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas, jajaran Polres Kediri Kota juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan dan pelayanan publik.
Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Polres Kediri Kota menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh kepedulian sosial. (res/aro)
Inspirasi
Seruan Masyayikh NU Jelang Munas-Konbes 2026: Tolak Perubahan Syarat AHWA, Minta Muktamar Tetap Digelar di Pesantren
Kediriselaludihati – Sejumlah masyayikh, alim ulama, dan pengasuh pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan seruan bersama menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2026).
Seruan tersebut disampaikan dalam forum Ramah Tamah Masyayikh Nahdlatul Ulama yang berlangsung menjelang pembukaan Munas-Konbes NU dan memuat sejumlah pandangan strategis terkait Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), posisi pesantren dalam tubuh organisasi, hingga pentingnya menjaga persatuan menjelang Muktamar NU.
Juru bicara masyayikh, KH Abdurrohman Al-Katsar atau Gus Kautsar, mengatakan dokumen tersebut merupakan hasil kesepahaman para ulama senior dari berbagai daerah yang memiliki perhatian terhadap arah perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama.
“Dalam dokumen yang ditandatangani sejumlah ulama senior NU dari berbagai daerah itu, para masyayikh menyampaikan sejumlah pandangan terkait Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), posisi pesantren dalam tubuh NU, hingga pentingnya menjaga persatuan organisasi menjelang Muktamar NU,” ujar Gus Kautsar.
Salah satu poin utama dalam seruan tersebut adalah penolakan terhadap wacana perubahan syarat anggota AHWA. Menurut para masyayikh, AHWA merupakan forum keulamaan yang memiliki posisi strategis dalam mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU sehingga harus tetap berpijak pada kedalaman ilmu, keteladanan akhlak, keluasan pengabdian, serta pengakuan keulamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Karena itu, mereka meminta agar usulan penambahan syarat calon anggota AHWA yang mewajibkan berasal dari unsur pengurus syuriyah serta berbasis representasi kewilayahan tidak dilanjutkan dalam pembahasan Munas-Konbes.
“Karena itu, para masyayikh secara tegas meminta agar usulan penambahan syarat calon anggota AHWA yang mewajibkan berasal dari unsur pengurus syuriyah dan berbasis representasi kewilayahan dibatalkan,” kata Gus Kautsar.
Selain menyoroti AHWA, para ulama juga meminta agar usulan perubahan aturan mengenai larangan rangkap jabatan politik tidak diteruskan dalam forum Munas-Konbes.
Dalam seruan tersebut, para masyayikh menegaskan bahwa pesantren merupakan fondasi utama Nahdlatul Ulama sejak organisasi itu didirikan. Pesantren dinilai menjadi pusat transmisi ilmu, pembentukan akhlak, pelestarian tradisi, sekaligus tempat kaderisasi kepemimpinan ulama yang menjaga keberlangsungan jam’iyah.
Atas dasar itu, mereka berharap pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 2026 tetap diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang organisasi.
“Pesantren merupakan rumah besar Nahdlatul Ulama, pusat transmisi ilmu, akhlak, tradisi, dan kepemimpinan keulamaan yang menjadi fondasi utama jam’iyah,” tegas Gus Kautsar menyampaikan isi seruan tersebut.
Poin lain yang disampaikan para masyayikh adalah ajakan kepada seluruh peserta, panitia, pimpinan, dan unsur organisasi yang terlibat dalam Munas-Konbes agar menjaga adab bermusyawarah serta mengedepankan ukhuwah dan kepentingan organisasi di atas berbagai perbedaan pandangan.
Mereka menilai penghormatan terhadap ulama dan pesantren merupakan modal utama bagi Nahdlatul Ulama dalam menjalankan peran keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.
Menurut para kiai, marwah organisasi tidak hanya ditentukan oleh keputusan yang dihasilkan dalam forum, tetapi juga oleh proses musyawarah yang berlangsung secara santun, penuh tanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Seruan tersebut ditandatangani oleh sejumlah tokoh dan masyayikh senior Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah Indonesia. Di antaranya KH Nurul Huda Jazuli dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Anwar Manshur dari Pondok Pesantren Lirboyo, KH A. Kafabihi Mahrus, KH Abdullah Ubab Maimoen, KH Ubaidillah Shodaqoh, KH Ali Kholil, KH Ahmad Syatibi Hambali, KH Mas’ud Masduqi, serta sejumlah tokoh nasional NU seperti KH Ma’ruf Amin, KH Said Aqil Siroj, dan KH Asep Saifuddin Chalim.
Kehadiran nama-nama tersebut dinilai menunjukkan besarnya perhatian kalangan ulama pesantren terhadap dinamika yang berkembang menjelang Munas-Konbes dan Muktamar NU.
Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 sendiri merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua di lingkungan Nahdlatul Ulama setelah Muktamar. Forum yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso tersebut membahas berbagai isu strategis organisasi, rekomendasi keagamaan, serta sejumlah usulan yang akan menjadi bahan menuju pelaksanaan Muktamar NU mendatang.
Menutup seruan tersebut, para masyayikh memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa menjaga persatuan warga Nahdlatul Ulama, membimbing para pemimpinnya, serta melimpahkan keberkahan kepada para ulama, santri, dan seluruh pengabdi organisasi demi keberlangsungan jam’iyah yang berakar kuat pada tradisi pesantren.(res/aro)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
