Peristiwa
Sambang Desa dan Kegiatan Olahraga Jadi Ruang Membangun Sinergi, Polsek Semen Kediri Dorong Lingkungan Tetap Kondusif
Kediriselaludihati.com – Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan pengamanan, tetapi juga dengan membangun komunikasi dan kedekatan melalui berbagai aktivitas warga. Hal tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri dengan menghadiri kegiatan olahraga masyarakat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Bhabinkamtibmas Desa Selopanggung Aipda Eko Puthut Pujo Cahyono melaksanakan kegiatan sambang desa dan silaturahmi bersama warga sekaligus menghadiri pertandingan bola voli antar-Rukun Tetangga (RT) yang digelar di wilayah Desa Selopanggung, pada Rabu malam (29/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh warga desa dan Karang Taruna Desa Selopanggung sebagai bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat untuk menyambut peringatan HUT RI ke-81.
Dalam kesempatan tersebut, Aipda Eko Puthut Pujo Cahyono turut melakukan komunikasi dengan warga serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar kegiatan berjalan tertib dan tetap menjaga suasana kebersamaan.
“Kegiatan masyarakat seperti olahraga bersama menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujar Aipda Eko.
Kapolsek Semen AKP Sonny Setiawan, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas kepolisian untuk membangun kemitraan dengan warga.
“Bhabinkamtibmas harus selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga dalam kegiatan positif yang memperkuat kebersamaan warga,” kata AKP Sonny.
Menurutnya, melalui pendekatan langsung dan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.
“Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat, diharapkan lingkungan tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.
Kegiatan pertandingan bola voli antar-RT di Desa Selopanggung berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme warga. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan lancar, aman, dan kondusif. (res/an)
Peristiwa
Dari Ringinsirah hingga Jalan Dhoho, Patroli Satlantas Polres Kediri Kota Jaga Mobilitas Warga pada Malam dan Pagi Hari
Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota memperkuat pengawasan jalan melalui dua pola patroli yang dilaksanakan pada waktu berbeda. Blue Light digelar di sejumlah persimpangan, pada Senin (14/9/2026) malam, sedangkan patroli Mahameru Quick Response (MQR) menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi dash cam menyusuri sejumlah ruas utama Kota Kediri pada pagi berikutnya.
Dua kegiatan tersebut memiliki pendekatan berbeda. Blue Light menempatkan personel pada titik tertentu untuk memperkuat kehadiran polisi dan memantau perkembangan lalu lintas, sementara MQR bergerak menyusuri sejumlah koridor jalan sehingga pengawasan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.
Pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB, anggota Patwal Satlantas Polres Kediri Kota melaksanakan Blue Light di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng.
Kegiatan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan menggunakan kendaraan roda empat kepolisian.
Personel melakukan pemantauan terhadap arus kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat berpengaruh terhadap aktivitas pengguna jalan.
Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator biru yang mudah terlihat merupakan bagian dari pola preventif. Polisi tidak hanya bergerak ketika muncul persoalan, tetapi ditempatkan di ruang publik sebagai bentuk pencegahan.
Persimpangan menjadi salah satu ruang penting dalam pengawasan lalu lintas karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari beberapa arah. Perubahan volume kendaraan pada salah satu ruas dapat memengaruhi pergerakan kendaraan dari ruas lainnya.
Karena itu, pemantauan memungkinkan petugas mengetahui lebih cepat ketika mulai terjadi penumpukan dan melakukan langkah pengaturan apabila dibutuhkan.
Pengawasan tersebut tidak berhenti pada malam hari.
Pada pagi berikutnya, Satlantas Polres Kediri Kota melanjutkan pengawasan melalui patroli Mahameru Quick Response atau MQR.
Patroli dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan melibatkan anggota Patwal dan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.
Berbeda dengan Blue Light yang berfokus pada titik persimpangan, MQR bergerak melintasi sejumlah jalan utama. Rute patroli meliputi Jalan Mayor Bismo, Jalan Diponegoro, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Brawijaya, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Dhoho hingga Jalan Monginsidi.
Koridor tersebut merupakan bagian dari ruang mobilitas masyarakat Kota Kediri. Pada pagi hari, pergerakan kendaraan beririsan dengan aktivitas warga menuju tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan maupun berbagai kegiatan lainnya.
Patroli bergerak memungkinkan personel melihat kondisi lalu lintas dari satu ruas ke ruas lainnya, tidak hanya dari satu titik pengamatan.
Kendaraan patroli MQR juga dilengkapi dash cam. Penggunaan perangkat tersebut memberikan dukungan dokumentasi visual selama kendaraan bergerak di jalan.
Dalam konteks patroli modern, kamera pada kendaraan dapat menjadi bagian dari pencatatan kondisi yang ditemui petugas selama perjalanan. Namun teknologi tetap berfungsi sebagai perangkat pendukung, sementara keputusan dan tindakan di lapangan berada pada personel yang melakukan patroli.
Rangkaian Blue Light dan MQR memperlihatkan bagaimana karakter pengawasan dapat disesuaikan dengan ruang dan waktu.
Pada malam hari, kehadiran polisi secara terbuka diperlukan untuk memperkuat pencegahan sekaligus memberikan rasa kehadiran petugas di jalan. Ketika pagi tiba dan mobilitas masyarakat meningkat, patroli bergerak diperlukan untuk menjangkau lebih banyak ruas dan memonitor perubahan arus kendaraan.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui jajaran Turjawali terus mendorong kegiatan preventif untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Pengawasan semacam itu juga memiliki kaitan langsung dengan kecepatan respons. Semakin cepat kondisi di jalan diketahui, semakin cepat pula petugas dapat menentukan penanganan ketika menemukan kepadatan, hambatan maupun persoalan lain yang membutuhkan kehadiran polisi.
Namun patroli bukan satu-satunya unsur yang menentukan keselamatan jalan.
Pada akhirnya, ribuan keputusan kecil yang dibuat pengendara setiap hari jauh lebih menentukan: berhenti ketika lampu menunjukkan merah, tidak melawan arus, menjaga kecepatan, tidak menggunakan telepon saat berkendara, memberikan ruang kepada pengguna jalan lain dan tidak memaksakan kendaraan ketika persimpangan telah padat.
Di titik itulah pengawasan polisi dan disiplin masyarakat bertemu.
Blue Light di Ringinsirah dan Lonceng maupun MQR yang bergerak dari Mayor Bismo hingga Monginsidi bukan sekadar perjalanan kendaraan patroli. Keduanya menjadi bagian dari upaya menjaga ruang jalan tetap dapat digunakan bersama secara tertib dan aman. (res/an).
Peristiwa
Dari Ringinanom, Semampir, Campurejo hingga Betet Kota Kediri, Polisi Dekatkan Akses Pelayanan ke Ruang Aktivitas Warga
Kediriselaludihati.com – Upaya mendekatkan akses pelayanan kepolisian kepada masyarakat dilakukan serentak di sejumlah wilayah Kota Kediri, pada Senin (14/9/2026). Bhabinkamtibmas mendatangi kantor kelurahan, poskamling, masjid, warung kopi, SPBU hingga pos keamanan pusat perbelanjaan untuk mengenalkan layanan Polri 110 dan Super App Polri.
Kegiatan berlangsung di sedikitnya empat kelurahan, yakni Ringinanom dan Semampir di wilayah Polsek Kediri Kota, Campurejo di wilayah Polsek Mojoroto, serta Betet di wilayah Polsek Pesantren.
Pola sosialisasinya dibuat dekat dengan keseharian masyarakat. Informasi pelayanan kepolisian tidak hanya ditempatkan di kantor pemerintahan, tetapi dibawa ke lokasi yang menjadi tempat warga bekerja, berbelanja, beribadah, berkumpul maupun menjaga keamanan lingkungan.
Di Kelurahan Campurejo, misalnya, Bhabinkamtibmas Aiptu Dwi Kiswanto memilih SPBU Campurejo sebagai salah satu ruang sosialisasi.
Sekitar pukul 10.10 WIB, ia bertemu karyawan SPBU dan warga untuk mengenalkan Call Center Polri 110 serta Super App Polri.
Warga mendapatkan informasi bahwa layanan 110 dapat digunakan tanpa pulsa untuk mengakses bantuan kepolisian. Sementara Super App Polri diperkenalkan sebagai kanal digital yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan mengakses berbagai layanan kepolisian.
Sosialisasi juga menyinggung pelayanan administrasi kepolisian seperti SKCK, SIM dan STNK yang informasinya dapat diakses melalui ekosistem layanan digital Polri.
Pemilihan SPBU sebagai tempat sosialisasi memiliki jangkauan tersendiri. Tempat tersebut tidak hanya didatangi warga sekitar, tetapi menjadi titik persinggahan masyarakat dengan mobilitas yang beragam.
Dari Campurejo, kegiatan serupa berlangsung di Ringinanom.
Mulai pukul 11.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ringinanom memasang informasi layanan 110 dan Super App Polri di lima titik dengan karakter berbeda.
Lokasinya meliputi Kantor Kelurahan Ringinanom di Jalan Panglima Sudirman Nomor 17, Warung Kopi Mbah Bedjo di Jalan Panglima Sudirman Gang 1, Poskamling RT 01 RW 02, Poskamling RT 03 RW 02 serta Pos Security Mall Ramayana di Jalan Panglima Sudirman Nomor 50.
Penyebaran informasi hingga poskamling menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut. Poskamling merupakan salah satu simpul pengamanan berbasis masyarakat yang berada paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal.
Ketika warga yang menjaga lingkungan mengetahui akses 110, jalur penyampaian informasi kepada kepolisian menjadi lebih mudah dikenali.
Hal yang sama berlaku pada pos keamanan pusat perbelanjaan. Petugas keamanan merupakan pihak yang sehari-hari berhadapan langsung dengan aktivitas masyarakat sehingga keberadaan informasi akses kepolisian dapat membantu ketika membutuhkan koordinasi lebih lanjut.
Pada waktu yang sama, sosialisasi bergerak di Kelurahan Semampir.
Bhabinkamtibmas memasang stiker layanan Polri 110 dan Super App di Kantor Kelurahan Semampir, Jalan Mayor Bismo Nomor 27. Namun sosialisasi tidak berhenti pada kantor pemerintahan.
Informasi yang sama dibawa ke Masjid Baiturrohman di Jalan Mayor Bismo Nomor 23 serta Warung Kopi Pak Mustopah di kawasan Gang Makam RT 07 RW 01.
Masjid dan warung kopi memperlihatkan bagaimana informasi pelayanan publik dapat dibawa ke ruang sosial yang secara alami telah menjadi tempat pertemuan masyarakat.
Warung, misalnya, memiliki fungsi sosial yang jauh lebih luas daripada tempat membeli makanan atau minuman. Di lingkungan permukiman, warung sering menjadi tempat warga bertemu dan bertukar informasi.
Karena itu, menempatkan informasi layanan kepolisian di ruang seperti ini dapat memperbesar kemungkinan masyarakat melihat, mengingat dan menggunakannya ketika benar-benar membutuhkan.
Sekitar pukul 11.30 WIB, pendekatan serupa dilakukan di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Betet Aiptu Sulaiman mendatangi Warung Pecel Mbak Erna di RT 14 RW 06 untuk memasang stiker layanan Polri 110 dan Super App.
Sekilas, pemasangan stiker di sebuah warung merupakan kegiatan sederhana. Namun pendekatan tersebut membawa pelayanan kepolisian keluar dari ruang formal.
Masyarakat tidak harus terlebih dahulu datang ke kantor polisi hanya untuk mengetahui ke mana harus menghubungi petugas ketika membutuhkan bantuan.
Nomor 110 menjadi salah satu pintu masuk komunikasi tersebut. Keberadaannya memungkinkan masyarakat mengakses layanan kepolisian melalui telepon, sementara perkembangan teknologi kemudian memperluas akses melalui Super App Polri.
Namun transformasi pelayanan tidak cukup hanya dengan menghadirkan aplikasi.
Sebuah aplikasi baru memiliki nilai ketika masyarakat mengetahui keberadaannya, memahami kegunaannya dan mampu mengaksesnya. Karena itu, peran Bhabinkamtibmas menjadi penting sebagai penghubung antara teknologi yang disediakan institusi dengan masyarakat sebagai penggunanya.
Pendekatan tatap muka juga tetap memiliki posisi yang tidak dapat sepenuhnya digantikan teknologi.
Ketika Bhabinkamtibmas datang ke warung, masjid, SPBU atau poskamling, yang dibangun bukan hanya pengetahuan mengenai nomor telepon dan aplikasi. Pertemuan tersebut sekaligus membuka komunikasi antara petugas dengan masyarakat di wilayah binaannya.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., dan Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., melalui jajaran Bhabinkamtibmas masing-masing mendorong pelayanan yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Gerakan sosialisasi di sejumlah kelurahan tersebut juga menunjukkan perubahan dalam cara pelayanan publik diperkenalkan.
Jika dahulu akses terhadap kepolisian lebih banyak dipahami melalui kantor polisi terdekat, kini masyarakat memiliki beberapa pilihan. Pertemuan langsung dengan Bhabinkamtibmas tetap tersedia, sementara telepon 110 dan kanal digital menambah pintu akses lainnya.
Hal terpenting kemudian adalah memastikan masyarakat mengetahui saluran mana yang tepat ketika membutuhkan bantuan.
Dalam konteks keamanan lingkungan, kecepatan komunikasi dapat menjadi faktor penting. Warga yang melihat peristiwa atau membutuhkan bantuan tidak perlu kebingungan mencari saluran untuk menghubungi kepolisian.
Di sisi lain, masyarakat tetap perlu menggunakan kanal pelayanan secara bertanggung jawab dan menyampaikan informasi secara jelas agar laporan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Rangkaian kegiatan di Ringinanom, Semampir, Campurejo dan Betet pada akhirnya memperlihatkan bahwa digitalisasi pelayanan tidak selalu dimulai dari layar telepon genggam.
Kadang ia justru dimulai dari cara yang sangat konvensional: petugas datang menemui masyarakat, menjelaskan layanan, lalu meninggalkan sebuah stiker di tempat yang mudah dilihat.
Dari warung kopi hingga poskamling, dari masjid hingga SPBU, pesan yang dibawa sama: akses kepada kepolisian semakin terbuka. Tantangannya bukan sekadar menyediakan teknologi, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar dikenal dan dapat digunakan masyarakat ketika dibutuhkan. (res/an)
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Bujel Kediri Telusuri Informasi Kecelakaan Laut, Sekaligus Kenalkan Layanan Polisi 110 kepada Warga
Kediriselaludihati.com – Informasi mengenai seorang warga Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri yang disebut terkait peristiwa kapal terbalik di Kalimantan mendapat perhatian jajaran Polsek Mojoroto. Bhabinkamtibmas bersama unsur tiga pilar dan Satgas PPA mendatangi kediaman warga untuk mencari informasi lebih lanjut, pada Senin (14/9/2026).
Kegiatan dilakukan sekitar pukul 10.30 WIB di kawasan Jalan Suparjan Mangun Wijaya, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel Aipda Yuda Kuswantoro, S.Sos., bersama unsur tiga pilar dan Satgas PPA melakukan sambang setelah memperoleh informasi adanya warga setempat yang disebut mengalami kecelakaan laut akibat kapal terbalik di Kalimantan.
Kunjungan tersebut terutama dilakukan untuk menggali informasi mengenai warga yang bersangkutan serta mengetahui perkembangan kabar yang diterima keluarga.
Informasi awal dalam laporan kepolisian belum menjelaskan identitas warga, lokasi pasti kecelakaan di Kalimantan, nama kapal, waktu kejadian maupun kondisi terakhir warga tersebut. Karena itu, kabar mengenai kecelakaan laut tersebut belum dapat dijelaskan lebih jauh sebelum memperoleh informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi.
Langkah mendatangi keluarga menjadi penting untuk menghindari berkembangnya informasi yang belum memiliki kepastian, terlebih peristiwa kecelakaan di luar daerah dapat memunculkan kekhawatiran bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Dalam kondisi semacam itu, kecepatan memperoleh informasi perlu berjalan bersama ketelitian. Kabar mengenai korban kecelakaan menyangkut keluarga dan kondisi seseorang sehingga tidak semestinya dikembangkan berdasarkan dugaan.
Kehadiran tiga pilar juga menunjukkan bahwa komunikasi dengan keluarga tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan kepolisian. Pemerintah kelurahan dan unsur kewilayahan dapat ikut berperan apabila keluarga kemudian membutuhkan koordinasi administratif maupun komunikasi lebih lanjut.
Di sela sambang tersebut, Bhabinkamtibmas juga melakukan sosialisasi akses pelayanan kepolisian dengan memasang stiker informasi Super App Polri dan Call Center 110 di lingkungan Jalan Suparjan Mangun Wijaya.
Pengenalan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperpendek akses masyarakat kepada kepolisian. Warga diharapkan mengetahui saluran yang dapat digunakan ketika membutuhkan bantuan atau hendak menyampaikan informasi terkait keamanan dan ketertiban di lingkungannya.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui jajaran Bhabinkamtibmas mendorong komunikasi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari pelayanan di tingkat kelurahan.
Peran Bhabinkamtibmas dalam kasus seperti yang muncul di Bujel tidak berhenti pada persoalan keamanan. Karena berada dekat dengan masyarakat, petugas juga dapat menjadi penghubung awal ketika sebuah keluarga menghadapi peristiwa di luar wilayah dan membutuhkan kepastian informasi.
Untuk sementara, hal terpenting adalah memastikan informasi mengenai kecelakaan kapal tersebut secara akurat, termasuk keberadaan dan kondisi warga Bujel yang dikabarkan terlibat dalam peristiwa itu.
Dengan informasi yang terverifikasi, keluarga tidak harus bergantung pada kabar yang belum jelas sumbernya. Dari sanalah langkah berikutnya, baik koordinasi, pendampingan maupun kebutuhan lainnya, dapat ditentukan berdasarkan keadaan yang sebenarnya. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
