Connect with us

Peristiwa

Apel Persiapan Pembersihan APK Pemilu 2024

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota melaksanakan kegiatan Koordinasi apel persiapan pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2024.

Kegiatan berlangsung, pada hari Sabtu tanggal 10 Februari 2024 mulai pukul 22.00 wib – 00.00 WIB bertempat di Kantor KPU Kota Kediri Jln. Jaksa Agung Suprapto No. 32 Mojoroto Kota Kediri. Kegiatan yang dilakukan koordinasi apel persiapan pembersihan Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024.

Hadir dalam kegiatan ini antara Dra. Pusporini Endah Palupi ( Ketua KPU Kota Kediri Divisi keuangan, umum, logistik dan rumah tangga ) Yudi Agung Nugraha, S.H ( Ketua Bawaslu Kota Kediri ). Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur.l Kordiv Pencegahan dan Parmas Bawaslu Jatim ( Eka Rahmawati, S.Sos ). Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kompol Abraham Sissik, S.Sos. Kapolsek Mojoroto, Kompol Mukhlason, S.H. Kasat Intelkam Polres Kediri Kota, AKP Agus Sutanto, S.Sos, Jaksa Fungsional Intel Novan Sofyan.

Moch. Wahyudi, S.E, M.M ( Anggota Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM ). Dr. Nia Sari, S.Si, M.Kes ( Anggota Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Teknis Penyelenggaraan ). Nasrudin, S.I.P, M.Si, ( Anggota Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Perencanaan dan data ).Reza Cristian, S.H ( Anggota Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Hukum ). Revani Sasmitaning Wulan, S.Sos ( Anggota Komisioner Bawaslu Kota Kediri ). Suhartono, S.T ( Anggota Komisioner Bawaslu Kota Kediri ). Fany Wijayanto, S.E, M.M, Sekretaris KPU Kota Kediri. Perwakilan 17 Parpol se – Kota Kediri. Agus, Satpol PP Kota Kediri, Dishub Kota Kediri, anggota PPK, anggota Panwasca dan PKD.

Rangkaian kegiatan, pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, menyanyikan Jingle Pemilu, Do’a, sambutan oleh Dra. Pusporini Endah Palupi ( Ketua KPU Kota Kediri Divisi keuangan, umum, logistik dan rumah tangga ).

“Terimakasih atas atas kehadiran dari stakeholder dalam rangka Koordinasi Apel Persiapan Pembersihan Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024.Besok sudah memasuki masa tenang selama 3 hari sampai tanggal 13 Februari 2024.Setelah ini, Kita akan melaksanakan Apel pembersihan APK pada pukul 00.00 Wib, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan. Dengan ini kegiatan Koordinasi Apel Persiapan Pembersihan Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024, kami buka, ” ujar Pusporini Endah Palupi Ketua KPU Kota Kediri Divisi keuangan, umum, logistik dan rumah tangga

Moch. Wahyudi, S.E, M.M ( Anggota Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM ) juga menyampaikan KPU punya kewajiban untuk berkoordinasi dengan Bawaslu dan peserta pemilu serta instansi terkait untuk menertibkan APK.

“Sedikit gambaran terkait kegiatan Kampanye sesuai PKPU No 15 2023, terkait Rapat Umum KPU RI mengeluarkan keputusan bahwa tanggal 8, 9, 10 tidak bisa dilaksanakan. Pada masa tenang tidak diperbolehkan untuk melaksanakan Kampanye, terkecuali giat masyarakat seperti pengajian dll,. Namun tidak boleh terdapat unsur kampanye, alat Peraga Kampanye Pemilu harus sudah dibersihkan oleh Peserta Pemilu paling lambat 1 hari sebelum hari pemungutan suara sesuai UU 7 Thn 2017,” terangnya.

“APK yang akan dibersihkan meliputi Baliho, papan reklame, spanduk, umbul-umbul , billboard. Pihak- pihak yang akan terlibat dalam pelaksanaan penertiban APK yakni KPU Bawaslu, Peserta Pemilu, Kepolisian, Dishub, dan Satpol PP. Hari kedua dan Ketiga akan dilaksanakan pembersihan dengan melibatkan anggota PKD dan juga PTPS untuk di wilayah per Kelurahan. Dokumentasi kegiatan perlu dilaksanakan agar masyarakat Kota Kediri tau bahwa Kita sudah melaksanakan penertiban APK, ” jelasnya.

Yudi Agung Nugraha, S.H Ketua Bawaslu Kota Kediri juga M enyampaikan “Kami telah melaksanakan koordinasi dengan peserta pemilu dan terdapat kesepakatan terkait pembersihan APK bisa diambil pada tanggal 16 – 19 Februari 2024 apabila melewati tanggal 19 akan dihanguskan. Beberapa titik pengumpulan APK, yakni kelurahan Dermo sudah siap menampung, Kecamatan Mojoroto, Kelurahan bawang, dan juga Kelurahan Pesantren. Hari kedua dan ketiga pelaksanaan pembersihan APK dilanjutkan di Panwascam masing-masing.Rencana pembersihan ini, kita terdapat tiga armada ditambah dari Dishub dan Satpol PP, ” katanya.

“Rencana hari ini kita melaksanakan membersihkan di jalan-jalan protokol, 1 kecamatan 1 armada.Kami juga sudah melihat beberapa Parpol telah melaksanakan pembersihan sebagian APK. Bendera merupakan atribut kampanye, sehingga kita kembalikan di masa tenang tidak boleh melaksanakan kampanye, jadi juga harus dibersihkan, ” jelasnya.

Penyampaian Satpol PP diwakili Agus, sebagai pengalaman pada masa kampanye yang telah berlangsung, ke depan apabila terjadi putaran kedua, agar aturan yang ada diperjelas sehingga kami mempunyai dasar hukum yang kuat untuk melaksanakan penertiban. 7 Armada sudah kami siapkan, 4 untuk personel dan 3 untuk mengangkut APK, ” katanya.

Penyampaian Jaksa Fungsional Intel Novan Sofyan menyampaikan pesan yang hadir disini untuk menjaga kondusifitas wilayah Kota Kediri dengan dibantu Stakeholder. Penyampaian Kapolsek Mojoroto. Saat melakukan pembersihan harus diperhatikan segi keamanan dan keselamatan karena malam hari banyak kabel-kabel yang tidak terlihat jelas dan juga baliho yang besar, ” katanya. (res/an).

Continue Reading

Inspirasi

Subuh Keliling di Masjid Darunnajach, AKBP Wisnu Perkuat Silaturahmi dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Darunnajach, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan Subuh Keliling atau Suling yang dimulai sekitar pukul 03.49 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Wisnu mengajak masyarakat memanfaatkan layanan polisi 110 apabila menemukan tindak pidana, gangguan keamanan, atau persoalan yang menimbulkan keresahan di lingkungan tempat tinggal.

Kehadiran Kapolres bersama sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan pimpinan Polri agar anggota kepolisian senantiasa hadir dan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

AKBP Wisnu didampingi Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, Kasat Reskrim AKP Elsyasarif, Kasat Binmas, Kasiwas, Kepala SPKT, serta sejumlah anggota Polres Kediri Kota.

Rombongan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama warga Kelurahan Bandar Kidul dan jamaah Masjid Darunnajach.

Melalui kegiatan keagamaan tersebut, kepolisian berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan penuh kebersamaan.

AKBP Wisnu menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan informasi dari warga agar setiap persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat segera ditangani.

“Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, mempererat silaturahmi, sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara polisi dan masyarakat,” kata AKBP Wisnu.

Salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan pemanfaatan layanan kepolisian melalui nomor 110.

Layanan ini dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan polisi ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan penanganan.

AKBP Wisnu mengajak warga tidak ragu menghubungi layanan tersebut apabila menemukan persoalan keamanan di sekitar tempat tinggal.

“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan polisi 110 apabila menemukan gangguan kamtibmas, tindak pidana, atau persoalan yang membutuhkan kehadiran petugas. Jangan ragu untuk melapor karena kepolisian siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Layanan polisi 110 merupakan sarana komunikasi yang disediakan Polri untuk mempermudah masyarakat memperoleh bantuan kepolisian.

Melalui layanan tersebut, warga dapat menyampaikan informasi mengenai peristiwa yang membutuhkan respons petugas tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor polisi.

Keberadaan layanan pengaduan ini menjadi penting karena informasi dari masyarakat dapat membantu kepolisian mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.

Namun, laporan yang disampaikan perlu memuat keterangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan agar petugas dapat melakukan penanganan sesuai kondisi yang dihadapi.

Selain memperkenalkan layanan kepolisian, kegiatan Subuh Keliling menjadi sarana membangun komunikasi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Masjid sebagai tempat ibadah sekaligus ruang pertemuan masyarakat memiliki peran dalam mempererat hubungan sosial dan membangun kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan seperti ini, pesan mengenai keamanan lingkungan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat dalam suasana keagamaan.

Kehadiran Kapolres dan jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara pimpinan kepolisian dan warga.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun meminta bantuan ketika menghadapi persoalan keamanan.

AKBP Wisnu mengingatkan bahwa menjaga situasi kamtibmas tidak cukup hanya dilakukan melalui patroli dan penegakan hukum.

Kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan, hubungan baik antarwarga, serta kesediaan menyampaikan informasi kepada kepolisian juga memiliki peran penting dalam mencegah gangguan keamanan.

“Kami berharap masyarakat terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan tidak segan berkomunikasi dengan anggota kepolisian. Dengan kebersamaan, situasi Kota Kediri yang aman dan kondusif dapat terus kita jaga,” katanya.

Kegiatan Subuh Keliling menjadi salah satu bentuk pendekatan Polres Kediri Kota yang mengedepankan komunikasi dan kehadiran polisi dalam aktivitas masyarakat.

Selain menjalankan tugas penegakan hukum, kepolisian juga memiliki fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan, hubungan tersebut dapat dibangun secara lebih dekat karena polisi dan warga bertemu dalam aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kegiatan serupa juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Di tingkat kelurahan, komunikasi yang baik dengan warga membantu kepolisian memperoleh informasi mengenai kondisi sosial dan potensi persoalan keamanan.

Sementara itu, keterlibatan masyarakat dapat mendukung langkah pencegahan sebelum suatu persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Berdasarkan laporan kegiatan, salat Subuh berjamaah dan penyampaian pesan kamtibmas di Masjid Darunnajach berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Melalui kegiatan Subuh Keliling di Kelurahan Bandar Kidul, Polres Kediri Kota terus mendorong kedekatan antara polisi dan masyarakat sekaligus mengajak warga berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta memanfaatkan layanan 110 ketika membutuhkan bantuan kepolisian. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Lewat Salat Subuh Berjamaah, Polsek Mojoroto Kediri Perkuat Silaturahmi dan Keamanan Lingkungan di Bandar Lor

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, menggelar kegiatan Subuh Keliling bersama masyarakat di Masjid Baitul Ma’mur, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 03.50 WIB tersebut diikuti Kanit Binmas Polsek Mojoroto, Panit Samapta, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor Aipda Toni Setiawan P., serta sejumlah anggota Polsek Mojoroto.

Turut hadir Hanafi selaku modin, pengurus takmir masjid, dan jamaah salat Subuh Masjid Baitul Ma’mur.

Melalui kegiatan tersebut, anggota kepolisian berbaur dengan masyarakat dalam suasana keagamaan sekaligus membangun komunikasi langsung mengenai kondisi keamanan lingkungan.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menjelaskan melalui laporan kegiatan bahwa Subuh Keliling merupakan salah satu bentuk pendekatan kepolisian kepada masyarakat melalui kegiatan ibadah dan silaturahmi.

Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Melalui kegiatan Subuh Keliling, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Situasi yang aman dan kondusif tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif masyarakat,” kata Kompol Rudi.

Kegiatan Subuh Keliling menjadi salah satu cara bagi kepolisian untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat di luar kegiatan patroli maupun pelayanan di kantor polisi.

Melalui pertemuan langsung dengan jamaah, anggota kepolisian memiliki kesempatan untuk membangun kedekatan dengan warga serta mengetahui kondisi sosial di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kompol Rudi menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara masyarakat dan aparat kepolisian, terutama dalam mencegah munculnya persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga hubungan baik antarwarga, meningkatkan kewaspadaan, dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan gangguan keamanan.

“Kami berharap masyarakat tidak ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun anggota Polsek Mojoroto apabila menemukan persoalan yang berpotensi menimbulkan keresahan. Semakin cepat informasi disampaikan, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” ujarnya.

Dalam kegiatan di Masjid Baitul Ma’mur, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor Aipda Toni Setiawan P. bersama anggota Polsek Mojoroto turut menyampaikan imbauan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Imbauan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Mojoroto.

Berdasarkan laporan kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah tersebut secara umum dalam keadaan aman dan kondusif.

Meski demikian, masyarakat tetap diajak meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan potensi gangguan keamanan di lingkungan tempat tinggal.

Keterlibatan pengurus masjid dan jamaah dalam kegiatan Subuh Keliling juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Masjid memiliki peran sosial yang tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga dan penyampaian berbagai pesan kebaikan.

Melalui kegiatan keagamaan, pesan mengenai keamanan lingkungan dapat disampaikan dalam suasana yang lebih dekat dan terbuka.

Kehadiran kepolisian di tengah jamaah juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengenal anggota yang bertugas di wilayah mereka.

Hubungan tersebut penting agar masyarakat mengetahui kepada siapa harus menyampaikan informasi atau meminta bantuan ketika menghadapi persoalan keamanan.

Kompol Rudi mengatakan, kerja sama antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat perlu terus dipelihara untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif.

“Kami mengajak para tokoh agama, pengurus masjid, dan seluruh jamaah untuk terus menjaga kerukunan serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan kebersamaan, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan Subuh Keliling menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban, termasuk melalui komunikasi antarwarga dan kepedulian terhadap kondisi di sekitar tempat tinggal.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas menjadi penghubung antara kepolisian dan masyarakat dalam menyampaikan informasi, menerima keluhan, serta membantu penyelesaian persoalan sesuai kewenangannya.

Melalui pendekatan tersebut, Polsek Mojoroto berupaya menjaga hubungan yang baik dengan warga sekaligus memperkuat upaya pencegahan gangguan kamtibmas.

Kegiatan Subuh Keliling di Masjid Baitul Ma’mur berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto menyampaikan melalui laporan kegiatan bahwa situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Mojoroto secara umum tetap kondusif.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Mojoroto menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan, komunikasi, dan kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Lewat Program Merata 2026, Polsek Mojoroto Kediri Ajak Warga Tamanan Kompak Hadapi Potensi Bencana

Published

on

Kediriselaludihati.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar pelatihan tanggap bencana bagi warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan melalui Program Merata 2026 tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Pelatihan berlangsung di Gedung Serbaguna Kelurahan Tamanan mulai pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri Camat Mojoroto, Kepala BPBD Kota Kediri, Lurah Tamanan, serta sejumlah warga yang mengikuti pelatihan.

Polsek Mojoroto turut mendukung kegiatan tersebut dengan menugaskan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan, Aipda Sigit Sutanto, untuk menghadiri sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat bersama Babinsa setempat.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menjelaskan melalui laporan kegiatan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya kepolisian mendukung peningkatan kesiapsiagaan warga, terutama dalam membangun kepedulian dan kerja sama ketika menghadapi keadaan darurat.

Menurutnya, pengetahuan tentang penanggulangan bencana perlu dimiliki masyarakat agar tidak hanya bergantung pada petugas ketika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Warga harus tetap kompak, saling membantu, dan mengikuti materi yang diberikan BPBD agar pengetahuan tersebut benar-benar bermanfaat ketika dibutuhkan,” kata Kompol Rudi.

Kegiatan pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal.

Pengetahuan mengenai kebencanaan penting karena kondisi darurat dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan respons yang tepat untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan warga.

Dalam situasi tersebut, kesiapan masyarakat menjadi faktor penting, terutama pada tahap awal sebelum bantuan dari petugas penanggulangan bencana tiba.

Melalui pelatihan yang diberikan BPBD, warga diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai pentingnya tindakan penyelamatan, koordinasi, dan komunikasi ketika menghadapi keadaan darurat.

Selain keterampilan individu, kekompakan antarwarga juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang tangguh terhadap bencana.

Kompol Rudi menekankan bahwa kepedulian sosial perlu terus diperkuat agar masyarakat terbiasa saling membantu, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menghadapi kondisi darurat.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas penanggulangan bencana. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam menjaga kebersamaan dan membantu warga lain yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sigit Sutanto turut memberikan motivasi kepada peserta agar mengikuti materi pelatihan dengan sungguh-sungguh.

Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kekompakan serta memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan diri sendiri maupun orang lain.

Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa upaya mengurangi risiko bencana dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal.

Warga yang memahami kondisi lingkungannya diharapkan lebih mampu mengenali potensi bahaya dan mengambil langkah pencegahan sesuai kemampuan.

Kesiapsiagaan juga membutuhkan komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah kelurahan, BPBD, serta aparat TNI dan Polri.

Keterlibatan berbagai unsur dalam pelatihan di Kelurahan Tamanan menunjukkan pentingnya koordinasi dalam upaya penanggulangan bencana di tingkat masyarakat.

BPBD memiliki peran memberikan pengetahuan dan pembinaan teknis mengenai kebencanaan, sedangkan pemerintah kelurahan bersama aparat kewilayahan mendukung koordinasi dan keterlibatan warga.

Sementara itu, masyarakat menjadi unsur penting karena berada paling dekat dengan lingkungan yang berpotensi terdampak ketika terjadi bencana.

Pengetahuan tentang kesiapsiagaan juga perlu dibarengi dengan kebiasaan memperhatikan keselamatan keluarga dan lingkungan.

Hal sederhana seperti mengetahui jalur penyelamatan, menyimpan nomor layanan darurat, serta memperhatikan anggota keluarga yang membutuhkan bantuan khusus dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi keadaan darurat.

Di sisi lain, informasi kebencanaan perlu diperoleh dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya.

Kompol Rudi berharap kegiatan pelatihan semacam ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan.

“Kami mengajak warga untuk tidak menganggap remeh pengetahuan tentang kebencanaan. Apa yang dipelajari dalam pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kepada keluarga maupun tetangga sehingga semakin banyak masyarakat yang siap menghadapi keadaan darurat,” katanya.

Pelatihan tanggap bencana melalui Program Merata 2026 tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat kewilayahan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama Babinsa merupakan bagian dari pendampingan kepada warga sekaligus memperkuat komunikasi mengenai keamanan dan keselamatan lingkungan.

Meski demikian, laporan kegiatan belum merinci jenis bencana yang menjadi fokus pelatihan, jumlah peserta, maupun materi teknis yang diberikan BPBD.

Berdasarkan laporan Polsek Mojoroto, seluruh rangkaian kegiatan di Gedung Serbaguna Kelurahan Tamanan berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Melalui pelatihan tersebut, BPBD Kota Kediri bersama pemerintah kelurahan dan aparat kewilayahan berupaya mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih siap, peduli, dan mampu bekerja sama dalam menghadapi potensi bencana. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page