Connect with us

Uncategorized

Bakti Sosial Sespimti 30 dan Sespimen 61 : Perkuat Karakter Pemimpin yang Empaty dan Jiwa Sosial pada PKB Juang TA 2021

Published

on

Lembang, Jawa Barat, 8/7/2021. Sespim Lemdiklat Polri menggelar bakti sosial dalam rangka Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan TA. 2021. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh, Kepala Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Drs Rokhmad Sunanto MM, Kepala Koordinator Widya Iswara (Kakor WI) Sespim Lemdiklat Polri beserta WI utama dan jajarannya, Kasespimti Lemdiklat Polri, Kasespimmen Lemdiklat Polri, Kasespimma Lemdiklat Polri, Para Pejabat Utama Sespim Polri, Ketua Bhayangkari Cabang 04 Sespim Lemdiklat Polri beserta pengurus Forkopimcam Lembang dan Cisarua (Camat, Kapolsek dan Danramil Lembang
maupun Cisarua) dan para Serdik Sespimti dan Pasis Sespimmen

Kasenat Sespimti Dikreg Ke-30 Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, mewakili Serdik Sespimti Dikreg ke -30 melalui Ka Senat Sespimmen Dikreg-61 menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bapak Kasespim Polri beserta ibu dan para pejabat Sespim Polri maupun undangan pada acara Bakti Sosial dalam rangka Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan TA.2021 pada hari ini.

Kegiatan Bakti Sosial ini merupakan rangkaian serta lanjutan dari kegiatan Bakti Sosial yang sudah kita laksanakan secara serentak pada tanggal 30 April 2021 di 8 Provinsi (10 kota/kab), yang meliputi. Lembang Jabar, Serang, Banten, Jakut DKI Jakarta, Semarang dan Solo Jateng, Yogya DIY, Malang dan Lumajang Jatim, Medan Sumut dan Kupang NTT untuk menanggulangi Pandemi Covid19, percepatan pemulihan keamanan, serta membantu masyarakat yang terdampak sebagai korban bencana alam.

“Dalam kegiatan baksos tersebut telah dilakukan Vaksinasi kepada 400 orang pada tanggal 30 April dan 27 Mei 2021.
Pembagian Sembako sebanyak 3.500 paket dan penyerahan bahan bangunan/material ke Polda NTT senilai 100 juta rupiah untuk perbaiki Mako Polri dan fasilitas pelayanan yang rusak akibat bencana alam. Kegiatan vaksin ini merupakan hasil kerjasama dengan Dinkes Provinsi Jabar dan Dinkes Bandung Barat dan Poliklinik Pratama Sespim Polri,” kata Kasenat Sespimti Dikreg Ke-30
Budhi Herdi Susianto, Selasa (8/7/2021).

Ditambahkan, bahwa kegiatan Baksos pada hari ini merupakan salah satu kegiatan pada Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan TA. 2021 yang telah di buka pada hari Senin 7 Juni 2021. Kegiatan baksos ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari dari tanggal 8 sampai
9 Juni 2021, yang meliputi.

“Kegiatan Donor Darah dengan peserta sebanyak 200 orang dari Serdik Sespimti, Serdik Sespimmen, Serdik Sespimma, Pejabat dan Antap Sespim, Kegiatan pembagian bansos berupa paket sembako sebanyak 1.000 paket terdiri dari 500 paket Sespimti dan 500 paket Sespimmen, serta 1.000 Rapid Swab Antigen,” tambahnya.

Pertimbangan mengadakan kegiatan baksos ini, di samping sebagai bagian dari Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan. Juga untuk mendukung program penanganan Covid-19 oleh pemerintah, dan membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19 sebagaimana tema “TNI Polri beserta komponen Bangsa lainnya siap melaksanakan percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dalam rangka mendukung pembangunan nasional guna mewujudkan Indonesia Maju”.

“Kegiatan Bhakti Sosial ini merupakan wujud kepedulian sosial Serdik Sespimti Polri Dikreg ke -30, Sespimmen Dikreg -61 terhadap lingkungannya dan salah satu upaya meningkatkan sinergisitas Serdik dan Pasis yang berasal dari Polri, TNI maupun serdik tamu dari Kejaksaan dan Kemenkumham RI,” lanjut dia.

Pada kesempatan yang baik ini Serdik mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ka Sespim Lemdiklat Polri yang telah mendukung kegiatan Baksos ini sehingga bisa terlaksana dengan baik dan kepada seluruh Serdik Sespimti Polri, Pasis Sespimmen dan Sespimma maupun Masyarakat yang telah berpartisipasi dan menjadi donatur, sehingga kegiatan Baksos dalam rangka PKB Juang dapat terlaksana pada hari ini.

“Berkenan Kasespim Lemdiklat Polri membuka kegiatan Baksos dalam rangka PKB Juang TA. 2021 dan secara simbolis memberikan bantuan kepada perwakilan petugas yang akan menyalurkan dan masyarakat yang akan menerima,” pungkasnya.

Saat membuka kegiatan Baksos Ka Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Drs Rokhmad Sunanto MM dalam sambutannya menyampaikan “Peserta didik pertama harus memiliki Ide ide strategis dalam menghadapi ancaman, Tantangan, Hambatan dan gangguan selama Pandemi Covid19 dan kedua mendukung Pertumbuhan dan Pemulihan Ekonomi Nasional, ketiga sebagai peran fungsinya Polri dan TNI mampu menjaga Stabilitas keamanan dan ketertiban Masyarakat ini yang paling Utama soliditas TNI dan Polri”

Continue Reading

Uncategorized

Bantu Warga Selamatkan Harta Benda, Personel SAR Korbrimob Bergerak ke Satar Padut

Published

on

MANGGARAI TIMUR, NTT — Di tengah rumah-rumah warga yang masih terdampak bencana gempa bumi, upaya menyelamatkan barang berharga menjadi perhatian penting. Satuan Tugas SAR Korps Brimob Polri BKO Polda NTT bergerak membantu warga mengevakuasi barang dari rumah terdampak gempa di Kampung Nanga Lirang, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (26/8/2026).Sebanyak 15 personel Satgas SAR yang ditempatkan di Sektor Lamba Leda Utara, di bawah pimpinan Ipda Alfonsius Anselmus S, bergerak menuju lokasi pada pukul 07.45 WITA. Kehadiran personel difokuskan untuk membantu warga mengamankan barang-barang berharga dari rumah yang terdampak bencana.Proses evakuasi dilakukan dengan memperhatikan kondisi bangunan serta keselamatan warga dan personel. Barang-barang yang masih dapat diselamatkan dipindahkan dari rumah terdampak ke lokasi yang lebih aman.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari respons kemanusiaan Korps Brimob Polri dalam mendampingi masyarakat terdampak gempa. Selain penanganan kedaruratan, upaya membantu warga mengamankan harta benda menjadi langkah penting untuk mengurangi kerugian akibat bencana.Melalui kehadiran personel di lapangan, Brimob terus berupaya memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak, sekaligus memastikan warga mendapatkan pendampingan dalam menghadapi situasi pascabencana.

Continue Reading

Uncategorized

Polri Perkuat Pencegahan Karhutla Melalui Edukasi Langsung kepada Masyarakat

Published

on

JAKARTA — Polri memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengedepankan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Langkah tersebut dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur pendidikan, pembinaan masyarakat, operasional, hingga penegakan hukum.Sebanyak 403 personel dari Lemdiklat Polri disiapkan sebagai tim edukasi pencegahan karhutla yang akan diterjunkan secara bertahap ke delapan wilayah hukum Polda, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si., mengatakan penguatan edukasi merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden kepada Kapolri untuk meningkatkan langkah pencegahan karhutla secara lebih masif. Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui penanganan ketika kebakaran telah terjadi, tetapi harus dimulai dari peningkatan pemahaman masyarakat.“Bapak Presiden dan Bapak Kapolri meminta kegiatan Satgas Penyuluhan melalui kegiatan edukasinya untuk lebih masif memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga supaya tidak terjadi lagi kebakaran hutan,” ujar Komjen Pol. Panca Putra Simanjuntak di Jakarta, Senin (25/8/2026).Ia menjelaskan, personel yang diterjunkan tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga menyampaikan pemahaman mengenai penyebab, dampak, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah karhutla. Edukasi tersebut juga akan mencakup aspek kesehatan dan dampak sosial maupun ekonomi yang dapat timbul akibat kebakaran.“Dampak yang terjadi bukan hanya masalah kesehatan, tetapi apabila hal ini tidak segera dilakukan langkah-langkah yang terintegrasi, termasuk dalam hal ini penyuluhan, ini berdampak kepada ekonomi masyarakat sekitar dan tentu kepada Indonesia yang dampaknya berpengaruh kepada negara-negara tetangga,” katanya.Dalam pelaksanaannya, 403 personel tersebut terdiri dari 8 personel pendamping atau pimpinan dan 395 peserta didik yang berasal dari S2-STIK, Setukpa, serta Sespimma. Para peserta didik akan mendapatkan pengalaman langsung dalam menjalankan tugas kemasyarakatan sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan.Penguatan pendekatan edukasi tersebut juga menjadi bagian dari strategi Polri untuk menekan faktor manusia sebagai salah satu penyebab utama terjadinya karhutla. Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Mardiyono menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya pembakaran yang dapat berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan.“Kalau namanya kesalahan manusia berarti mereka kurang sosialisasi. Sehingga pada waktu nanti para siswa, para perwira siswa ini diterjunkan ke wilayah, mereka akan melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat supaya mereka lebih jelas,” ujarnya.Di lapangan, para personel akan berkoordinasi dengan jajaran Direktorat Binmas di masing-masing Polda serta melibatkan berbagai unsur terkait, termasuk masyarakat dan tokoh masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan agar edukasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah masing-masing.Selain pendekatan preventif, Polri tetap menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terkait karhutla. Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menegaskan bahwa penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan.“Kalau hanya dilakukan penegakan hukum saja, tentunya tidak akan selesai masalahnya. Kami bekerja sama dengan Baharkam, khususnya Korbinmas, untuk mencegah lebih dini, menyadarkan masyarakat dengan upaya-upaya sosialisasi ataupun proses edukasi di lapangan,” ujarnya.Sementara itu, Karobinops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis menyampaikan bahwa langkah edukasi tersebut menjadi bagian dari strategi operasional Polri dalam menghadapi karhutla. Selain menyiapkan tim penyuluh, Polri juga telah mengerahkan unsur Brimob untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah yang membutuhkan.“Yang pertama, kemarin kita sudah memberangkatkan satu SSB dari Brimob untuk pemadaman. Kemudian kita akan segera berangkatkan tim penyuluh yang sudah kita bagi ada delapan Polda prioritas. Jumlahnya tidak sama, kita lihat mana yang lebih membutuhkan untuk bidang penyuluhan ini,” ujarnya.Pelibatan peserta didik dalam kegiatan tersebut juga memiliki dimensi pendidikan dan pengabdian masyarakat. Selain menjalankan tugas edukasi, para peserta didik S2-STIK akan melakukan pengamatan dan penelitian lapangan sebagai bagian dari proses akademik untuk memperoleh gambaran mengenai persoalan karhutla di wilayah penugasan.Polri menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Melalui penguatan edukasi, koordinasi lintas fungsi, dukungan operasional dan penegakan hukum, Polri berupaya mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan sejak dari sumbernya.

Continue Reading

Uncategorized

Jelang Muktamar NU ke -35, Korlantas Polri Perkuat Pengamanan Lalu Lintas di Jombang

Published

on

JOMBANG – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur memperkuat pengamanan arus lalu lintas di Kabupaten Jombang Jawa Timur, menjelang pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026.Langkah strategis ini diambil guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan seiring kedatangan ribuan ulama, delegasi, dan penggembira dari berbagai penjuru tanah air menuju pusat kegiatan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol I Made Agus Prasatya mengatakan, pengamanan tidak hanya fokus pada kelancaran perjalanan peserta muktamar, tetapi juga menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) bagi masyarakat umum.”Pada kegiatan Muktamar NU ini, Kamseltibcarlantas menjadi atensi kita bersama,”ujar Brigjen Pol I Made Agus, Senin (24/8/2026).Korlantas Polri juga mendorong jajaran kewilayahan khususnya Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur untuk mempersiapkan personel serta pola pengaturan lalu lintas secara matang.Hal tersebut diperlukan agar peningkatan aktivitas kendaraan tidak menimbulkan kemacetan panjang maupun menganggu mobilitas masyarakat sekitar.”Kegiatan kita tidak hanya mengatur kendaraan rombongan peserta Muktamar, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beraktivitas tanpa terganggu oleh peningkatan arus kendaraan yang mungkin akan terjadi,” tegas Brigjen Pol I Made Agus.Korlantas Polri juga menempatkan aspek keselamatan sebagai bagian penting dalam pengamanan.Brigjen Pol I Made Agus menegaskan, pengamanan lalu lintas tidak semata – mata dilakukan untuk mengatur kendaraan.Menurut Brigjen Pol I Made Agus, kehadiran personel juga menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat yang membutuhkan informasi dan bantuan terutama saat terjadi kepadatan lalu lintas.”Penguatan pengamanan lalu lintas ini sekaligus menjadi bagian dari kesiapan Polri menyambut salah satu agenda besar NU tahun ini,” pungkas Brigjen Pol I Made Agus. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page