Inspirasi
Bhabinkamtibmas Setonopande Ajak Murid SD Patuh dan Taat Kepada Guru dan Orang Tua
Kediriselaludihati.com – Aiptu R Rido Bhabinkamtibmas Kelurahan Manisrenggo, Polsek Kediri Kota, Polresta Kediri melakukan DDS, Senin 09 Maret 2020, pukul 07.00 WIB s/d selasai. Dia datang Sekolah SDN Manisrenggo.
Bersama Kpl sekoalh SDN Manisrenggo Sulaiaman dan Guru serta Murid2 SDN Manisrenggo Melaksanakan Upacara Bendera. Petugas menyampaikan Himbuan Kamtibmas.
“Cegah Tangkal Kenakalan anak. Menyampaikan ketertiban di lingk sekolah / Luar sekolah. Disamapaikan berita2 Hoax terkait Penculikan anak. Menjaga Kebersihan dan pola Hidup Sehat. Setiap bermain Hp / menonton Filem agar didampingi oleh org tua,” kata Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi.
Lalu, BKTM Kelurahan Setonopande, Polsek Kediri Kota, Polresta Kediri, Aipda Bambang Rachmadi menjadi pembina upacaradi SDN Setonopande 1 dalam kesempatan tersebut menghimbau pada murid agar patuh, taat pada guru dan orang tua. cegah / tangkal kenakalan anak. Belajar yang rajin, jaga kebersihan dan pola hidup sehat.
Sayangi sesama teman batasi / awasi pemakaian gadge. Jangan percaya berita hoax mudah-mudahan apa yang dicita-citakan akan bisa terwujud. Kegiatan upacara berjalan khidmat, tertib dan lancar.dilanjutkan saling bersalamandan foto bersama-sama. (res/an).
Inspirasi
Wakapolres Kediri Kota Apresiasi Peran PP Polri sebagai Mitra Strategis dalam Menjaga Kamtibmas

Kediriselaludihati – Semangat pengabdian tidak berhenti setelah memasuki masa purna tugas. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Purnawirawan (PP) Polri ke-27 Tahun 2026 yang digelar di Aula Aspol PK Bangsa, Kelurahan Banjaran, Kota Kediri, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB tersebut diikuti puluhan purnawirawan Polri. Turut hadir Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota, Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota beserta pengurus dan anggota PP Polri.
Dalam momentum HUT ke-27 ini, PP Polri mengusung tema “Purna Bhakti Bukan Akhir Pengabdian, Tegakkan Komitmen dan Perkokoh Sikap Konsistensi PP Polri dalam Mendukung Tugas Polri yang Presisi.”
Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota Suyono dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, masa purna tugas bukan menjadi akhir dari pengabdian, melainkan menjadi bagian dari perjalanan untuk tetap memberikan kontribusi bagi masyarakat dan institusi Polri.
“Alhamdulillah hari ini kita dapat bersama-sama memperingati HUT PP Polri ke-27. Semoga semangat pengabdian tetap terjaga dan PP Polri terus konsisten mendukung tugas Polri yang Presisi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko yang hadir mewakili Kapolres Kediri Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh anggota PP Polri atas dedikasi serta kontribusinya selama ini.
Dalam sambutan Kapolres Kediri Kota yang dibacakannya, Wakapolres menegaskan bahwa hubungan antara Polri aktif dan para purnawirawan merupakan ikatan yang tetap terjaga sebagai bagian dari keluarga besar Polri.
“Polres Kediri Kota menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada PP Polri Cabang Kediri Kota yang selama ini telah bersinergi dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” kata Kompol Putu.
Ia berharap PP Polri terus menjadi mitra strategis Polri di tengah masyarakat, termasuk memberikan informasi, kritik, dan saran yang membangun guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Perkembangan zaman yang semakin cepat, terutama dengan kemajuan teknologi dan media sosial, menurutnya juga membawa tantangan baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“PP Polri diharapkan dapat turut membantu menciptakan suasana yang sejuk di masyarakat apabila muncul isu yang dapat mengganggu keamanan maupun meresahkan warga. Pengalaman dan keteladanan para purnawirawan menjadi nilai penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Kompol Putu juga menyampaikan bahwa PP Polri memiliki peran penting sebagai teladan di lingkungan masyarakat serta tetap menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban.
“Terima kasih atas jasa dan pengabdian bapak ibu sekalian. Kami berharap PP Polri tetap menjadi mitra Polri dan terus mendukung terciptanya kamtibmas yang aman di wilayah hukum Polres Kediri Kota,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota yang diberikan kepada Wakapolres Kediri Kota sebagai simbol kebersamaan dan sinergi antara purnawirawan dengan institusi Polri.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, foto bersama, serta ramah tamah. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui peringatan HUT PP Polri ke-27 ini, sinergi antara purnawirawan dan Polri diharapkan semakin kuat dalam menjaga keamanan, memberikan keteladanan, serta terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. (res)
Inspirasi
Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, AKBP Anggi Saputra Ibrahim Harumkan Nama Polres Kediri Kota di Ajang Menembak Polda Jatim

Kediriselaludihati – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polres Kediri Kota. Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. berhasil meraih Juara III Kategori Presisi Executive dalam Lomba Menembak Kapolda Jawa Timur Cup 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Mapolda Jawa Timur, Rabu (8/7/2026).
Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut diikuti para Kapolres serta personel jajaran Polda Jawa Timur. Capaian yang diraih AKBP Anggi Saputra Ibrahim menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Polres Kediri Kota sekaligus menunjukkan kualitas sumber daya manusia Polri yang terus dibina secara berkelanjutan.
Lomba menembak secara resmi dibuka oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa kemampuan menggunakan senjata api merupakan kompetensi yang harus dimiliki setiap anggota Polri, namun penggunaannya hanya dilakukan sebagai upaya terakhir atau last resort sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kapolda menekankan bahwa setiap penggunaan senjata api harus dilakukan secara profesional, proporsional, serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum, prosedur, maupun moral.
“Setiap peluru yang dilepaskan harus dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kemampuan menggunakan senjata api harus terus diasah melalui latihan yang terukur dan berkelanjutan,” tegas Irjen Pol. Nanang Avianto.
Menurut Kapolda, penyelenggaraan lomba menembak bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara, melainkan menjadi bagian dari pembinaan kemampuan personel Polri dalam meningkatkan keterampilan teknis, kedisiplinan, pengendalian diri, serta pemahaman terhadap aspek keselamatan dalam penggunaan senjata api.
Prestasi yang diraih Kapolres Kediri Kota dinilai sejalan dengan semangat pembinaan profesionalisme yang terus dibangun di lingkungan Polda Jawa Timur. Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Polres Kediri Kota, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang Presisi.
Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim mengatakan bahwa penghargaan yang diraihnya merupakan hasil dari pembinaan dan latihan yang selama ini terus dilakukan di lingkungan Polri.
“Prestasi ini saya persembahkan untuk seluruh keluarga besar Polres Kediri Kota. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan, profesionalisme, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar AKBP Dr Anggi Saputra Ibrahim.
Ia menambahkan, momentum Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi semangat bagi seluruh anggota Polri untuk terus mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Setiap prestasi bukan semata-mata tentang kemenangan dalam perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan personel agar mampu melaksanakan tugas secara profesional, akuntabel, dan bertanggung jawab. Kami akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Prestasi tersebut semakin menegaskan komitmen Polres Kediri Kota dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi, dengan menghadirkan personel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tetapi juga menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas kepada masyarakat. (res/aro)
Inspirasi
Satlantas Kediri Kota Beri Dukungan Moral kepada Keluarga Korban Laka Maut, Proses Hukum Terus Berjalan
Kediriselalaludihati – Di sebuah rumah sederhana di Dusun Sendang, Desa Sendang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, suasana duka masih begitu pekat.
Tangis keluarga belum benar-benar reda sejak kepergian Fulan Zuleyka (19), mahasiswi Universitas Islam Syekh Wasil Kediri yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas beruntun di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Kediri, Minggu (5/7/2026) malam.
Di rumah itu, tidak ada lagi tawa anak ketiga dari tiga bersaudara tersebut. Yang tersisa hanyalah foto, doa, dan kenangan yang terus hidup di hati kedua orang tuanya, Welas Hari Widodo dan Lilik Suryani.
Di tengah suasana duka itulah, Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP T. Yudho Prastyawan, S.H., M.H., bersama KBO Satlantas dan para Kanit Satlantas datang bersilaturahmi ke rumah duka. Kedatangan mereka bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, melainkan sebagai bentuk empati kepada keluarga yang sedang kehilangan putri tercinta.
Kasatlantas bersama rombongan diterima langsung oleh kedua orang tua korban. Percakapan berlangsung sederhana, namun penuh makna. Polisi mendengarkan cerita keluarga, menyampaikan belasungkawa, sekaligus memastikan bahwa proses hukum atas kecelakaan yang merenggut nyawa Fulan akan ditangani secara profesional dan transparan.
Bagi keluarga, kehilangan seorang anak bukanlah luka yang mudah dipulihkan. Tidak ada proses hukum yang mampu mengembalikan kehadiran Fulan di tengah keluarga. Namun, kepastian bahwa perkara ditangani secara serius menjadi sedikit penguat di tengah kesedihan yang masih menyelimuti.
Sementara itu, proses penanganan hukum terus berjalan. Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Kediri Kota kini memasuki tahapan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, termasuk DWS (16), anak dibawah umur yang juga pelajar asal Kabupaten Nganjuk yang mengemudikan mobil Hyundai Palisade putih.
Sejak Senin hingga Selasa (6–7 Juli 2026), penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap seluruh pihak terkait sebagai bagian dari proses penyelidikan yang segera ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Kediri Kota, Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman, S.Tr.K., menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara menyeluruh tanpa ada perlakuan khusus terhadap siapa pun.
“Mulai tanggal 6 hingga 7 Juli kami melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak yang terlibat. Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan peningkatan status penanganan dari tahap penyelidikan menuju penyidikan sesuai alat bukti yang telah kami kumpulkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dilakukan berdasarkan fakta hukum yang diperoleh selama penyelidikan.
“Kami akan bertindak tegas dalam penanganan kasus ini. Semua proses berjalan sesuai prosedur hukum, objektif, profesional, dan berdasarkan alat bukti yang ada,” tegas Ipda Andi.
Penyidik juga memberikan penjelasan mengenai informasi yang sempat berkembang di masyarakat terkait nomor polisi kendaraan Hyundai Palisade.
Menurut Ipda Andi, hasil pemeriksaan memastikan kendaraan tersebut memiliki nomor registrasi asli AG 55 SIS. Saat kejadian, kendaraan diketahui menggunakan plat nomor gantung bertuliskan AG 150 yang bukan merupakan nomor registrasi resminya.
“Plat nomor kendaraan yang asli adalah AG 55 SIS. Saat kejadian yang bersangkutan menggunakan plat nomor gantung AG 150. Hal tersebut sudah kami pastikan berdasarkan hasil pemeriksaan kendaraan beserta dokumen yang kami miliki,” jelasnya.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi juga telah dilakukan. Hasil tes urine menunjukkan negatif dari narkotika maupun zat terlarang lainnya.
“Hasil tes urine negatif. Dari keterangan awal yang bersangkutan, penyebab kecelakaan diakuinya karena kurang berkonsentrasi saat mengemudikan kendaraan,” tambahnya.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, kecelakaan bermula ketika Hyundai Palisade melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan KH Ahmad Dahlan. Di depannya melaju sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Naura Azwa Laksono dengan Fulan Zuleyka sebagai penumpang.
Diduga akibat kurang berkonsentrasi dan melaju dengan jarak yang terlalu dekat, Hyundai Palisade menabrak bagian belakang sepeda motor tersebut. Setelah benturan pertama, kendaraan kehilangan kendali, masuk ke jalur berlawanan arah, lalu menabrak Toyota Avanza dan kembali menghantam Isuzu Panther sehingga terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan.
Fulan Zuleyka meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Sementara Naura Azwa Laksono mengalami luka memar dan lecet, sedangkan penumpang Isuzu Panther, Ani Maskufah, mengalami luka pada bagian dahi dan telah mendapatkan perawatan medis.
Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP T. Yudho Prastyawan mengatakan bahwa selain memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, pihaknya juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah keluarga korban.
“Kami datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga almarhumah. Kehadiran kami juga menjadi bentuk komitmen bahwa perkara ini akan ditangani secara profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh alat bukti, keterangan saksi, hasil pemeriksaan kendaraan maupun pemeriksaan terhadap pengemudi akan menjadi dasar dalam menentukan proses hukum selanjutnya,” ujar AKP T. Yudho Prastyawan.
Ia berharap tidak ada lagi keluarga yang harus merasakan kehilangan akibat kelalaian di jalan raya.
“Keselamatan harus menjadi budaya dalam berkendara. Selalu berkonsentrasi, patuhi batas kecepatan, jaga jarak aman, dan hormati pengguna jalan lainnya. Satu detik kelalaian dapat mengubah masa depan seseorang, bahkan menghilangkan nyawa. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.
Di rumah duka itu, proses hukum memang sedang berjalan. Namun, bagi keluarga Fulan, waktu seolah berhenti sejak malam nahas tersebut. Yang mereka harapkan kini bukan sekadar kepastian hukum, melainkan agar tidak ada lagi orang tua yang harus menunggu anaknya pulang, namun yang datang justru kabar duka. (res)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
