Connect with us

Peristiwa

Cegah Kejahatan, Polsek Kediri Kota Patroli Harkamtibmas

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota melaksanakan kegiatan Ops Yustisi dipimpin Pawas pada Hari Kamis, 2 – 12 – 2021, Pukul  09.00 Wib   –  selesai.

Pelaksanaan Giat Ops Yustisi berdasarkan. Inmendagri No.    43 Th 2021, Ttg Ppkm Level 3, 2, 1. Perda Prov Jatim No.    2 Th 2020.  Perwalikota Kediri No.    32 Th 2020. Keputusan Walikota Kediri No 188.45/264/419.033/2021.Ttng. Perpanjngan PPKM (Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat).

Kegiatan Ops Yustisi dilaksanakan secara mobiling dan untuk Polsek Kediri Kota dipimpin oleh Pawas AKP Edy Endro P. SH. Padal  Iptu Cham Sunarko. Bersama Satpol PP melaksanakan kegiatan Ops Yustisi. 

Tempat Giat Razia Protokol Kesehatan di Pasar Banjaran Jl. Ir. Sutami Kel. Banjaran Kec. Kota Kota Kediri. Sanksi Ops Yustisi Teguran lisan    17.Himbauan lisan masyarakat 12 orang utk jaga jarak 5 orang utk memakai masker. Kegiatan Pembagian Masker 10  lembar.

“Selama pelaksanaan kegiatan Ops Yustisi berlangsung Mancarli,” kata Kapolsek Kediri Kota, Kompol Sugianto, S.Sos.

Kemudian, Patroli Harkamtibmas dilaksanakan Polsek Kota Kediri. Sasarannya Gereja Santo Yosep Jl.Hasanudin Kel.Dandangan Kec. Kota Kota Kediri. Spbu Jl. Imam Bonjol Kel. Ngadirejo Kec. Kota Kota Kediri. Perum Puri Kedaton Jl. Ir  Sutami Kel. Banjaran Kec. Kota Kota Kediri DannPagora Jl. A. Yani Kel. Banjaran Kec. Kota Kota Kediri.

Petugas Mlmelaksanakan patroli dan pemantauan Situasi Kamtibmas guna mengantisipasi terjadinya 3C. Kegiatan Patroli Harkamtibmas berjalan lancar  dan aman terkendali. (res/an).

Continue Reading

kriminal

Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Anak, Dua Korban Lain Ditempatkan di Rumah Aman

Published

on

Kediriselaludihati – Kasus kekerasan terhadap anak yang berujung kematian menggemparkan warga Kota Kediri. Seorang perempuan lanjut usia berinisial S (64) ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Kediri Kota setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap cucunya, MAM, hingga meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengungkapkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi alat bukti yang cukup, termasuk keterangan saksi dan pengakuan pelaku. Dalam proses penyidikan, sedikitnya tujuh orang saksi telah dimintai keterangan.

Peristiwa tragis itu bermula saat korban diminta untuk tidur siang, namun tidak menuruti perintah. Hal tersebut memicu emosi tersangka hingga melakukan tindakan kekerasan menggunakan benda tumpul.

“Tersangka memukul korban dengan menggunakan kayu dan pipa, terutama di bagian punggung,” ujarnya.

Hasil autopsi dari tim dokter forensik RS Bhayangkara Kediri menunjukkan adanya luka memar dan lecet di beberapa bagian tubuh korban, serta pendarahan di rongga perut akibat benturan benda tumpul. Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kayu, pipa, pakaian korban, serta bak mandi yang berkaitan dengan kejadian.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ibu korban, RI, saat pulang ke rumah sekitar pukul 16.30 WIB dan mendapati anaknya dalam kondisi tidak bernyawa. Awalnya tersangka mengaku tidak mengetahui penyebab kematian korban, namun setelah pemeriksaan intensif, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Penyidik masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Dugaan sementara mengarah pada ayah tiri korban berinisial WT, setelah ditemukan luka pada dua saudara korban yang masih berusia tujuh dan lima tahun. Namun, yang bersangkutan telah dipulangkan karena belum cukup bukti.

Sementara itu, dua anak lainnya kini telah dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk ditempatkan di rumah aman guna mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini secara serius dan profesional. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Peristiwa ini menjadi perhatian serius kami. Jangan ragu melapor jika melihat atau mengetahui adanya kekerasan terhadap anak,” tegasnya. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Uji Fisik Berkala, Polres Kediri Kota Pastikan Kesiapan Hadapi Tugas Lapangan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Ratusan personel Polri dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres Kediri Kota mengikuti Tes Kesamaptaan Jasmani Semester I Tahun 2026, pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan yang digelar di Lapangan Tirtoyoso Park Kediri sejak pukul 05.30 WIB ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran serta kesiapan fisik personel dalam menjalankan tugas.

Sebanyak 278 personel tercatat mengikuti tes yang merupakan agenda rutin pembinaan sumber daya manusia di lingkungan kepolisian. Kegiatan diawali dengan absensi peserta dan pengambilan blanko, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis guna memastikan kondisi peserta dalam keadaan fit.

Setelah dinyatakan layak mengikuti tes, peserta menerima nomor dada dan arahan pembinaan jasmani dari Bagian Sumber Daya Manusia. Seluruh peserta kemudian melakukan pemanasan dan peregangan otot untuk mengurangi risiko cedera sebelum memasuki inti kegiatan.

Materi tes meliputi lari selama 12 menit untuk golongan I, II, dan III, serta 20 menit bagi golongan IV. Selain itu, peserta juga menjalani tes kekuatan dan ketangkasan seperti pull up atau chinning, push up, sit up masing-masing selama 60 detik, serta shuttle run dengan jarak 3 x 10 meter.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan evaluasi pelaksanaan guna memastikan proses berjalan sesuai prosedur dan standar penilaian yang telah ditetapkan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim melalui Kabag SDM Kompol Riko Saksono menyampaikan, tes kesamaptaan jasmani merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalisme personel. Kondisi fisik yang prima dinilai menjadi faktor utama dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

Menurut dia, kegiatan ini tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan fisik, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan disiplin serta membangun pola hidup sehat di kalangan personel.

Dengan pelaksanaan tes secara berkala, diharapkan seluruh personel Polres Kediri Kota mampu mempertahankan kebugaran serta meningkatkan kesiapan dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Amankan Pengajian Lailatul Ijtima, Bhabikamtibmas Polres Kediri Kota Pastikan Situasi Tetap Aman

Published

on

Kediriselaludihati.com – Aparat kepolisian melalui peran Bhabinkamtibmas melakukan pengamanan dan pemantauan kegiatan keagamaan di sejumlah wilayah Kediri, pada Rabu (15/4/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pengajian berjalan tertib sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di Kelurahan Rejomulyo, Bhabinkamtibmas setempat melaksanakan sambang sekaligus monitoring kegiatan pengajian umum Lailatul Ijtima yang digelar di Mushola Ar Rohman, Jalan SMU 6 RT 03 RW 05. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali oleh Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Ngasinan.

Pengajian diisi dengan tausiyah oleh KH Arif Widodo dan dihadiri warga sekitar dengan antusias. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi bertujuan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau tertib, aman, dan terkendali. Tidak ditemukan gangguan yang berarti, sehingga rangkaian acara dapat berjalan lancar hingga selesai.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Mojo, kegiatan serupa juga mendapat pengamanan dari Bhabinkamtibmas Desa Ngadi. Pengamanan dilakukan dalam rangka pengajian umum dan halal bihalal yang diselenggarakan oleh Perjuangan Walisongo Indonesia di area parkiran Ngadi 1.

Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Gus Gendheng dan diikuti oleh masyarakat dari berbagai wilayah di sekitar Kediri. Selain pengamanan, petugas juga melaksanakan sambang warga sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri dengan masyarakat.

Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan keagamaan ini menjadi bagian dari strategi preventif untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah, khususnya dalam kegiatan yang melibatkan banyak massa. Selain itu, pendekatan humanis melalui sambang warga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan pengajian di kedua lokasi berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Aparat kepolisian memastikan situasi tetap terkendali serta mengimbau masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dalam setiap kegiatan sosial maupun keagamaan. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page