Connect with us

Peristiwa

Covid Masih Ada Meski PPKM Sudah Turun ke Level II , Ini yang Dilakukan Polsek Kediri Kota

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota melaksanakan Operasi Yustisi Penanganan Covid-19. Kegiatan berlangsung, pada Hari Senin, 13 September 2021,  pukul 20.30 WIB. s.d selesai.

Pawas AKP Edy Endro P. SH. Padal Iptu Cham Sunarko. Aiptu Sujono. Kuat Personil Polri 6 pers dan Satpol PP 4  Pers. Lokasi Operasi pada PKL dan Angkringan di Jalan PK  Bangsa, Airlangga, Hayamwuruk dan Jln. Brawijaya.

Hasil dari Operasi Yustisi ini. Petugas menindak sejumlah pelaku pelanggaran. Jumlah                     21 pelanggar. Dimana, tidak memakai Masker 8 Orang dan tidak menjaga Jarak 13 Orang. Petugas membagikan masker 15 buah.

“Selama kegiatan berjalan aman, lancar dan terkendali. Kegiatan juga menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” ujar Kapolsek Kediri Kota, Kompol Sugianto, S.Sos. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Layanan Polisi Didekatkan ke Warga, Stiker 110 dan Super App Dipasang di Titik Strategis Ngronggo-Petungroto Kedidi

Published

on

Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas jajaran Polres Kediri Kota memperluas sosialisasi layanan Polri 110 dan Super App Polri dengan mendatangi langsung pusat pelayanan publik, kawasan perdagangan, fasilitas umum hingga permukiman warga di Ngronggo, Kota Kediri, dan Petungroto, Kabupaten Kediri.

Kegiatan pada Selasa (15/9/2026) itu dilakukan melalui pemasangan stiker dan sambang warga untuk mempermudah masyarakat mengakses pelayanan kepolisian sekaligus memperkuat komunikasi terkait keamanan lingkungan.

Di Kelurahan Ngronggo, sosialisasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Bhabinkamtibmas menyasar lima titik strategis, yakni Balai Kelurahan Ngronggo, SPBU Ngronggo, Pasar Grosir Kediri, tempat penitipan parkir sepeda motor serta Poskamling RT 05 RW 02.

Pemilihan lokasi tersebut membuat informasi pelayanan kepolisian menjangkau masyarakat dengan aktivitas berbeda. Mulai warga yang datang mengurus pelayanan di kelurahan, pedagang dan pembeli di pasar, pengguna kendaraan di SPBU hingga masyarakat yang terlibat dalam pengamanan lingkungan melalui poskamling.

Di setiap titik tersebut, petugas memasang informasi mengenai layanan Polri 110 dan Super App Polri sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Warga diajak ikut menjaga lingkungan dan tidak ragu menyampaikan informasi ketika menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian kepolisian.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena kecepatan penanganan sebuah persoalan sering kali dimulai dari kecepatan informasi diterima petugas.

Masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan tempat tinggal maupun tempat bekerja. Mereka dapat lebih awal mengetahui perubahan atau aktivitas yang tidak biasa di sekitarnya.

Karena itu, akses komunikasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu bagian dari pencegahan gangguan keamanan.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., melalui jajaran Bhabinkamtibmas mendorong pengenalan kanal pelayanan kepolisian hingga ke ruang aktivitas masyarakat.

Sosialisasi serupa juga dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Petungroto Aiptu Eko Setyo Prayitno, S.H., di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Petugas mendatangi Masjid Baiturrohman di Dusun Winong serta kediaman warga untuk memasang stiker layanan Polri 110 dan Super App Polri.

Selain mengenalkan akses pelayanan, sambang tersebut dimanfaatkan untuk menjaga komunikasi antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat.

Warga didorong untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan keamanan dan ketertiban di lingkungan Desa Petungroto sehingga persoalan yang muncul dapat diketahui lebih dini.

Masjid dan rumah warga menjadi ruang sosialisasi yang memiliki karakter berbeda dibandingkan kantor pemerintahan maupun pusat perdagangan.

Namun justru di ruang seperti itulah interaksi masyarakat berlangsung setiap hari. Informasi pelayanan kepolisian dapat menyebar melalui komunikasi antarwarga tanpa harus menunggu kegiatan formal.

Pendekatan dari rumah ke rumah juga mempertahankan fungsi Bhabinkamtibmas sebagai petugas yang berada dekat dengan masyarakat di wilayah binaannya.

Di tengah perkembangan pelayanan berbasis digital, hubungan langsung tersebut tetap dibutuhkan.

Teknologi menyediakan kanal yang lebih cepat, tetapi masyarakat harus terlebih dahulu mengetahui keberadaan dan cara memanfaatkannya.

Di sinilah pemasangan stiker memiliki fungsi praktis. Informasi ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat sehingga masyarakat memiliki rujukan ketika membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan informasi kepada kepolisian.

Pola penyebaran informasi di Ngronggo menunjukkan pendekatan tersebut.

Di Pasar Grosir Kediri, informasi dapat menjangkau pedagang maupun pembeli. Di SPBU, layanan dikenalkan kepada pengguna kendaraan. Di tempat penitipan sepeda motor, informasi berada dekat dengan aktivitas yang berkaitan dengan keamanan kendaraan.

Sementara di poskamling, layanan tersebut bersentuhan langsung dengan warga yang ikut menjalankan pengamanan lingkungan.

Di Petungroto, pendekatan bergerak lebih dekat ke lingkungan sosial dan permukiman melalui masjid serta rumah warga.

Dengan demikian, pelayanan kepolisian tidak hanya mengandalkan satu pintu.

Masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan Bhabinkamtibmas, menggunakan layanan 110 maupun memanfaatkan kanal digital melalui Super App Polri sesuai kebutuhan.

Kombinasi pelayanan tatap muka dan teknologi menjadi penting karena kemampuan serta kebiasaan masyarakat dalam mengakses layanan tidak selalu sama.

Sebagian warga terbiasa menggunakan aplikasi pada telepon pintar, sedangkan sebagian lainnya lebih mudah menggunakan telepon atau berkomunikasi langsung dengan petugas yang dikenalnya.

Karena itu, digitalisasi pelayanan tidak seharusnya menjauhkan polisi dari masyarakat. Teknologi justru dapat menjadi tambahan jalur komunikasi sementara Bhabinkamtibmas tetap mempertahankan hubungan langsung di tingkat kelurahan dan desa.

Pemasangan stiker di Ngronggo dan Petungroto pada akhirnya bukan sekadar kegiatan menempelkan nomor layanan di sejumlah lokasi.

Hal yang lebih penting adalah memastikan warga mengetahui ke mana harus mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.

Semakin mudah akses komunikasi dikenali, semakin terbuka pula peluang sebuah informasi diterima lebih cepat. Dari situlah pencegahan dapat dimulai: polisi menyediakan saluran dan membangun kedekatan, sementara masyarakat ikut menjaga lingkungannya dengan menyampaikan informasi secara cepat dan bertanggung jawab. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Dari Anak TK hingga Aparatur Kecamatan, Satlantas Polres Kediri Kota Perluas Edukasi Tertib Berlalu Lintas

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sebanyak 114 siswa-siswi TK Islam Nurul Huda Kediri belajar mengenali rambu, lampu lalu lintas hingga aturan dasar keselamatan melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) di Satlantas Polres Kediri Kota dan Taman Lalu Lintas Kota Kediri, pada Selasa (15/9/2026).

Pada hari yang sama, Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas bersama Jasa Raharja juga memberikan pembinaan tertib berlalu lintas kepada aparatur Kecamatan Mojoroto.

Dua kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu menyasar kelompok dengan rentang usia dan peran yang berbeda. Polsanak dimulai pukul 08.00 WIB di Kantor Satlantas Polres Kediri Kota, Jalan Brawijaya Nomor 25, dan Taman Lalu Lintas Kota Kediri. Satu jam kemudian, sosialisasi kepada aparatur pemerintahan berlangsung di Kantor Kecamatan Mojoroto.

Kanit Kamsel bersama anggota mendampingi 114 anak TK Islam Nurul Huda dalam kegiatan Polsanak hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Materi difokuskan pada pengenalan tertib berlalu lintas sejak dini, profesi Polri, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta berbagai rambu yang ditemui di jalan.

Pengenalan tersebut menjadi langkah awal membentuk pemahaman bahwa aturan lalu lintas bukan hanya urusan orang dewasa yang telah memiliki SIM.

Sebelum menjadi pengendara, anak-anak terlebih dahulu menjadi pejalan kaki, penumpang sepeda motor maupun penumpang kendaraan keluarga. Dalam posisi tersebut, pemahaman sederhana mengenai lampu lalu lintas, tempat menyeberang dan fungsi rambu sudah memiliki nilai keselamatan.

Melalui Taman Lalu Lintas, materi yang biasanya terlihat abstrak bagi anak dapat dikenalkan melalui lingkungan yang menyerupai situasi jalan.

Mereka mulai diperkenalkan bahwa warna pada lampu lalu lintas memiliki arti, rambu bukan sekadar gambar yang berdiri di pinggir jalan, serta setiap orang yang menggunakan jalan memiliki aturan yang perlu dipatuhi.

Program Polsanak sekaligus digunakan untuk memperkenalkan profesi Polri kepada para siswa. Pendekatan itu membuat anak dapat mengenal polisi tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga melalui fungsi pelayanan dan pendidikan keselamatan.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui Unit Kamsel mendorong edukasi keselamatan sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan sejak dini.

Pesan yang dibangun sederhana: tertib berlalu lintas tidak baru dimulai ketika seseorang memperoleh SIM. Kebiasaan tersebut dapat ditanamkan jauh sebelumnya.

Ketika kegiatan bersama anak-anak masih berlangsung, Unit Kamsel pada pukul 09.00 WIB juga menjalankan pembinaan dan penyuluhan di Kantor Kecamatan Mojoroto.

Kegiatan tersebut melibatkan Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota, Jasa Raharja Kediri serta aparatur Kecamatan Mojoroto.

Jika kepada anak-anak materi dikemas melalui pengenalan rambu dan APILL, kepada aparatur pemerintahan pesan diarahkan pada kedisiplinan sebagai pengguna jalan.

Peserta diingatkan mengenai pentingnya mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas serta menempatkan keselamatan sebagai kebutuhan dalam perjalanan sehari-hari.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, jadikan keselamatan sebagai kebutuhan,” menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Aparatur pemerintahan memiliki posisi strategis dalam upaya membangun budaya keselamatan. Selain menjadi pengguna jalan, mereka berada dekat dengan masyarakat dan memiliki ruang untuk memberikan keteladanan di lingkungan masing-masing.

Keteladanan menjadi penting karena kampanye keselamatan tidak cukup berhenti pada imbauan. Kepatuhan terhadap aturan harus terlihat dalam perilaku sehari-hari ketika berada di jalan.

Karena itu, pendidikan keselamatan tidak hanya diarahkan kepada pelajar atau kelompok pengendara tertentu. Budaya tertib membutuhkan keterlibatan lintas kelompok, termasuk aparatur pemerintahan.

Keterlibatan Jasa Raharja Kediri juga memperlihatkan bahwa keselamatan jalan merupakan persoalan yang memiliki dampak luas.

Kecelakaan tidak berhenti pada benturan kendaraan di jalan. Dampaknya dapat menjangkau korban dan keluarganya, mulai dari kebutuhan penanganan medis hingga konsekuensi sosial dan ekonomi setelah kecelakaan.

Pencegahan karena itu menjadi bagian penting sebelum risiko tersebut benar-benar terjadi.

Dua kegiatan yang berlangsung hampir bersamaan tersebut memperlihatkan luasnya sasaran pendidikan keselamatan.

Di Taman Lalu Lintas, 114 anak mulai belajar memahami arti rambu dan lampu pengatur lalu lintas yang akan mereka temui sepanjang hidup.

Di Kantor Kecamatan Mojoroto, orang dewasa kembali diingatkan bahwa memahami aturan saja belum cukup. Pengetahuan harus diterjemahkan menjadi perilaku ketika berkendara.

Keduanya berangkat dari persoalan yang sama: keselamatan lalu lintas sangat dipengaruhi oleh keputusan manusia.

Infrastruktur, rambu dan teknologi dapat terus dikembangkan, tetapi keputusan terakhir tetap berada pada pengguna jalan—berhenti ketika lampu merah menyala, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga kecepatan atau justru memilih melakukan pelanggaran.

Karena itu, membangun budaya keselamatan merupakan pekerjaan jangka panjang.

Anak yang hari ini belajar mengenali rambu di Taman Lalu Lintas kelak akan tumbuh menjadi remaja dan kemudian menjadi pengendara. Pengetahuan yang dikenalkan sejak kecil diharapkan menjadi fondasi ketika mereka mulai menggunakan jalan secara mandiri.

Sementara bagi orang dewasa, termasuk aparatur pemerintahan, tanggung jawabnya berada pada keteladanan.

Jalan raya merupakan ruang bersama. Satu tindakan berisiko tidak selalu hanya membahayakan pelakunya, tetapi juga dapat berdampak kepada pengendara lain, penumpang, pesepeda maupun pejalan kaki.

Dari 114 anak TK yang belajar mengenal rambu di Jalan Brawijaya dan Taman Lalu Lintas hingga aparatur Kecamatan Mojoroto yang mengikuti penyuluhan bersama Satlantas dan Jasa Raharja, edukasi pada Selasa pagi tersebut membawa satu garis besar: keselamatan perlu dibentuk melalui pengetahuan, dibiasakan melalui disiplin, lalu dipertahankan dalam perilaku sehari-hari di jalan. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Tasyakuran Dian Kemala Jadi Ruang Silaturahmi Polisi dan Purnawirawan, Kapolres Kediri Kota Minta Tak Segan Beri Masukan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara anggota Polri yang masih aktif dengan para purnawirawan beserta keluarga.

Pengalaman para pendahulu dinilai tetap dibutuhkan sebagai sumber masukan bagi generasi penerus dalam menjalankan tugas kepolisian di tengah tuntutan masyarakat yang terus berkembang.

Pesan itu disampaikan AKBP Wisnu saat menghadiri tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Dian Kemala di Rupatama Wichaksana Laghawa Mapolres Kediri Kota, pada Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB tersebut mengusung tema “Dilandasi Semangat Kebersamaan dan Kepedulian, Dian Kemala PP Polri Komitmen dan Konsisten dalam Menjalankan Pengabdiannya yang Tiada Akhir.”

Sekitar 100 anggota Dian Kemala, Persatuan Purnawirawan (PP) Polri dan undangan menghadiri tasyakuran tersebut.

Selain AKBP Wisnu, hadir Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag SDM Kompol Riko Saksono, Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu, Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota Suyono serta Ketua Dian Kemala Marsiyanti Suyono.

Pertemuan itu tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi. Momentum HUT ke-27 juga digunakan untuk memperkuat komunikasi antara keluarga besar purnawirawan dengan jajaran Polres Kediri Kota.

Dalam sambutannya, AKBP Wisnu menyampaikan selamat kepada Dian Kemala. Ia berharap organisasi yang mewadahi para istri purnawirawan Polri tersebut tetap memiliki ruang pengabdian setelah para suami menyelesaikan masa dinas di kepolisian.

“Semoga dengan bertambahnya usia, Dian Kemala tetap selalu berkarya dan berkontribusi kepada masyarakat,” kata AKBP Wisnu.

Menurut Wisnu, berakhirnya masa dinas seorang anggota Polri tidak serta-merta memutus hubungan dengan institusi. Pengalaman panjang yang dimiliki para purnawirawan justru dapat menjadi sumber pembelajaran bagi anggota yang saat ini masih menjalankan tugas.

AKBP Wisnu bahkan secara terbuka meminta para senior dan keluarga purnawirawan untuk tidak sungkan memberikan kritik maupun masukan kepada generasi yang lebih muda.

“Kami sebagai generasi muda masih membutuhkan masukan dari bapak-bapak dan ibu-ibu semua dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Ia mengakui anggota Polri yang masih aktif tidak terlepas dari kekurangan. Karena itu, pengalaman para senior dibutuhkan sebagai pengingat agar tugas kepolisian tetap berada pada jalur pengabdian kepada masyarakat.

“Tolong kami diberi masukan karena kami bukan orang yang sempurna. Kami adalah anak-anak muda, di mana terkadang kami melenceng dari jalur dan jalan yang sudah ada,” kata AKBP Wisnu.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam tasyakuran. Relasi antara polisi aktif dan purnawirawan tidak ditempatkan hanya sebagai hubungan seremonial, tetapi sebagai kesinambungan pengalaman antargenerasi.

Wisnu juga menekankan bahwa generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk membawa institusi menjadi lebih baik dibandingkan masa sebelumnya.

“Kita juga harus lebih baik dari pendahulu kita karena kita adalah generasi muda untuk perubahan,” ujarnya.

Menurut Wisnu, ukuran dari perubahan tersebut pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Setiap tindakan kepolisian diharapkan memberikan manfaat dan tidak justru melukai kepercayaan publik.

“Semoga apa yang kita lakukan dapat membantu masyarakat, tidak mencederai masyarakat. Oleh karena itu, kita juga membutuhkan arahan dari bapak-bapak dan ibu sekalian,” tutur AKBP Wisnu.

Dalam kesempatan tersebut, Wisnu juga menyinggung peran keluarga dalam perjalanan pengabdian seorang anggota kepolisian. Dukungan istri dan keluarga disebut memiliki kontribusi tersendiri terhadap pelaksanaan tugas anggota Polri hingga memasuki masa purnatugas.

Karena itu, ia berharap Dian Kemala tetap menjadi bagian dari keluarga besar kepolisian meskipun para suami telah menyelesaikan masa dinas.

“Semoga Dian Kemala tetap bersinar, tetap setia mengabdi dan tetap setia kepada Tribrata Polri,” kata AKBP Wisnu.

Pesan mengenai kesinambungan pengabdian juga disampaikan Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota Suyono. Ia berharap usia ke-27 menjadi momentum bagi Dian Kemala untuk mempertahankan semangat berkarya dan memberikan kontribusi nyata.

“Kami selaku PP Polri Cabang Kediri Kota mengucapkan selamat ulang tahun ke-27. Semoga diberi kemudahan dan rezeki yang berkah,” ujar Suyono.

Ia berharap Dian Kemala tetap membangun komunikasi, baik antarsesama anggota organisasi maupun dengan personel Polri yang masih aktif.

“Semoga Dian Kemala berkomitmen untuk selalu semangat berkarya, memberikan kontribusi yang nyata kepada organisasi dan Polri,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dian Kemala Marsiyanti Suyono mengatakan peringatan HUT menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan organisasi sekaligus memperkuat kebersamaan.

Menurut Marsiyanti, Dian Kemala tumbuh dari semangat dan kepedulian bersama para istri purnawirawan Polri. Memasuki usia 27 tahun, organisasi tersebut diharapkan semakin matang dalam menjalankan perannya sebagai wadah bagi keluarga purnawirawan.

“Acara ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena pada hari ini kami masih diberi kesehatan sehingga bisa berkumpul dalam acara ini,” kata Marsiyanti.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan dan perjalanan organisasi.

Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu menilai peringatan HUT Dian Kemala juga menjadi kesempatan untuk menjaga silaturahmi antara Bhayangkari, Dian Kemala dan PP Polri.

“Kita berkumpul dalam acara ini selain merayakan HUT Dian Kemala, juga untuk menyambung tali silaturahmi dengan PP Polri,” ujarnya.

Menurut dia, perjalanan selama 27 tahun menjadi modal bagi Dian Kemala untuk terus mempertahankan aktivitas dan pengabdian setelah memasuki masa purna.

“Tak terasa Dian Kemala sudah memasuki usia ke-27. Semoga memasuki usia ini Dian Kemala dapat selalu menjadi cahaya untuk terus berkarya di usia yang sudah memasuki masa purna,” katanya.

Rangkaian tasyakuran juga diisi dengan pemberian tali asih kepada perwakilan Dian Kemala dan PP Polri. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa, pemotongan tumpeng, foto bersama serta gerak dan lagu yang dibawakan anggota Dian Kemala dan PP Polri.

Di balik rangkaian perayaan tersebut, pertemuan antara polisi aktif dan purnawirawan membawa pesan mengenai kesinambungan institusi. Masa tugas memang memiliki batas, tetapi pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun dapat tetap menjadi sumber pengetahuan bagi mereka yang melanjutkan tanggung jawab.

Pesan AKBP Wisnu agar para senior tidak segan mengingatkan generasi yang masih aktif sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antargenerasi dapat ditempatkan sebagai mekanisme pembelajaran. Pengalaman masa lalu tidak harus sekadar dikenang, tetapi dapat digunakan untuk menilai apa yang perlu dipertahankan, diperbaiki maupun ditinggalkan.

Bagi jajaran Polres Kediri Kota, tantangannya adalah menerjemahkan masukan tersebut dalam pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Sebab sebagaimana disampaikan Wisnu, perubahan tidak cukup diukur dari pergantian generasi di dalam institusi, tetapi dari sejauh mana kehadiran polisi memberikan manfaat dan tidak mencederai masyarakat. (res/an).

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page