Uncategorized
Distribusikan Bantuan untuk Korban Gempa di Daerah Pelosok, Polri Gunakan Motor Trail
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berupaya membantu mengirimkan bantuan untuk korban gempa bumi Cianjur, Jawa Barat. Bersama masyarakat serta komunitas motor trail, Polri mengirimkan bantuan ke pelosok-pelosok yang tak terjangkau dengan kendaraan roda empat.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, pendistribusian bantuan untuk korban gempa menggunakan motor trail dilakukan pada Minggu, 27 November 2022. Dua wilayah yang menjadi sasaran yakni di Kecamatan Cugenang dan Nagrak.
“Sebanyak 32 personel dan 32 sepeda motor trail membawa bantuan untuk korban gempa yang tidak terjangkau oleh mobil,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/11/2022).
Dedi menuturkan, pelepasan pendistribusian bantuan menggunakan motor trail dilakukan oleh Wakapolda Jawa Barat Brigjen Bariza Sulfi. Adapun bantuan yang dibawa yakni sembako, tenda, selimut, alas tempat tidur dan perlengkapan masak dapur.
“Tim pendistribusian berangkat dari Polres Cianjur dan akan menuju ke pelosok-pelosok yang dimana warga korban gempa tak bisa diakses pakai mobil,” katanya.
Pendistribusian bantuan, kata Dedi, akan terus dilakukan baik melalui jalur darat maupun udara. Hal ini dilakukan agar semua korban gempa dapat menerima bantuan.
“Polri akan terus berusaha mendistribusikan bantuan ke saudara-saudara kita korban gempa. Semoga semuanya dapat menerima dan bantuan ini dapat meringankan beban warga,” ujarnya.
Uncategorized
Kapolri Hadiri Pembukaan Pameran Nasirun “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia
Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri pembukaan Pameran Nasirun bertajuk “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/9/2026) malam.
Pameran tersebut merupakan wujud penghormatan Nasirun kepada para guru dan perupa pendahulu yang telah memberikan inspirasi serta membentuk perjalanan keseniannya. Nasirun dikenal sebagai salah satu pelukis kontemporer Indonesia yang konsisten mengangkat kebudayaan Jawa, spiritualitas, dan persoalan sosial dalam karya-karyanya.
Sejumlah karya dari berbagai periode turut ditampilkan, antara lain Persembahan untuk Bathara Guru (1999), Komidi Putar Pasar Malam (2010), Tahta untuk Petruk (2015), Realis yang Semurni-murninya (2018), serta Kopiah Pertama yang Dilukis Nasirun (2023). Karya-karya tersebut menggambarkan perjalanan Nasirun dalam memadukan tradisi, spiritualitas, serta refleksi terhadap kehidupan sosial melalui bahasa seni kontemporer.
Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” dapat dikunjungi masyarakat mulai 13 September hingga 11 Oktober 2026. Pameran dibuka Selasa–Kamis pukul 10.00–18.00 WIB serta Jumat–Minggu pukul 10.00–20.00 WIB, sedangkan setiap Senin tutup.
Kehadiran Kapolri menjadi bentuk apresiasi terhadap seni dan budaya Indonesia, sekaligus dukungan terhadap para seniman yang terus merawat warisan budaya, menghormati para pendahulu, serta menghadirkan nilai-nilai tradisi dalam karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
Peristiwa
Dari Sound Horeg Tiron hingga Jalan Kreasi Ketami, Warga Kediri Rayakan Kemerdekaan di Ruang Bersama
Kediriselaludihati.com – Lebih dari tiga pekan setelah 17 Agustus, semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di sejumlah wilayah Kediri.
Karnaval, jalan santai hingga jalan kreasi digelar masyarakat sepanjang Sabtu (12/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026), melibatkan warga dari berbagai kelompok usia.
Salah satu perayaan dengan durasi paling panjang berlangsung di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Warga menggelar “Karnaval Sound Horeg” yang dimulai Sabtu sore dan baru berakhir pada Minggu dini hari.
Karnaval mengambil rute dari pertigaan Dusun Tiron, menyusuri Jalan Panglima Sudirman hingga kawasan pintu masuk tol yang dijadikan titik akhir perjalanan.
Rangkaian pemberangkatan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Mobil peserta nomor urut pertama tercatat mencapai garis akhir sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara kendaraan peserta terakhir baru memasuki titik finis sekitar pukul 02.50 WIB, Minggu dini hari.
Sekitar pukul 03.00 WIB seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Besarnya kegiatan membuat pengamanan melibatkan berbagai unsur. Sebanyak 12 personel Polri, 10 personel TNI, enam anggota Satpol PP dan 10 anggota Linmas diterjunkan untuk mendukung pengamanan sepanjang kegiatan.
Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono, S.H., turut hadir bersama unsur pemerintah kecamatan dan desa. Hadir pula perwakilan Camat Banyakan, Danpos Banyakan, Kepala Desa Tiron, Babinsa, Bhabinkamtibmas Aiptu A. Winarso, perangkat desa, panitia PHBN, PKK serta para peserta karnaval.
Selepas semarak karnaval di Tiron, perayaan kemerdekaan bergeser ke berbagai kampung pada Minggu pagi.
Di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, warga menggelar jalan santai di kawasan Jalan Cendana mulai sekitar pukul 06.30 WIB.
Tiga pilar Kelurahan Singonegaran turut hadir melakukan pemantauan kegiatan. Bhabinkamtibmas Bripka M. Rifai bersama unsur kewilayahan berada di tengah aktivitas masyarakat yang memanfaatkan Minggu pagi untuk merayakan kemerdekaan secara bersama-sama.
Kegiatan serupa berlangsung sekitar satu jam kemudian di Dusun Kradenan, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Mulai pukul 07.30 WIB, warga mengikuti jalan santai dalam rangka HUT RI ke-81. Kepala Desa Manyaran, perangkat desa, Ketua Karang Taruna Dusun Kradenan, Babinsa, Bhabinkamtibmas Aiptu Deri Risdianto, Linmas dan masyarakat turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Jalan santai menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak membutuhkan panggung besar, kegiatan tersebut justru memberikan ruang bagi warga untuk keluar rumah, bertemu tetangga dan bergerak bersama menyusuri lingkungan tempat mereka tinggal.
Semarak lainnya terlihat di lingkungan Dander, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Sekitar pukul 08.00 WIB, masyarakat RW 04 dan RW 05 menggelar jalan kreasi dalam rangka PHBN. Bhabinkamtibmas Kelurahan Ketami Aiptu M. Chambali melakukan pengamanan selama kegiatan masyarakat tersebut.
Berbeda dengan jalan santai, jalan kreasi memberi ruang lebih besar bagi warga untuk menampilkan ekspresi perayaan. Namun keduanya memiliki titik temu yang sama: menjadikan jalan dan lingkungan kampung sebagai ruang kebersamaan.
Rangkaian kegiatan di Tiron, Singonegaran, Manyaran dan Ketami juga memperlihatkan luasnya wilayah hukum Polres Kediri Kota. Kegiatan masyarakat berlangsung tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa di wilayah Kabupaten Kediri yang masuk wilayah hukum kepolisian tersebut.
Kehadiran Bhabinkamtibmas pada setiap kegiatan menjadi penting karena perayaan yang melibatkan banyak orang juga bersinggungan dengan penggunaan ruang publik dan jalan. Pengamanan diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan kepentingan pengguna jalan lainnya.
Pada kegiatan berskala besar seperti Karnaval Sound Horeg di Tiron, kebutuhan tersebut bahkan menjadi lebih kompleks. Rangkaian kendaraan dan durasi kegiatan hingga dini hari membutuhkan keterlibatan lintas unsur, mulai Polri dan TNI hingga Satpol PP dan Linmas.
Sementara dalam kegiatan jalan santai maupun jalan kreasi, pendekatan pengamanan berlangsung lebih dekat dengan masyarakat. Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa atau kelurahan dan Linmas berada langsung bersama warga.
Perayaan HUT RI di tingkat kampung pada akhirnya memiliki makna yang melampaui kemeriahan acara. Di sanalah warga bertemu, karang taruna bergerak, perangkat desa terlibat, dan masyarakat memiliki kesempatan menghidupkan kembali ruang sosial di lingkungannya.
Bendera dan ornamen kemerdekaan mungkin segera diturunkan ketika rangkaian PHBN berakhir. Namun nilai yang lebih penting justru diharapkan bertahan lebih lama: gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan warga menjaga kebersamaan setelah pesta kemerdekaan selesai. (res/an)
Peristiwa
Minggu Pagi di Kediri, Jalan Santai Jadi Ruang Warga Merawat Kebersamaan dan Semangat Kemerdekaan
Kediriselaludihati.com – Minggu (13/9/2026) pagi menjadi ruang kebersamaan bagi warga di sejumlah kelurahan di Kota Kediri. Sejak pukul 06.00 WIB, masyarakat di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, dan Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota, mengikuti jalan santai sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di Bandar Lor, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Kelurahan Bandar Lor. Jalan santai yang menjadi bagian dari kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) tersebut turut dihadiri Camat Mojoroto Abdul Rahman, S.H., M.Si.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor Aipda Toni Setiawan bersama Babinsa dan personel Polsek Mojoroto melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran petugas terutama diarahkan pada titik-titik yang bersinggungan dengan arus kendaraan. Peserta juga diingatkan untuk tetap tertib selama berada di jalan sehingga aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu.
Pada waktu hampir bersamaan, semangat perayaan kemerdekaan juga terlihat di Kelurahan Jagalan.
Sekitar 400 warga mengikuti jalan santai yang digelar di kawasan Jalan Sriwijaya. Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan bersama unsur tiga pilar hadir mendampingi kegiatan masyarakat tersebut.
Besarnya jumlah peserta membuat pengaturan selama kegiatan menjadi bagian penting. Selain mendampingi jalannya acara, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Jalan santai menjadi salah satu kegiatan yang banyak dipilih masyarakat dalam merayakan kemerdekaan karena dapat melibatkan berbagai kelompok warga dalam satu kegiatan. Anak-anak, orang dewasa hingga keluarga dapat bertemu tanpa sekat dalam suasana perayaan di tingkat kampung dan kelurahan.
Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan semacam ini juga membuka ruang interaksi antarwarga yang dalam kehidupan sehari-hari belum tentu memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama.
Di tengah perubahan kehidupan perkotaan yang semakin sibuk, perayaan kemerdekaan di tingkat kelurahan memiliki fungsi sosial yang penting. Momentum tersebut dapat mempertemukan kembali tetangga, pengurus lingkungan, pemerintah kelurahan hingga aparat kewilayahan dalam suasana yang lebih informal.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Bandar Lor maupun Jagalan juga menunjukkan pola pengamanan yang menyatu dengan aktivitas warga. Aparat tidak hanya berada di titik pengamanan, tetapi sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.
Hubungan semacam itu menjadi salah satu modal dalam menjaga lingkungan. Ketika komunikasi antara warga, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa terbangun, berbagai persoalan di tingkat lingkungan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan penyelesaiannya.
Jalan santai di Bandar Lor dan Jagalan akhirnya membawa dua pesan sekaligus. Semangat kemerdekaan dirayakan melalui kegiatan sederhana yang melibatkan masyarakat, sementara kebersamaan yang tercipta menjadi pengingat bahwa lingkungan yang aman dan nyaman membutuhkan partisipasi warganya sendiri. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
