Connect with us

kriminal

Empat Motor Disita, Satreskrim Polres Kediri Kota Juga Bongkar Kasus Penganiayaan Bersajam

Published

on

Kediriselaludihati- Satreskrim Polres Kediri Kota mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang beraksi di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua tersangka yang merupakan pasangan suami istri siri, masing-masing berinisial WN (29), warga Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, dan SN (33), warga Kabupaten Sidoarjo.

Selain membongkar kasus curanmor, jajaran Polres Kediri Kota juga mengungkap perkara penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) yang terjadi di wilayah Kota Kediri.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana menjelaskan, pengungkapan curanmor bermula dari laporan seorang warga Desa/Kecamatan Tarokan yang kehilangan sepeda motor saat bekerja di sawah. Saat itu, korban memarkir sepeda motor Honda Supra X 125 di pinggir lahan pertanian.

“Setelah selesai memupuk jagung dan hendak pulang, sepeda motornya sudah tidak ada di tempat,” ujar AKP Cipto saat konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, Rabu (14/1/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri Kota bersama Unit Reskrim Polsek Tarokan melakukan olah TKP dan penyisiran jalur yang terpantau kamera pengawas (CCTV). Dari rekaman tersebut, petugas memperoleh petunjuk arah pergerakan pelaku.

“Dari hasil penelusuran, diketahui tersangka berhenti di sebuah ruko. Setelah dilakukan pengecekan, ruko tersebut ternyata milik tersangka,” kata Cipto.

Petugas kemudian melakukan penangkapan dan menemukan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio dan Honda Supra X 125. Pengembangan berlanjut dan mengungkap bahwa para tersangka tidak hanya beraksi sekali.

“Hasil pendalaman menunjukkan tersangka telah melakukan pencurian di beberapa TKP. Kami mengamankan total empat unit sepeda motor serta satu unit motor yang digunakan sebagai sarana kejahatan,” ujar Cipto.

Ia menambahkan, penyidik masih terus melakukan pengembangan karena terdapat indikasi adanya TKP lain yang belum terungkap. “Mohon doa masyarakat agar pengungkapan bisa lebih maksimal,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, AKP Cipto juga menyampaikan keberhasilan Satreskrim Polres Kediri Kota dalam mengungkap kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis pisau yang terjadi di Kelurahan Ngadisimo, Kota Kediri. Pelaku berinisial KGP (25), warga Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, telah diamankan.

Peristiwa penganiayaan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara pelaku dan korban yang sebenarnya masih saling mengenal. Perselisihan berujung pada tindakan kekerasan dengan menggunakan pisau.
“Karena kesalahpahaman, terjadi penganiayaan menggunakan sajam. Pelaku sudah kami amankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ucap Cipto.

Polres Kediri Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor, serta menghindari penyelesaian masalah dengan kekerasan.

“Kami mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap segala bentuk aksi kriminal. Jika melihat hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pungkas AKP Cipto. (res/aro)

Continue Reading

kriminal

Jaga Mojoroto Tetap Aman, Polisi Sisir Perbankan, SPBU dan Kawasan Permukiman

Published

on

Kediriselaludihati – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, meningkatkan patroli malam dengan menyisir sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan pengawasan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan gangguan keamanan.

Patroli Harkamtibmas Backbone tersebut dilaksanakan Senin (28/9/2026) mulai pukul 21.00 WIB dengan sasaran terminal bus, permukiman warga, kawasan perumahan, perbankan hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H. mengatakan, patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada malam hari.

“Patroli dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor,” kata Rudi.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Mojoroto menerjunkan tiga personel. Mereka yakni Aiptu Margono sebagai perwira pengendali, Aipda Aris K dan Aipda Hengki.

Petugas bergerak menyusuri sejumlah kawasan yang menjadi sasaran patroli. Terminal bus menjadi salah satu lokasi pemantauan karena menjadi tempat aktivitas dan mobilitas masyarakat, termasuk pada malam hari.

Patroli kemudian menyasar kawasan permukiman dan perumahan. Kehadiran polisi di lingkungan tempat tinggal warga diharapkan dapat mempersempit ruang terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami mengedepankan upaya pencegahan. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat mencegah munculnya niat maupun kesempatan melakukan tindak kejahatan,” ujar Rudi.

Selain lingkungan tempat tinggal warga, petugas melakukan pemantauan di kawasan perbankan. Lokasi tersebut menjadi salah satu sasaran untuk mengantisipasi tindak kriminalitas terhadap fasilitas perbankan maupun masyarakat yang melakukan transaksi.

SPBU juga masuk dalam rute patroli. Polisi memantau situasi di sekitar area pengisian bahan bakar untuk memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman.

Menurut Rudi, patroli pada malam hari menjadi bagian dari upaya Polsek Mojoroto menjaga situasi keamanan di wilayah hukumnya tetap kondusif.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas maupun kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Keamanan lingkungan membutuhkan peran bersama. Apabila masyarakat mengetahui adanya gangguan keamanan atau aktivitas yang mencurigakan, segera informasikan kepada petugas,” katanya.

Polsek Mojoroto menyatakan patroli berlangsung lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemantauan terpantau aman dan terkendali. (res/aro)

Continue Reading

kriminal

Balap Liar, Pesta Miras dan Geng Motor Jadi Sasaran Patroli Skala Besar di Kediri

Published

on

Kediriselaludihati – Sebanyak 38 personel gabungan Polres Kediri Kota, Kodim 0809/Kediri dan Satpol PP Kota Kediri dikerahkan dalam patroli skala besar untuk mengantisipasi balap liar, pesta minuman keras, geng motor dan konvoi kendaraan pada Jumat (18/9/2026) malam.

Patroli menyisir sejumlah ruas dan titik strategis Kota Kediri sebagai bagian dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan cipta kondisi terkait aktivitas malam yang dikenal sebagai “Jumat Gaul”.

Personel gabungan terdiri atas 15 anggota Polres Kediri Kota, 15 anggota Satpol PP Kota Kediri dan delapan personel Kodim 0809/Kediri.

Kegiatan dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., bersama Kasatpol PP Kota Kediri Paulus. Turut terlibat AKP Cahyo selaku perwira pengawas, Iptu Mujani sebagai pengendali personel lalu lintas serta Iptu Asrusri sebagai pengendali personel Samapta.

Sebelum bergerak, personel mengikuti apel siaga KRYD. Patroli kemudian diarahkan untuk menjangkau kawasan barat, timur dan tengah Kota Kediri.

Rute yang dilalui mencakup Simpang Tiga Water Torn, Simpang Empat Baptis, Simpang Empat Terminal Lama, kawasan Baruna, Alun-Alun Kota Kediri, kawasan Kelenteng hingga Jembatan Brawijaya sebelum kembali ke markas.

Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengatakan patroli difokuskan pada pencegahan sejumlah aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam hingga dini hari.

“Patroli difokuskan pada pencegahan aksi balap liar, pesta miras, serta aktivitas geng motor maupun konvoi yang berpotensi menimbulkan keresahan pada malam hari, khususnya dalam agenda Jumat Gaul,” kata Iwan, merujuk pada sasaran kegiatan tersebut.

Pemilihan pola patroli bergerak memungkinkan petugas memantau beberapa kawasan dalam satu rangkaian. Personel tidak hanya berada di satu titik, tetapi bergerak melalui persimpangan dan ruas jalan yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat pada malam hari.

Tiga zona, yakni barat, timur dan tengah, menjadi cakupan pemantauan. Pola tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan sekaligus mengantisipasi perpindahan aktivitas dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Menurut Iwan, patroli juga menjadi bentuk kolaborasi antara kepolisian, TNI dan pemerintah daerah dalam melakukan pencegahan gangguan kamtibmas.

“Kegiatan ini merupakan wujud respons Polri, TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan di wilayah Kota Kediri,” ujar Iwan, berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan.

Balap liar menjadi salah satu sasaran karena aktivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Sementara pesta minuman keras, konvoi dan aktivitas geng motor menjadi perhatian ketika dilakukan dengan cara yang berpotensi mengganggu masyarakat.

Karena itu, patroli Jumat malam lebih diarahkan pada langkah pencegahan dengan menunjukkan kehadiran personel gabungan pada sejumlah ruas dan titik yang dipantau.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan tiga unsur pengamanan dalam satu operasi lapangan. Kepolisian menjalankan fungsi keamanan dan penegakan hukum, TNI mendukung pengamanan, sementara Satpol PP terlibat dalam pengawasan yang berkaitan dengan ketertiban umum.

Patroli skala besar menjadi salah satu pola yang digunakan ketika aktivitas masyarakat pada malam akhir pekan meningkat. Dengan menyisir sejumlah kawasan secara bergerak, petugas dapat mendeteksi lebih awal aktivitas yang berpotensi berkembang menjadi gangguan, terutama balap liar, konvoi dan kegiatan lain yang menggunakan ruang jalan secara tidak semestinya. (res/aro)

Continue Reading

kriminal

Sisir Wilayah Kota Kediri hingga Tengah Malam, Aparat Gabungan Cegah Potensi Gangguan Keamanan

Published

on

Kediriselaludihati- Polres Kediri Kota bersama TNI dan Pemerintah Kota Kediri melaksanakan apel siaga yang dilanjutkan dengan patroli gabungan skala besar dalam rangka cipta kondisi, Rabu malam (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 23.00 WIB tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H. bersama Kasat Pol PP Kota Kediri Paulus sebagai bentuk sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada aktivitas malam hari.

Apel siaga diikuti personel gabungan dari Polres Kediri Kota sebanyak 15 personel, Satpol PP Kota Kediri 15 personel, serta Kodim 0809/Kediri sebanyak 8 personel.

Usai apel, petugas melaksanakan patroli gabungan dengan menyasar sejumlah wilayah strategis di Kota Kediri yang terbagi dalam beberapa zona, yakni wilayah barat, timur, dan tengah.

Patroli tersebut menyusuri sejumlah ruas dan titik keramaian, di antaranya Kantor Satpol PP Kota Kediri, Bundaran Sekartaji, kawasan Kantor Pos, Dandangan, Simpang Tiga Kodim, Simpang Tiga Water Torn, Simpang Empat Baptis, Simpang Empat Terminal Lama, Baruna, Alun-Alun Kota Kediri, kawasan Kelenteng, Jembatan Brawijaya hingga kembali ke Mako Polres Kediri Kota.

Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H. mengatakan, kegiatan patroli gabungan tersebut merupakan langkah preventif untuk menghadirkan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Sinergi antara Polri, TNI, dan pemerintah daerah terus dilakukan untuk menjaga situasi Kota Kediri tetap aman dan nyaman bagi masyarakat. Patroli ini juga sebagai bentuk kehadiran aparat dalam mengantisipasi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan seperti aksi balap liar, konsumsi minuman keras, aktivitas geng motor, maupun konvoi yang dapat mengganggu masyarakat pada malam hari.

Melalui kegiatan cipta kondisi secara rutin, Polres Kediri Kota bersama unsur terkait berkomitmen menjaga keamanan wilayah serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page