Peristiwa
Hari Pohon Sedunia, Polsek Banyakan dan Perhutani Tanam 200 Pohon
Kediriselaludihati.com – Pada hari Sabtu tanggal 21 Nopember 2020 pkl 08.00 WIB dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia telah dilaksankan penanaman pohon di hutan Sumberbentis petak 130 di Dusun Ngesong Desa Manyaran Kecamata Banyakan Kaupaten Kediri
Jenis pohon yang ditanam mauni . sengon buto dengan jumlah kurang lebih 200 pohon
Sementara kegiatan apel siaga dan gelar pelaratan kesiapsiagaan penanggulangan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kediri Tahun 2020 digelar pada Sabtu (21/11) di Lapangan Desa Wonojoyo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.
“Kegiatan di pimpin oleh Irup Bapak Dandim 0809 Kota Kediri, Perwira Upacara Kasi Ops Kodim 0809 dan Komandan Apel Bapak Iptu Agung KBO Sabhara Polres Kediri,” kata AKP Kamsudi, Kasubbag Humas Polresta Kediri. (res|aro)
Peristiwa
Dari Anak TK hingga Aparatur Kecamatan, Satlantas Polres Kediri Kota Perluas Edukasi Tertib Berlalu Lintas
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 114 siswa-siswi TK Islam Nurul Huda Kediri belajar mengenali rambu, lampu lalu lintas hingga aturan dasar keselamatan melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) di Satlantas Polres Kediri Kota dan Taman Lalu Lintas Kota Kediri, pada Selasa (15/9/2026).
Pada hari yang sama, Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas bersama Jasa Raharja juga memberikan pembinaan tertib berlalu lintas kepada aparatur Kecamatan Mojoroto.
Dua kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu menyasar kelompok dengan rentang usia dan peran yang berbeda. Polsanak dimulai pukul 08.00 WIB di Kantor Satlantas Polres Kediri Kota, Jalan Brawijaya Nomor 25, dan Taman Lalu Lintas Kota Kediri. Satu jam kemudian, sosialisasi kepada aparatur pemerintahan berlangsung di Kantor Kecamatan Mojoroto.
Kanit Kamsel bersama anggota mendampingi 114 anak TK Islam Nurul Huda dalam kegiatan Polsanak hingga sekitar pukul 10.00 WIB. Materi difokuskan pada pengenalan tertib berlalu lintas sejak dini, profesi Polri, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta berbagai rambu yang ditemui di jalan.
Pengenalan tersebut menjadi langkah awal membentuk pemahaman bahwa aturan lalu lintas bukan hanya urusan orang dewasa yang telah memiliki SIM.
Sebelum menjadi pengendara, anak-anak terlebih dahulu menjadi pejalan kaki, penumpang sepeda motor maupun penumpang kendaraan keluarga. Dalam posisi tersebut, pemahaman sederhana mengenai lampu lalu lintas, tempat menyeberang dan fungsi rambu sudah memiliki nilai keselamatan.
Melalui Taman Lalu Lintas, materi yang biasanya terlihat abstrak bagi anak dapat dikenalkan melalui lingkungan yang menyerupai situasi jalan.
Mereka mulai diperkenalkan bahwa warna pada lampu lalu lintas memiliki arti, rambu bukan sekadar gambar yang berdiri di pinggir jalan, serta setiap orang yang menggunakan jalan memiliki aturan yang perlu dipatuhi.
Program Polsanak sekaligus digunakan untuk memperkenalkan profesi Polri kepada para siswa. Pendekatan itu membuat anak dapat mengenal polisi tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga melalui fungsi pelayanan dan pendidikan keselamatan.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui Unit Kamsel mendorong edukasi keselamatan sebagai bagian dari pembentukan kebiasaan sejak dini.
Pesan yang dibangun sederhana: tertib berlalu lintas tidak baru dimulai ketika seseorang memperoleh SIM. Kebiasaan tersebut dapat ditanamkan jauh sebelumnya.
Ketika kegiatan bersama anak-anak masih berlangsung, Unit Kamsel pada pukul 09.00 WIB juga menjalankan pembinaan dan penyuluhan di Kantor Kecamatan Mojoroto.
Kegiatan tersebut melibatkan Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota, Jasa Raharja Kediri serta aparatur Kecamatan Mojoroto.
Jika kepada anak-anak materi dikemas melalui pengenalan rambu dan APILL, kepada aparatur pemerintahan pesan diarahkan pada kedisiplinan sebagai pengguna jalan.
Peserta diingatkan mengenai pentingnya mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas serta menempatkan keselamatan sebagai kebutuhan dalam perjalanan sehari-hari.
“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, jadikan keselamatan sebagai kebutuhan,” menjadi pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Aparatur pemerintahan memiliki posisi strategis dalam upaya membangun budaya keselamatan. Selain menjadi pengguna jalan, mereka berada dekat dengan masyarakat dan memiliki ruang untuk memberikan keteladanan di lingkungan masing-masing.
Keteladanan menjadi penting karena kampanye keselamatan tidak cukup berhenti pada imbauan. Kepatuhan terhadap aturan harus terlihat dalam perilaku sehari-hari ketika berada di jalan.
Karena itu, pendidikan keselamatan tidak hanya diarahkan kepada pelajar atau kelompok pengendara tertentu. Budaya tertib membutuhkan keterlibatan lintas kelompok, termasuk aparatur pemerintahan.
Keterlibatan Jasa Raharja Kediri juga memperlihatkan bahwa keselamatan jalan merupakan persoalan yang memiliki dampak luas.
Kecelakaan tidak berhenti pada benturan kendaraan di jalan. Dampaknya dapat menjangkau korban dan keluarganya, mulai dari kebutuhan penanganan medis hingga konsekuensi sosial dan ekonomi setelah kecelakaan.
Pencegahan karena itu menjadi bagian penting sebelum risiko tersebut benar-benar terjadi.
Dua kegiatan yang berlangsung hampir bersamaan tersebut memperlihatkan luasnya sasaran pendidikan keselamatan.
Di Taman Lalu Lintas, 114 anak mulai belajar memahami arti rambu dan lampu pengatur lalu lintas yang akan mereka temui sepanjang hidup.
Di Kantor Kecamatan Mojoroto, orang dewasa kembali diingatkan bahwa memahami aturan saja belum cukup. Pengetahuan harus diterjemahkan menjadi perilaku ketika berkendara.
Keduanya berangkat dari persoalan yang sama: keselamatan lalu lintas sangat dipengaruhi oleh keputusan manusia.
Infrastruktur, rambu dan teknologi dapat terus dikembangkan, tetapi keputusan terakhir tetap berada pada pengguna jalan—berhenti ketika lampu merah menyala, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga kecepatan atau justru memilih melakukan pelanggaran.
Karena itu, membangun budaya keselamatan merupakan pekerjaan jangka panjang.
Anak yang hari ini belajar mengenali rambu di Taman Lalu Lintas kelak akan tumbuh menjadi remaja dan kemudian menjadi pengendara. Pengetahuan yang dikenalkan sejak kecil diharapkan menjadi fondasi ketika mereka mulai menggunakan jalan secara mandiri.
Sementara bagi orang dewasa, termasuk aparatur pemerintahan, tanggung jawabnya berada pada keteladanan.
Jalan raya merupakan ruang bersama. Satu tindakan berisiko tidak selalu hanya membahayakan pelakunya, tetapi juga dapat berdampak kepada pengendara lain, penumpang, pesepeda maupun pejalan kaki.
Dari 114 anak TK yang belajar mengenal rambu di Jalan Brawijaya dan Taman Lalu Lintas hingga aparatur Kecamatan Mojoroto yang mengikuti penyuluhan bersama Satlantas dan Jasa Raharja, edukasi pada Selasa pagi tersebut membawa satu garis besar: keselamatan perlu dibentuk melalui pengetahuan, dibiasakan melalui disiplin, lalu dipertahankan dalam perilaku sehari-hari di jalan. (res/an)
Peristiwa
Tasyakuran Dian Kemala Jadi Ruang Silaturahmi Polisi dan Purnawirawan, Kapolres Kediri Kota Minta Tak Segan Beri Masukan
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga hubungan antara anggota Polri yang masih aktif dengan para purnawirawan beserta keluarga.
Pengalaman para pendahulu dinilai tetap dibutuhkan sebagai sumber masukan bagi generasi penerus dalam menjalankan tugas kepolisian di tengah tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Pesan itu disampaikan AKBP Wisnu saat menghadiri tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Dian Kemala di Rupatama Wichaksana Laghawa Mapolres Kediri Kota, pada Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB tersebut mengusung tema “Dilandasi Semangat Kebersamaan dan Kepedulian, Dian Kemala PP Polri Komitmen dan Konsisten dalam Menjalankan Pengabdiannya yang Tiada Akhir.”
Sekitar 100 anggota Dian Kemala, Persatuan Purnawirawan (PP) Polri dan undangan menghadiri tasyakuran tersebut.
Selain AKBP Wisnu, hadir Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag SDM Kompol Riko Saksono, Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu, Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota Suyono serta Ketua Dian Kemala Marsiyanti Suyono.
Pertemuan itu tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi. Momentum HUT ke-27 juga digunakan untuk memperkuat komunikasi antara keluarga besar purnawirawan dengan jajaran Polres Kediri Kota.
Dalam sambutannya, AKBP Wisnu menyampaikan selamat kepada Dian Kemala. Ia berharap organisasi yang mewadahi para istri purnawirawan Polri tersebut tetap memiliki ruang pengabdian setelah para suami menyelesaikan masa dinas di kepolisian.
“Semoga dengan bertambahnya usia, Dian Kemala tetap selalu berkarya dan berkontribusi kepada masyarakat,” kata AKBP Wisnu.
Menurut Wisnu, berakhirnya masa dinas seorang anggota Polri tidak serta-merta memutus hubungan dengan institusi. Pengalaman panjang yang dimiliki para purnawirawan justru dapat menjadi sumber pembelajaran bagi anggota yang saat ini masih menjalankan tugas.
AKBP Wisnu bahkan secara terbuka meminta para senior dan keluarga purnawirawan untuk tidak sungkan memberikan kritik maupun masukan kepada generasi yang lebih muda.
“Kami sebagai generasi muda masih membutuhkan masukan dari bapak-bapak dan ibu-ibu semua dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Ia mengakui anggota Polri yang masih aktif tidak terlepas dari kekurangan. Karena itu, pengalaman para senior dibutuhkan sebagai pengingat agar tugas kepolisian tetap berada pada jalur pengabdian kepada masyarakat.
“Tolong kami diberi masukan karena kami bukan orang yang sempurna. Kami adalah anak-anak muda, di mana terkadang kami melenceng dari jalur dan jalan yang sudah ada,” kata AKBP Wisnu.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam tasyakuran. Relasi antara polisi aktif dan purnawirawan tidak ditempatkan hanya sebagai hubungan seremonial, tetapi sebagai kesinambungan pengalaman antargenerasi.
Wisnu juga menekankan bahwa generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk membawa institusi menjadi lebih baik dibandingkan masa sebelumnya.
“Kita juga harus lebih baik dari pendahulu kita karena kita adalah generasi muda untuk perubahan,” ujarnya.
Menurut Wisnu, ukuran dari perubahan tersebut pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Setiap tindakan kepolisian diharapkan memberikan manfaat dan tidak justru melukai kepercayaan publik.
“Semoga apa yang kita lakukan dapat membantu masyarakat, tidak mencederai masyarakat. Oleh karena itu, kita juga membutuhkan arahan dari bapak-bapak dan ibu sekalian,” tutur AKBP Wisnu.
Dalam kesempatan tersebut, Wisnu juga menyinggung peran keluarga dalam perjalanan pengabdian seorang anggota kepolisian. Dukungan istri dan keluarga disebut memiliki kontribusi tersendiri terhadap pelaksanaan tugas anggota Polri hingga memasuki masa purnatugas.
Karena itu, ia berharap Dian Kemala tetap menjadi bagian dari keluarga besar kepolisian meskipun para suami telah menyelesaikan masa dinas.
“Semoga Dian Kemala tetap bersinar, tetap setia mengabdi dan tetap setia kepada Tribrata Polri,” kata AKBP Wisnu.
Pesan mengenai kesinambungan pengabdian juga disampaikan Ketua PP Polri Cabang Kediri Kota Suyono. Ia berharap usia ke-27 menjadi momentum bagi Dian Kemala untuk mempertahankan semangat berkarya dan memberikan kontribusi nyata.
“Kami selaku PP Polri Cabang Kediri Kota mengucapkan selamat ulang tahun ke-27. Semoga diberi kemudahan dan rezeki yang berkah,” ujar Suyono.
Ia berharap Dian Kemala tetap membangun komunikasi, baik antarsesama anggota organisasi maupun dengan personel Polri yang masih aktif.
“Semoga Dian Kemala berkomitmen untuk selalu semangat berkarya, memberikan kontribusi yang nyata kepada organisasi dan Polri,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Dian Kemala Marsiyanti Suyono mengatakan peringatan HUT menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan organisasi sekaligus memperkuat kebersamaan.
Menurut Marsiyanti, Dian Kemala tumbuh dari semangat dan kepedulian bersama para istri purnawirawan Polri. Memasuki usia 27 tahun, organisasi tersebut diharapkan semakin matang dalam menjalankan perannya sebagai wadah bagi keluarga purnawirawan.
“Acara ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena pada hari ini kami masih diberi kesehatan sehingga bisa berkumpul dalam acara ini,” kata Marsiyanti.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan dan perjalanan organisasi.
Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu menilai peringatan HUT Dian Kemala juga menjadi kesempatan untuk menjaga silaturahmi antara Bhayangkari, Dian Kemala dan PP Polri.
“Kita berkumpul dalam acara ini selain merayakan HUT Dian Kemala, juga untuk menyambung tali silaturahmi dengan PP Polri,” ujarnya.
Menurut dia, perjalanan selama 27 tahun menjadi modal bagi Dian Kemala untuk terus mempertahankan aktivitas dan pengabdian setelah memasuki masa purna.
“Tak terasa Dian Kemala sudah memasuki usia ke-27. Semoga memasuki usia ini Dian Kemala dapat selalu menjadi cahaya untuk terus berkarya di usia yang sudah memasuki masa purna,” katanya.
Rangkaian tasyakuran juga diisi dengan pemberian tali asih kepada perwakilan Dian Kemala dan PP Polri. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa, pemotongan tumpeng, foto bersama serta gerak dan lagu yang dibawakan anggota Dian Kemala dan PP Polri.
Di balik rangkaian perayaan tersebut, pertemuan antara polisi aktif dan purnawirawan membawa pesan mengenai kesinambungan institusi. Masa tugas memang memiliki batas, tetapi pengalaman yang diperoleh selama puluhan tahun dapat tetap menjadi sumber pengetahuan bagi mereka yang melanjutkan tanggung jawab.
Pesan AKBP Wisnu agar para senior tidak segan mengingatkan generasi yang masih aktif sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antargenerasi dapat ditempatkan sebagai mekanisme pembelajaran. Pengalaman masa lalu tidak harus sekadar dikenang, tetapi dapat digunakan untuk menilai apa yang perlu dipertahankan, diperbaiki maupun ditinggalkan.
Bagi jajaran Polres Kediri Kota, tantangannya adalah menerjemahkan masukan tersebut dalam pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Sebab sebagaimana disampaikan Wisnu, perubahan tidak cukup diukur dari pergantian generasi di dalam institusi, tetapi dari sejauh mana kehadiran polisi memberikan manfaat dan tidak mencederai masyarakat. (res/an).
Peristiwa
Dari Ringinsirah hingga Jalan Dhoho, Patroli Satlantas Polres Kediri Kota Jaga Mobilitas Warga pada Malam dan Pagi Hari
Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota memperkuat pengawasan jalan melalui dua pola patroli yang dilaksanakan pada waktu berbeda. Blue Light digelar di sejumlah persimpangan, pada Senin (14/9/2026) malam, sedangkan patroli Mahameru Quick Response (MQR) menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi dash cam menyusuri sejumlah ruas utama Kota Kediri pada pagi berikutnya.
Dua kegiatan tersebut memiliki pendekatan berbeda. Blue Light menempatkan personel pada titik tertentu untuk memperkuat kehadiran polisi dan memantau perkembangan lalu lintas, sementara MQR bergerak menyusuri sejumlah koridor jalan sehingga pengawasan dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.
Pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB, anggota Patwal Satlantas Polres Kediri Kota melaksanakan Blue Light di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng.
Kegiatan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan menggunakan kendaraan roda empat kepolisian.
Personel melakukan pemantauan terhadap arus kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dapat berpengaruh terhadap aktivitas pengguna jalan.
Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator biru yang mudah terlihat merupakan bagian dari pola preventif. Polisi tidak hanya bergerak ketika muncul persoalan, tetapi ditempatkan di ruang publik sebagai bentuk pencegahan.
Persimpangan menjadi salah satu ruang penting dalam pengawasan lalu lintas karena menjadi titik pertemuan kendaraan dari beberapa arah. Perubahan volume kendaraan pada salah satu ruas dapat memengaruhi pergerakan kendaraan dari ruas lainnya.
Karena itu, pemantauan memungkinkan petugas mengetahui lebih cepat ketika mulai terjadi penumpukan dan melakukan langkah pengaturan apabila dibutuhkan.
Pengawasan tersebut tidak berhenti pada malam hari.
Pada pagi berikutnya, Satlantas Polres Kediri Kota melanjutkan pengawasan melalui patroli Mahameru Quick Response atau MQR.
Patroli dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan melibatkan anggota Patwal dan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.
Berbeda dengan Blue Light yang berfokus pada titik persimpangan, MQR bergerak melintasi sejumlah jalan utama. Rute patroli meliputi Jalan Mayor Bismo, Jalan Diponegoro, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Brawijaya, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Dhoho hingga Jalan Monginsidi.
Koridor tersebut merupakan bagian dari ruang mobilitas masyarakat Kota Kediri. Pada pagi hari, pergerakan kendaraan beririsan dengan aktivitas warga menuju tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan maupun berbagai kegiatan lainnya.
Patroli bergerak memungkinkan personel melihat kondisi lalu lintas dari satu ruas ke ruas lainnya, tidak hanya dari satu titik pengamatan.
Kendaraan patroli MQR juga dilengkapi dash cam. Penggunaan perangkat tersebut memberikan dukungan dokumentasi visual selama kendaraan bergerak di jalan.
Dalam konteks patroli modern, kamera pada kendaraan dapat menjadi bagian dari pencatatan kondisi yang ditemui petugas selama perjalanan. Namun teknologi tetap berfungsi sebagai perangkat pendukung, sementara keputusan dan tindakan di lapangan berada pada personel yang melakukan patroli.
Rangkaian Blue Light dan MQR memperlihatkan bagaimana karakter pengawasan dapat disesuaikan dengan ruang dan waktu.
Pada malam hari, kehadiran polisi secara terbuka diperlukan untuk memperkuat pencegahan sekaligus memberikan rasa kehadiran petugas di jalan. Ketika pagi tiba dan mobilitas masyarakat meningkat, patroli bergerak diperlukan untuk menjangkau lebih banyak ruas dan memonitor perubahan arus kendaraan.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui jajaran Turjawali terus mendorong kegiatan preventif untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Pengawasan semacam itu juga memiliki kaitan langsung dengan kecepatan respons. Semakin cepat kondisi di jalan diketahui, semakin cepat pula petugas dapat menentukan penanganan ketika menemukan kepadatan, hambatan maupun persoalan lain yang membutuhkan kehadiran polisi.
Namun patroli bukan satu-satunya unsur yang menentukan keselamatan jalan.
Pada akhirnya, ribuan keputusan kecil yang dibuat pengendara setiap hari jauh lebih menentukan: berhenti ketika lampu menunjukkan merah, tidak melawan arus, menjaga kecepatan, tidak menggunakan telepon saat berkendara, memberikan ruang kepada pengguna jalan lain dan tidak memaksakan kendaraan ketika persimpangan telah padat.
Di titik itulah pengawasan polisi dan disiplin masyarakat bertemu.
Blue Light di Ringinsirah dan Lonceng maupun MQR yang bergerak dari Mayor Bismo hingga Monginsidi bukan sekadar perjalanan kendaraan patroli. Keduanya menjadi bagian dari upaya menjaga ruang jalan tetap dapat digunakan bersama secara tertib dan aman. (res/an).
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
