Inspirasi
Kapolda Jatim Tinjau Posko Kesehatan di Jombang, Serta Berikan Bantuan Sosial ke Korban Banjir
Kediriselaludihati.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Selasa (9/2/2021) siang, meninjau tempat pengungsian bencana banjir di Balai Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang.
Kapolda Jatim Irjen Nico menyebutkan, bahwa jajaran TNI, Polri siap membantu masyarakat yang terkena dampak bencana banjir. Nantinya, jajaran TNI, Polri akan disiagakan untuk bisa membantu korban bencana banjir yang terjadi di Jombang.
“Kami khususnya TNI, Polri siap membantu masyarakat korban bencana banjir di Kabupaten Jombang,” sebut Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta, usai meninjau di posko kesehatan.
Selain meninjau di Balai Desa Gondangmanis, tempat untuk mengungsi warga yang sekaligus posko kesehatan. Kapolda Jatim juga memberikan bantuan sosial kepada korban bencana banjir. Hal ini untuk meringankan beban warga yang terdampak akibat bencana banjir.
“Bantuan yang kami berikan ini berupa beras dua ton, paket bantuan berisi obat-obatan dan juga dua ribu masker, semoga bantuan ini bisa meringankan beban korban bencana,” tambahnya.
Usai meninjau lokasi pengungsian, Kapolda Jatim melanjutkan meninjau rumah-rumah warga yang masih terkena banjir yang sampai saat ini belum surut.
Dengan menggunakan sepatu boots dan berjalan kaki, Kapolda Jatim menuju rumah warga yang masih terendam banjir. Ditengah perjalanan, Kapolda Jatim menyempatkan tegur sapa dengan masyarakat yang mengungsi didalam tenda darurat.
Saat menuju lokasi ke rumah warga yang masih terendam banjir, Kapolda Bersama Wakil Bupati Kabupaten Jombang. Menaiki perahu karet milik Sat Brimob. Kapolda Jatim juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang masih bertahan didalam rumah.
Jika masih ada masyarakat yang ada didalam rumah maupun tenda darutat, diharapkan nantinya dapat dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan nyaman. Hal ini dikarenakan untuk mmengantisipasi jika hujan kembali turun.
“Jika masih ada masyarakat yang bertahan di rumah kaupun tenda, nantinya bisa segera dievakuasi ke posko kesehatan,” jelasnya.
Selain itu untuk membantu korban bencana yang terjadi di Jawa Timur. Kapolda Jatim, Irjen Nico, juga telah membentuk “Satgas Bencana”, mereka ini dari jajaran Brimob dan Samapta.
Satgas ini nantinya berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah di Jatim, terkait dengan bencana alam yang terjadi. Untuk melakukan pengecekan dan pencegahan jika terjadi bencana. (res|aro)
Inspirasi
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Kediri Kota Lakukan Penyekatan Arus Balik Rombongan PSHT
Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung pengamanan dan penyekatan arus balik rombongan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari arah Tulungagung yang melintasi wilayah hukum Polres Kediri Kota, Minggu (25/10/2026) sore.
Pengamanan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB tersebut dipusatkan di jalan provinsi kawasan perbatasan Kediri Kota. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Berdasarkan laporan kepolisian, sekitar 2.500 sepeda motor yang membawa rombongan PSHT melintas dari arah Tulungagung menuju sejumlah daerah, yakni Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Jombang.
Besarnya jumlah kendaraan yang bergerak dalam rombongan menjadi perhatian petugas untuk memastikan perjalanan berlangsung tertib dan tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dalam pengamanan tersebut, AKBP Wisnu didampingi Wakapolres Kediri Kota, Kabagops, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Samapta, Kanit Gakkum, serta personel pengamanan Polres Kediri Kota.
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan maupun hambatan lalu lintas akibat pergerakan kendaraan dalam jumlah besar.
“Pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan rombongan yang melintas dari arah Tulungagung dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan tertib. Kami juga berupaya menjaga kelancaran arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu,” kata AKBP Wisnu.
Pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel kepolisian di kawasan perbatasan yang menjadi jalur lintasan rombongan.
Petugas melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama rombongan melintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Keterlibatan sejumlah satuan fungsi kepolisian dimaksudkan agar pengamanan dapat dilakukan secara terpadu, terutama dalam aspek ketertiban, keselamatan berkendara, dan pencegahan gangguan keamanan.
Satlantas berperan dalam pemantauan kondisi lalu lintas, sementara personel dari satuan fungsi lainnya mendukung pengamanan sesuai tugas masing-masing.
AKBP Wisnu menekankan pentingnya kedisiplinan seluruh pengguna jalan, termasuk rombongan yang melakukan perjalanan secara berkelompok.
Menurutnya, jumlah kendaraan yang besar membutuhkan perhatian khusus karena berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas apabila tidak diikuti kepatuhan terhadap peraturan berkendara.
“Kami mengimbau seluruh anggota rombongan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban, dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Keselamatan harus menjadi prioritas selama perjalanan,” ujarnya.
Selain memastikan perjalanan rombongan berlangsung aman, pengamanan juga dilakukan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur lintasan.
Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat mencegah potensi gesekan maupun gangguan ketertiban yang mungkin muncul akibat pergerakan massa dalam jumlah besar.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik organisasi melalui sikap tertib dan menghormati masyarakat di sepanjang perjalanan.
“Kami berharap seluruh peserta perjalanan dapat menjaga ketertiban dan menunjukkan sikap yang bertanggung jawab. Kepolisian hadir untuk memastikan keamanan bersama, baik bagi rombongan maupun masyarakat yang menggunakan jalan,” katanya.
Berdasarkan laporan Polres Kediri Kota, kegiatan pengamanan dan penyekatan arus balik PSHT dari Tulungagung berlangsung aman dan tertib.
Tidak terdapat laporan mengenai gangguan keamanan selama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pengamanan ini menjadi bagian dari langkah preventif Polres Kediri Kota dalam menjaga situasi kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas, khususnya saat terjadi pergerakan rombongan kendaraan dalam jumlah besar yang melintasi wilayah Kota Kediri. (res/aro)
Inspirasi
Subuh Keliling di Masjid Darunnajach, AKBP Wisnu Perkuat Silaturahmi dan Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Darunnajach, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan Subuh Keliling atau Suling yang dimulai sekitar pukul 03.49 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Wisnu mengajak masyarakat memanfaatkan layanan polisi 110 apabila menemukan tindak pidana, gangguan keamanan, atau persoalan yang menimbulkan keresahan di lingkungan tempat tinggal.
Kehadiran Kapolres bersama sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan pimpinan Polri agar anggota kepolisian senantiasa hadir dan membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.
AKBP Wisnu didampingi Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, Kasat Reskrim AKP Elsyasarif, Kasat Binmas, Kasiwas, Kepala SPKT, serta sejumlah anggota Polres Kediri Kota.
Rombongan mengikuti salat Subuh berjamaah bersama warga Kelurahan Bandar Kidul dan jamaah Masjid Darunnajach.
Melalui kegiatan keagamaan tersebut, kepolisian berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan penuh kebersamaan.
AKBP Wisnu menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan informasi dari warga agar setiap persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dapat segera ditangani.
“Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, mempererat silaturahmi, sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kerja sama antara polisi dan masyarakat,” kata AKBP Wisnu.
Salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berkaitan dengan pemanfaatan layanan kepolisian melalui nomor 110.
Layanan ini dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan polisi ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan penanganan.
AKBP Wisnu mengajak warga tidak ragu menghubungi layanan tersebut apabila menemukan persoalan keamanan di sekitar tempat tinggal.
“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan polisi 110 apabila menemukan gangguan kamtibmas, tindak pidana, atau persoalan yang membutuhkan kehadiran petugas. Jangan ragu untuk melapor karena kepolisian siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Layanan polisi 110 merupakan sarana komunikasi yang disediakan Polri untuk mempermudah masyarakat memperoleh bantuan kepolisian.
Melalui layanan tersebut, warga dapat menyampaikan informasi mengenai peristiwa yang membutuhkan respons petugas tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor polisi.
Keberadaan layanan pengaduan ini menjadi penting karena informasi dari masyarakat dapat membantu kepolisian mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan.
Namun, laporan yang disampaikan perlu memuat keterangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan agar petugas dapat melakukan penanganan sesuai kondisi yang dihadapi.
Selain memperkenalkan layanan kepolisian, kegiatan Subuh Keliling menjadi sarana membangun komunikasi antara aparat dan warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
Masjid sebagai tempat ibadah sekaligus ruang pertemuan masyarakat memiliki peran dalam mempererat hubungan sosial dan membangun kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan seperti ini, pesan mengenai keamanan lingkungan dapat disampaikan secara langsung kepada masyarakat dalam suasana keagamaan.
Kehadiran Kapolres dan jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara pimpinan kepolisian dan warga.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun meminta bantuan ketika menghadapi persoalan keamanan.
AKBP Wisnu mengingatkan bahwa menjaga situasi kamtibmas tidak cukup hanya dilakukan melalui patroli dan penegakan hukum.
Kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan, hubungan baik antarwarga, serta kesediaan menyampaikan informasi kepada kepolisian juga memiliki peran penting dalam mencegah gangguan keamanan.
“Kami berharap masyarakat terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan tidak segan berkomunikasi dengan anggota kepolisian. Dengan kebersamaan, situasi Kota Kediri yang aman dan kondusif dapat terus kita jaga,” katanya.
Kegiatan Subuh Keliling menjadi salah satu bentuk pendekatan Polres Kediri Kota yang mengedepankan komunikasi dan kehadiran polisi dalam aktivitas masyarakat.
Selain menjalankan tugas penegakan hukum, kepolisian juga memiliki fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan, hubungan tersebut dapat dibangun secara lebih dekat karena polisi dan warga bertemu dalam aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kegiatan serupa juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat kerja sama antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.
Di tingkat kelurahan, komunikasi yang baik dengan warga membantu kepolisian memperoleh informasi mengenai kondisi sosial dan potensi persoalan keamanan.
Sementara itu, keterlibatan masyarakat dapat mendukung langkah pencegahan sebelum suatu persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Berdasarkan laporan kegiatan, salat Subuh berjamaah dan penyampaian pesan kamtibmas di Masjid Darunnajach berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Melalui kegiatan Subuh Keliling di Kelurahan Bandar Kidul, Polres Kediri Kota terus mendorong kedekatan antara polisi dan masyarakat sekaligus mengajak warga berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta memanfaatkan layanan 110 ketika membutuhkan bantuan kepolisian. (res/aro)
Inspirasi
Lewat Program Poliran, Kapolres Kediri Kota Soroti Pengangguran dan Peningkatan PHK pada 2026
Kediriselaludihati – – Sebanyak 6.316 warga Kota Kediri tercatat masih menganggur pada 2025. Meski tingkat pengangguran terbuka menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) justru meningkat berdasarkan data yang dipaparkan pemerintah daerah pada 2026.
Persoalan tersebut menjadi perhatian Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto saat mengunjungi Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri, Kamis (22/10/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Kantor Dinkop UMTK, Jalan Brigpol Imam Bachri, Kecamatan Pesantren, itu merupakan bagian dari pelaksanaan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), salah satu agenda Quick Wins 100 Hari Kapolri.
Dalam pertemuan tersebut, AKBP Wisnu membahas peluang kerja sama antara kepolisian dan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh akses informasi pekerjaan, pelatihan keterampilan, serta penempatan tenaga kerja.
Kepala Dinkop UMTK Kota Kediri Mochamad Ferry Djatmiko memaparkan perkembangan kondisi ketenagakerjaan, termasuk angka pengangguran, jumlah pekerja yang mengalami PHK, dan sejumlah program pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan kerja.
Berdasarkan data yang disampaikan Ferry, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Kediri mengalami penurunan dari 6,37 persen pada 2021 menjadi 3,76 persen pada 2025.
Pada 2024, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 6.492 orang atau 3,91 persen. Setahun kemudian, jumlah tersebut berkurang 176 orang menjadi 6.316 orang atau 3,76 persen.
Namun, penurunan angka pengangguran belum sepenuhnya menghilangkan persoalan ketenagakerjaan di Kota Kediri.
Dinkop UMTK mencatat sebanyak 144 pekerja mengalami PHK pada 2025. Sementara itu, jumlah PHK yang dilaporkan pada 2026 telah mencapai 191 pekerja.
Data yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut belum merinci periode pencatatan PHK sepanjang 2026 maupun sektor usaha yang paling banyak melakukan pengurangan tenaga kerja.
AKBP Wisnu mengatakan, kunjungannya ke Dinkop UMTK merupakan tindak lanjut arahan Kapolri melalui program Quick Wins 100 Hari, khususnya Polisi Peduli Pengangguran.
Menurutnya, persoalan pengangguran perlu mendapatkan perhatian bersama karena tidak hanya berkaitan dengan kondisi perekonomian masyarakat, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban.
“Kita ke sini menindaklanjuti arahan dari Pak Kapolri terkait program Quick Wins 100 hari, yang salah satunya Polisi Peduli Pengangguran. Dengan adanya pengangguran, akan berpengaruh pada situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” kata AKBP Wisnu.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada koordinasi antarlembaga, tetapi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang belum memperoleh pekerjaan.
“Kami ingin dalam proses 100 hari Kapolri ini dapat bermanfaat mengakomodasi pengangguran agar persentase pengangguran semakin berkurang di Kota Kediri,” ujarnya.
AKBP Wisnu juga meminta masukan dari pemerintah daerah mengenai bentuk dukungan yang dapat diberikan kepolisian dalam membantu penanganan pengangguran.
“Jika ada saran dan masukan untuk kami terkait penanganan pengangguran di Kota Kediri, mohon bisa disampaikan kepada kami,” katanya.
Ia menegaskan kesiapan Polres Kediri Kota untuk membantu pemerintah daerah sesuai kewenangan dan kemampuan yang dimiliki.
“Kami akan bantu semaksimal mungkin terkait pengurangan pengangguran di Kota Kediri dalam rangka mendukung program 100 hari Bapak Kapolri,” ujar AKBP Wisnu.
Sementara itu, Ferry menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri telah menjalankan sejumlah program untuk memperluas akses pekerjaan, meningkatkan keterampilan pencari kerja, serta memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah satunya melalui bursa kerja atau job fair dengan sistem hybrid yang diselenggarakan pada 22 Juli 2026 di SMK Negeri 1 Kota Kediri.
Kegiatan tersebut menawarkan sekitar 4.500 lowongan pekerjaan dengan melibatkan 37 perusahaan yang berpartisipasi secara langsung dan 26 perusahaan secara daring.
Namun, tersedianya ribuan lowongan belum berarti seluruh posisi tersebut berhasil diisi oleh pencari kerja.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinkop UMTK Kota Kediri Arif Budi Nurcahyo mengungkapkan, berdasarkan pemantauan setelah pelaksanaan bursa kerja, jumlah pencari kerja yang berhasil ditempatkan masih jauh lebih kecil dibandingkan jumlah lowongan yang ditawarkan.
“Dari data kami, selama tiga bulan setelah job fair, yang berangkat menjadi pekerja di Kota Kediri ada 149 pekerja,” kata Arif.
Angka tersebut menunjukkan bahwa penyediaan lowongan pekerjaan masih perlu diikuti upaya mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan kemampuan serta kondisi pencari kerja.
Ferry mengakui bahwa salah satu tantangan penempatan tenaga kerja adalah lokasi pekerjaan yang tidak selalu berada di wilayah Kota Kediri.
Menurutnya, sejumlah perusahaan yang mengikuti bursa kerja berasal dari luar daerah, termasuk Kabupaten Nganjuk.
Bagi sebagian pencari kerja, kesempatan bekerja di luar kota menghadapi kendala tambahan berupa biaya transportasi.
“Kendala calon tenaga kerja ketika lokasi pekerjaan di luar kota adalah biaya transportasi,” kata Ferry.
Selain persoalan lokasi kerja, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap kesesuaian keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan.
Karena itu, Ferry meminta lembaga pelatihan kerja (LPK) tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga membantu peserta memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan program.
“Kami juga menyampaikan ke LPK, jangan hanya mengadakan pelatihan, tetapi juga mengarahkan pada penyaluran masyarakat untuk bekerja,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan keterampilan perlu memiliki hubungan yang jelas dengan kebutuhan pasar tenaga kerja agar manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta.
Dalam paparannya, Dinkop UMTK menyebutkan program pelatihan dan sertifikasi telah diikuti 465 pencari kerja serta 284 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan dunia usaha sekaligus memperkuat kemampuan pelaku UMKM dalam mengembangkan kegiatan ekonomi.
Pemerintah Kota Kediri juga melaksanakan program konseling karier pada 27 Juli 2026 yang diikuti 50 pencari kerja.
Dari kegiatan tersebut, sebanyak 10 peserta dilaporkan berhasil memperoleh penempatan kerja secara langsung.
Selain melalui pelatihan dan bursa kerja, pemerintah daerah berupaya memperluas kesempatan kerja dengan memperkuat sektor UMKM dan sentra ekonomi lokal.
Salah satu langkah yang dipaparkan adalah penataan kawasan ekonomi strategis, termasuk kawasan Jalan Dhoho, untuk mendorong aktivitas usaha dan membuka peluang penyerapan tenaga kerja.
Pemerintah daerah juga menyiapkan strategi penguatan ekonomi masyarakat melalui fasilitasi akses permodalan dan pemasaran bagi pelaku UMKM.
Dalam pertemuan itu, Ferry turut menyampaikan rencana penyelenggaraan pelatihan kerja pada November 2026 yang akan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan menyoroti persoalan pengupahan sebagai salah satu tantangan yang dihadapi pekerja.
Menurut Laksono, tingkat upah menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan pekerjaan, terutama ketika biaya hidup dan kebutuhan transportasi turut memengaruhi penghasilan yang diterima.
“Para pekerja di Kota Kediri terkendala pada gaji karena rata-rata pekerja UMK-nya relatif kecil,” kata Laksono.
Ia menegaskan bahwa kepolisian siap mendukung langkah Dinkop UMTK dalam mengurangi angka pengangguran melalui koordinasi dan kerja sama antarlembaga.
“Kami dari Polres Kediri Kota akan mendukung Dinas Koperasi untuk menekan angka pengangguran di Kota Kediri sesuai arahan Bapak Kapolri,” ujarnya.
Selain membahas perluasan kesempatan kerja, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kediri Suriyadi menyatakan kesiapan lembaganya untuk mendukung program Poliran.
“Kami akan mendukung program Polisi Peduli Pengangguran serta bersedia berkolaborasi dengan Polres Kediri Kota,” kata Suriyadi.
Dalam paparan Dinkop UMTK, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan juga diarahkan kepada kelompok pekerja rentan, seperti pemulung, tukang becak, dan pedagang kaki lima, selain pekerja penerima upah.
Perlindungan tersebut mencakup sejumlah manfaat, antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.
Materi pertemuan juga menyebutkan nilai santunan sebesar Rp42 juta, meskipun belum dijelaskan secara terperinci jenis manfaat dan ketentuan yang mendasari nominal tersebut.
Pemerintah Kota Kediri menetapkan target cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) sebesar 62,12 persen pada 2026.
Melalui program Poliran, Polres Kediri Kota diharapkan dapat membantu memperluas penyebaran informasi kesempatan kerja kepada masyarakat.
Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah melibatkan Bhabinkamtibmas dalam menyampaikan informasi program, mengidentifikasi kebutuhan warga, dan menghubungkan pencari kerja dengan instansi yang memiliki kewenangan di bidang ketenagakerjaan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat yang membutuhkan pekerjaan diharapkan dapat lebih mudah memperoleh informasi mengenai lowongan, pelatihan, maupun layanan penempatan tenaga kerja.
Meski demikian, pertemuan tersebut belum menghasilkan rincian mengenai jumlah pencari kerja yang akan difasilitasi melalui Poliran, target penempatan kerja, ataupun jadwal pelaksanaan kegiatan bersama.
Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 13.30 WIB itu turut dihadiri Sekretaris Dinkop UMTK Kota Kediri Ibnu Qoyim, Kepala Bidang Hubungan Industrial Rohmat Setyo Rianto, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Zaki Zamani, serta sejumlah pejabat dan staf dinas.
Dari jajaran kepolisian hadir Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan dan Kanit II Sat Intelkam Ipda M. Puji Santoso. Pertemuan juga dihadiri perwakilan Pondok Pesantren Assaidiyah, Kelurahan Jamsaren, yang dikenal dengan sapaan Gus Upik.
Bagi Pemerintah Kota Kediri, tantangan berikutnya adalah memastikan penurunan angka pengangguran berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pekerjaan dan kemudahan akses bagi pencari kerja.
Sementara itu, bagi Polres Kediri Kota, pelaksanaan Poliran menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap penanganan persoalan sosial melalui kerja sama dengan lembaga yang memiliki kewenangan di bidang ketenagakerjaan.
Dengan jumlah pengangguran yang masih mencapai 6.316 orang dan adanya peningkatan PHK, keberhasilan kerja sama tersebut nantinya perlu diukur dari jumlah masyarakat yang memperoleh akses pekerjaan dan benar-benar berhasil ditempatkan di dunia kerja. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta

