Connect with us

Peristiwa

Kapolres Kediri Kota Hadiri Harlah Yayasan Panti Asuhan An Nur,Sekaligus Peringatan 1 Abad NU

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kegiatan istighosah dan doa untuk keselamatan bangsa dalam rangka harlah NU 1 Abad serta harlah Yayasan Panti Asuhan (YPA) An Nur ke 28 digelar di Ponpes Lansia NU Jl Tosaren I No 96 RT 16/RW 06 Kel Tosaren Kec Pesantren Kota Kediri, Minggu (5/2)

Kegiatan dihadiri Kapolres Kediri Kota beserta PJU Polres Kediri Kota.Pengasuh Yayasan Panti Asuhan YPA An Nur Ponpes Lansia KH M Nur Salim.KH Douglas Toha Yahya (Gus Lik).Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil.Kabag Kesra Pemkot Kediri Ahmad Jainudin S.E. M.M.Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto S.sos.Danramil Pesantren Kapten Inf Sutedjo.Kakel Tosaren Joko Prayitno.Kasi Binmas Kemenag Kota Kediri A Zamroni S.Ag.Pengurus Yayasan Panti Asuhan YPA An Nur Ponpes Lansia. Dan keluarga besar yayasan panti asuhan YPA An Nur dan Ibu Ibu Muslimat Kecamatan Pesantren.

Pengasuh Yayasan Panti Asuhan YPA An Nur Ponpes Lansia KH M Nur Salim dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para undangan yang mana bisa meluangkan waktu untuk datang pada acara di pagi hari ini.

“Kegiatan ini juga ihtiar bersama baik aparat TNI Polri untuk ikut mendoakan Keselamatan Bangsa Indonesia, khususnya menjelang 1 abad NU dan ulang tahun yayasan.Ucapan terimakasih kepada Donatur baik dari ke pemerintahan yang telah memperhatikan Yayasan Panti Asuhan YPA An Nur,” kata KH Nur Salim.

Dalam kesempatan tersebut S Kapolres Kediri Kota juga memberikan sambutan “Yang kami hormati Pengasuh Ponpes Lansia dan Ketua PCNU Kota Kediri serta seluruh undangan yang hadir pada kegiatan ini.Terima kasih atas kesempatan perkenalan yang telah diberikan kepada Kami sebagai warga baru di Kota Kediri.Sekaligus pada acara yang berbahagia ini kami nitip Doa untuk istri saya yang sedang mengandung supaya diberikan kesehatan dan keselamatan menjadi anak yang Sholeh Solehah. Semoga Kedepan kami selalu bisa silaturahmi dengan Yayasan Panti Asuhan YPA An Nur ini,” kata AKBP Teddy Chandra.
Ditambahkan, Kapolres dalam kesempatan tersebut juga memohon doa restu dan dukungan kepada untuk tugas kedepannya.

“Terimakasih untuk Jajaran PCNU Kota Kediri yang telah membantu TNI Polri dalam melaksanakan tugas. Selamat Hari Lahir 1 Abad NU dan Selamat Hari Lahir ke 28 Yayasan Panti Asuhan YPA An Nur Ponpes Lansia.Sekali lagi terimakasih dan kami siap menerima kritik yang membangun untuk dalam pelaksanaan tugas kami,” tambahnya. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Rombongan 21 Bus Dikawal Aman, Jadi Simbol Solidaritas Buruh dan Penghormatan Nilai Perjuangan

Published

on

Kediriselaludihati.com —Sebanyak 1.100 pekerja asal Kota Kediri tiba di Kabupaten Nganjuk untuk menghadiri peresmian Monumen Pahlawan Buruh Marsinah dan rumah singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Sabtu (16/5/2026).

Rombongan pekerja dilaporkan tiba sekitar pukul 07.15 WIB di Asrama Kodim 0810 Nganjuk setelah sebelumnya diberangkatkan dari Kota Kediri menggunakan 21 unit bus.

Kedatangan pekerja tersebut merupakan bagian dari agenda menghadiri peresmian Monumen Marsinah yang dijadwalkan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Marsinah dikenal sebagai tokoh perjuangan buruh nasional yang menjadi simbol keberanian dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial di Indonesia.

Sebanyak 21 armada bus mengangkut rombongan pekerja dari Kota Kediri menuju Nganjuk secara bertahap dan terkoordinasi. Setibanya di lokasi transit, seluruh peserta diarahkan menuju titik kumpul untuk persiapan mengikuti agenda utama di Desa Nglundo.

Kapolres Kediri Kota AKBP Dr Anggi Saputra Ibrahim, S.H, S.IK, M.H mengatakan proses keberangkatan hingga kedatangan rombongan pekerja berlangsung tertib dengan pengawalan dan koordinasi lintas instansi.

“Kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta organisasi pekerja dalam mendukung partisipasi masyarakat pada agenda nasional yang memiliki nilai historis,” ujar AKBP Dr Anggi.

Menurut dia, mobilisasi 1.100 pekerja dari Kota Kediri tidak sekadar perjalanan menuju lokasi acara, tetapi juga mencerminkan solidaritas kolektif buruh dalam menghormati warisan perjuangan Marsinah.

Kegiatan tersebut turut memperlihatkan sinergi antara Pemerintah Kota Kediri, aparat keamanan, dan organisasi pekerja seperti SPSI serta Sarbumusi.

Sebelumnya, pelepasan rombongan di Kota Kediri dihadiri jajaran Forkopimda Kota Kediri, termasuk Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota, Kapolres Kediri Kota, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Kehadiran unsur Forkopimda dinilai sebagai bentuk dukungan institusional terhadap aspirasi pekerja dan penghormatan atas nilai perjuangan buruh di Indonesia.

Secara substansial, pemberangkatan dan kedatangan rombongan pekerja dalam jumlah besar ini menjadi simbol kebersamaan serta penghargaan terhadap sejarah perjuangan kelas pekerja nasional.

Selama proses kedatangan di Kabupaten Nganjuk, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Kepolisian memastikan pengamanan dan pengawalan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian peresmian Monumen Marsinah selesai dilaksanakan. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Forkopimda Lepas Rombongan Buruh sebagai Bentuk Penghormatan terhadap Perjuangan Hak Pekerja

Published

on

Kediriselaludihati.com — Sebanyak 1.100 pekerja asal Kota Kediri diberangkatkan menuju Kabupaten Nganjuk untuk menghadiri peresmian Monumen dan Rumah Singgah Pahlawan Buruh Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Sabtu (16/5/2026).

Pemberangkatan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB di depan Kantor Pemerintah Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmat, Kota Kediri, dengan menggunakan 21 unit bus.

Kegiatan pelepasan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri, antara lain Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimudin Thoha, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, pejabat Sekretariat Daerah Kota Kediri, perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Kediri, unsur TNI, BPJS Ketenagakerjaan, serta organisasi buruh.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri menyampaikan bahwa pemberangkatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap peringatan perjuangan buruh sekaligus penghormatan terhadap sosok Marsinah.

“Pada kegiatan ini kita memberangkatkan perwakilan 1.100 pekerja dari Kota Kediri menggunakan 21 unit bus untuk menghadiri peresmian Monumen Marsinah di Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk,” ujar Vinanda.

Ia mengatakan Marsinah merupakan simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia yang dikenal gigih memperjuangkan keadilan dan hak dasar buruh.

“Marsinah adalah pahlawan buruh dan simbol perjuangan pekerja. Nilai perjuangan beliau menjadi pelajaran penting bagi kita semua tentang keberanian memperjuangkan keadilan sosial,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Wakil Wali Kota Kediri Qowimudin Thoha sebelum rombongan diberangkatkan secara resmi oleh Forkopimda.

Meski dalam sambutan disebutkan 1.100 pekerja, pada agenda pemberangkatan tercatat sekitar 1.100 pekerja yang dilepas secara simbolis menuju lokasi kegiatan di Kabupaten Nganjuk.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan pengamanan dan pengawalan dilakukan untuk memastikan proses pemberangkatan berjalan aman dan tertib.

“Kegiatan ini menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan organisasi pekerja dalam mendukung agenda nasional sekaligus memberikan penghormatan kepada perjuangan buruh,” ujar Anggi.

Menurut dia, mobilisasi pekerja dalam jumlah besar tidak hanya menjadi agenda perjalanan menuju lokasi peresmian, tetapi juga simbol solidaritas kolektif dalam mengenang perjuangan Marsinah sebagai tokoh hak pekerja nasional.

Peresmian Monumen dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo sendiri dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Agenda tersebut dinilai memiliki makna historis dan simbolis bagi kalangan pekerja, khususnya dalam memperkuat nilai perjuangan, keadilan sosial, dan perlindungan hak-hak buruh di Indonesia.

Selama proses pemberangkatan, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan dukungan kelembagaan yang kuat dari Pemerintah Kota Kediri dan unsur Forkopimda terhadap partisipasi pekerja dalam agenda nasional bertema penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh Indonesia. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Pengamanan Turnamen Pencak Silat Diperkuat untuk Jaga Ketertiban dan Sportivitas

Published

on

Kediriselaludihati.com — Jajaran Polsek Mojoroto bersama personel gabungan Polres Kediri Kota kembali melaksanakan pengamanan Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup III UNP Kediri 2026 yang masih berlangsung di Sport Center Kampus 4 UNP PGRI Kediri, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan pengamanan dimulai sejak pukul 07.00 WIB di Sport Center Kampus 4 UNP PGRI Kediri, Jalan Lintasan, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri.

Pengamanan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Mojoroto Aiptu Andri Jatmiko bersama personel yang telah tersprin, dipimpin AKP Umar Said.

Kejuaraan pencak silat tersebut diikuti sekitar 333 peserta dari berbagai daerah se-Karesidenan Kediri. Ajang olahraga bela diri ini diselenggarakan oleh UNP PGRI Kediri dengan rekomendasi dari PSHT Cabang Kota Kediri Pusat Madiun.

Penanggung jawab kegiatan tercatat atas nama Karisma Yogi Noviana.

Dalam pelaksanaan pengamanan, personel kepolisian ditempatkan di sejumlah titik area kegiatan untuk memastikan kelancaran arus masuk peserta, keamanan penonton, serta kondusivitas selama pertandingan berlangsung.

Selain pengamanan, petugas juga memberikan imbauan kepada peserta, official, dan panitia untuk tetap menjaga ketertiban, sportivitas, dan menghindari potensi gesekan selama kompetisi berlangsung.

Kapolsek Mojoroto KOMPOL Rudi Purwanto, SH, mengatakan kegiatan pengamanan turnamen bela diri dilakukan secara optimal mengingat jumlah peserta dan mobilitas pengunjung cukup tinggi.

“Kejuaraan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai wilayah sehingga pengamanan harus dilakukan maksimal untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Rudi, Sabtu.

Ia menambahkan, pencak silat sebagai olahraga tradisional memiliki nilai positif dalam pembinaan karakter generasi muda, disiplin, serta pengembangan prestasi olahraga.

“Kami mendukung kegiatan positif seperti ini, namun tetap harus diimbangi dengan komitmen menjaga keamanan dan sportivitas bersama,” katanya.

Personel yang terlibat dalam pengamanan antara lain AKP Umar Said, Aiptu Hengky Aplelisa D, Aiptu Heri Setiawan, Aiptu Arda Ilham S, Aipda Sukirno, serta gabungan anggota Polres Kediri Kota.

Hingga laporan disampaikan, kegiatan pertandingan masih berlangsung dengan situasi aman, lancar, dan terkendali.

Kepolisian memastikan pengamanan akan terus dilaksanakan sampai seluruh rangkaian SH Terate Cup III selesai guna menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan seluruh peserta maupun penonton di lokasi pertandingan. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page