Connect with us

Peristiwa

Kapolres Kediri Kota Pimpin Pres Release Hasil Operasi Tumpas Semeru 2021

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polres Kediri Kota Kota menggelar pres release terkait  “Operasi Tumpas  Semeru 2021” Rabu (15/9) di Mako Polres Kediri Kota jl KDP Slamet 02 Mojoroto Kota Kediri . Kegiatan rilis dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, S.IK,M.H

Materi yang akan disampaikan hasil Operasi Tumpas  Semeru 202, sebanyak 13 laporan polisi, dengan jumlah tersangka 18 orang :

1.Riza Umar  (44) alamat HOS Cokroaminoto kota Kediri,barang bukti   sabu sabu seberat 5,37 gram

2.   Ireng Setyo Utomo (25) alamat Jl. Urip Sumoharjo Gg. Durian No. 17 Rt. 04 Rw. 01 Kel. Kaliombo  Kota Kediri.Barang bukti   1,43 gram sabu beserta pipet kaca

3. Andriyanto  (53)  Alamat  Jl Ratulangi Gang 2 RT 01 RW 04 Kelurahan Setono Pande Kota Kediri. Barang bukti   sabu sabu seberat 0,48 gram

4.   Miftachur Rohman (42) Alamat Dusun Gampengrejo Rt 03 Rw 02 Desa Gampengrejo Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Barang bukti  sabu sabu seberat 0,70 gram

5.   Rifan Wahyu SetiawaN (23)  Alamat Jalan Lingkar Maskumambang Rt 34 Rw 10 Kelurahan Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Barang bukti  : sabu sabu seberat 2,67 gram

6.   Parwanto  (31) Alamat : Dusun Santren Rt 03 Rw 01 Desa Tengger Kidul Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.

7.   Rino Bahari  (30) Alamat : Dusun Kejuron Rt 04 Rw 03 Desa Plosorejo Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Barang bukti  : sabu sabu seberat 3,86 gram

8.   Edi Sutrisno (39) Alamat Desa Wonorejo Rt 02 Rw 01 Kecamatan Sumber gempol  Tulung Agung. Barang bukti   sabu sabu seberat 1,90 gram

9.   Wulan Listiana (35)  Alamat Perumahan Wilis Indah 2 H1 nomer 11 Kel. Pojok Kec. Mojoroto Kota Kediri.

10. Deni Agus Widodo (43)  Alamat Jalan Dr Saharjo nomer 76 Kel. Sukorame Kec. Mojoroto Kota Kediri.

11. Yoga Marthatiar (38)  Alamat Perumahan Wilis Indah 2 H1 nomer 11 Kel. Pojok Kec. Mojoroto Kota Kediri, barang bukti    Sabu

12. Wahyu Bagus Ariyanto  (47) Alamat Balowerti Gang 1 nomer 8 Rt 20 Rw 6 Kelurahan Balowerti Kecamatan Kota Kediri.

13. Arthur Febryanto  (24) Alamat Jalan Semampir tengah nomer 54/160 Rt 13 Rw 02 Kelurahan Semampir Kota Kediri.

14. Suyitno  (29)  Alamat Dusun Cangkring Rt 03 Rw 03 Desa Titik Kecamatan Semen Kabupaten Kediri

15. Sony Pamungkas, (22)  Alamat Dusun Kedak Rt 01 Rw 01 Desa Kedak Kecamatan Semen Kabupaten Kediri.

16. Ferid Arisandi (28) Alamat Jalan Joyoboyo nomer 31 Rt 01 Rw 02 Kelurahan Banjaran Kota Kediri

17. Dialpha Yerico Zuhandaki(28)  Alamat Ling. Pakunden Rt 21 Rw 04 Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

18. Sugianto  (32)  Alamat Dusun Santren Lor Rt 17 Rw 04 Desa Cerme Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri.

“Dari 18 tersangka ini barang bukti yang diamankan yakni terdiri dari 16,56 gram sabu, 1,49 gram ganja dan 8.123 butir pil dobel L . Pasal yang dilanggar pasal 127, 112, 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Pasal 196 UU RI Nomor 36 tahun 209 tentang kesehatan,” kata AKBP Wahyudi, S.IK , M.H , Kapolres Kediri Kota. (res|aro)

Continue Reading

Peristiwa

Tiga Pilar Campurejo Kediri Hadiri Maulid Nabi, Perkuat Silaturahmi Bersama MWC NU Mojoroto

Published

on

Kediriselaludihati.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ruang perjumpaan antara ulama, masyarakat dan unsur pemerintah di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Jumat (11/9/2026) malam, jajaran tiga pilar Kelurahan Campurejo menghadiri peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Pengurus MWC NU Mojoroto.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut berlangsung di Aula MWC NU Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Hadir dalam kegiatan itu Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., Kepala Kelurahan Campurejo, Bhabinkamtibmas Campurejo Aiptu Dwi Kiswanto, Babinsa Campurejo serta jajaran pengurus MWC NU Mojoroto.

Peringatan Maulid Nabi menghadirkan KH Anang Darunnajah, Pengasuh Pondok Pesantren Assa’idiyah Jamsaren Kota Kediri, sebagai penceramah.

Kehadiran unsur tiga pilar dalam kegiatan keagamaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari memenuhi undangan masyarakat. Pertemuan semacam ini sekaligus membuka ruang silaturahmi antara aparat, pemerintah kelurahan, tokoh agama dan organisasi keagamaan di tingkat kecamatan.

Bagi Bhabinkamtibmas, kedekatan dengan tokoh agama dan masyarakat memiliki arti penting dalam membangun komunikasi di lingkungan. Banyak persoalan sosial dapat dicegah sejak awal ketika jalur komunikasi antara warga, tokoh masyarakat dan aparat tetap terbuka.

Peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai kebersamaan dan silaturahmi yang tumbuh melalui kegiatan keagamaan menjadi modal sosial dalam menjaga hubungan antarwarga.

Di wilayah seperti Mojoroto yang kehidupan sosial dan keagamaannya berjalan dinamis, hubungan antara tiga pilar dengan organisasi masyarakat serta para ulama menjadi bagian penting dalam merawat kehidupan masyarakat yang rukun.

Malam itu, Aula MWC NU Mojoroto bukan hanya menjadi tempat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pertemuan tersebut sekaligus mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang silaturahmi, sebuah kebersamaan yang tetap relevan untuk menjaga harmoni kehidupan Kota Kediri. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Dari Petungroto hingga Ngampel Kediri, Bhabinkamtibmas Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan Tanpa Kehilangan Kebersamaan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di sudut-sudut kampung Kediri. Jumat (11/9/2026) malam, panggung hiburan electone digelar di dua lokasi berbeda, yakni Dusun Suweru, Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, serta lingkungan RT 10 RW 02 Kelurahan Ngampel, Kota Kediri.

Musik menjadi bagian dari cara warga merayakan kemerdekaan. Namun di balik panggung hiburan itu, ada pesan lain yang ikut dijaga: kerukunan, persatuan dan rasa aman di lingkungan.

Di Dusun Suweru, warga menggelar hiburan electone bertajuk “Semarak Merdeka Suweru 2026” sebagai bagian dari peringatan HUT RI ke-81. Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WIB.

Bhabinkamtibmas Desa Petungroto Aiptu Eko Setyo Prayitno, S.H., hadir melakukan pemantauan sekaligus berbaur dengan masyarakat yang menikmati malam perayaan kemerdekaan.

Momentum berkumpulnya warga tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan yang dibawa tidak berhenti pada persoalan keamanan selama pertunjukan. Warga juga diingatkan mengenai persoalan yang kini dapat masuk ke rumah melalui telepon genggam, yakni judi online dan pinjaman online.

Masyarakat diminta tidak mudah tergiur judol maupun pinjol yang berpotensi membawa persoalan ekonomi dan sosial dalam keluarga. Bhabinkamtibmas juga membuka komunikasi kepada warga apabila menghadapi persoalan atau membutuhkan bantuan kepolisian.

Pada malam yang sama, suasana perayaan kemerdekaan juga berlangsung di lingkungan RT 10 RW 02 Kelurahan Ngampel, Kota Kediri.

Hiburan electone yang digelar warga dalam rangka HUT RI ke-81 dipantau Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngampel Aiptu Soleh bersama Babinsa sejak pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

Di tengah perayaan tersebut, warga diajak tetap menjaga ketertiban sekaligus mempertahankan kerukunan, persatuan dan kesatuan di lingkungan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tengah kegiatan kampung memperlihatkan bahwa pengamanan perayaan masyarakat tidak selalu harus berjarak. Pendekatan langsung justru membuka ruang komunikasi antara aparat dan warga dalam suasana yang lebih cair.

Perayaan kemerdekaan di Petungroto dan Ngampel memang berlangsung di dua wilayah berbeda. Petungroto berada di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, sedangkan Ngampel masuk wilayah Kota Kediri. Namun keduanya berada dalam wilayah hukum Polres Kediri Kota dan membawa semangat yang hampir sama.

Panggung electone akhirnya bukan sekadar tempat menikmati musik. Di sana warga bertemu, tetangga berkumpul dan kebersamaan kampung kembali mendapatkan ruang.

Sebab semarak kemerdekaan tidak hanya diukur dari ramainya panggung. Nilai yang lebih panjang justru terletak pada kemampuan warga menjaga kerukunan setelah musik berhenti dan panggung perayaan kembali dibongkar. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Dari Poskamling hingga Cerdas Cermat, Kekompakan Warga Dandangan Kediri Jadi Modal Menjaga Keamanan Kampung

Published

on

Kediriselaludihati.com – Suasana kebersamaan mewarnai lingkungan RW 8 Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota, Kota Kediri, pada Jumat (11/9/2026) malam. Warga RT 2, RT 3, dan RT 4 berkumpul dalam tasyakuran setelah Poskamling RW 8 berhasil meraih juara II lomba poskamling dan juara III cerdas cermat.

Tasyakuran yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RW 8.

Kegiatan itu dihadiri Kepala Kelurahan Dandangan, Bhabinkamtibmas Aipda Heppy Endra, Babinsa, serta warga dari tiga RT di lingkungan tersebut.

Bagi warga, prestasi dalam lomba poskamling bukan sekadar membawa pulang predikat juara. Pos keamanan lingkungan memiliki fungsi yang lebih penting sebagai ruang partisipasi masyarakat dalam menjaga kampungnya sendiri.

Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan untuk mengajak masyarakat mempertahankan semangat yang telah terbentuk selama mengikuti perlombaan.

Aipda Heppy Endra bersama unsur tiga pilar mendorong warga agar aktivitas poskamling tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Poskamling diharapkan terus diaktifkan sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga keamanan di lingkungan RT dan RW.

Pesan itu menjadi penting karena keamanan lingkungan tidak sepenuhnya bergantung pada kehadiran aparat. Kepedulian antarwarga, komunikasi antartetangga serta kemampuan mengenali kondisi lingkungan menjadi bagian dari sistem pencegahan paling dekat dengan masyarakat.

Prestasi juara II lomba poskamling dan juara III cerdas cermat sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan keamanan lingkungan dapat berkembang menjadi ruang yang memperkuat kekompakan warga.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam tasyakuran tersebut juga memperlihatkan hubungan tiga pilar dengan masyarakat tidak hanya berlangsung ketika muncul persoalan. Pertemuan warga seperti perayaan kemerdekaan dan tasyakuran menjadi ruang untuk menjaga komunikasi sekaligus memperkuat kebersamaan.

Bagi RW 8 Dandangan, piala perlombaan tentu menjadi kebanggaan. Namun pekerjaan sesungguhnya justru berlangsung setelah perlombaan berakhir: menjaga agar poskamling tetap hidup dan semangat warga untuk menjaga lingkungannya tidak ikut selesai bersama berakhirnya perayaan. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page