Connect with us

Peristiwa

Laksanakan Amanat UU 11/2010 Tentang Cagar Budaya, Kapolres Kediri Kota Kunjungi Goa Seloangleng

Published

on

Kediriselaludihati –  Kota Kediri memiliki banyak obyek wisata sejarah , karena Kadhiri atau Kediri sudah ada sejak abad ke 8. Hal inilah yang menjadikan Kediri memiliki nilai sejarah dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Tidak hanya memiliki sejarah masa lalu tapi juga sesuatu yang sakral sebagai ‘gugon tuhon” ( cerita tutur yang dipegang)  yang sekarang masih diugemi ( dipegang dari mas masa ke masa) yakni jika kepala negara datang ke Kediri akan turun jabatan.

Sebagai bentuk pelestarian sejarah dan kebudayaan menjadi tanggungjawab bersama sesuai dengan UU 11/2010 tentang cagar budaya. Tak terkecuali Kepolisian Republik Indonesia, yakni perihal pengamanan. Hal inilah yang dilakukan Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H, S.IK, M.Si bersama Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason,S.H bersama PJU Polres Kediri Kita  yang mengunjungi Goa Seloangleng, sebuah goa batu peninggalan Kerajaan Prabu Airlangga di Panjalu/Pangjalu Khaduru   dengan ibukotanya Dhaha yang kemudian ibukota ini dikenal dengan Jalan Dhoho.

“Saya bersama PJU dan Kapolsek Mojoroto melakukan kunjungan ke tempat-tempat sejarah salah satunya Goa Selomangleng. Selain ingin belajar juga memastikan keamanan peninggalan sejarah yang luar biasa ini yang wajib dilindungi sesuai amanat UU 11/2010 tentang cagar budaya,” kata AKBP Bramastyo Priaji, S.H, S.IK, M.Si, Kapolres Kediri Kota.

Tentang Kerajaan Pangjalu/Panjalu/ Kadhiri Hal ini sesuai dengan Prasasti Pamotan/Pamwatan yang dikeluarkan raja Airlangga tahun 965 Saka atau 1043 Masehi. Menurut L.C Damais tepatnya tanggal 20 November 0142. Isi Prarasasti ini menggunakan Bahasa Jawa Kuno, ditemukan di Desa Pamotan Kecamatan Sambeng  Kabupaten Lamongan Jawa Timur . Prasasti in hilang dicuri  tahun 2003 . Dari Prasasti ini dapat diperkirakan bahwa ibukota Kerajaan Pangjalu/Panjalu/Kadhiri saat itu ialah Dhahanapura yang sekarang kita kenal dengan Jalan Dhoho Kota Kediri.

Goa ini merupakan Goa buatan manusia yang sudah ada sejak masa kerajaan pada saat itu. Selomangleng berasal dari kata Selo dan mangleng yang merupakan istilah dalam bahasa Jawa. Kata Selo mempunyai arti yaitu batu, sedangkan mangleng mempunyai arti yaitu mangklung atau menjorok keluar.

Goa ini adalah peninggalan Dewi Kilisuci Putri Raja Airlangga. Goa ini merupakan tempat bertapanya Sanggramawijaya Tunggadewi yang bergelar Rakryan Mahamantri i Hino Sanggramawijaya Dharmaprasada Uttunggadewi atau lebih dikenal oleh masyarakat Kediri sebagai Dewi Kili Suci

Goa Selomangleng adalah goa batu yang sengaja dibuat oleh manusia, bukan goa yang terbentuk dari proses alam.  Kawasan  ini  memiliki  kompleksitas  daya  tarik  wisata  yang  tidak  dimiliki oleh  objek  wisata  lain  di  kota  Kediri,  yaitu  potensi  alam  kawasan  wisata  yang  terletak  pada  lereng  Gunung  Klotok  (472  m)  dan  dihadapkan  pada  Gunung  Maskumambang (300 m) serta adanya situs arkeologis sejarah Kota Kediri.

Salah satu daya tarik dari Goa Selomangleng adalah beberapa peninggalan arca dan relief yang ada disekitar goa. Dari relief dan artefak yang terdapat di Goa Selomangleng tersebut akan di data dan dianalisis untuk mendapatkan pola dasar. 

Pola dasar dari hasil analisis tersebut akan ditransformasikan menjadi bentuk massa bangunan dari perancangan taman wisata di kawasan Goa Selomangleng. Perancangan taman wisata ini untuk menunjang pelestarian kawasan dan sebagai wadah yang selain berfungsi sebagai tempat wisata juga sebagai tempat edukasi akan budaya sejarah bagi masyarakat kota Kediri dan sekitar.

Di dalam Goa Selomangleng Kediri banyak terdapat pahatan-pahatan relief, seperti relief garudeya, relief medalion, relief kapala kala, relief kehidupan, relief pasetran, relief motif awan atau megamendung, dan lain sebagainya.

Relief Garudeya yang ada di Goa Selomangleng Kediri berceritakan tentang pembebasan. Dalam ceritanya pembebasan ini dilakukan oleh Garuda dalam membebaskan ibunya, yaitu Dewi Winata dari belenggu perbudakan Dewi Kadru dan para ular naga. Cara yang dilakukan Garuda dalam membebaskan ibunya adalah berkelana mencari tirta amerta, karena air tersebut merupakan syarat yang diberikan para ular naga kepada Garuda untuk menebus ibunya.

Garuda merupakan hewan yang terkenal sebagai kendaraan atau wahana dari Dewa Wisnu. Selain itu, di Indonesia sendiri garuda dijadikan sebagai lambang negara yang disebut sebagai Garuda Pancasila. Dalam proses pemilihan lambang negara Indonesia tidak dapat terjadi begitu saja, akan tetapi harus melewati berbagi perubahan. Cerita Garudeya sendiri merupakan salah satu dasar yang menjadikan Garuda digunakan sebagai lambang negara Indonesia. (***)

Penulis : Imam Mubarok, Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri 

Continue Reading

Inspirasi

Jumat Keliling di Jamsaren, Kompol Siswandi Tegaskan Polisi Harus Hadir Mendengar Keluhan Masyarakat

Published

on

Kediriselalaludihati – Kapolsek Pesantren Polres Kediri Kota, Kompol Siswandi, S.H., mengajak masyarakat menjaga persaudaraan dan tidak membiarkan perbedaan pendapat menjadi penyebab perpecahan. Pesan tersebut disampaikan saat melaksanakan program Quick Win Jumat Keliling di Masjid Ar Rahmat, Lingkungan Kleco, Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (16/10/2026).

Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB tersebut, Kompol Siswandi menekankan pentingnya membangun komunikasi antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan yang terbuka, humanis, serta mengutamakan penyelesaian persoalan secara musyawarah.

Kegiatan Jumat Keliling itu dihadiri para kanit dan kasi Polsek Pesantren, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jamsaren Aiptu Rofiq, pengurus takmir masjid, serta jamaah salat Jumat.

Di hadapan jamaah, Kompol Siswandi menyampaikan bahwa kehadiran polisi di lingkungan masyarakat bukan semata-mata untuk menjalankan tugas penegakan hukum, melainkan juga membangun hubungan sosial yang lebih dekat.

Ia menegaskan bahwa semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui komunikasi dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi warga.

“Polri wajib hadir di tengah-tengah masyarakat guna mendengarkan keluh kesah yang dialaminya supaya bisa dipecahkan permasalahan sama-sama, rembuk mencari jalan yang mulus dan baik,” ujar Kompol Siswandi.

Menurutnya, pesan tersebut merupakan bagian dari arahan pimpinan Polri agar seluruh jajaran kepolisian semakin terbuka terhadap aspirasi masyarakat.

Kapolsek menegaskan bahwa hubungan antara polisi dan masyarakat seharusnya tidak dibatasi oleh jarak maupun sekat-sekat sosial.

“Polisi Bersama Masyarakat, supaya tidak ada perbedaan antara kami dengan panjenengan semuanya,” katanya.

Kompol Siswandi menjelaskan bahwa kedatangannya ke Masjid Ar Rahmat merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus kesempatan menyampaikan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Pesantren.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara kepolisian, tokoh agama, dan warga.

Salah satu pesan utama yang disampaikan Kapolsek adalah pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam, sekaligus kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang dapat terjadi dalam kehidupan sosial. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya berkembang menjadi permusuhan yang merusak hubungan antarsesama.

“Mari kita semuanya menjaga ukhuwah islamiyah dan kerukunan. Jangan sampai bersaudara kita pecah gara-gara perbedaan pendapat,” tegas Kompol Siswandi.

Ia mengajak masyarakat mengutamakan dialog dan musyawarah apabila menghadapi persoalan, baik dalam lingkungan keluarga, antartetangga, maupun kehidupan sosial yang lebih luas.

“Harapan kami, carilah solusi bersama-sama sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” lanjutnya.

Selain mengingatkan pentingnya persatuan, Kompol Siswandi juga menyoroti kepedulian sosial sebagai salah satu fondasi kehidupan masyarakat yang harmonis.

Ia mengajak jamaah tidak hanya memperhatikan kondisi keluarga sendiri, tetapi juga peka terhadap kesulitan yang dialami tetangga, sahabat, maupun warga lainnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk bantuan sesuai kemampuan masing-masing.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi tetangga yang mengalami kesulitan,” pesannya.

Kapolsek secara khusus mengajak masyarakat memberikan perhatian kepada anak yatim dan kaum duafa yang membutuhkan dukungan sosial.

Ia mengingatkan bahwa membantu orang lain tidak harus dilakukan dengan kemampuan materi yang besar, melainkan dapat dimulai dari niat baik dan keikhlasan.

“Yang paling utama kepada anak yatim dan kaum duafa, sesuai batas dan kemampuan kita masing-masing serta keikhlasan panjenengan semuanya,” ujarnya.

Melalui pesan tersebut, Kompol Siswandi mengaitkan upaya menjaga keamanan lingkungan dengan penguatan nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.

Sebab, situasi masyarakat yang aman dan kondusif tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan kesadaran warga untuk saling menghormati, membantu, dan menyelesaikan persoalan secara damai.

Program Jumat Keliling menjadi salah satu pendekatan Polsek Pesantren untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

Dengan hadir di tengah jamaah, kepolisian memiliki kesempatan menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mempererat hubungan dengan tokoh agama dan warga setempat.

Kompol Siswandi berharap komunikasi semacam ini dapat terus terjalin sehingga masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan keamanan maupun ketertiban lingkungan.

Di akhir penyampaiannya, Kapolsek menyampaikan terima kasih kepada pengurus masjid dan jamaah yang telah memberikan kesempatan untuk bersilaturahmi.

“Matur nuwun atas waktunya yang diberikan kepada kami dan mohon maaf apabila ada salah dan khilaf kami,” ucapnya.

Seluruh rangkaian kegiatan Jumat Keliling di Masjid Ar Rahmat, Kelurahan Jamsaren, dilaporkan berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Pesantren berupaya memperkuat semangat Polisi Bersama Masyarakat dengan mengedepankan dialog, persaudaraan, serta kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota Melalui Pembinaan Rohani dan Mental

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kepolisian Resor Kediri Kota terus melaksanakan pembinaan rohani dan mental bagi personelnya melalui program Karomah atau Kamis, Rohani, dan Mental sampai di Hati. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahim, lingkungan Mapolres Kediri Kota, pada Kamis (15/10/2026).

Program yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, anggota Polri, serta pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kepolisian.

Pembinaan rohani dan mental ini menjadi salah satu kegiatan internal kepolisian yang diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kesadaran moral personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., melalui laporan kegiatan menjelaskan bahwa program Karomah dilaksanakan dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, ceramah agama, dan doa bersama.

“Kegiatan Karomah dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Polres Kediri Kota, diawali pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan ceramah agama dan doa yang dipimpin Ustaz Mohammad Taufik,” ungkap Kompol Riko Saksono.

Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Kediri Kota AKP Karyawan Hadi, S.H., M.H., sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.

Selanjutnya, Ustaz Mohammad Taufik, S.Pd.I., memberikan ceramah agama sekaligus memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta.

Pembinaan spiritual bagi anggota kepolisian memiliki arti penting karena tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan profesionalisme, tetapi juga integritas, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, anggota Polri berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat yang menuntut ketegasan sekaligus sikap humanis.

Karena itu, pembinaan mental dan rohani diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi personel untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas, kehidupan pribadi, dan tanggung jawab sosial.

Program Karomah juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antarpersonel, baik dari satuan kerja di tingkat polres maupun polsek jajaran.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian diharapkan semakin tertanam dalam lingkungan kerja kepolisian.

Pembinaan semacam ini juga relevan dengan upaya membangun budaya pelayanan publik yang mengedepankan kejujuran, kesantunan, serta penghormatan terhadap masyarakat.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polres Kediri Kota.

Meski demikian, pembentukan karakter personel tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepolisian sehari-hari.

Dengan demikian, program Karomah dapat menjadi salah satu sarana penguatan nilai moral yang perlu diikuti penerapan nyata dalam pelaksanaan tugas.

Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono menyampaikan dalam laporannya bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental tersebut, Polres Kediri Kota berupaya membangun personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mempunyai landasan moral yang kuat dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Zulhas Kunjungi Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Dorong Harga Sembako Murah dan Penyerapan Gabah Petani

Published

on

Kediriselaludihati.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu petani memasarkan hasil pertaniannya.

Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas tiba di lokasi sekitar pukul 12.05 WIB bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata dan rombongan pejabat pemerintah pusat.

Kedatangan rombongan disambut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus koperasi. Penampilan seni tari tradisional turut menyambut kedatangan Menko Pangan.

Dalam arahannya, Zulhas menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan lembaga ekonomi milik masyarakat yang harus dikelola secara profesional dan memberikan manfaat langsung kepada warga.

“KDKMP ini merupakan milik seluruh warga. Kepala desa sebagai dewan pengawas dibantu oleh ketua koperasi dan seluruh pegawai, termasuk manajer koperasi,” kata Zulkifli Hasan saat memberikan arahan di KDMP Sonorejo.

Menurutnya, pengelolaan koperasi harus disertai pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pengurus maupun pegawai.

Ia menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan dalam periode dua tahun. Apabila ditemukan pengelola yang tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, pergantian dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Salah satu perhatian utama Menko Pangan adalah keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Zulhas menyebut koperasi harus menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, elpiji, hingga pupuk bagi petani.

“Tujuan koperasi ini agar warga bisa membeli barang kebutuhan dengan harga yang paling murah. Petani bisa mengambil pupuk di sini, gas LPG, minyak goreng, beras, dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan harga beras yang ditargetkan tersedia melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Satu kilogram beras di seluruh KDKMP hanya Rp12.500, berlaku di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungannya, mengingat harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

Meski demikian, laporan kunjungan belum merinci jenis maupun kualitas beras yang dimaksud, mekanisme penetapan harga, serta ketersediaan stok di setiap koperasi. Karena itu, angka Rp12.500 per kilogram merupakan harga yang disampaikan Menko Pangan dalam kunjungan tersebut, bukan hasil verifikasi harga jual di seluruh gerai koperasi.

Selain distribusi sembako, Zulhas menekankan pentingnya koperasi dalam memperkuat posisi petani di tingkat desa.

Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat penjualan barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus mampu membantu pemasaran hasil pertanian.

Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah menghubungkan petani dengan Perum Bulog untuk penyerapan gabah.

“Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga membantu pemasaran hasil pertanian dan menghubungkan petani dengan Bulog untuk penyerapan gabah,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, koperasi diharapkan dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menyediakan kebutuhan masyarakat dan membantu memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.

“Kami berharap koperasi ini tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi desa,” tegas Zulhas.

Ia juga mengajak pengurus koperasi dan pemerintah daerah menjadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

“Mari kita jadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.

Kunjungan ke KDMP Sonorejo merupakan bagian dari rangkaian pemantauan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam laporan kegiatan disebutkan terdapat 107 titik operasional yang menjadi bagian dari agenda pemantauan tersebut.

Selain memberikan arahan, Zulkifli Hasan meninjau gerai koperasi untuk melihat kesiapan fasilitas dan pelaksanaan kegiatan usaha.

Ia juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemantauan fungsi koperasi sebagai sarana pelayanan ekonomi dan kegiatan masyarakat di tingkat desa.

Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Deputi BP BUMN Hambra Samal, Deputi BUMN Wahyu Setyawan, serta sejumlah pejabat terkait.

Turut hadir Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota dan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Tatang Yuliono.

Dari unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, hadir Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Edi Subagiyo, serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro.

Hadir pula Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, perwakilan pemerintah kecamatan, jajaran BNI, dan pengurus KDMP Sonorejo.

Manager KDMP Sonorejo Biswatul Hikmah turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut.

Sebelum tiba di Sonorejo, Zulkifli Hasan bersama rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri sekitar pukul 11.41 WIB.

Rombongan kemudian disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi koperasi.

Untuk memastikan kelancaran kunjungan kerja, aparat kepolisian melaksanakan pengamanan dan pengawalan sejak kedatangan rombongan di bandara hingga pelaksanaan kegiatan di Desa Sonorejo.

Apel persiapan pengamanan dilaksanakan di Polsek Grogol pada pukul 09.30 WIB, dipimpin Wakapolsek Grogol Iptu Agus Susanto.

Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak protokoler kementerian, pengelola bandara, serta jajaran kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur kunjungan.

Setelah melakukan peninjauan gerai koperasi dan memberikan keterangan kepada awak media, Zulkifli Hasan meninggalkan KDMP Sonorejo sekitar pukul 12.40 WIB.

Rombongan kembali ke Bandara Internasional Dhoho Kediri dan bertolak menuju Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 13.14 WIB.

Agenda selanjutnya adalah peninjauan Koperasi Desa Merah Putih Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, untuk kegiatan peninjauan, dialog, dan transaksi.

Kunjungan Menko Pangan di Sonorejo juga menjadi perhatian dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.

Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan dan gerai koperasi, tetapi juga oleh ketersediaan barang, harga yang kompetitif, kemampuan pengelola, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagi petani, efektivitas koperasi dalam menyediakan kebutuhan produksi dan membuka akses pemasaran hasil panen akan menjadi bagian penting dalam menilai manfaat program.

Sementara bagi masyarakat umum, ketersediaan sembako dengan harga terjangkau menjadi salah satu ukuran keberhasilan layanan koperasi.

Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat mendorong agar KDMP Sonorejo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata di wilayah Kediri dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page