Peristiwa
Mendadak Jadi Guru Pada Kelas Inspirasi, Kapolres Kediri Kota Beri Motivasi Para Pelajar
KEDIRI KOTA – Sudah menjadi sebuah keharusan, bahwa manusia hidup harus bermanfaat bagi manusia lainya.
Bermula dari kelas Inpirasi dalam rangka HUT Radio Andika bersama Profesional dibidangnya , Polres Kediri Kota juga termasuk di dalamnya yang ingin berkontribusi.
Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si. bersama para relawan dari berbagai profesi turun dengan sukarela memberikan motivasi dan semangat kepada siswa siswi dalam kegiatan kelas inspirasi bersama Radio Andika di MI dan MTS Miftahul Afkar di Dsn Selotopeng Ds Banyakan Kab Kediri.
“Suatu kebanggaan dan anugrah buat saya bisa ambil bagian dalam kegiatan ini, dan mengapresiasi pada relawan yang hadir disini untuk memotifasi pada adik adik disini”, tutur Kapolres
Kelas inpirasi tentunya juga sebagai wadah komonikasi dan motivasi serta semangat.
Kapolres Kediri Kota berpesan pada siswa siswi agar rajin belajar dan berdoa tentunya juga berbakti pada kedua orang tua.
“Rajinlah belajar,hindari pengaruh negative yang menjerumuskan, karena adik adik nanti menjadi generasi penerus bangsa,”pesan AKBP Teddy.
Dalam kegiatan pembelajaran, kelas inspirasi tersebut diberikan motivasi bagi anak sekolah dengan berbagai ilmu, berbagai cerita,pengalaman kerja serta yel yel untuk membangkitkan semangat siswa dalam meraih cita cita.
Sementara itu CEO Radio Andika H Rofik Huda, S.H mengatakan Polisi sebagai insan Bhayangkara yang mengabdi di wilayah hukum Polres Kediri Kota sangat antusias untuk memberikan kontribusi positif dengan berbagai cerita dan pengalaman kerja melalui tugas tugas yang diemban oleh Kepolisian.
“Tentunya ini akan memberikan inspirasi tersendiri bagi para siswa untuk meraih cita citanya,”kata Rofik.
CEO Radio Andika H Rofik Huda, S.H.juga memberikan apresiasi dan terima kasih pada para relawan yang turut berkontribusi dalam kelas inpiratif.
“Tujuan dari kelas inpiratif sendiri adalah sebagai sarana bagi siswa untuk belajar langsung dari para professional,” pungkas H.Rofik.(**)
Inspirasi
AKBP Wisnu dan Bhayangkari Kunjungi Dua Anggota Polres Kediri Kota, “Jangan Kehilangan Semangat”

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota melakukan anjangsana kepada dua anggota Polres Kediri Kota yang tengah menjalani pengobatan karena sakit menahun, Senin (14/9/2026).
Dua anggota yang dikunjungi adalah Aipda Hendri Santoso di kediamannya di kawasan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, serta Aiptu Diah Soraya di Desa Jabon Selatan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Anjangsana dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. AKBP Wisnu didampingi Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., Kasi Propam Iptu Bambang Heri Muljono, S.H., Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono, S.H., Kasi Dokkes Ipda Habib serta perwakilan pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo Aiptu Arifin dan Bhabinkamtibmas Desa Jabon Aipda Gaguk juga mendampingi kegiatan tersebut.
Rumah Aipda Hendri Santoso menjadi tujuan pertama rombongan. Pertemuan itu tidak sekadar menjadi kunjungan formal antara pimpinan dengan anggota. AKBP Wisnu secara langsung menanyakan kondisi kesehatan serta perkembangan penanganan medis yang tengah dijalani Aipda Hendri.
Kapolres mengingatkan agar setiap tahapan pengobatan dijalani dengan mengikuti anjuran dokter. Di tengah proses yang tidak selalu singkat, ia juga meminta anggotanya mempertahankan semangat dan optimisme.
AKBP Wisnu berharap Aipda Hendri mendapatkan kesembuhan sehingga pada waktunya dapat kembali berkumpul dan beraktivitas bersama rekan-rekannya di Polres Kediri Kota.
“Selalu semangat dan optimistis dalam menjalani ujian yang diberikan,” pesan AKBP Wisnu.
Dukungan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata oleh Kapolres bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Sekitar pukul 10.30 WIB, rombongan meninggalkan kediaman Aipda Hendri dan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Banyakan.
Lima belas menit kemudian, sekitar pukul 10.45 WIB, rombongan tiba di kediaman Aiptu Diah Soraya di Desa Jabon Selatan.
Pesan yang dibawa tetap sama: anggota yang sedang menjalani pengobatan tidak menghadapi proses tersebut sendirian.
Di hadapan Aiptu Diah Soraya dan keluarga, AKBP Wisnu kembali memberikan motivasi agar tetap berpikir positif serta tidak kehilangan harapan selama menjalani pengobatan.
“Jangan kehilangan semangat. Kami semua mendoakan agar segera diberikan kesembuhan,” kata AKBP Wisnu.
Ia juga mendoakan agar Aiptu Diah diberikan kekuatan dan kesabaran dalam melewati kondisi yang tengah dihadapi.
“Semoga Allah tetap memberikan kekuatan dan kesabaran untuk melewati cobaan kondisi seperti ini. Mudah-mudahan Allah lekas memberikan kesembuhan dan dapat segera bergabung bersama rekan-rekan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut kembali ditutup dengan pemberian cenderamata dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota.
Sekitar pukul 11.30 WIB, rangkaian anjangsana berakhir.
Kunjungan kepada anggota yang sedang sakit memiliki dimensi berbeda dibandingkan aktivitas kepolisian yang sehari-hari lebih banyak terlihat masyarakat melalui patroli, pengaturan lalu lintas, pelayanan maupun penegakan hukum.
Di balik organisasi kepolisian terdapat hubungan antarpersonel yang juga membutuhkan perhatian ketika salah seorang anggotanya menghadapi kondisi kesehatan dalam waktu panjang.
Dukungan psikologis dari lingkungan kerja dan keluarga menjadi bagian penting dalam menemani seseorang menjalani proses pengobatan. Karena itu, kehadiran pimpinan, rekan kerja dan Bhayangkari melalui anjangsana menjadi bentuk perhatian kepada anggota sekaligus keluarganya.
Keterlibatan unsur Dokkes dalam rombongan juga memperkuat perhatian terhadap aspek kesehatan, sementara Bag SDM dan jajaran lainnya hadir sebagai bagian dari dukungan institusi kepada personel.
Bagi AKBP Wisnu, pesan yang disampaikan di dua rumah tersebut sederhana tetapi penting: tetap mengikuti penanganan medis, menjaga optimisme dan tidak merasa sendiri ketika harus melewati masa pengobatan.
Anjangsana itu pada akhirnya bukan semata tentang cenderamata yang dibawa. Kehadiran dan dukungan menjadi pesan bahwa ikatan dalam sebuah institusi tetap diperlukan ketika seorang anggota untuk sementara harus berada jauh dari rutinitas tugasnya.
Harapannya pun sama ketika rombongan meninggalkan rumah kedua anggota tersebut: proses pengobatan dapat berjalan baik dan keduanya kelak kembali berada di tengah keluarga serta rekan-rekannya. (res/aro)
Lalu Lintas
Satlantas Kediri Kota Masuk Sekolah, Cegah “Jumat Gaul” dan Bekali Pelajar Melawan Hoaks Berbasis AI
Kediriselaludihati – Tantangan keselamatan generasi muda kini tidak hanya berada di jalan raya. Telepon pintar yang setiap hari berada di tangan pelajar juga membuka ruang risiko baru: informasi palsu, manipulasi foto dan video, hingga konten berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang semakin sulit dibedakan dari kenyataan.
Dua persoalan itulah yang dibawa Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota ke SMK PGRI 2 Kota Kediri, Jalan KH Abdul Karim, Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Senin (14/9/2026).
Mulai pukul 08.30 WIB, Kanit Kamsel bersama anggota Satlantas memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi mengenai larangan aktivitas yang dikenal sebagai “Jumat Gaul”, disiplin berlalu lintas, serta pentingnya menghentikan penyebaran hoaks di tengah perkembangan teknologi AI.
Masuknya dua isu tersebut dalam satu ruang edukasi memperlihatkan perluasan persoalan keselamatan yang dihadapi remaja. Mereka perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan yang benar ketika berada di atas kendaraan, sekaligus bersikap kritis ketika menerima informasi melalui layar telepon genggam.
“Jumat Gaul” dan Risiko di Jalan Raya
Istilah “Jumat Gaul” bukan persoalan baru dalam pengawasan lalu lintas di Kota Kediri. Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, Polres Kediri Kota menggunakan istilah tersebut untuk menyebut aktivitas Jumat malam yang berpotensi berkembang menjadi balap liar, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga aktivitas kendaraan yang mengganggu ketertiban.
Pada Mei 2026, misalnya, Polres Kediri Kota menggelar patroli “Jumat Gaul” dengan sasaran balap liar dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis. Patroli menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk kawasan Kodim Selatan dan Watertorn.
Pengawasan kembali dilakukan pada Juli 2026 melalui kegiatan Cipta Kondisi dan Sapa Malam. Polisi menempatkan personel di Simpang Tiga Kodim Selatan, Simpang Tiga Watertorn, Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng untuk mencegah balap liar serta aktivitas “Jumat Gaul”.
Karena itu, pendekatan kepada pelajar menjadi penting. Pencegahan tidak cukup dilakukan ketika kerumunan kendaraan sudah terbentuk di jalan pada tengah malam. Edukasi perlu dilakukan lebih awal, terutama kepada kelompok usia muda yang mulai memiliki mobilitas tinggi dengan sepeda motor.
Pesan yang disampaikan Satlantas di SMK PGRI 2 pun kembali pada prinsip mendasar keselamatan jalan: mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas serta menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan.
Slogan “Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, jadikan keselamatan sebagai kebutuhan” dengan demikian bukan sekadar kalimat kampanye. Pesan itu menempatkan keselamatan sebagai keputusan pribadi yang harus muncul sebelum seseorang menghidupkan mesin dan memasuki jalan raya.
Ancaman Berpindah dari Jalan ke Layar
Namun sosialisasi kali ini memiliki dimensi lain yang menarik. Satlantas tidak berhenti berbicara mengenai helm, rambu, kendaraan ataupun balap liar.
Para pelajar juga diajak memahami persoalan hoaks di era AI.
Perkembangan generative AI membuat manipulasi informasi memasuki tahap baru. Foto dapat direkayasa semakin realistis, suara seseorang dapat ditiru, sementara video deepfake dapat dibuat seolah-olah memperlihatkan seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Kementerian Komunikasi dan Digital pada Juni 2026 bahkan mengingatkan bahwa AI telah membuat konten palsu semakin sulit dibedakan dari kenyataan. Teknologi deepfake dapat meniru wajah maupun suara dan kemudian menggunakannya dalam video manipulatif.
Persoalannya menjadi lebih serius karena pelajar merupakan kelompok yang sangat dekat dengan media sosial dan arus informasi digital.
Komdigi pada Agustus 2026 menekankan bahwa pelajar seharusnya tidak hanya menjadi pengguna ruang digital, tetapi ikut membentuk ruang digital yang aman dan bertanggung jawab. Salah satu prinsip sederhananya adalah memeriksa informasi sebelum membagikannya.
Dengan demikian, kemampuan menggunakan AI tidak otomatis membuat seseorang memiliki literasi AI.
Pelajar juga perlu memahami batas etika, mengetahui kemungkinan kesalahan keluaran AI, mampu mengenali manipulasi, memeriksa sumber asli serta tidak menjadikan jawaban mesin sebagai satu-satunya dasar untuk mempercayai sebuah informasi.
AI Bukan Musuh, Hoaks yang Harus Dilawan
Edukasi mengenai hoaks berbasis AI juga perlu ditempatkan secara proporsional. AI sendiri bukan teknologi yang harus ditakuti atau dijauhi.
Teknologi tersebut dapat membantu pembelajaran, kreativitas dan produktivitas. Yang menjadi persoalan adalah ketika AI digunakan untuk memanipulasi informasi, menciptakan deepfake, melakukan penipuan atau ketika hasil yang belum terverifikasi langsung disebarluaskan sebagai fakta.
Kepolisian di sejumlah daerah juga mulai memasukkan pemahaman AI dalam edukasi kepada pelajar. Polresta Yogyakarta, misalnya, memberikan pemahaman mengenai manfaat AI untuk pembelajaran sekaligus risikonya, termasuk deepfake, hoaks dan persoalan etika.
Di Jawa Timur, Polres Bojonegoro pada Agustus 2026 memberikan edukasi AI kepada sekitar 200 pelajar. Polresta Banyuwangi juga membekali 300 pelajar MAN 1 Banyuwangi dengan materi antara lain Fighting Hoax with AI, pengenalan AI, penggunaan AI secara etis dan dasar penyusunan prompt.
Satlantas Polres Kediri Kota sendiri sebelumnya telah membawa isu literasi digital kepada masyarakat. Pada Agustus 2026, Unit Kamsel memberikan edukasi pencegahan hoaks kepada pemohon SIM, termasuk pentingnya memeriksa sumber informasi serta keaslian foto dan video sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Kegiatan di SMK PGRI 2 Kediri dengan demikian mempertemukan dua bentuk literasi yang semakin dibutuhkan generasi muda: literasi keselamatan jalan dan literasi digital.
Keduanya memiliki prinsip yang sebenarnya hampir sama.Di jalan raya, seseorang tidak boleh bertindak gegabah karena satu keputusan dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Di ruang digital, seseorang juga tidak seharusnya menekan tombol “bagikan” secara gegabah karena informasi palsu dapat menyebar kepada ratusan bahkan ribuan orang dalam waktu singkat.
Di jalan, pelajar harus membaca rambu sebelum bergerak. Di dunia digital, mereka perlu “membaca rambu” informasi sebelum mempercayainya.
Kemampuan berpikir kritis menjadi benteng penting. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut kemampuan memilah, menganalisis dan memverifikasi informasi sebagai keterampilan penting ketika anak berhadapan dengan hoaks dan konten buatan AI.
Karena itu, langkah sederhana dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari: jangan langsung percaya pada potongan video, periksa siapa sumber pertama informasi, lihat konteks waktu dan tempat, bandingkan dengan sumber resmi atau media kredibel, serta tahan keinginan membagikan informasi ketika kebenarannya belum diketahui.
Komdigi juga mengingatkan bahwa bahkan foto atau video asli dapat menghasilkan informasi menyesatkan ketika merupakan dokumentasi lama yang disebarkan kembali tanpa konteks waktu dan lokasi yang benar.
Edukasi di SMK PGRI 2 Kota Kediri akhirnya membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar larangan.
Generasi muda hidup dalam dua ruang sekaligus: jalan raya yang menuntut disiplin dan ruang digital yang menuntut daya kritis. Kecerobohan pada keduanya sama-sama dapat membawa konsekuensi.
Karena itu, mencegah “Jumat Gaul” dan menghentikan hoaks berbasis AI memiliki satu benang merah: membangun kemampuan anak muda untuk berpikir sebelum bertindak.
Di jalan raya, mereka perlu memastikan tindakannya tidak mempertaruhkan keselamatan. Di ruang digital, mereka perlu memastikan informasi yang dibagikan tidak mempertaruhkan kebenaran dan merugikan orang lain.
Menjadi pelopor keselamatan hari ini, dengan demikian, bukan hanya soal bagaimana seseorang berkendara. Bagi generasi yang tumbuh bersama AI, keselamatan juga berarti mampu menjaga dirinya dan orang lain dari bahaya yang melaju sama cepatnya di ruang digital. (res/aro)
Peristiwa
Dari Sound Horeg Tiron hingga Jalan Kreasi Ketami, Warga Kediri Rayakan Kemerdekaan di Ruang Bersama
Kediriselaludihati.com – Lebih dari tiga pekan setelah 17 Agustus, semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa di sejumlah wilayah Kediri.
Karnaval, jalan santai hingga jalan kreasi digelar masyarakat sepanjang Sabtu (12/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026), melibatkan warga dari berbagai kelompok usia.
Salah satu perayaan dengan durasi paling panjang berlangsung di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Warga menggelar “Karnaval Sound Horeg” yang dimulai Sabtu sore dan baru berakhir pada Minggu dini hari.
Karnaval mengambil rute dari pertigaan Dusun Tiron, menyusuri Jalan Panglima Sudirman hingga kawasan pintu masuk tol yang dijadikan titik akhir perjalanan.
Rangkaian pemberangkatan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Mobil peserta nomor urut pertama tercatat mencapai garis akhir sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara kendaraan peserta terakhir baru memasuki titik finis sekitar pukul 02.50 WIB, Minggu dini hari.
Sekitar pukul 03.00 WIB seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Besarnya kegiatan membuat pengamanan melibatkan berbagai unsur. Sebanyak 12 personel Polri, 10 personel TNI, enam anggota Satpol PP dan 10 anggota Linmas diterjunkan untuk mendukung pengamanan sepanjang kegiatan.
Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono, S.H., turut hadir bersama unsur pemerintah kecamatan dan desa. Hadir pula perwakilan Camat Banyakan, Danpos Banyakan, Kepala Desa Tiron, Babinsa, Bhabinkamtibmas Aiptu A. Winarso, perangkat desa, panitia PHBN, PKK serta para peserta karnaval.
Selepas semarak karnaval di Tiron, perayaan kemerdekaan bergeser ke berbagai kampung pada Minggu pagi.
Di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, warga menggelar jalan santai di kawasan Jalan Cendana mulai sekitar pukul 06.30 WIB.
Tiga pilar Kelurahan Singonegaran turut hadir melakukan pemantauan kegiatan. Bhabinkamtibmas Bripka M. Rifai bersama unsur kewilayahan berada di tengah aktivitas masyarakat yang memanfaatkan Minggu pagi untuk merayakan kemerdekaan secara bersama-sama.
Kegiatan serupa berlangsung sekitar satu jam kemudian di Dusun Kradenan, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Mulai pukul 07.30 WIB, warga mengikuti jalan santai dalam rangka HUT RI ke-81. Kepala Desa Manyaran, perangkat desa, Ketua Karang Taruna Dusun Kradenan, Babinsa, Bhabinkamtibmas Aiptu Deri Risdianto, Linmas dan masyarakat turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Jalan santai menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak membutuhkan panggung besar, kegiatan tersebut justru memberikan ruang bagi warga untuk keluar rumah, bertemu tetangga dan bergerak bersama menyusuri lingkungan tempat mereka tinggal.
Semarak lainnya terlihat di lingkungan Dander, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Sekitar pukul 08.00 WIB, masyarakat RW 04 dan RW 05 menggelar jalan kreasi dalam rangka PHBN. Bhabinkamtibmas Kelurahan Ketami Aiptu M. Chambali melakukan pengamanan selama kegiatan masyarakat tersebut.
Berbeda dengan jalan santai, jalan kreasi memberi ruang lebih besar bagi warga untuk menampilkan ekspresi perayaan. Namun keduanya memiliki titik temu yang sama: menjadikan jalan dan lingkungan kampung sebagai ruang kebersamaan.
Rangkaian kegiatan di Tiron, Singonegaran, Manyaran dan Ketami juga memperlihatkan luasnya wilayah hukum Polres Kediri Kota. Kegiatan masyarakat berlangsung tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa di wilayah Kabupaten Kediri yang masuk wilayah hukum kepolisian tersebut.
Kehadiran Bhabinkamtibmas pada setiap kegiatan menjadi penting karena perayaan yang melibatkan banyak orang juga bersinggungan dengan penggunaan ruang publik dan jalan. Pengamanan diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung tanpa mengabaikan kepentingan pengguna jalan lainnya.
Pada kegiatan berskala besar seperti Karnaval Sound Horeg di Tiron, kebutuhan tersebut bahkan menjadi lebih kompleks. Rangkaian kendaraan dan durasi kegiatan hingga dini hari membutuhkan keterlibatan lintas unsur, mulai Polri dan TNI hingga Satpol PP dan Linmas.
Sementara dalam kegiatan jalan santai maupun jalan kreasi, pendekatan pengamanan berlangsung lebih dekat dengan masyarakat. Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa atau kelurahan dan Linmas berada langsung bersama warga.
Perayaan HUT RI di tingkat kampung pada akhirnya memiliki makna yang melampaui kemeriahan acara. Di sanalah warga bertemu, karang taruna bergerak, perangkat desa terlibat, dan masyarakat memiliki kesempatan menghidupkan kembali ruang sosial di lingkungannya.
Bendera dan ornamen kemerdekaan mungkin segera diturunkan ketika rangkaian PHBN berakhir. Namun nilai yang lebih penting justru diharapkan bertahan lebih lama: gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemampuan warga menjaga kebersamaan setelah pesta kemerdekaan selesai. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
