Peristiwa
Operasi Yustisi di Kafe dan Warung, Polsek Semen Tegur 12 Pelanggar Prokes
Kediriselaludihati.com – Polsek Semen, Polres Kediri Kota kembali Melaksanaan Operasi Yustisi. Kegiatan ini dalam rangka mendukung pelaksanaan PPKM Darurat. Kegiatan dilaksanakan, pada Selasa 20 Juli 2021.
Lokasi / sasaran razia antara lain. Roket chicken Jalan Argowilis . Gym Pegassus Ds. semen (Tutup). Futsal Victory (Tutup). Kafe SS Ds. titik (Tutup). Kafe Sahabat Sejati Ds. Kedak (Tutup). Kafe Soko Wolu (Tutup). Omah Boyo (Tutup) dan Warkop Lestari Ds. Semen.
Dari operasi ini, petugas berhasil menemukan pelanggar Protokol Kesehatan terdiri dari tegoran lisan 12 orang, membagikan 10 masker;Backbone Polsek Semen giat Patroli Harkamtibmas .
Petugas melaksanakan patroli dan kontrol pos keamanan Gereja Katolik Puhsarang memberikan pesan Kamtibmas agar tetap waspada dan meningkatkan pengamanan lingkungan Gereja sehingga diharapkan tercapainya situasi yang aman dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dengan 5M
Lalu, Perum Argo Wilis Semen Dialogis dengan petugas Security dan memberikan himbauan agar selalu waspada dlm menjalankan tugas di lingkungan Perum Argo Wilis dan memberikan pesan bilamana ada sesuatu yang terkait Kamtibmas dan atau gangguan yang lain, segera menghubungi Polsek terdekat/Polsek Semen, serta tetap Disiplin mematuhi Protokol kesehatan dengan 5M.
Petugas juga berdialogis dengan security dan memberikan himbauan agar selalu waspada dlm menjalankan tugas pengamanan di lingkungan Hotel Bukit Daun dan selalu Disiplin mematuhi Protokol kesehatan dengan 5M guna pencegahan merabaknya penyebaran Virus Corona (Covid-19).
“Selama kegiatan berlangsung, aman, lancar dan terkendali serta dengan memperhatikan protokol kesehatan,” kata Kapolsek Semen, AKP Siswandi, S.H. (res/an).
Peristiwa
Cegah 3C, Polisi Sambangi Objek Vital hingga Permukiman Warga di Kecamatan Pesantren
Kediriselaludihati.com – Jajaran Polsek Pesantren Polres Kediri Kota meningkatkan kegiatan patroli malam hari untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi tindak kriminalitas di wilayah Kecamatan Pesantren, pada Senin malam (10/8/2026).
Patroli Harkamtibmas tersebut dilakukan mulai pukul 22.00 WIB dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi, mulai dari objek vital, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), kawasan perbankan dan mesin ATM, pertokoan, minimarket, hingga kawasan permukiman warga.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., mengatakan kegiatan patroli merupakan langkah pencegahan untuk memastikan kehadiran anggota kepolisian di tengah masyarakat.
“Patroli ini dilakukan sebagai upaya menjaga situasi keamanan sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, khususnya tindak kriminalitas 3C yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kompol Siswandi.
Menurutnya, kegiatan patroli tidak hanya berfokus pada pemantauan wilayah, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat yang ditemui di lapangan.
Petugas memberikan imbauan agar warga tetap meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan lingkungan, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Pesantren dipimpin oleh AKP D. Nurhidayat selaku perwira pengawas (Pawas), bersama Aiptu Dwi Argo Prasetyo sebagai perwira pengendali (Padal), serta Aiptu A. Wahyu, Aipda H. Ainul Huda, dan Aipda Marianto.
Selain menyambangi sejumlah titik rawan, anggota juga melakukan pemantauan terhadap objek vital dan fasilitas pelayanan masyarakat.
Kawasan perbankan dan ATM menjadi salah satu perhatian dalam patroli tersebut untuk mengantisipasi potensi tindak kejahatan, termasuk gangguan keamanan yang dapat merugikan masyarakat.
Petugas juga mengingatkan pengelola usaha, petugas keamanan, maupun warga agar bersama-sama menjaga lingkungan sekitar.
Kompol Siswandi menegaskan bahwa keamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran serta masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan. Informasi dari masyarakat sangat penting bagi kepolisian dalam melakukan langkah pencegahan,” katanya.
Melalui patroli rutin tersebut, Polsek Pesantren terus berupaya membangun rasa aman masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga di wilayah hukum Polres Kediri Kota. (res/an)
Inspirasi
Kapolres Wisnu Ajak Elemen Masyarakat Bersatu: Jangan Biarkan Perbedaan Menjadi Pemicu Konflik
Kediriselalaludihati – Pemerintah Kota Kediri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri mengumpulkan berbagai elemen masyarakat dalam Dialog Kebangsaan bertema “Merawat Bhineka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Ruang Jayabaya Kantor Pemerintah Kota Kediri, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, organisasi masyarakat, perguruan pencak silat, mahasiswa, komunitas, hingga insan pers untuk membahas tantangan menjaga persatuan bangsa di tengah perkembangan teknologi informasi.
Walikota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., mengatakan ruang digital saat ini memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
“Jangan sampai kita gampang percaya terhadap suatu isu yang beredar di media sosial. Sebelum percaya, kita harus melakukan pengecekan apakah berita tersebut asli atau hoaks,” ujar Vinanda.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat menjadi pemicu perpecahan apabila tidak disikapi dengan kedewasaan.
Ia menegaskan, keberagaman pandangan maupun perbedaan pilihan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dihormati.
“Jangan sampai adanya isu intoleransi menjadi sarana untuk memecah belah persatuan. Perbedaan itu indah karena adanya rasa toleransi,” katanya.
Vinanda menyampaikan pembangunan Kota Kediri membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok sosial lainnya.
“Kita membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan tersebut, Kota Kediri akan menjadi lebih aman, rukun, dan maju,” ujar Vinanda.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., dalam dialog tersebut mengajak seluruh peserta menjadikan forum kebangsaan sebagai ruang komunikasi bersama.
Menurutnya, menjaga keamanan dan persatuan bukan hanya menjadi tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Dialog ini merupakan kegiatan yang sangat baik. Saya berharap forum ini digunakan untuk mengembalikan pikiran kita bersama bagaimana memajukan dan menjaga Kota Kediri,” kata Wisnu.
Kapolres menyoroti pentingnya peran organisasi masyarakat dan perguruan pencak silat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Dengan banyaknya perguruan pencak silat di Kota Kediri, ia berharap seluruh pihak dapat membangun kolaborasi dan mengedepankan persaudaraan.
“Kita ingin mewujudkan bahwa organisasi pencak silat tidak menjadi sesuatu yang ditakuti masyarakat, tetapi menjadi bagian yang ikut menjaga Kota Kediri,” ujarnya.
Wisnu juga mengingatkan agar seluruh pihak berhati-hati dalam menyampaikan informasi, terutama melalui media sosial.
“Untuk wartawan maupun masyarakat, berita harus sesuai kenyataan dan harus difilter terlebih dahulu mana yang perlu dipublikasikan. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru menimbulkan konflik baru,” katanya.
Ketua DPRD Kota Kediri Dra. Firdaus mengatakan nilai Bhineka Tunggal Ika harus terus dirawat melalui pendidikan dan pembentukan karakter masyarakat.
Menurutnya, generasi muda harus mendapatkan pemahaman bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk saling menjauh.
“Kita punya warisan suri teladan yang harus diteruskan kepada anak-anak kita. Pendidikan menjadi bagian penting agar masyarakat memiliki pola pikir positif,” ujar Firdaus.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Rivo Chandra Makarupa Medellu mengingatkan seluruh pihak agar setiap persoalan dikembalikan pada aturan hukum yang berlaku.
“Negara kita adalah negara hukum. Setiap perbedaan pendapat kita kembalikan kepada Pancasila, musyawarah, dan aturan hukum yang berlaku,” katanya.
Dalam sesi dialog, sejumlah tokoh menyampaikan pandangan terkait upaya menjaga persatuan di Kota Kediri.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri Moh. Salim menekankan pentingnya memperbanyak komunikasi dan silaturahmi antar kelompok masyarakat.
“Dengan bertemunya tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah, ini menjadi sarana mempererat kerukunan bangsa,” ujarnya.
Perwakilan perguruan silat Pagar Nusa Kota Kediri Anas menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan etika.
“Kita boleh menyampaikan aspirasi, tetapi harus memperhatikan etika. Kalau ada anggota yang melakukan tindakan kriminal, jangan dilakukan pembelaan,” katanya.
Perwakilan PSHT Kota Kediri P16 Amon juga meminta adanya penguatan koordinasi antara perguruan silat dan aparat keamanan.
Menurut dia, keamanan Kota Kediri merupakan tanggung jawab bersama.
Perwakilan Kodim 0809 Kediri Mayor Inf. Ngatari menyampaikan bahwa menjaga kebhinekaan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.
Ia menyinggung pentingnya mencegah anak-anak muda terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan masa depan mereka.
Ketua PWI Kota Kediri Bambang Iswahyoedhi juga mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab dalam menjaga ruang publik tetap sehat.
Menutup dialog, Kapolres Kediri Kota kembali mengajak seluruh peserta membangun komitmen bersama menjaga Kota Kediri.
Ia mengatakan keamanan wilayah tidak dapat diwujudkan hanya dengan pendekatan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat.
“Kalau rekan-rekan semua punya visi menjaga Kota Kediri, saya yakin kerusuhan tidak akan terjadi,” ujar AKBP Wisnu.
Dialog Kebangsaan tersebut menjadi ruang konsolidasi berbagai kelompok masyarakat untuk memperkuat komunikasi, membangun toleransi, serta menjaga nilai kebhinekaan dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Kediri. (res/aro)
Inspirasi
Kapolres Kediri Kota Tekankan Peran Keluarga Cegah Anak Terlibat Aktivitas Negatif di Malam Hari
Kediriselaludihati — Polres Kediri Kota mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak pada malam hari.
Melalui imbauan kamtibmas yang disampaikan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Kediri Kota, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., mengingatkan pentingnya memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB.
Imbauan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mencegah anak-anak terlibat dalam berbagai aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum maupun berisiko terhadap keselamatan mereka.
Kapolres mengajak para orang tua untuk memastikan anak berada di tempat yang aman, bukan berada di luar rumah atau lokasi umum tanpa pengawasan.
“Pastikan anak-anak kita sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB. Peran orang tua sangat penting dalam menjaga, mengawasi, dan membangun komunikasi yang baik dengan anak,” demikian pesan dalam imbauan tersebut.
Selain memastikan keberadaan anak di rumah, masyarakat juga diingatkan untuk selalu memperhatikan lingkungan pergaulan anak serta mengetahui aktivitas yang dilakukan bersama teman-temannya.
Polres Kediri Kota juga mengajak keluarga membangun komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi.
Menurut imbauan tersebut, keterlambatan anak pulang tanpa pengawasan dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai persoalan, mulai dari pergaulan yang kurang baik hingga potensi menjadi korban maupun pelaku gangguan keamanan.
Kapolres Kediri Kota menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak.
Melalui kepedulian bersama antara orang tua, masyarakat, dan kepolisian, diharapkan Kota Kediri tetap menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
