Peristiwa
Pengamanan Konser Ari Laso Fokus pada Kelancaran Acara, Arus Lalu Lintas, hingga Pemeriksaan Penonton
Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota menyiapkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan konser musik Ari Lasso yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147. Konser tersebut akan digelar di Lapangan GOR Jayabaya Kota Kediri, Sabtu (25/7/2026) malam.
Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengatakan, persiapan pengamanan telah dilakukan melalui rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Kurang lebih ada 300 personel yang kami terjunkan. Terdiri dari anggota Polres Kediri Kota, polsek jajaran, Brimob, Kodim 0809 Kediri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP,” kata Kompol Iwan.
Menurut dia, personel gabungan akan ditempatkan di sejumlah titik, baik di sekitar lokasi konser maupun area yang berpotensi mengalami kepadatan. Pengaturan arus lalu lintas juga menjadi perhatian untuk menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.
Selain pengamanan di area luar, petugas juga akan melakukan pemeriksaan terhadap penonton yang memasuki lokasi konser. Pemeriksaan dilakukan untuk mencegah masuknya barang-barang yang dapat mengganggu keamanan, seperti senjata tajam, minuman keras, benda berbahaya, maupun barang terlarang lainnya.
“Kami tempatkan personel di berbagai area konser untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hadir. Pengamanan dilakukan secara humanis agar kegiatan berlangsung nyaman, tertib, dan kondusif,” ujar Kompol Iwan.
Polres Kediri Kota mengimbau masyarakat yang menghadiri konser agar tetap menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman selama acara berlangsung. (res/aro)
Lalu Lintas
Malam Hari, Polisi Siagakan Tim Urai di Dua Persimpangan Kediri untuk Antisipasi Gangguan Lalu Lintas
Kediriselaludihati- Satlantas Polres Kediri Kota menggelar Blue Light Patrol sekaligus menyiagakan Tim Urai di Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng, Rabu (16/9/2026) malam.
Kegiatan mulai pukul 19.00 WIB itu difokuskan pada pemantauan arus kendaraan sekaligus mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah titik lalu lintas Kota Kediri.
Patroli dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan anggota Patwal. Petugas menggunakan kendaraan roda empat untuk bergerak dan melakukan pemantauan pada jalur yang menjadi sasaran kegiatan.
Simpang Empat Ringinsirah dan Simpang Empat Lonceng menjadi dua titik pemantauan dalam patroli malam tersebut. Petugas mengawasi perkembangan volume kendaraan sekaligus bersiaga melakukan penguraian apabila terjadi kepadatan arus.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan Blue Light Patrol diarahkan untuk menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pada malam hari.
“Blue Light dilaksanakan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau arus lalu lintas guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada pelaksanaan kegiatan Satlantas.
Selain patroli, keberadaan Tim Urai memungkinkan petugas memberikan respons ketika terjadi peningkatan kepadatan kendaraan di persimpangan. Personel dapat ditempatkan pada titik yang membutuhkan pengaturan agar antrean kendaraan tidak berkembang menjadi kemacetan.
Menurut Septia, pemantauan arus menjadi bagian penting karena kondisi lalu lintas dapat berubah mengikuti aktivitas masyarakat pada malam hari.
“Personel melakukan pemantauan pada titik yang menjadi sasaran kegiatan dan siap melakukan penguraian apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas,” ujarnya, berdasarkan tugas Tim Urai dalam kegiatan tersebut.
Blue Light Patrol juga menempatkan kendaraan dinas dengan lampu rotator biru pada jalur yang dipantau. Kehadiran petugas di lapangan diarahkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mempercepat respons ketika ditemukan persoalan lalu lintas.
Simpang Ringinsirah dan Lonceng merupakan titik yang menjadi sasaran patroli Satlantas pada kegiatan tersebut. Petugas melakukan pemantauan langsung terhadap pergerakan kendaraan dan kondisi di sekitar persimpangan.
Patroli dan Tim Urai menjadi dua fungsi yang berjalan bersamaan. Patroli digunakan untuk memantau kondisi jalan dan mengantisipasi gangguan, sedangkan Tim Urai disiagakan untuk menangani kepadatan lalu lintas apabila diperlukan.
Kegiatan malam itu menjadi bagian dari langkah Satlantas Polres Kediri Kota menjaga mobilitas pengguna jalan melalui pemantauan langsung di persimpangan dan kesiapan personel melakukan pengaturan ketika arus kendaraan mulai meningkat. (res/aro)
Peristiwa
Bantuan Beras Bapanas Disalurkan kepada 900 Warga Tarokan Kediri, Polisi Turut Pantau Distribusi
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 900 warga di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri menjadi penerima bantuan pangan berupa beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada Rabu (16/9/2026).
Masing-masing penerima mendapatkan alokasi 30 kilogram beras dalam penyaluran yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta Bhabinkamtibmas.
Camat Tarokan Drs. Suharsono, M.Pd., hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur pemerintah desa dan Bhabinkamtibmas.
Polsek Tarokan menugaskan Bhabinkamtibmas Aiptu Zendrik untuk melakukan pemantauan dan pengamanan selama proses pembagian bantuan kepada masyarakat.
Berdasarkan data kegiatan, jumlah warga yang tercatat sebagai penerima mencapai 900 orang. Dengan alokasi 30 kilogram untuk setiap penerima, penyaluran tersebut mencakup bantuan beras dalam jumlah cukup besar yang didistribusikan langsung kepada masyarakat.
Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas diarahkan untuk mendukung proses penyaluran bantuan kepada masyarakat.
“Bhabinkamtibmas melaksanakan pengamanan dan pemantauan pembagian bantuan beras kepada 900 warga penerima,” kata Priyo, merujuk laporan kegiatan di Kecamatan Tarokan.
Pemantauan dilakukan sejak proses pembagian dimulai. Pemerintah desa bersama perangkat setempat menangani pelayanan kepada warga penerima, sedangkan Bhabinkamtibmas melakukan pendampingan di lokasi penyaluran.
Menurut Priyo, pengamanan diperlukan agar proses distribusi yang melibatkan ratusan penerima dapat berlangsung tertib dan bantuan tersalurkan sesuai data penerima.
“Pengamanan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pembagian bantuan kepada masyarakat yang telah tercatat sebagai penerima,” ujarnya.
Bantuan tersebut berasal dari program bantuan pangan Badan Pangan Nasional. Dalam laporan kegiatan Polsek Tarokan, setiap warga penerima memperoleh beras sebanyak 30 kilogram.
Keterlibatan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kepolisian dalam penyaluran tersebut terutama diarahkan pada pengaturan proses distribusi karena jumlah penerima mencapai 900 orang.
Bagi masyarakat penerima, bantuan beras tersebut dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga. Sementara bagi petugas di lapangan, ketepatan data penerima dan proses pembagian menjadi bagian penting agar bantuan yang telah dialokasikan sampai kepada warga yang tercatat dalam program.
Polsek Tarokan menempatkan Bhabinkamtibmas sebagai unsur pendamping dalam proses tersebut, sementara penyaluran bantuan tetap dilaksanakan melalui perangkat dan instansi yang menangani program bantuan pangan. (res/an)
Peristiwa
Petugas Kesehatan Bersama Bhabinkamtibmas Pantau Lingkungan Kos di Pesantren Kediri, Edukasi HIV Jadi Perhatian
Kediriselaludihati.com – Petugas Puskesmas Pesantren I Kota Kediri bersama tiga pilar dan Warga Peduli AIDS melakukan kegiatan pencegahan HIV dengan mendatangi sejumlah lingkungan rumah kos di Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu menyasar lingkungan Premanan RT 02 RW 01, Majekan RT 27 RW 05, serta RT 19 RW 03.
Kegiatan melibatkan pemerintah Kelurahan Pesantren, petugas Puskesmas Pesantren I, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengelola rumah kos, Warga Peduli AIDS serta pengurus RT dan RW setempat.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto turut mendampingi petugas saat mendatangi lingkungan tempat tinggal warga dan penghuni kos.
Keterlibatan lintas unsur tersebut diarahkan untuk memperkuat langkah pencegahan dan meningkatkan perhatian terhadap kesehatan masyarakat di lingkungan dengan mobilitas penghuni yang cukup dinamis.
Petugas melakukan pengecekan dan pemantauan dengan melibatkan pengelola rumah kos serta perangkat lingkungan. Pendekatan tersebut juga menjadi sarana membangun komunikasi agar persoalan kesehatan masyarakat dapat ditangani bersama tanpa mengabaikan peran tenaga kesehatan.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., melalui laporan kegiatan Bhabinkamtibmas menyebut pendampingan dilakukan sebagai bagian dari sinergi tiga pilar dengan tenaga kesehatan dan unsur masyarakat dalam kegiatan pencegahan HIV.
“Kegiatan dilakukan bersama tiga pilar, Puskesmas Pesantren I dan Warga Peduli AIDS sebagai langkah pencegahan di lingkungan masyarakat,” kata Siswandi, merujuk pada kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Pesantren.
Dalam pelaksanaannya, petugas tidak bergerak sendiri. Pengelola kos serta ketua RT dan RW dilibatkan karena memiliki hubungan langsung dengan warga di lingkungan masing-masing.
Keterlibatan pengelola rumah kos menjadi penting dalam membangun komunikasi dengan penghuni, sementara aspek pemeriksaan dan penanganan kesehatan tetap berada dalam ranah petugas kesehatan.
Siswandi menekankan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat dan pelayanan lintas sektor di wilayah binaan.
“Bhabinkamtibmas bersama Babinsa mendampingi petugas kesehatan dan unsur kelurahan dalam kegiatan di sejumlah lingkungan rumah kos,” ujarnya, berdasarkan laporan kegiatan tersebut.
Pendekatan pencegahan HIV perlu dilakukan dengan tetap menjaga privasi dan menghindari stigma terhadap penghuni rumah kos maupun warga yang menjadi sasaran kegiatan. Status seseorang tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan tempat tinggal, pekerjaan, atau lingkungan sosialnya.
Karena itu, kegiatan di tingkat lingkungan lebih diarahkan pada pencegahan, akses informasi dan keterhubungan masyarakat dengan layanan kesehatan.
Petugas Puskesmas Pesantren I menjadi unsur yang memiliki kewenangan dan kompetensi dalam aspek kesehatan, sedangkan tiga pilar memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan di wilayah.
Kegiatan di Premanan, Majekan dan RT 19 RW 03 tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara puskesmas, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Warga Peduli AIDS dan pengelola kos.
Melalui koordinasi tersebut, pencegahan HIV diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi juga mendorong masyarakat memperoleh informasi dan layanan kesehatan melalui saluran yang tepat tanpa memberikan stigma kepada individu maupun kelompok tertentu. (res/an).
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
