Uncategorized
Polda Jatim Ungkap Jaringan Perdagangan Satwa Dilindungi Belasan Tersangka Diamankan
SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mengungkap kasus tindak pidana konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya (KSDHE) serta pelanggaran karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
Dalam pengungkapan tersebut, Polisi berhasil membongkar Lima klaster kejahatan yang melibatkan perdagangan ilegal satwa dilindungi hingga distribusi hewan tanpa prosedur karantina resmi.
Dari pengungkapan ini, belasan tersangka berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing menjelaskan, pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif terhadap jaringan perdagangan satwa dilindungi yang diduga telah beroperasi lintas daerah bahkan berpotensi hingga ke luar negeri.
“Kasus ini kami bagi menjadi lima klaster, mulai dari perdagangan satwa dilindungi hingga pelanggaran karantina. Ini menunjukkan bahwa jaringan yang terlibat cukup luas dan terorganisir,” kata Kombes Pol Roy, Rabu (15/4/26).
Pada klaster pertama, petugas mengungkap perdagangan ilegal Tiga ekor komodo (Varanus komodoensis) dengan enam tersangka.
Satwa endemik Indonesia tersebut diperoleh dari wilayah Nusa Tenggara Timur dengan harga sekitar Rp5,5 juta per ekor, kemudian dijual kembali di Surabaya hingga mencapai Rp31,5 juta per ekor, bahkan dipasarkan kembali ke wilayah lain dengan harga lebih tinggi.
Tak hanya itu, dari hasil pendalaman, diketahui para tersangka telah memperdagangkan sedikitnya 20 ekor komodo sepanjang periode Januari 2025 hingga Februari 2026 dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp565 juta.
“Modus yang digunakan adalah membeli dari pemburu di daerah asal, kemudian dijual kembali secara berantai untuk mendapatkan keuntungan berlipat,” terangnya.
Selanjutnya pada klaster kedua, Polisi mengamankan 16 ekor satwa dilindungi yang terdiri dari 13 ekor kuskus Talaud dan 3 ekor kuskus tembung, dengan empat orang tersangka.
Satwa tersebut disimpan dan diperjualbelikan dalam kondisi hidup, dengan rencana untuk diselundupkan ke luar negeri.
Pada klaster ketiga, petugas kembali mengungkap perdagangan satwa dilindungi lainnya seperti empat ekor ular sanca hijau, satu ekor elang paria, dan delapan ekor biawak.
Dalam kasus ini, satu orang tersangka diamankan yang diduga berperan dalam menyimpan, memelihara, dan memperniagakan satwa tersebut.
“Para pelaku memiliki peran masing-masing, mulai dari pengumpul, penyimpan hingga penjual yang terhubung dengan jaringan yang lebih luas,” jelasnya.
Pengungkapan terbesar terdapat pada klaster keempat, di mana petugas menemukan barang bukti berupa 140 kilogram sisik trenggiling (Manis javanica) dengan nilai mencapai Rp8,4 miliar.
Barang bukti tersebut disimpan di sebuah rumah di kawasan Surabaya, dan diduga akan diperjualbelikan secara ilegal.
“Ini menjadi perhatian serius karena trenggiling merupakan satwa yang sangat dilindungi dan perdagangannya berdampak besar terhadap kelestarian populasi,” tegas Kombes Roy.
Sementara itu, pada klaster kelima, Ditreskrimsus Polda Jatim mengungkap kasus pelanggaran karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.
Dalam kasus ini, dua tersangka diamankan dengan barang bukti berupa 89 ekor satwa yang terdiri dari soa layar dewasa dan anakan, kadal duri Sulawesi, serta ular cincin.
Para pelaku diketahui melakukan pengiriman satwa antar wilayah tanpa dilengkapi dokumen resmi berupa sertifikat kesehatan, serta tidak melaporkan kepada petugas karantina sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Menurut Kombes Roy, perbuatan para pelaku tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak pada kelestarian sumber daya hayati.
“Kami akan terus melakukan penindakan tegas terhadap siapapun yang terlibat dalam jaringan ini,” pungkasnya.
Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana yang berat.
Polda Jatim memastikan akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk kemungkinan adanya sindikat perdagangan satwa ilegal lintas daerah hingga internasional.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi maupun pengiriman hewan tanpa prosedur resmi, demi menjaga kelestarian alam Indonesia. (*)
Peristiwa
Dukung Ketahanan Pangan, Polisi Sambangi Petani Jagung di Desa Jabon
Kediriselaludihati.com — Jajaran Polsek Banyakan, Polres Kediri Kota, terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Melalui kegiatan sambang dan pembinaan di wilayah desa binaan, anggota Bhabinkamtibmas tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga melakukan edukasi terkait layanan kepolisian modern serta pendampingan kepada petani.
Pada Jumat (5/6/2026), Bhabinkamtibmas Desa Manyaran, Aiptu Deri Risdianto, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemasangan stiker Call Center 110 serta Program Polisi Penolongku di sejumlah titik di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Program Polisi Penolongku merupakan salah satu inovasi pelayanan kepolisian yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan maupun pengaduan terkait kejadian darurat, gangguan keamanan, dan berbagai persoalan yang membutuhkan kehadiran polisi secara cepat. Selain melalui layanan Call Center 110, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan berbasis aplikasi WhatsApp yang terhubung langsung dengan petugas kepolisian.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Deri Risdianto memberikan penjelasan kepada warga mengenai tata cara penggunaan layanan serta pentingnya memanfaatkan fasilitas tersebut secara bertanggung jawab.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Polri saat ini semakin mudah diakses. Melalui layanan Call Center 110 dan Program Polisi Penolongku, warga dapat melaporkan kejadian darurat maupun gangguan keamanan secara cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin,” ujarnya.
Selain memasang stiker informasi layanan, petugas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap situasi kamtibmas di sekitar tempat tinggal masing-masing.
Pada hari yang sama, Bhabinkamtibmas Desa Jabon, Bripka Gaguk S., melaksanakan kegiatan sambang ke area persawahan di Dusun Jabon Utara, Desa Jabon, Kecamatan Banyakan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., serta instruksi Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H.
Dalam kunjungan tersebut, Bripka Gaguk melakukan pengecekan kondisi pertanian sekaligus berdialog dengan petani jagung setempat, Kholik. Selain memantau perkembangan tanaman, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga produktivitas sektor pertanian guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurut Bripka Gaguk, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung ketersediaan pangan nasional. Karena itu, kepolisian turut hadir memberikan dukungan moral dan pendampingan kepada para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertaniannya.
“Petani merupakan ujung tombak ketahanan pangan. Kehadiran kami di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan petani dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” katanya.
Program ketahanan pangan yang digalakkan Polri menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Melalui pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas, berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan juga dapat diketahui lebih dini sehingga menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait.
Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, baik dalam bidang pelayanan keamanan maupun pemberdayaan masyarakat.
“Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kepolisian dan masyarakat. Selain menyampaikan pesan kamtibmas, mereka juga aktif mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian,” ujarnya.
Menurutnya, sosialisasi layanan kepolisian dan pendampingan terhadap petani merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Banyakan berharap masyarakat semakin memahami akses layanan kepolisian yang tersedia serta semakin aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan. Di sisi lain, dukungan terhadap sektor pertanian diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi di Desa Manyaran maupun Desa Jabon terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat mendapat sambutan positif sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian Polri yang semakin dekat dengan warga. (Res/aro)
Peristiwa
Wujud Kepedulian Polri, Bhabinkamtibmas Dermo Kediri Serahkan Bantuan kepada Dua Penerima
Kediriselaludihati.com – Kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan jajaran Bhabinkamtibmas Polres Kediri Kota melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Aiptu Suhartono, melalui program JUMARI (Jumat Berkah Berbagi) yang digelar pada Jumat (5/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Suhartono menyalurkan bantuan beras kepada dua warga lanjut usia yang tinggal di Kelurahan Dermo. Bantuan diberikan sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial kepada masyarakat binaan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.
Penyaluran bantuan pertama dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Merbabu Gang 6 RT 07 RW 01 Kelurahan Dermo. Bantuan beras diberikan kepada Sugito (80), seorang warga lanjut usia yang sehari-hari tinggal di lingkungan tersebut.
Selanjutnya, sekitar pukul 10.30 WIB, kegiatan serupa dilaksanakan di Jalan Merbabu Gang 5 RT 06 RW 01 Kelurahan Dermo. Pada kesempatan itu, bantuan beras diserahkan kepada Samini (85), warga lansia yang juga tinggal di wilayah binaan Bhabinkamtibmas.
Selain menyerahkan bantuan, Aiptu Suhartono memanfaatkan momen tersebut untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan warga. Ia juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas serta mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya bagi para lanjut usia.
“Kegiatan JUMARI ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga, khususnya masyarakat lanjut usia. Selain memberikan bantuan, kami juga ingin memastikan kondisi mereka sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Suhartono.
Dalam kesempatan itu, ia mengimbau para penerima bantuan untuk aktif mengikuti kegiatan Posyandu Lansia yang rutin diselenggarakan di lingkungan setempat. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk menjaga kondisi kesehatan warga lanjut usia.
Tak hanya itu, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan sekitar.
“Apabila ada informasi terkait kamtibmas ataupun permasalahan yang membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat dapat segera menghubungi Bhabinkamtibmas agar bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” katanya.
Program JUMARI sendiri menjadi salah satu bentuk implementasi semangat Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan humanis dan kehadiran polisi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan sosial seperti ini, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., mengatakan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan emosional dengan warga sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama.
“Kami ingin kehadiran anggota di tengah masyarakat benar-benar memberikan manfaat. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu warga yang membutuhkan serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya.
Menurut Rudi, lansia merupakan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Karena itu, kegiatan sosial seperti JUMARI akan terus didorong sebagai bentuk kepedulian nyata Polri kepada masyarakat.
Warga yang menerima bantuan menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku merasa terbantu sekaligus mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas kepada masyarakat di lingkungan mereka.
Kehadiran polisi yang secara langsung mendatangi rumah warga dinilai mampu memperkuat hubungan kemitraan antara aparat kepolisian dan masyarakat. Selain itu, komunikasi yang terjalin secara intensif juga menjadi sarana efektif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban lingkungan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Program JUMARI yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo mendapat apresiasi dari masyarakat sebagai bentuk nyata pengabdian Polri yang hadir, berbuat, dan bermanfaat bagi warga. (res/an)
Peristiwa
Penguatan Peran PKK, Posyandu, dan Karang Taruna di Mojoroto Kediri Dukung Pembangunan Masyarakat
Kediriselaludihati.com – Upaya memperkuat peran lembaga kemasyarakatan di tingkat kelurahan terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya berlangsung di Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (5/6/2026), dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.
Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Kelurahan Mojoroto tersebut dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Mojoroto Aiptu Andri Jatmiko bersama Kepala Kelurahan Mojoroto Yahya Budiono, Ketua PKK Kelurahan Mojoroto, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kediri, kader PKK, kader Integrasi Layanan Primer (ILP) Posyandu, ketua RW se-Kelurahan Mojoroto, serta anggota Karang Taruna.
Acara bertajuk Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) itu bertujuan untuk memperkuat kemampuan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program pembangunan, pelayanan publik, kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan warga di lingkungan masing-masing.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kepala Kelurahan Mojoroto, penyampaian materi oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, sesi diskusi dan tanya jawab, hingga penutupan.
Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mojoroto Aiptu Andri Jatmiko turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada seluruh peserta yang hadir. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta memperkuat sinergi antarwarga demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
“Kami mengajak seluruh unsur masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta menjaga kebersamaan. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga melalui komunikasi dan kerja sama yang baik,” ujarnya.
Menurut Andri, keberadaan lembaga kemasyarakatan seperti PKK, Karang Taruna, Posyandu, dan pengurus lingkungan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dan kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Selain membahas penguatan kapasitas kelembagaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana koordinasi dan pertukaran informasi terkait berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah daerah, khususnya di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Kelurahan Mojoroto Yahya Budiono menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas lembaga kemasyarakatan merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan di tingkat kelurahan sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh lembaga kemasyarakatan semakin memahami peran dan fungsinya sehingga dapat berkontribusi secara maksimal dalam mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Kediri memberikan materi terkait penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, termasuk peran kader kesehatan dan Posyandu dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Materi tersebut mendapat perhatian peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai masukan serta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., menegaskan bahwa kepolisian akan terus mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan sosial di tingkat lingkungan.
“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif. Kami akan terus hadir mendukung kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Hingga kegiatan berakhir, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Polri untuk terus mendampingi masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan dalam mewujudkan Kelurahan Mojoroto yang harmonis, berdaya, dan tangguh. (res/an)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
