Connect with us

Uncategorized

Polri Gelar Lomba Konten Kreatif Sambut Hari Bhayangkara ke- 77

Published

on

SURABAYA – Dalam rangka hari Bhayangkara ke – 77 yang akan tiba pada tanggal 1 Juli 2023 mendatang, Polri menyambutnya dengan berbagai kegiatan.

Selain kegiatan yang bersifat bakti sosial juga kegiatan dengan bermacam – macam lomba yang digelar diseluruh kepolisian yang ada di Indonesia.

Seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto di Polda Jatim, bahwa Bidang Humas Polda Jatim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam lomba yang diselenggarakan oleh Polri.

Menurut Kombes Dirmanto, lomba konten kreatif dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke -77 juga untuk memberikan kesempatan kepada elemen masyarakat umum dan Polri untuk berekspresi dalam sebuah karya seni yang positif.

“Lomba ini juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk berkekspresi dalam karya seni positif baik berupa tulisan maupun produk visual,”ungkap Kombes Dirmanto, Sabtu (10/6).

Adapun lomba yang digelar antara lain :

  1. Tiktok untuk kategori peserta umum,TNI dan Polri
  2. Film pendek untuk kategori peserta umum,TNI dan Polri
  3. Infografis untuk kategori peserta umum,TNI dan Polri
  4. Fotografi untuk kategori peserta umum,TNI dan Polri
  5. Menulis Cerpen untuk kategori peserta pelajar SD/Sederajat
  6. Mendongen untuk kategori peserta TK B ( usia 5 – 6 tahun ) dan SD/Sederajat kelas 1 – 3 ( usai 6 – 9 tahun).
  7. Menulis artikel Jurnalistik kategori peserta wartawan.

Untuk pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 29 Mei hingga 15 Juni 2023 melalui website : tribratanews.polri.go.id.

Untuk penilaian hasil karya akan dilaksanakan mulai tanggal 17 Juni hingga 20 Juni 2023.

Sedangkan pengumuman pemenang 21 Juni 2023 melalui live streaming di media sosial resmi Divisi Humas Polri.

“Hadiah dan penghargaan dari Bapak Kapolri akan diserahkan kepada pemenang pada 27 Juni 2023,”pungkas Kombes Dirmanto. (dw-1)

Continue Reading

Peristiwa

Pengamanan Simpang Strategis dan Jalur Protokol Dioptimalkan Satlantas Polres Kediri Kota untuk Jaga Kamseltibcar Lantas

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota kembali mengintensifkan patroli malam dan pagi melalui kegiatan Blue Light Patrol serta Mahameru Quick Response (MQR) guna mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kota Kediri.

Kegiatan Blue Light Patrol dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026) mulai pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB dengan sasaran dua titik simpang strategis, yakni Simpang Empat Lonceng dan Simpang Empat Ringin Sirah.

Patroli dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota bersama anggota Patwal Satlantas menggunakan kendaraan patroli roda empat.

Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pemantauan arus kendaraan, patroli preventif, serta pengawasan situasi wilayah guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas pada malam hari.

Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H., mengatakan patroli Blue Light merupakan bagian dari strategi preventif untuk meningkatkan keamanan di titik mobilitas masyarakat.

“Blue Light Patrol kami laksanakan secara rutin pada titik rawan dan jalur strategis untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Tutud.

Selain patroli malam, Satlantas juga melanjutkan patroli Mahameru Quick Response (MQR) pada Sabtu (9/5/2026) pagi mulai pukul 06.00 WIB.

Patroli pagi menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi dash cam dengan rute Jalan Brawijaya, Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Dhoho, hingga Jalan Yos Sudarso.

Kegiatan dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Kediri Kota bersama anggota Patwal 45-101.

Patroli pagi difokuskan pada pemantauan kondisi lalu lintas di jalur utama Kota Kediri saat aktivitas masyarakat mulai meningkat.

“Patroli MQR pagi hari bertujuan memonitor arus kendaraan di jalur protokol, mendeteksi potensi hambatan lalu lintas, dan memastikan mobilitas masyarakat berjalan aman serta lancar,” kata Tutud.

Selain pengawasan lalu lintas, personel juga melakukan observasi situasi wilayah untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan secara dini.

Menurut Tutud, kombinasi patroli malam dan pagi menjadi pola pengamanan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas lalu lintas dan keamanan wilayah.

“Kehadiran polisi di lapangan melalui patroli rutin merupakan bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat agar tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polres Kediri Kota terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa kejadian menonjol.

Satlantas Polres Kediri Kota menegaskan patroli Blue Light dan MQR akan terus dilakukan secara rutin, khususnya pada akhir pekan, guna mendukung terciptanya Kamseltibcar Lantas yang aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Kediri. (res/an)

Continue Reading

Uncategorized

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Penegakan Hukum Polri Capai 75,1 Persen

Published

on

Jakarta – Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei terbaru terkait keterlibatan Polri dalam mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam aspek penegakan hukum mencapai 75,1 persen.

Survei yang dilakukan terhadap 1.580 responden di 34 provinsi pada periode 7–20 April 2026 itu mencatat penilaian positif masyarakat terhadap penegakan hukum yang dilakukan Polri, khususnya dalam pemberantasan judi, perdagangan manusia, narkoba, kejahatan ekonomi hingga penimbunan BBM dan pangan.

Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman mengatakan hasil survei menunjukkan respons masyarakat terhadap keterlibatan Polri dalam program pemerintah cenderung positif.

“Hasil survei kinerja Polri ini juga memiliki korelasi yang kuat dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Dedi Rohman kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).

Selain kepuasan terhadap penegakan hukum, survei juga mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 79,2 persen. Menurut Dedi, angka tersebut menunjukkan adanya tren pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Dedi menjelaskan survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,47 persen.

“Metode survei dilakukan secara tatap muka langsung guna memastikan validitas dan kedalaman jawaban responden terhadap berbagai isu kepolisian, pelayanan publik, dan penegakan hukum di tanah air,” pungkasnya.

Capaian survei tersebut sejalan dengan komitmen Polri dalam memperkuat profesionalisme dan kualitas penegakan hukum melalui pelaksanaan Rakernis Bareskrim Polri 2026 yang tengah berlangsung saat ini Jumat (08/05/2026) di Mabes Polri. Dengan mengusung tema Optimalisasi Pelayanan Fungsi Reserse yang Bermanfaat untuk Masyarakat guna Mewujudkan Penegakan Hukum yang Responsif, Beretika dan Berkeadilan dalam Rangka Mendukung serta Menyukseskan Rencana Kerja Pemerintah 2026.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut menjadi forum konsolidasi jajaran reserse Polri dalam meningkatkan kemampuan, kualitas sumber daya manusia, serta profesionalisme penegakan hukum menghadapi tantangan kejahatan yang semakin kompleks.

“Rakernis kali ini adalah bagian dari upaya dari Bareskrim dan jajaran untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan penguatan kualitas dan kemampuan SDM. Di satu sisi, tentu kita juga harus meningkatkan kolaborasi dan sinergisitas antara para penegak hukum untuk bisa melaksanakan penegakan hukum secara optimal sesuai dengan apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menegaskan pentingnya menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat melalui penegakan hukum yang tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan.

“Bagaimana kita bisa mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat dan juga melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas terhadap para pelaku-pelaku kejahatan yang membahayakan negara, membahayakan masyarakat,” kata Kapolri.

Dalam rangkaian kegiatan Rakernis Bareskrim 2026, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada personel reserse berprestasi sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui Rakernis tersebut, Polri juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penegakan hukum yang responsif, beretika, dan berkeadilan guna mendukung stabilitas keamanan serta menyukseskan program kerja pemerintah tahun 2026.

Continue Reading

Uncategorized

Wakapolri Tekankan Konsep O2H dalam Penegakan Hukum dan Apresiasi Kinerja Reskrim Polri

Published

on

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa penegakan hukum Polri harus dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, dan hati nurani demi menghadirkan keadilan yang benar-benar dirasakan masyarakat.Hal tersebut disampaikan Wakapolri saat menutup Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reserse Kriminal Polri Tahun 2026 di Aula Awaloedin Djamin Lantai 9, Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/5/2026).Dalam arahannya kepada seluruh jajaran Reserse Kriminal Polri, Wakapolri menekankan konsep O2H sebagai pedoman utama dalam pelaksanaan penegakan hukum.“Polri harus bekerja dengan melibatkan O2H, yaitu otak, otot, dan terutama hati dalam nurani hukum,” tegas Wakapolri.Menurut Wakapolri, konsep tersebut menekankan bahwa setiap personel Polri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis dan ketegasan dalam penegakan hukum, tetapi juga harus mengedepankan empati, keadilan, dan sensitivitas terhadap masyarakat.Wakapolri menjelaskan bahwa penegakan hukum Polri harus menghadirkan tiga aspek utama, yakni kepastian hukum, keadilan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Reskrim Polri mulai dari tingkat Mabes, Polda, Polres hingga Polsek atas dedikasi dan capaian penegakan hukum yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Reskrim Polri atas pelaksanaan tugas penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang telah dijalankan dengan baik,” ujar Wakapolri.Menurut Wakapolri, banyak capaian luar biasa yang telah ditorehkan jajaran Reskrim Polri di seluruh Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung program Asta Cita pemerintah.Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap kontribusi Polri dalam mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan, energi, dan program prioritas pemerintah lainnya.Selain itu, Wakapolri mengapresiasi pelaksanaan Rakernis Reskrim Polri 2026 yang menghadirkan narasumber multi dan interdisipliner dengan pembahasan yang menyentuh aspek teknis, taktis, strategis, pengalaman lapangan, hingga penguatan integritas, keimanan, dan ketakwaan personel.Forum group discussion (FGD) dan literasi praktik lapangan yang dilaksanakan selama Rakernis juga dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas penegakan hukum dan penyelesaian berbagai tantangan tugas ke depan.Wakapolri menyoroti bahwa berdasarkan analisa pengaduan masyarakat tahun 2026, perhatian publik terhadap penegakan hukum masih banyak berada di tingkat kewilayahan mulai dari Polsek, Polres hingga Polda.Karena itu, seluruh jajaran diminta memperkuat kualitas pelayanan dan pengawasan internal hingga tingkat Polsek sebagai ujung tombak pelayanan Polri kepada masyarakat.“Ketika Polres dan Polsek mengalami kendala, maka Polda harus hadir melakukan asistensi. Begitu pula ketika Polda menghadapi hambatan, Mabes Polri bertanggung jawab memberikan pendampingan,” tegas Wakapolri.Selain itu, Wakapolri meminta seluruh jajaran meningkatkan sensitivitas dalam penanganan perkara perempuan dan anak (PPA), memperkuat profesionalisme penyidik, serta menjaga integritas dalam setiap proses penegakan hukum.Menurutnya, beban perkara yang ditangani penyidik saat ini cukup tinggi dengan rata-rata mencapai 25 hingga 50 perkara per tahun sehingga peningkatan kualitas dan kuantitas penyidik terus diupayakan secara maksimal oleh Bareskrim Polri.Menjelang Hari Bhayangkara, Wakapolri meminta seluruh jajaran Reskrim Polri menjaga prestasi yang telah diraih, memperkuat profesionalisme, serta meminimalisasi segala bentuk pelanggaran di seluruh satuan kerja.“Kualitas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat harus terus diperkuat agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Wakapolri.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page