Peristiwa
Unit Kamsel Polres Kediri Kota Gelar Rapat Andalalin dan Inspeksi Angkutan Umum untuk Mewujudkan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas
Kediriselaludihati.com – Pada Rabu, 6 November 2024, Unit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan dua kegiatan penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas di Kota Kediri.
Kegiatan tersebut meliputi Rakor Pembahasan Dokumen Standar Teknis Andalalin untuk pembangunan Swalayan Koperasi Mekar PT. Gudang Garam, Tbk., serta inspeksi angkutan umum dan pariwisata guna menekan angka kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum.
Rapat Koordinasi Andalalin Pembangunan Swalayan Koperasi Mekar PT. Gudang Garam, Tbk.
Pertemuan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kota Kediri ini membahas berbagai aspek teknis dan manajemen lalu lintas terkait pembangunan Swalayan Koperasi Mekar PT. Gudang Garam di Jl. Brigjenpol Imam Bachri, Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren.
Kegiatan ini melibatkan beberapa instansi, termasuk Dinas PUPR Kota Kediri, DPMPTSP Kota Kediri, Kanit Kamsel dan anggota, serta perwakilan dari Koperasi Karyawan Mekar dan PT. Antasena Tech Karya sebagai tenaga ahli.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Afandy Dwi Takdir, S.T.K., S.I.K., menyatakan pentingnya rapat ini sebagai langkah proaktif untuk memastikan pembangunan swalayan dapat berjalan aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan swalayan ini membawa dampak positif bagi masyarakat, baik dari segi ekonomi maupun kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, kami tekankan pentingnya manajemen lalu lintas yang baik dan fasilitas yang mendukung keselamatan pengunjung,” ungkap AKP Afandy.
Beberapa poin penting yang dihasilkan dari Rakor ini meliputi:
1. Mewajibkan Swalayan Koperasi Mekar untuk menyertakan UMKM Kota Kediri dalam jaringan PUSAKA.
2. Mengajak swalayan memberdayakan warga sekitar melalui kesempatan kerja.
3. Mendorong optimalisasi akses jalan, termasuk penambahan akses keluar khusus sepeda motor di sisi timur.
4. Penyediaan akses untuk pemadam kebakaran dan penjemputan penumpang di area internal.
5. Memastikan keselamatan kerja dan sosialisasi konstruksi kepada masyarakat sekitar.
6. Larangan memfasilitasi parkir di akses keluar masuk untuk menghindari kemacetan.
7. Pemasangan Alat Penerangan Jalan dan CCTV untuk keamanan area.
Selain itu, disarankan penambahan sarana prasarana lalu lintas yang sesuai dengan kajian teknis untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan di kawasan swalayan. Diharapkan implementasi dari hasil Rakor ini dapat menciptakan suasana tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat Kota Kediri.
Inspeksi Angkutan Umum dan Pariwisata di PO Setiawan
Usai Rakor, Unit Kamsel melanjutkan kegiatan inspeksi angkutan umum dan pariwisata di PO Setiawan, Jalan Kilisuci, Kota Kediri, dari pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.
Inspeksi ini dipimpin oleh Tim Subdit Kamsel Polda Jatim dan didampingi oleh Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Afandy Dwi Takdir, serta tim dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kota Kediri.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan audit, inspeksi, dan sinkronisasi data kendaraan angkutan umum dan pariwisata. Fokus utama adalah memastikan kendaraan umum memenuhi standar keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan.
Dalam inspeksi ini, tim memeriksa kelengkapan teknis kendaraan, kondisi fisik, serta perizinan angkutan yang digunakan untuk transportasi umum dan wisata.
AKP Afandy menegaskan bahwa inspeksi ini penting untuk memastikan semua angkutan umum beroperasi dalam kondisi layak jalan.
“Inspeksi ini adalah bagian dari upaya kami untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan umum dan pariwisata. Kami ingin memastikan bahwa semua armada memenuhi standar keselamatan sehingga masyarakat merasa aman dalam setiap perjalanan,” jelasnya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan bahwa semua pihak yang terlibat dalam transportasi umum dan pariwisata semakin sadar akan pentingnya mematuhi standar keamanan. Kerja sama antara Polres Kediri Kota, Subdit Kamsel Polda Jatim, dan BPTD diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan terintegrasi, sekaligus menjaga citra positif Kota Kediri sebagai tujuan wisata.
Dua kegiatan yang berlangsung pada hari yang sama ini menunjukkan komitmen Satlantas Polres Kediri Kota dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang tertib dan aman. Dengan perhatian khusus pada manajemen lalu lintas swalayan dan inspeksi angkutan umum, Polres Kediri Kota berharap dapat mengurangi potensi risiko kecelakaan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam transportasi dan pembangunan fasilitas umum.
Masyarakat diharapkan turut mendukung dengan mematuhi aturan lalu lintas dan ikut menjaga ketertiban. Dengan sinergi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, keamanan dan ketertiban di Kota Kediri dapat terwujud secara maksimal. (res/aro)
Peristiwa
Tak Hanya Antisipasi Kejahatan, Polsek Mojoroto Kediri Soroti Kesehatan Pekerja dan Penumpukan Sampah di Banjarmlati
Kediriselaludihati.com – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026 tidak hanya dilakukan melalui pencegahan tindak kriminalitas. Jajaran Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota juga memperkuat pembinaan masyarakat dengan memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan kesehatan pekerja.
Perhatian tersebut ditunjukkan melalui kegiatan sambang yang dilakukan anggota Unit Binmas Polsek Mojoroto, Aiptu Hendro, di tempat penampungan sampah Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB.
Dalam kegiatan yang dihadiri kepala kelurahan dan pekerja bank sampah tersebut, petugas mengingatkan pengelola agar memperhatikan kesehatan pekerja serta memastikan volume sampah yang ditampung tidak melebihi kapasitas lokasi.
Imbauan itu disampaikan untuk mengantisipasi persoalan kebersihan dan gangguan lingkungan yang dapat muncul akibat penumpukan sampah secara berlebihan.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kegiatan jajarannya, menempatkan pembinaan masyarakat sebagai salah satu upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.
Pembinaan tersebut mencakup peningkatan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, termasuk aktivitas pengelolaan sampah yang bersentuhan langsung dengan kesehatan pekerja dan kenyamanan warga sekitar.
Kegiatan sambang di Banjarmlati berlangsung sehari sebelum dimulainya Operasi Pekat Semeru 2026 yang dijadwalkan pada 10-21 Oktober 2026.
Operasi tersebut diarahkan untuk menanggulangi penyakit masyarakat dan gangguan keamanan sesuai sasaran yang ditetapkan kepolisian. Sementara itu, pembinaan di tempat penampungan sampah merupakan kegiatan rutin pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berjalan beriringan dengan kesiapan pelaksanaan operasi.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat komunikasi dan membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga ketertiban lingkungan,” ungkapnya.
Dalam kunjungannya, Aiptu Hendro memberikan perhatian terhadap kondisi pekerja yang setiap hari berhadapan dengan berbagai jenis sampah.
Aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah memiliki risiko kesehatan tersendiri, terutama apabila pekerja tidak menggunakan perlindungan yang memadai atau bekerja di lingkungan yang kurang higienis.
Kontak langsung dengan sampah yang tercampur benda tajam, material kotor, maupun limbah lainnya dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan.
Karena itu, pengelola perlu memastikan pekerja memiliki perlengkapan pelindung yang sesuai dengan jenis pekerjaan serta menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan selama beraktivitas.
Selain kesehatan pekerja, persoalan kapasitas penampungan menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.
Petugas mengingatkan agar sampah yang masuk tidak dibiarkan menumpuk hingga melampaui kemampuan tempat penampungan.
Penumpukan sampah secara berlebihan dapat menghambat proses pemilahan dan pengangkutan. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengundang serangga, dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Pengaturan jumlah sampah yang diterima menjadi penting agar kegiatan pengelolaan tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru.
Keberadaan bank sampah memiliki manfaat bagi masyarakat karena membantu pengumpulan dan pemilahan material yang masih dapat dimanfaatkan kembali.
Namun, manfaat tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan operasional yang memperhatikan daya tampung, kebersihan, dan keselamatan pekerja.
Dalam konteks pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, persoalan lingkungan yang tidak ditangani dengan baik berpotensi memicu keluhan maupun perselisihan antarwarga.
Karena itu, komunikasi antara pengelola bank sampah, pemerintah kelurahan, dan masyarakat sekitar diperlukan untuk mencegah munculnya persoalan yang lebih luas.
Kegiatan sambang Aiptu Hendro menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan komunikasi langsung dengan masyarakat.
Pendekatan tersebut juga relevan dengan upaya menjaga situasi kamtibmas selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026, meskipun pengelolaan sampah bukan sasaran penindakan utama operasi.
Selain penegakan hukum terhadap pelanggaran yang menjadi sasaran operasi, pemeliharaan ketertiban di lingkungan masyarakat tetap membutuhkan langkah pencegahan dan komunikasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan sambang, kepolisian dapat mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan agar potensi gangguan ketertiban dapat diantisipasi sejak dini.
Keterlibatan kepala kelurahan dalam kegiatan di Banjarmlati juga menjadi bagian dari koordinasi antara aparat kepolisian dan pemerintah setempat.
Sinergi tersebut diperlukan agar persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Dengan berlangsungnya Operasi Pekat Semeru 2026 mulai Sabtu (10/10/2026), upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Polsek Mojoroto melalui kegiatan pembinaan masyarakat mendorong pengelola bank sampah untuk memperhatikan kesehatan pekerja, mengendalikan volume sampah, serta menjaga komunikasi dengan pemerintah kelurahan dan aparat kewilayahan. (res/an)
Peristiwa
Operasi Pekat Semeru Digelar 10–21 Oktober 2026, Polisi Ajak Warga Mojoroto Aktifkan Ronda Malam
Kediriselaludihati.com – Menjelang pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026 yang berlangsung pada 10–21 Oktober 2026, jajaran Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, memperkuat keamanan lingkungan melalui peningkatan peran pos keamanan lingkungan (pos kamling). Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah tindak kriminalitas, terutama pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Penguatan keamanan lingkungan dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mojoroto, Aiptu Andri Jatmiko, melalui pertemuan bersama Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan unsur tiga pilar di Kantor Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (9/10/2026) malam.
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dilanjutkan dengan pengecekan pos kamling di wilayah RT 26 RW 09 dan RT 45 RW 09, Kelurahan Mojoroto.
Dalam kegiatan itu, petugas memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama pada malam hari. Polisi juga menempelkan stiker berisi imbauan keamanan di pos kamling sebagai pengingat pentingnya pengawasan lingkungan.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026.
“Kami mengajak masyarakat untuk kembali meningkatkan kegiatan ronda malam dan mengaktifkan pos kamling di lingkungan masing-masing. Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh warga,” kata Rudi.
Menurut Rudi, keberadaan pos kamling memiliki peran penting dalam membangun sistem pengawasan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Melalui kegiatan ronda, warga dapat memantau aktivitas di sekitar permukiman sekaligus mengenali potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi tindak kriminalitas.
“Menjelang Operasi Pekat Semeru 2026, kami ingin memastikan masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan, segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau melapor kepada kepolisian,” ujarnya.
Operasi Pekat Semeru 2026 dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, mulai 10 hingga 21 Oktober 2026. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menanggulangi berbagai bentuk penyakit masyarakat dan gangguan keamanan sesuai sasaran operasi yang telah ditetapkan.
Dalam konteks keamanan lingkungan, kewaspadaan terhadap tindak pencurian menjadi salah satu perhatian yang perlu ditingkatkan, terutama di kawasan permukiman yang memiliki aktivitas masyarakat cukup padat.
Kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor dan pencurian rumah dapat terjadi ketika pengawasan lingkungan lemah. Karena itu, keberadaan pos kamling dinilai dapat membantu mempersempit kesempatan pelaku kejahatan.
Selain mengandalkan patroli kepolisian, keterlibatan warga dalam kegiatan ronda malam menjadi bagian penting dari sistem keamanan lingkungan berbasis masyarakat.
Dalam kegiatan di Kelurahan Mojoroto, Aiptu Andri Jatmiko juga mengingatkan anggota Satlinmas dan warga agar terus menjalin komunikasi dengan Bhabinkamtibmas.
Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat segera disampaikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Pengecekan pos kamling di RT 26 RW 09 dan RT 45 RW 09 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Selain memberikan imbauan secara langsung, petugas memasang stiker pesan kamtibmas di lokasi pos kamling agar warga senantiasa mengingat pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas.
Rudi mengingatkan bahwa upaya pencegahan kejahatan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memastikan kendaraan terkunci dengan baik, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggalkan.
“Kami berharap masyarakat tidak memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan. Pastikan kendaraan dan rumah dalam keadaan aman, tingkatkan pengawasan lingkungan, serta jangan ragu melapor apabila mengetahui adanya potensi tindak pidana,” katanya.
Penguatan pos kamling juga menjadi bagian dari pendekatan preventif dan preemtif kepolisian dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pendekatan preventif dilakukan melalui peningkatan pengawasan dan pencegahan langsung terhadap potensi kejahatan. Sementara itu, kegiatan preemtif diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan.
Melalui keterlibatan Satlinmas dan unsur tiga pilar, kepolisian berupaya memperkuat koordinasi di tingkat kelurahan sehingga upaya pencegahan kriminalitas dapat dilakukan secara bersama-sama.
Keberadaan pos kamling juga diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi antarwarga untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi keamanan lingkungan.
Dengan dimulainya Operasi Pekat Semeru 2026 pada Sabtu (10/10/2026), masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga keamanan wilayah masing-masing.
Penguatan sistem keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda, koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, dan kepedulian terhadap aktivitas di sekitar permukiman menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tindak kriminalitas. (res/an)
Peristiwa
Cegah Curas, Curat, dan Curanmor, Bhabinkamtibmas Bandar Lor Kediri Ajak Pengurus Pesantren Tingkatkan Kewaspadaan
Kediriselaludihati.com – Menjelang pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, jajaran Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota memperkuat upaya pencegahan tindak kriminalitas di lingkungan pondok pesantren.
Salah satunya melalui pendekatan langsung kepada tokoh agama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Upaya tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor, Aipda Toni Setiawan, bersama Babinsa saat menyambangi lingkungan Pondok Pesantren Kedonglo Al-Munadhdoroh, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (9/10/2026) malam.
Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB itu, petugas berdialog dengan tokoh agama setempat, Prayogo, mengenai pentingnya meningkatkan pengamanan lingkungan pesantren untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas.
Lingkungan pondok pesantren menjadi salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian terhadap keamanan karena terdapat aktivitas santri, pengurus, serta masyarakat yang datang untuk berbagai keperluan.
Mobilitas tersebut perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan, terutama pencurian kendaraan bermotor dan pencurian barang berharga.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menekankan pentingnya keterlibatan pengurus pesantren dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya menjelang Operasi Sikat Semeru 2026.
“Penguatan keamanan di lingkungan pesantren dapat dilakukan melalui pengawasan akses keluar masuk, pemantauan kendaraan, serta peningkatan kepedulian terhadap aktivitas yang mencurigakan,” terangnya.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga memiliki peran dalam membangun komunikasi dengan tokoh agama agar informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat disampaikan lebih cepat kepada aparat.
Dalam pertemuan tersebut, perhatian diarahkan pada antisipasi kejahatan 3C yang menjadi salah satu fokus pencegahan kriminalitas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Istilah 3C merujuk pada tiga jenis tindak pidana, yakni curas, curat, dan curanmor. Ketiganya merupakan bentuk kejahatan yang dapat menimbulkan kerugian materiil sekaligus mengganggu rasa aman masyarakat.
Pencegahan terhadap tindak kriminalitas tersebut tidak hanya mengandalkan kehadiran petugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Di kawasan pesantren, pengawasan terhadap kendaraan yang terparkir menjadi salah satu langkah penting. Santri, pengurus, dan pengunjung perlu memastikan kendaraan terkunci dengan baik serta tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau.
Selain itu, pengelola pesantren dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang tidak dikenal, terutama pada malam hari ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang.
Komunikasi antara pengurus pesantren, petugas keamanan internal, dan aparat kewilayahan juga diperlukan agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Kegiatan sambang yang dilakukan Aipda Toni Setiawan bersama Babinsa tersebut berkaitan dengan pendekatan preemtif kepolisian menjelang Operasi Sikat Semeru 2026.
Operasi ini berfokus pada penanggulangan tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan kejahatan jalanan.
Melalui pendekatan preemtif, kepolisian berupaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kejahatan sebelum tindak pidana terjadi.
Sementara itu, langkah preventif dapat dilakukan melalui pengawasan lingkungan, patroli, dan peningkatan kewaspadaan pada lokasi yang memiliki potensi kerawanan.
Keterlibatan tokoh agama dalam menjaga keamanan dinilai penting karena pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Tokoh agama dapat berperan dalam menyampaikan pesan keamanan kepada santri dan masyarakat sekaligus mendorong kepedulian bersama terhadap ketertiban lingkungan.
Melalui dialog dengan Prayogo, Bhabinkamtibmas dan Babinsa berupaya memperkuat komunikasi dengan lingkungan pesantren agar pengawasan terhadap potensi kejahatan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan kriminalitas membutuhkan kerja sama antara aparat keamanan dan warga.
Menjelang Operasi Sikat Semeru 2026, kewaspadaan terhadap kejahatan 3C menjadi perhatian penting, termasuk di lingkungan pendidikan dan keagamaan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup beragam.
Pengurus pesantren, santri, dan masyarakat sekitar diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan kendaraan, barang berharga, serta aktivitas di lingkungan masing-masing.
Dengan pengawasan yang lebih baik dan komunikasi yang terjalin antara masyarakat dan aparat, potensi tindak kriminalitas di lingkungan pesantren dapat diminimalkan. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
