Connect with us

Peristiwa

Warga Ngadisimo Meninggal Mendadak Saat Olahraga Lari

Published

on

Kediriselaludihati.com -Polsek Kediri Kota, Polres Kediri Kota, pada hari Rabu tanggal 02 Juni 2021 sekira jam  09.00 Wib, petugas SPKT  menerima laporan adanya orang meninggal mendadak dari Bhabinkamtibmas Keluragan Dandangan  tepatnya di Jl Pinggir Lapangan Dandangan Kel Dandangan Kec. Kota Kediri.

Korban atas nama Sujito (57) tempat tinggal  Ngadisimo Utara 2 RT.006/ RW.005 Kelurahan Ngadirejo Kecamatan  Kota Kediri.

Pada hari Rabu 2 Juni 2021 sekira pukul 07.30 WIB  Korban seperti biasa melaksanakan olah raga jalan dan lari lari kecil diseputaran lapangan Dandangan.

Setelah korban mendapat 7 kali putaran lapangan , sempat menyapa warga. Sekira berjalan kurang lebih 20 meter kearah selatan tepatnya di selatan lapangan Dandangan tiba tiba korban jatuh pingsan.

Saat korban jatuh pingsan tersebut kebetulan ada warga yang melintas . Karena kenal dengan Korban lalu saksi 2 menghubungi keluarga korban dan istri serta Ketua RT  nya. Kemudian istri dan anak serta RT-nya datang ke TKP dan sekanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara.

Dan sesampai Di RS Bhayangkara Korban tidak bisa diselamatkan/ meninggal dunia. Hasil pemeriksaan identifikasi dan team Dokpol RS Bhayangkara pada tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.

Menurut pihak keluarga Korban, korban mempunyai riwayat sakit komplikasi jantung dan Diabetes dan menurut Istri korban Rusmiati, (50) , beberapa hari terahir sakit diabetes korban naik sekitar 400

Dengan adanya meninggal nya korban selanjutnya pihak keluarga membuat pernyataan menerima dengan ikhlas atas meninggal dunianya korban dan tidak akan menuntut secara hukum kepada pihak manapun.

“Selama kegiatan berlangsung, aman, lancar, dan terkendali,” kata Kapolsek Kediri Kota , Kompol Sugianto, S.Sos. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Upaya Preventif Cegah Kebakaran Hutan dan Pencurian Kayu di Hutan Petungroto Kediri, Polri Perkuat Sinergi dengan Perhutani dan LMDH

Published

on

Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Desa Petungroto, Polsek Mojo, Polres Kediri Kota bersama Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri melaksanakan pemasangan papan imbauan pencegahan pencurian kayu (Pipanisai) dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla) di kawasan hutan Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Selasa (30/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIB tersebut dilaksanakan di kawasan hutan Petak 174 dan Petak 175 wilayah Petungroto sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mencegah potensi tindak pidana kehutanan.

Bhabinkamtibmas Desa Petungroto Aiptu Eko Setyo Prayitno, S.H. hadir bersama jajaran Perhutani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Turut mengikuti kegiatan tersebut KRPH Pamongan Petungroto Rudi Hartono, KAURTK Rudi Sugiarto, Mandor Pamongan Petungroto Yudhi, serta Ketua LMDH Petungroto Sudji.

Papan imbauan dipasang di sejumlah titik strategis yang dinilai rawan dilalui masyarakat maupun aktivitas di kawasan hutan. Melalui papan tersebut, masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pencurian hasil hutan, pembakaran lahan, maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri, Perhutani, dan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan agar tetap lestari dan terhindar dari berbagai potensi gangguan.

“Pemasangan papan imbauan ini merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga kawasan hutan. Pencegahan menjadi upaya yang sangat penting, baik untuk mengantisipasi kebakaran hutan maupun tindak pidana pencurian kayu,” ujarnya.

Menurut Iptu Mahmud, keberhasilan menjaga kelestarian hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau Perhutani, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat sekitar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan yang melanggar hukum. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi menimbulkan kebakaran hutan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan Bhabinkamtibmas di desa binaan tidak hanya berfokus pada pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan berbagai instansi.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara Polri, Perhutani, dan LMDH diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan menjaga kelestarian kawasan hutan di wilayah Kecamatan Mojo. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Polsek Pesantren Kediri Bersama Babinsa dan Kelurahan Kawal Arak-arakan hingga Punden Ki Demang

Published

on

Kediriselaludihati.com – Personel Bhabinkamtibmas Polsek Pesantren, Polres Kediri Kota bersama unsur Tiga Pilar melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan Grebeg Suro 1448 Hijriah yang digelar masyarakat Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Selasa (30/6/2026). Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian tradisi budaya tersebut berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.00 WIB itu dipusatkan dengan rute dari Sumber Bulus menuju Punden Ki Demang, Kelurahan Tosaren. Pengamanan dipimpin Bhabinkamtibmas Kelurahan Tosaren Aiptu Yulianto TM bersama unsur Babinsa dan perangkat kelurahan sebagai bagian dari sinergi Tiga Pilar dalam menjaga keamanan wilayah.

Rangkaian Grebeg Suro diikuti masyarakat Kelurahan Tosaren dengan penuh antusias. Selama prosesi berlangsung, personel pengamanan melakukan pemantauan situasi, pengaturan arus masyarakat, serta berkoordinasi dengan panitia penyelenggara untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. mengatakan keterlibatan Tiga Pilar dalam setiap kegiatan masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung pelestarian tradisi dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami bersama unsur Tiga Pilar hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Sinergi ini penting agar masyarakat dapat melaksanakan tradisi budaya dengan nyaman tanpa mengabaikan aspek keamanan,” ujarnya.

Kompol Siswandi menambahkan, pihaknya juga terus mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan panitia maupun tokoh masyarakat sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, saling menghormati, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan,” tambahnya.

Selama pelaksanaan Grebeg Suro 1448 Hijriah berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel Polri bersama unsur Tiga Pilar mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan rasa aman selama prosesi berlangsung sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan warga dalam menjaga kondusivitas wilayah. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Rakor Libatkan Lintas Instansi, Bahas Penutupan Jalan, Jembatan Kaliombo hingga Wacana Ring Road Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Pemerintah Kota Kediri bersama Satlantas Polres Kediri Kota dan sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi untuk membahas rencana penerapan rute kendaraan angkutan barang di Kota Kediri. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurai kepadatan arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi dampak sejumlah proyek infrastruktur yang sedang dan akan berlangsung.

Rapat koordinasi digelar di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kota Kediri, pada Selasa (30/6/2026), mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Satlantas Polres Kediri Kota diwakili Kanit Turjawali mewakili Kasatlantas AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Kediri, perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, PUPR Provinsi Jawa Timur, PUPR Kota Kediri, Jasa Raharja Kediri, Satpol PP Kota Kediri, Dishub Kabupaten Kediri, Kepala Terminal Tamanan, UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB), Bapenda Kota Kediri, LMA HK-2 selaku pengelola jalan tol, PT Permata Alam Sakti, konsultan supervisi, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta perwakilan Pabrik Gula Pesantren.

Dalam rapat tersebut, peserta membahas tiga alternatif rute angkutan barang yang akan dikaji sebelum diterapkan. Alternatif pertama mengarahkan kendaraan dari arah Blitar melalui Jalan Raya Jegles atau kawasan SPBU Blabak menuju Simpang Lima Gumul (SLG) untuk selanjutnya menuju Pare maupun Surabaya.

Alternatif kedua mengatur kendaraan dari arah Tulungagung agar memasuki jalur JWK dan keluar melalui Simpang Empat Muning menuju arah barat.

Sementara alternatif ketiga mengarahkan kendaraan dari arah Blitar dan Tulungagung yang melintas di Jalan DI Panjaitan menuju Jalan Imam Bahri hingga tembus ke Simpang Lima Gumul sebagai akses menuju Pare dan Surabaya.

Selain pembahasan rute angkutan barang, forum juga membahas sejumlah pekerjaan infrastruktur yang diperkirakan akan berdampak terhadap arus lalu lintas di Kota Kediri.

Salah satunya adalah pekerjaan crossing di Jalan PB Sudirman. Dalam rapat dijelaskan terdapat dua alternatif pelaksanaan pekerjaan, yakni penutupan total jalan selama sekitar 10 hari atau penutupan sebagian badan jalan dengan estimasi pekerjaan selama 25 hari.

PT Permata Alam Sakti selaku pelaksana pembangunan Jembatan Kaliombo menyampaikan bahwa jembatan tersebut ditargetkan sudah dapat difungsikan pada awal September 2026, meskipun pekerjaan penyempurnaan seperti trotoar dan tahap finishing masih akan terus berlangsung.

Sementara itu, pihak LMA HK-2 menjelaskan bahwa pembangunan jembatan baru di Jalan Suparjan akan berdampak pada penutupan ruas jalan tersebut. Jembatan yang semula memiliki lebar sekitar enam hingga delapan meter akan diperlebar menjadi 15 meter. Pekerjaan direncanakan dimulai pertengahan Juli 2026 dengan estimasi waktu penyelesaian sekitar enam hingga tujuh bulan.

Dalam forum tersebut juga kembali mengemuka wacana pembangunan jalan lingkar (ring road) sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan berat yang melintasi pusat Kota Kediri.

Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H. mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting agar setiap kebijakan rekayasa lalu lintas dapat berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik.

“Rencana penerapan rute angkutan barang ini masih dalam tahap pembahasan dan pengkajian bersama seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, kebijakan yang nantinya diterapkan benar-benar mampu meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat,” ujarnya.

AKP Tutud menambahkan, Satlantas Polres Kediri Kota akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait dalam menyusun rekayasa lalu lintas yang adaptif terhadap perkembangan pembangunan infrastruktur di Kota Kediri.

“Kami mengedepankan koordinasi dan kajian teknis agar setiap perubahan arus lalu lintas memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas orang maupun barang di Kota Kediri,” pungkasnya.

Rapat koordinasi berlangsung tertib, lancar, dan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi bahan kajian lanjutan sebelum kebijakan pengaturan rute angkutan barang diberlakukan secara resmi. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page