Connect with us

Lalu Lintas

Warkop Ojol Jadi Ruang Dialog Keselamatan Lalu Lintas di Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota menggelar kegiatan Polantas Menyapa bersama komunitas ojek online (ojol) di Kota Kediri, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di kawasan Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, khususnya pengemudi ojek online yang sehari-hari beraktivitas di jalan raya.

Dalam kegiatan ini, anggota Satlantas menyapa para pengemudi ojol melalui diskusi santai di Warkop Ojol Kamtibmas. Warkop tersebut disiapkan sebagai ruang komunikasi dan dialog antara kepolisian dengan komunitas ojol, sekaligus menjadi sarana penyampaian pesan-pesan kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan Polantas Menyapa bertujuan mendekatkan Polantas dengan masyarakat serta membuka ruang diskusi dua arah terkait permasalahan keamanan dan keselamatan di jalan.

“Melalui kegiatan ini, Polantas hadir langsung di tengah komunitas ojol untuk berdiskusi secara ringan mengenai kamtibmas, sekaligus memberikan imbauan tentang pentingnya keselamatan berkendara di jalan raya,” ujar AKP Tutud Yudho.

Dalam dialog tersebut, anggota Kamsel menyampaikan sejumlah imbauan, antara lain pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm berstandar SNI, serta menjaga etika berkendara demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, keberadaan Warkop Ojol Kamtibmas diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi berkelanjutan antara kepolisian dan komunitas ojol. Melalui sarana ini, para pengemudi dapat menyampaikan aspirasi, kendala di lapangan, maupun informasi yang berkaitan dengan situasi kamtibmas di wilayah Kota Kediri.

Satlantas Polres Kediri Kota berharap kegiatan Polantas Menyapa dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas ojol dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas, sekaligus mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Konsultasi Publik Kelas Jalan di Jatim Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Published

on

Kediriselaludihati – — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mematangkan penetapan kelas jalan di seluruh wilayah Jawa Timur sebagai bagian dari penataan sistem transportasi dan upaya menekan kerusakan infrastruktur jalan. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mendukung penerapan kebijakan nasional zero over dimension over load (ODOL) yang ditargetkan mulai berjalan penuh pada 2027.

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan konsultasi publik penetapan kelas jalan yang digelar pada Selasa (10/2/2026) di Kantor Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur, Jalan Pahlawan Nomor 31, Kota Madiun. Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan instansi pusat, pemerintah daerah, serta aparat kepolisian.

Sejumlah lembaga yang hadir antara lain Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali, Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Kasat Lantas dari jajaran Polda Jawa Timur juga turut hadir sebagai perwakilan daerah.

Dalam forum tersebut, terungkap bahwa penggunaan jalan yang tidak sesuai dengan kelasnya masih menjadi persoalan utama di berbagai daerah. Kendaraan dengan muatan dan dimensi melebihi ketentuan kerap melintasi jalan yang tidak dirancang untuk beban berat, sehingga mempercepat kerusakan konstruksi jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., yang mewakili wilayahnya dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa penetapan kelas jalan memiliki peran strategis dalam pengelolaan lalu lintas dan pembangunan infrastruktur.

“Penggunaan jalan yang tidak sesuai dengan kelasnya berdampak langsung pada kerusakan jalan. Penetapan kelas jalan menjadi dasar penting agar pengaturan lalu lintas kendaraan, khususnya kendaraan angkutan barang, bisa dilakukan secara tepat,” kata AKP Tutud Yudho.

Ia menambahkan, pemetaan kelas jalan juga diperlukan untuk memperjelas pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam hal pembangunan serta pemeliharaan jalan. Dengan demikian, perencanaan anggaran dan pengawasan di lapangan dapat berjalan lebih efektif.

Konsultasi publik ini juga menyoroti kesiapan daerah dalam mendukung kebijakan zero ODOL yang ditargetkan pemerintah pusat pada 2027. Kebijakan tersebut telah memperoleh dukungan langsung dari Presiden dan menjadi agenda nasional dalam rangka meningkatkan keselamatan lalu lintas serta menjaga ketahanan infrastruktur jalan.

“Dampak kendaraan ODOL sangat besar, tidak hanya merusak jalan, tetapi juga berpengaruh terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya. Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama dan sinergi antarinstansi sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar AKP Tutud Yudho.

Dalam diskusi, peserta sepakat bahwa penetapan kelas jalan tidak dapat dilakukan secara sepihak. Pemerintah daerah didorong untuk aktif memberikan masukan berdasarkan kondisi riil di wilayah masing-masing, termasuk karakteristik lalu lintas, beban kendaraan, serta fungsi ekonomi jalan tersebut.

Masukan dari daerah nantinya akan dihimpun melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang telah disiapkan secara daring. Forum ini diharapkan menjadi wadah koordinasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Melalui konsultasi publik ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap penetapan kelas jalan dapat segera difinalisasi secara komprehensif. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi jalan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi penerapan kebijakan zero ODOL di Jawa Timur. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Sasar Pelajar, Satlantas Polres Kediri Kota Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Jalan

Published

on

Polreskedirikota — Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) menggelar kegiatan Police Goes to School di SMK Negeri 3 Kota Kediri, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026, dengan sasaran utama pelajar sebagai kelompok usia yang rentan terhadap kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WIB hingga 14.30 WIB tersebut diikuti ratusan siswa-siswi SMK Negeri 3 Kota Kediri, didampingi jajaran guru dan wakil kepala sekolah. Personel Unit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota hadir memberikan materi langsung terkait safety riding dan etika berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Yudho Prastyawan, mengatakan bahwa pelajar merupakan salah satu pengguna jalan yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Melalui Police Goes to School, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pelajar diharapkan tidak hanya patuh aturan, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungannya,” ujar AKP Yudho.

Dalam penyampaian materi, petugas menekankan pentingnya disiplin berlalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan berkendara, serta etika saat berada di jalan raya. Selain itu, siswa juga diingatkan untuk tidak terlibat dalam aksi konvoi maupun berkendara secara ugal-ugalan yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Menurut pihak kepolisian, edukasi langsung di lingkungan sekolah dinilai efektif karena dapat membentuk pola pikir dan perilaku tertib berlalu lintas sejak usia remaja. Harapannya, siswa tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Kediri menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai kehadiran polisi di sekolah memberikan dampak edukatif yang kuat bagi para siswa.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman langsung kepada siswa tentang risiko dan tanggung jawab saat berkendara. Kami berharap siswa lebih sadar akan keselamatan,” ujarnya.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias, ditandai dengan sesi tanya jawab terkait aturan lalu lintas dan keselamatan berkendara.


Satlantas Polres Kediri Kota menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan di berbagai sekolah selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai langkah preventif membangun budaya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Dua Kendaraan Dinyatakan Layak Jalan, Satlantas Catat Spion Buram sebagai Evaluasi Keselamatan

Published

on

Kediriselalaludihati – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota bersama Dinas Perhubungan Kota Kediri dan UPT Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Jawa Timur melakukan rampcheck atau pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan umum di Terminal Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan Operasi Keselamatan Semeru 2026.

Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB dengan menyasar armada angkutan umum trayek Kawan Kita yang beroperasi di wilayah Kota Kediri. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap aspek teknis kendaraan, administrasi, serta kondisi kesehatan pengemudi.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Yudho Prastyawan, mengatakan rampcheck menjadi langkah preventif untuk memastikan angkutan umum yang beroperasi memenuhi standar keselamatan, sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama menjelang pelaksanaan operasi kepolisian berskala nasional.

“Rampcheck ini bertujuan memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan dan pengemudi siap secara fisik maupun mental. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama,” ujar AKP Yudho di sela kegiatan.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati dua unit kendaraan angkutan umum yang diperiksa dinyatakan laik jalan. Seluruh pengemudi juga dinyatakan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Namun demikian, petugas mencatat adanya kekurangan minor pada salah satu komponen kendaraan, yakni kondisi kaca spion yang sudah buram sehingga berpotensi mengganggu visibilitas pengemudi.

“Catatan tersebut langsung kami sampaikan kepada pengemudi dan pengelola agar segera dilakukan perbaikan. Meski terlihat sepele, spion memiliki peran penting dalam keselamatan berkendara,” kata Yudho.

Kegiatan rampcheck ini melibatkan Kasat Lantas Polres Kediri Kota, Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas beserta anggota, personel Dinas Perhubungan Kota Kediri, serta petugas UPT LLAJ Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara komprehensif.

Menurut pihak kepolisian, rampcheck tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi pengemudi dan pengelola angkutan umum agar lebih peduli terhadap kondisi kendaraan dan keselamatan penumpang.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Terminal Tamanan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Arus kendaraan tetap berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas penumpang maupun operasional terminal.

Satlantas Polres Kediri Kota memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala selama Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan budaya tertib berlalu lintas di wilayah Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page