Connect with us

Peristiwa

Wakili Polres Kediri Kota, Kasubbag Humas Polres Kediri Kota Hadiri Supervisi Bid Humas Polda Jatim dilaksanakan di Polres Trenggalek

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kegiatan Supervisi Bid Humas Polda Jatim dilaksanakan di Polres Trenggalek, Kamis (24/6).

Turut hadir Kabid Humas Multimedia Kompol Henry S.H.,S.I.K  , Kabag Ops Polres Trenggalek , Kasubbag  Humas Polres Kediri kota AKP NI KETUT SUARNINGSIH, SH, Kasubbag  Humas Polres Kediri AKP Budi, Kasubbag  Humas Polres Nganjuk.  Kasubbag  Humas Polres Blitar , Kasubbag  Humas Polres Blitar kota , Kasubbag  Humas Polres Tulung Agung dan Kasubbag  Humas Polres Trenggalek.

“Kegiatan Supervisi Bid Humas Polda Jatim ini diikuti oleh Kasubbag Humas se-eks Karidenan Kediir . Kegiatan antara lain sambutan  Kabag ops Polres Trenggalek. Kemudian materi khusus dari Kabid Humas Multimedia Polda Jatim dilanjutkan tanya jawab,” kata Kasubbag  Humas  AKP NI KETUT SUARNINGSIH, SH. (res|aro)

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Mojoroto Dapatkan 18 Pelaku Pelanggaran Protokol Kesehatan di Jalan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota melaksanakan Operasi Yustisi Penerapan mendagri No 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat, Perda Prov Jatim No. 2 Th 2020, Perwalikota Kediri No. 32 Th 2020 Dan Pememberitahuan Se Walikota Terbaru Nomor   188.45/95/419.003/ 2021 PPKM (Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat) Darurat.

Kegiatan pada hari ini Senin tanggal 26 Juli 2021, Pukul 13.45 wib s/d selesai, bertempat di wilkum Polres Kediri Kota, Kecamatan Mojoroto.

Kegiatan Operasi dilaksanakan secara Stasioner maupun mobile, untuk Polsek Mojoroto dipimpin oleh Pawas AKP Khudori Padal Ipda Wina Nurwarida bersama Instansi Samping.

Razia Protokol Kesehatan Operasi Yustisi di laksanakan di Jl. Raung Kec. Mojoroto Kota Kediri. Petugas Polsek Mojoroto melaksanakan giat himbauan tentang protokol kesehatan serta pembagian masker kepada masyarakat bersama Instansi Samping.

Sanksi Operasi Yustisi terdiri dari Teguran lisan    18. Himbauan masyarakat  5 kali. Petugas Polsek Mojoroto membagikan masker 10.

“Selama kegiatan Operasi Yustisi berjalan lancar, situasi aman terkendali,” kata Kapolsek Mojoroto, Kompol Gatot Setyo B., S.H., M.H. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Grogol Tegur Lisan 22 Pelanggaran Prokes

Published

on

Kediriselaludihati.com- -Polsek Grogol, Polres Kediri Kota melaksanaan kegiatan Operasi Yustisi  Dalam Penegakkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Perda Prov. Jatim Nomor 2 Tahun 2020, Pergub Prov Jatim Nomor 53 Tahun 2020 dan Perbup Kab. Kediri Nomor 44 Tahun 2020 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Upaya Cegah dan Tanggulangi Covid-19.

Serta Instruksi Mendagri No. 17 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Darurat di Tingkat Desa Dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 dan Se Bupati Kediri No. 2045 Tgl 2 Juli 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 Di Kab. Kediri.

Kegiatan Senin  26 Juli 2021, pukul  09.30 Wib s/d Selesai. Sasaran operasi di walayan Mina Ds. Wonoasri dan Pasar Baru Gringging Ds. Cerme Kec. Grogol Kab. Kediri.

Adapun hasil Operasi Yustisi Pelanggar Protokol Kesehatan terdiri dari Teguran lisan 22 orang, Teguran tertulis 10 orang, Bagi masker   10 orang. Padal harian Aipda Sunarko (Ps. Kanit Provos) serta 3 Pers piket fungsi. Situasi saat dilaporkan dalam keadaan lancar dan aman terkendali.

Kemudian kegiatan pendistribusian Bansos Beras Kepada warga Desa Bakalan Kec. Grogol. Kegiatan dipimpin Kapolsek Grogol AKP Shokib Dimyati, SH. Membagikan Bansos sebanyak 5 Paket Beras Kemasan masing-masing 5 Kg kepada 5 warga Desa Bakalan Kec. Grogol. 

Kegiatan bansos yang  dilaksanakan polres kediri kota, masyarakat merasakan secara langsung manfaatnya, merasa terbantu dalam menghadapi kesulitan di masa pandemi corona, Wujud rasa terima kasih warga yang menerima memberikan apresiasi Program tersebut.

“Kegiatan berjalan aman, lancar dan terkendali,” ujar, Kapolsek Grogol AKP Sokhib Dimyati. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Hari Jadi Kota Kediri Digelar Secara Virtual, Gunungan Polo Pendem Dibagikan ke Lembaga Sosial dan Gelar Vaksinasi Masal

Published

on

Hasul bumi yang dibagikan dalam rangka hari jadi Kota Kediri ke-1142

Kediriselaludihati.com  – Ada yang beda dalam pelaksanaan  upacara Manusuk Sima hari jadi Kota Kediri ke-1.142 pada 27 Juli 2021. Biasannya kegiatan digelar di  lokasi yang menjadi dasar penetapan hari jadi Kota Kediri yakni Prasasti Kwak  di Taman Tirtoyoso Kwak Kota Kediri, kali ini kegiatan dilakuan secara virtual.

Bahkan gunungan yang berisi polo pendem (hasil bumi)  yang biasannya diperebutkan usai pelaksanaan upacara Manusuk Sima pun ditiadakan. Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Kediri. Apalagi pemerintah memperpanjang PPKM Level IV hingga 2 Agustus 2021.

“Hari Jadi Kota Kediri ke-1.142 tahun 2021 kita lakukan secara virtual . Sebab memang dalam aturan seluruh gelaran kebudayaan dilarang dilakukan seperti biasanya. Demikian juga polo pendem hasil bumi yang diperebutkan usai acara ditiadakan dan diganti di bagikan ke Lembaga sosial dan juga lewat Sinergi untuk Jaring Pengaman Sosial (Si Jamal),” kata Mas Abu panggilan akrab Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri, Selasa (27/7)

Beberapa Lembaga yang menerima bantuan berupa 1.000 masker dan 142 hasil bumi ( polo pendem)  antara lain Si Jamal bertempat di Command Center di Pemkot Kediri, selanjutnya akan dibagikan untuk warga yang isolasi mandiri. Panti Lansia An-Nuur Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren. Dan Panti Lansia Yoseph  di Kelurahan Dandangan Kecamatan Kota Kediri.

“Selain itu juga dilakukan vaksinasi memperingati hari Hari Jadi Kota Kediri ke-1.142 dengan jumlah 1.142. Rinciannya 700 sasaran di Hutan Kota dan 442 di Taman Sekartaji untuk anak usia 12 tahun keatas,” tambah Mas Abu.

Menurut Wali Kota Abdullah Abu Bakar, Manusuk Sima sudah menjadi tradisi tahunan, untuk menghormati para leluhur pendiri Kediri. Jadi tidak bisa dihapus dari rangkaian hari jadi.

Bagaimanapun, nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Manusuk Sima menjadi pengingat atau tetenger,  bahwa ada masa awal ketika Kediri ditetapkan menjadi sebuah wilayah perdikan, yang berdiri dan tetap bertahan hingga sekarang.

“Kota Kediri ini sudah sangat tua, sudah memasuki usia ke 1.142 tahun. Kota ini telah melewati banyak era kepemimpinan, mulai dari jaman kerajaan, penjajahan, pasca kemerdekaan hingga era kepemimpinan saya,” jelasnya.

Sementara itu Drs H. Nur Muhyar M.Si, Kepala Disbudparpora Kota Kediri menyatakan meski dilakukan secara virtual namun hal ini tidak mengurangi kekhidmatan kegiatan Hari Jadi Kota Kediri.

“Penyelengaraan Hari Jadi Kota Kediri secara virtual  karena memang mengikuti perkembangan Covid-19. Apalagi situasi masih PPKM Level IV. Masyarakat tetap bisa menyaksikan di  Instagram @kediritourism dan juga chanel youtube Kediri Tourisme TV,” kata Nur Muhyar.

Nur Muhyar menambahkan,  bahwa cukup bersyukur bisa tetap melakukan peringatan upacara Manusuk Sima secara virtual. Hal ioni sekaligus  tetap menjaga kebudayaan-kebudayaan luhur di tengah keberagaman,  modernisasi, dan kemajuan teknologi. Di antara semua itu, pihaknya tetap bisa mempertahankan budaya Kediri dengan melakukan prosesi Manusuk Sima ini.

“Dengan kegiatan ini mudah-mudahan bisa jadi inspirasi dan kebanggan warga Kota Kediri yang namanya besar ini. Terlebih untuk kemajuan kota ini,” ungkapnya.

Seperti diketahui Upacara Manusuk Sima sendiri merupakan sebuah peristiwa penting yang terjadi 1.142 tahun lalu Yang menunjukkan sejarah berdirinya Kota Kediri , berdasar Prasasti Kwak yang ditemukan di Desa Ngabean, Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah. Dalam prasasti tersebut berangka tahun 801 saka atau tanggal 27 Juli 879 M. Untuk itu setiap tanggal 27 Juli diperingati Hari Jadi Kota Kediri.

Ritual Manusuk Sima bertujuan agar dijauhkan dari berbagai bentuk bencana. Rangkaian ritual menusuk sukma ini ditandai dengan pembacaan mantera dan pembakaran kemenyan oleh sang makudur atau sesepuh adat.

Selanjutnya prosesi tumbal bumi yakni pemotongan ayam cemani atau ayam hitam, memecah telur dan menaburkan abu. Ritual ini memiliki makna siapapun mereka yang berani melanggar sabda alam akan mendapat malapetaka.  (***)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com